Selasa, 29 Agustus 2017

Wisata Pantai Kondang Merak, Malang

Hanya karena penasaran dan untuk memuaskan keingintahuannya untuk melihat keganasan debur ombak di seberang laut sana,  terkadang seseorang harus menyebran pantai karang yang licin dan tajam.

Tak jarang kulit di kaki dan tangan jadi koyak dan robek, darah segar mengucur pelan. Perih tak tertahankan, saat asin air laut menabur garam di celah luka yang menganga. Ketahuilah, dari dekat debur ombak lau itu tak seganas seperti apa yang kau lihat saat kau masih berdiri di bibir pantai.

Ingat, jangan coba kau ceburi samudra berombak maut itu, apalagi kalau kemampuan renangmu masih cetek. Ia bukan hanya ceceran karang-karang tajam yang cuma menyuguhimu dengan luka kulit yang menganga, ia bisa membumbungkan nyawamu pulang ke nirwana sana. (Ali Ridwan, 29/07/17)

Ada banyak pantai bagus di Malang, dan sekarang pilihan kita jatuh ke Pantai Kondang Merak. Dinamai Kondang Merak, mungkin karena pantainya jadi kondang karena banyaknya burung merak. Tapi, sayangnya pas di lokasi seekorpun enggak ada kita jumpai itu yang namanya burung merak. Monyet malah yang banyak. Hahaa. 

Kita sampai di sini itu sekitar jam dua siang, di hari senin. Jadi pantai nya sepi, pas lagi surut. Makannya pemandangan lautnya karang semua.

Ada tantangan tersendiri mandi di pantai yang banyak karangnya. Mesti ekstra hati-hati kalau enggak mau ngerasain perih tergores karang.

Jangan tanya kenapa saya pakai sendal. Selain karang, biota laut yang sering disebut dengan hewan bulu babi juga banyak. Bisa bengkak kalau kulit kita tersengat. Rumornya sih gitu..

Tuh lihat, karang semua. Perjuangan betul kalau mau lihat keganasan debur ombak dari dekat.

Sorry, temen saya ini agak aneh. Semiran kok di pantai. Hahahaa..

Sudah sampai pantai, kok enggak mandi-mandi sampai puas? Rugi cooyy.. :D

Sueegeeerrr beneerrr.. :D

Pantai Kondang Merak, mantaaapp!! 

Okeh, sampai di sini dulu. Lain kali kalau ada kesempatan bisa kita ke sini lagi. Tapi semoga pas lautnya pasang. Biar enggak ada karang yang bisa bikin kulit jadi merah-merah kena sayatan batu-batu tajam. (Ali Ridwan, 2017)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar