Uang, uang, uang, dan uang. Biarpun
uang bukan segalanya tapi segalanya butuh uang. Kuliah itu bayarnya pake uang,
biaya hidup itu juga perlunya pake uang. Uang bisa membeli istri yang cantik,
uang bisa membeli kendaraan yang mewah, dan bisa membeli rumah yang mewah. Uang
bisa membawa pergi kemana saja yang orang mau. Uang bisa mewujudkan apa saja
yang orang inginkan. Semakin banyak uang yang dimiliki, semakin hidup akan
menjadi mudah, aman, dan nyaman. Semakin banyak uang yang dimiliki, semakin
banyak hal yang bisa diselesaikan, dan semakin banyak hal yang bisa kesampaian.
Segalanya memang butuh uang, walaupun pada kenyataaanya uang tidak selalu bisa membeli kebahagiaan. Uang memang bisa membeli istri yang cantik tapi apa gunanya bila tak ada cinta di dalamnya. Uang memang bisa membeli kendaraan yang mewah tapi apa gunanya bila tak ada sahabat sejati yang bisa diajak berkendara. Uang memang bisa membeli rumah yang mewah, tapi apa gunanya bila tak ada kehangatan di dalamnya. Itu kan kata mereka yang yang tidak punya uang. Juga kata mereka yang punya banyak uang tapi tak tahu bagaimana cara mengelola antara uang, cinta, dan persahabatan dengan baik dan benar. Oh yaaaa!? Masa siiiihhh?
Sudahlah!! Biarpun uang memang tidak selalu bisa membeli kebahagian, tapi faktanya orang akan lebih bahagia bila banyak uang daripada bahagia tidak punya uang. Betul apa betul?
Semua orang perlu uang. Semua orang butuh uang. Lahir butuh uang, hidup butuh uang, mati pun juga pasti butuh uang.
Sekarang yang terpenting bagaimana caranya kita bisa beternak uang? Bagaimana caranya kita bisa memelihara uang? Dan bagaimana caranya kita bisa memanen uang?
Pertama-tama, mari kita pelajari karakter uang dari 5 hukum uang menurut George S Clacson.
Satu, dengan senang hati dan dalam jumlah yang semakin besar, uang akan mendatangi siapapun yang mau menyisihkan tidak kurang dari sepersepuluh penghasilannya untuk menciptakan harta benda bagi masa depannya maupun keluarganya. Tepat sekali. Mulai sekarang sisihkan berapapun pemasukan bulanan kita, ya minimal sepulu persennya. Setelah terkumpul uang jangan digunakan untuk keperluan konsumtif, tapi untuk investasi. Investasi apa saja. Investasi emas, properti, buka usaha baru, dll. Pokoknya investasi untuk mendapat sumber penghasilan baru, untuk mencari sumber mata uang baru.
Dua, dengan rajin dan riang gembira, uang bekerja bagi pemiliknya yang bijaksana, yang menemukan bagi uang itu pekerjaan yang menguntungkan sehingga ia beranak pinak seperti kawanan ternak di Padang. Semakin banyak investasi, semakin banyak lubang rejeki, semakin banyak pula sumber mata uang yang akan mengalir. Investasi tentu bukan sembarang investasi. Ada tiga jenis investasi. Investasi jangka pendek, investasi jangka menengah, dan investasi jangka panjang. Miliki ketiganya, kelola ketiganya, terus bangun ketiganya. Maka aliran uang akan semakin lancar mengalir.
Tiga, uang aman dalam lindungan pemiliknya yang bijak, yang menginvestasikannya berdasarkan nasehat orang-orang yang terbukti ahli dalam mengelolanya. Cari mentor yang memang ahli dibidangnya, yang memang pernah melakukannya. Jangan asal investasi, apalagi kalau profit dan yang dijanjikan sama sekali tidak masuk akal. Bangunlah aliran pipa dari sumber uang secara perlahan tapi hasilnya pasti. Jangan maunya asal cepat tapi aliran uangnya tidak pasti. Maunya untung tau-taunya malah buntung. Sebab ini juga ada kaitannya dengan hukum uang yang ke empat dan ke lima.
Empat, uang akan lari dari orang yang menginvestasikannya dalam usaha atau tujuan yang tidak diketahui dengan baik, atau dianjurkan oleh orang-orang yang ahli dalam pengelolaannya. Investasi jangan ikut-ikutan. Harus punya prinsip, harus punya teori, dan harus punya strategi. Jika memang harus belajar, belajarlah dari mereka yang memang telah sukses dan pernah melakukannya. Investasi yang tidak jelas sistem dan jenisnya, yang kita sendiri tidak paham seperti apa kerjanya, lebih baik tidak usah. Cari yang aman-aman saja dan cari yang pasti-pasti saja.
Lima, uang akan lari dari orang-orang yang memaksanya untuk memberi penghasilan yang mustahil, atau yang mengikuti bujukan mulut manis para penipu maupun pemimpi di siang bolong, atau yang tidak berpengalaman dan muluk-muluk dalam berinvestasi. Tiap orang punya naluri sendiri-sendiri. Temukan iramanya dan mainkan peranannya. Berinvestasilah sesuai pada bisnis yang telah dimengerti dan dipahami. Perhatikan keamanannya, pelajari seluk beluknya, dan jangan asal comot!!
Okehh!! Langkah selanjutnya ialah menerapkan prinsip dari kelima hukum uang tersebut. Mulai sekarang himpun dana minimal 10 % dari penghasilan bulanan kemudian investasikan. Berinvestasilah dengan hati-hati dan teliti. Jangan mencoba ingin cepat kaya. Berkonsentrasilah menjadi kaya secara pelan-pelan tapi pasti. Selamat beternak uang dengan membangun pipa investasi dari sumber-sumber mata uang yang diminati. Semoga ternak uangnya sukses. Amiinn... ^_^ (Ali Ridwan, 22/11/13)
Segalanya memang butuh uang, walaupun pada kenyataaanya uang tidak selalu bisa membeli kebahagiaan. Uang memang bisa membeli istri yang cantik tapi apa gunanya bila tak ada cinta di dalamnya. Uang memang bisa membeli kendaraan yang mewah tapi apa gunanya bila tak ada sahabat sejati yang bisa diajak berkendara. Uang memang bisa membeli rumah yang mewah, tapi apa gunanya bila tak ada kehangatan di dalamnya. Itu kan kata mereka yang yang tidak punya uang. Juga kata mereka yang punya banyak uang tapi tak tahu bagaimana cara mengelola antara uang, cinta, dan persahabatan dengan baik dan benar. Oh yaaaa!? Masa siiiihhh?
Sudahlah!! Biarpun uang memang tidak selalu bisa membeli kebahagian, tapi faktanya orang akan lebih bahagia bila banyak uang daripada bahagia tidak punya uang. Betul apa betul?
Semua orang perlu uang. Semua orang butuh uang. Lahir butuh uang, hidup butuh uang, mati pun juga pasti butuh uang.
Sekarang yang terpenting bagaimana caranya kita bisa beternak uang? Bagaimana caranya kita bisa memelihara uang? Dan bagaimana caranya kita bisa memanen uang?
Pertama-tama, mari kita pelajari karakter uang dari 5 hukum uang menurut George S Clacson.
Satu, dengan senang hati dan dalam jumlah yang semakin besar, uang akan mendatangi siapapun yang mau menyisihkan tidak kurang dari sepersepuluh penghasilannya untuk menciptakan harta benda bagi masa depannya maupun keluarganya. Tepat sekali. Mulai sekarang sisihkan berapapun pemasukan bulanan kita, ya minimal sepulu persennya. Setelah terkumpul uang jangan digunakan untuk keperluan konsumtif, tapi untuk investasi. Investasi apa saja. Investasi emas, properti, buka usaha baru, dll. Pokoknya investasi untuk mendapat sumber penghasilan baru, untuk mencari sumber mata uang baru.
Dua, dengan rajin dan riang gembira, uang bekerja bagi pemiliknya yang bijaksana, yang menemukan bagi uang itu pekerjaan yang menguntungkan sehingga ia beranak pinak seperti kawanan ternak di Padang. Semakin banyak investasi, semakin banyak lubang rejeki, semakin banyak pula sumber mata uang yang akan mengalir. Investasi tentu bukan sembarang investasi. Ada tiga jenis investasi. Investasi jangka pendek, investasi jangka menengah, dan investasi jangka panjang. Miliki ketiganya, kelola ketiganya, terus bangun ketiganya. Maka aliran uang akan semakin lancar mengalir.
Tiga, uang aman dalam lindungan pemiliknya yang bijak, yang menginvestasikannya berdasarkan nasehat orang-orang yang terbukti ahli dalam mengelolanya. Cari mentor yang memang ahli dibidangnya, yang memang pernah melakukannya. Jangan asal investasi, apalagi kalau profit dan yang dijanjikan sama sekali tidak masuk akal. Bangunlah aliran pipa dari sumber uang secara perlahan tapi hasilnya pasti. Jangan maunya asal cepat tapi aliran uangnya tidak pasti. Maunya untung tau-taunya malah buntung. Sebab ini juga ada kaitannya dengan hukum uang yang ke empat dan ke lima.
Empat, uang akan lari dari orang yang menginvestasikannya dalam usaha atau tujuan yang tidak diketahui dengan baik, atau dianjurkan oleh orang-orang yang ahli dalam pengelolaannya. Investasi jangan ikut-ikutan. Harus punya prinsip, harus punya teori, dan harus punya strategi. Jika memang harus belajar, belajarlah dari mereka yang memang telah sukses dan pernah melakukannya. Investasi yang tidak jelas sistem dan jenisnya, yang kita sendiri tidak paham seperti apa kerjanya, lebih baik tidak usah. Cari yang aman-aman saja dan cari yang pasti-pasti saja.
Lima, uang akan lari dari orang-orang yang memaksanya untuk memberi penghasilan yang mustahil, atau yang mengikuti bujukan mulut manis para penipu maupun pemimpi di siang bolong, atau yang tidak berpengalaman dan muluk-muluk dalam berinvestasi. Tiap orang punya naluri sendiri-sendiri. Temukan iramanya dan mainkan peranannya. Berinvestasilah sesuai pada bisnis yang telah dimengerti dan dipahami. Perhatikan keamanannya, pelajari seluk beluknya, dan jangan asal comot!!
Okehh!! Langkah selanjutnya ialah menerapkan prinsip dari kelima hukum uang tersebut. Mulai sekarang himpun dana minimal 10 % dari penghasilan bulanan kemudian investasikan. Berinvestasilah dengan hati-hati dan teliti. Jangan mencoba ingin cepat kaya. Berkonsentrasilah menjadi kaya secara pelan-pelan tapi pasti. Selamat beternak uang dengan membangun pipa investasi dari sumber-sumber mata uang yang diminati. Semoga ternak uangnya sukses. Amiinn... ^_^ (Ali Ridwan, 22/11/13)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar