Minggu, 30 Juli 2017

Mudik ke Teluk Bintuni, Papua Barat 2017

 
Mulai merantau 2009. Mudik pertama 2014 (1 minggu di rumah). Mudik kedua 2017 (1 bulan di rumah). Mudik berikut dan berikutnya lagi moga bukan mudik namanya, tapi pulang kampung. Hehee.. Kalau mudik 2014 waktu itu saya mudik naik kapal putih, sekarang naik pesawat dari Surabaya ke Manokwari. Jadi Surabaya – Makassar – Manokwari.
 
Sampai di Bandara Rendani, Manokwari langsung menuju ke Pasar Wosi. Di sana banyak mobil-mobil Hilux apa Strada yang biasa angkut penumpang dari jalur Manokwari – Bintuni.
 
Sebenarnya Manokwari – Bintuni naik pesawat Susi Air juga bisa. Tapi kalau naik mobil kelebihannya bisa bayar setelah sampai di rumah. Hehee..
 
Nih, piaraan aku di rumah. Dipiara dari kecil. Induknya mati di tangan pemburu, anaknya aku rawat. Jadi kepikiran pengen ternak rusa. Haha
 
Jangan ngaku orang Papua kalau belum terbiasa makan pinang sama sirih.
 
Nama lain dari Kota Bintuni adalah Kota Kepiting, sampai bosen kamu makan kepiting di sini. Maklum, namanya juga Teluk Bintuni. Kawasan teluk, kawasan rawa. Banyak kepiting di sini. Semoga saja ekosistemnya terus terjaga sampai anak cucu. Pembangunan mulai menggeliat soalnya di sini.
 
Daging rusa juga sampai bosen di sini. Rusa melimpah, tapi sebaiknya satwa satu ini harus diberi perhatian kusus supaya tidak langka terus punah seperti di Jawa.
 
Tugu silat yang di barak belakang rumah. Salam persaudaraan.. :D
 
Beda generasi, tapi tetap dengan cerita yang sama. Dulu aku angkatan pertama, anggotanya baru belasan. Sekarang sudah ratusan. Jaya terus PSHT !!
 
Sebulan di rumah, aku balik lagi ke Jawa. Lewat Manokwari lagi, tidak naik pesawat, tapi naik kapal putih.
 
Perjalanan darat yang memanjakan mata. Perjalanan Bintuni – Manokwari.
 
Siap-siap, lima hari kita akan mengarungi laut. Papua – Maluku – Sulawesi – Kalimantan – Jawa.
 
Laut biru, sepanjang jauh mata memandang hanya laut biru membentang.
 
Sepoi-sepoi angin laut. Asin dan semilir.
 
Sunsite di tengah laut. Indah bukan?
 
Waktu kapal akan sandar di Balikpapan, Kalimantan.
 
Wajah-wajah bahagia ini dilatar belakangi karena sebentar lagi kapal sandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Akhirnya, turun ke darat juga setelah lima hari terapung-apung di lautan. Oh senangnya. Perjalanan Papua – Jawa kalau sendirian memang paling enak naik pesawat, tapi kalau rame-rame banyak kawan paling asyik ya naik kapal putih. (Ali Ridwan, 2017)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar