Determinasi yaitu membandingkan suatu
tumbuhan dengan satu tumbuhan lain yang sudah dikenal sebelumnya (dicocokkan
atau disamakan). Karena di dunia ini tidak ada dua benda yang identik atau sama
persis, maka istilah determinasi (Inggris to
determine = menentukan, memastikan) dianggap lebih tepat daripada istilah
identifikasi.
Cara
Mendeterminasi Tumbuhan
Hal pertama yang dilakukan untuk
mendeterminasi tumbuhan adalah memepelajari sifat marfologi tumbuhan tersebut
(seperti posisi, bentuk, ukuran, dan jumlah bagian- bagian daun, bunga, buah,
dan lain- lainnya). Langkah berikutnya adalah membandingkan atau menyamakan
ciri – ciri tumbuhan tadi dengan tumbuhan lainnya yang sudah dikenal
identitasnya dengan menggunakan salah satu cara berikut ini.
1. Ingatan
Pendeterminasian ini dilakukan
berdasarkan pengalaman atau ingatan. Kita mengenal suatu tumbuhan secara
langsung karena identitas jenis tumbuhan yang sama sudah kita ketahui
sebelumnya, misalnya didapatkan di kelas, atau pernah memepelajarinya, pernah
diberitahukan orang lain dan lain – lain.
2. Bantuan
Orang.
Pendeterminasian dilakukan dengan
meminta bantuan ahli – ahli botani
sistematika yang bekerja di pusat – pusat penelitian botani sistematika,
atau siapa saja yang bisa meemeberikan pertolongan. Seorang ahli umumnya dapat
cepat melakukan pendeterminasian karena pengalaman.
3. Spesimen Acuan
Pendeterminasian tumbuhan dapat
juga dilakukan dengan membandingkan secara langsung dengan specimen acuan yang
biasanya diberi label nama. Spesimen tersebut bisa berupa tumbuhan hidup,
misalnya koleksi hidup di kebun raya, akan tetapi specimen acuan yang umum
dipakai adalah koleksi kering atau herbarium.
4. Pustaka
Cara lain untuk mendeterminasi
tumbuhan adalah dengan membandingakn atau mencocokkan ciri – ciri tumbuhan yang
akan dideterminasi dengan pertelaan – pertelaan serta gambar – gambar yang ada
dalam pustaka. Pertelaan – pertelaan tersebut dapat dijumpai dalam hasil
penelitian botani sistematika yang disajikan dalam bentuk monografi, revisi,
flora, buku-buku pegangan ataupun bentuk lainnya.
5. Komputer
Berkat pesatnya kemajuan teknologi
dan biometrika akan ada mesin elektronika modern yang diprogramkan untuk
menyimpan, mengolah dan memberikan kemballi keterangan – keterangan tentang
tumbuh – tumbuhan.
Tinjauan Tanaman Sarang Semut Papua
(Myrmecodia Pandans)
1. Klasifikasi
Devisi Kelas : Tracheophyta:
Magnoliopsida
Sub Kelas :
Lamiidae
Ordo : Rubiales
Family
: Rubiaceae
Genus :
Myrmecodiae
Spesies : Myrmecodia pendens Merr.
&Perry
Tumbuhan sarang semut yang tergolong
dalam kelas Myrmecodia Jack ini memiliki 26 spesies yang berasal dari Irian
atau Papua termasuk di Papua Nugini. Berikut
nama masing-masing spesies tersebut:
|
No.
|
Nama spesies
|
No.
|
Nama spesies
|
|
1
|
M. tuberose Jack
|
14
|
M. angustifolia Valeton
|
|
2
|
M. kutubuensis Huxley &
Jebb
|
15
|
M. sterrophylla Merr.&
Perry
|
|
3
|
M. jobiensis Becc.
|
16
|
M. oksapminensis Huxley
& Jebb
|
|
4
|
M. erinacea Becc.
|
17
|
M. paradoxa Huxley &
Jebb
|
|
5
|
M. alata Becc.
|
18
|
M. aureospina Huxley &
Jebb
|
|
6
|
M. beccarii J.D.Hooker
|
19
|
M. brassii Merr.& Perry
|
|
7
|
M. platytyrea Becc.
|
20
|
M. lamii Merr.& Perry
|
|
8
|
M. pendens Merr.&Perry
|
21
|
M. archboldiana Merr.&Perry
|
|
9
|
M. longissima Valeton
|
22
|
M. pteroaspida
Huxley&Jebb
|
|
10
|
M. oblongata Valeton
|
23
|
M. melanachanta
Huxley&Jebb
|
|
11
|
M. longivolia Valeton
|
24
|
M. horrida Huxley&Jebb
|
|
12
|
M. schlechteri Valeton
|
25
|
M. ferox Huxley&Jebb
|
|
13
|
M. albertisii Becc.
|
26
|
M. gracilispina Huxley&Jebb
|
Khusus untuk M. tuberose, ada
sekitar 16 subspesies atau varietas yang diberi nama informal, yaitu Armata,
Siberutensis, Bracteata, Apoensis, Sibuyanensis, Menadensis, Rumphii, Bullosa,
Lanceolata, Muelleri, versteegii, Pulvinata, Papuana, Dahlii, Salomonensis, dan
Manusensis.
2. Deskripsi
Tanaman
Sarang semut dengan
nama imiah myrmecodia pendans merupakan tanaman yang
didalamnya digunakan sebagai sarang semut. Didalamnya terdiri dari labirun yang
digunakan semut sebagai liang untuk melakukan aktifitasnya. Meski sebagai
tanaman yang tidak biasa namun khasiat pengobatan yang dimiliki sangat luar biasa.
Sarang semut
diperkenalkan pertama kali di pedalaman Papua yang biasa digunakan sebagai obat
oleh warga setempat. Tanaman ini diolah sebagai campuran bubur dan juga sebagi
minuman dengan tujuan untuk meningkatkan imunitas tubuh. Selain itu banyak juga
yang menggunakan sebagi obat untuk berbagai penyakit dalam. Khasiat herbal yang
dimiliki ditandai dengan kandungan zat-zat aktif seperti antioksidan, polifenol, dan glikosida yang terkandung
dalamnya. Ketiga zat ini sangat membantu tubuh manusia untuk mengontrol beragam
penyakit maut. Salah satunya sebagai imuno stimulan untuk menambah kekebalan
tubuh.
Secara teknis zat imuno
stimulan akan membantu dan melindungi sel-sel tubuh agar dapat
menjalankan pekerjaan dengan baik. Bila sel berfungsi baik maka penyakit
gangguan sel bisa di cegah dan diobat. Penyakit ganguan sel yang paling sering
diterima tubuh adalah kanker.
Kandungan zat yang
dimiliki memang didukung oleh aktifitas semut di dalamnya dimana banyak zat
yang menguntungkan tertinggal dalam bagian tanaman. Pada semut
sendiri antioksidan berperan sebagai zat penting untuk proses pembentukan
koloni. Selain itu juga sebagai benteng bagi tempat penyimpanan telur dari
panyakit.
Bila di lihat
kondisi ini hampir mirip dengan madu yang dikeluarkan lebah untuk melindungi
telurnya. Pada semut khasiat yang muncul kemungkinan besar berasal dari
kelenjar liur semut yang berinteraksi dengan tanaman dan beberapa mikroba
lainnya.
Selain mencegah dan
mengobati kanker sarang semut juga efektif membantu penyembuhan berbagai macam
penyakit gangguan jantung, ambien (wasir), rematik, stroke, maag, gangguan
fungsi ginjal dan prostat. Bahkan pegal linu, melancarkan ASI, migren,
melancarkan pembuluh darah, lever, bahkan memulihkan gairah seksual juga bisa
diambil dari khasiat tanaman ini. Ditambah lagi kandungan herbal yang dimiliki
bisa menghambat enzim xantin oksidan yang bisa memicu asam
urat dan radikal bebas. Bagi penderita diabetes tanaman ini juga menjadi satu
alternatif yang wajib dicoba. Pasalnya kandungan zat yang dihasilkan semut akan
menetralisir kadar gula dalam darah.
Untuk mendapatkan
khasiat sarang semut caranya ialah potong kecil-kecil tanaman sarang semut yang
sudah cukup dewasa. Ukurannya dewasa cukup mudah, setidaknya lebih besar atau
sama dengan botol air mineral ukuran 1,5 liter. Sebab semakin besar akan
semakin banyak koloni semut didalamnya dan makin banyak juga zat menguntungkan
yang dimiliki.
Setelah dipotong
tipis dan kecil, jemur hingga kering atau bisa dimasukkan kedalam oven. Dari
potongan kering ini direbus sekitar 15-20 menit untuk mengekstrak kandungan
didalamnya. Setelah itu air rebusan bisa diminum langsung atau diberikan bahan
tambahan untuk mengurangi rasa pahit.
Ekstrak sarang
semut bisa diminum setiap hari baik sebagai obat maupun pencegahan. Selain
dalam bentuk potongan rumah semut juga bisa di kemas dalam bentuk serbuk dengan
cara menumbuk potongan yang sudah kering. Dosisnya untuk satu sendok makan
direbus dengan dua gelas air (400cc) sampai didapatkan satu gelas air rebusan.
Buang ampasnya dan minum hanya air rebusan saja.
3. Nama
Daerah
Nama lokal :
rumah semut (Sumatra); ulek ulek polo (Jawa); lokon, suhendep,
nongon (Papua); Nama lain: periok hantu, peruntak, sembuku (Malaysia); by ki
nan, ki nam gai, ki nam kin (Vietnam)
4. Marfologi
Tanaman
Umbi. Saat muda umbinya berbentuk
bulat, kemudian menjadi lonjong memendek dan memanjang saat tua. Umbinya
berduri dan memiliki sistem jaringan lubang-lubang, dimana bentuk dan
interkoneksi dari lubang-lubang tersebut sangat khas sehingga sering digunakan sebagai
parameter dalam klasifikasi genus ini.
Batang. Batangnya jarang ada yang
bercabang, jika ada hanya satu atau beberapa cabang saja. Bahkan ada beberapa
species yang tidak memiliki cabang sama sekali. Batangnya tebal dan
internodalnya sangat dekat, kecuali pada pangkal sarang semut dari beberapa
spesies.
Daun. Daunnya tebal seperti kulit.
Pada beberapa spesies memiliki daun yang sempit dan panjang. Stipula
(penumpu) besar, persisten, terbelah dan berlawanan dengan tangkai daun
(petiol), serta membentuk seperti “telinga” pada klipeoli. Terkadang terus
berkembang menjadi sayap di sekitar bagian atas klipeolus.
Bunga. Pembungaan dimulai sejak
adanya beberapa ruas (intermodal) pada tiap-tiap nodus (buku). Dua bagian pada
setiap bunga berkembang pada suatu kantong udara (alveolus) yang berbeda.
Alveoli tersebut mungkin ukurannya tidak sama dan terletak pada tempat yang
berbeda di batang. Kuntum bunga muncul pada dasar alveoli. Setiap bunga
berlawanan oleh suatu brakteola. Bunga jarang kleistogamus (menyerbuk tidak
terbuka) dan terkadang heterostilus. Kelopak biasanya terpotong. Polennya 1-,
2-, atau 3- porat (kolporat) dan sering 1,2,atau 3 visikel sitoplasma yang
besar. Buah berkembang dalam alveolus dan memanjat pada dasarnya menjadi
menonjol keluar hanya setelah masak.
5. Kandungan
Tanaman
Dari hasil penelitian diketahui
kandungan zat aktif didalam sarang semut melalui hasil uji secara in
vitro menggunakan kultur sel ekstrak sarang semut terbukti memiliki
aktivitas anti kanker. Mekanisme yang telah berhasil diungkap adalah sitotoksik
dan induksi apoptosis. Senyawa aktif yang sudah berhasil diidentifikasi antara
lain:
Alfa-tokoferol yang merupakan
antioksidan kuat dengan nilai IC50 diperoleh angka 5,1ppm. Ini artinya
konsentrasi dari antioksidan dapat menghambat radikal bebas hingga 50%.
Tanin, adalah astringent yang
mengikat dan mengendapkan protein berlebih didalam tubuh
Flavonoid glikosida, adalah salah
satu senyawa metabolit sekunder yang berguna untuk menghambat perkembangan sel
kanker dan anti virus. Polifenol , adalah sebagai anti mikroba dan menurunkan
kadar gula darah. Senyawa aktif lain seperti kalsium, natriun, kalium,
seng, besi, fosfor, magnesium Mineral, yang berfungsi meningkatkan impulse
jantung hingga menerobos sumbatan pada saluran darah ke jantung Stigmasterol,
berperan dalam mekanisme sitotoksik Inhibitor histone deacetylase (HDAC), terbukti dapat menghambat pertumbuhan
sel tumor, menginduksi difeensiasi, dan menyebabkan kematian sel apoptotic dari
sel kanker, dan inhibitor HDAC menyebabkan aktivasi transkripsional dari
beberapa gen yang ekspresinya menyebabkan penghambatan pertumbuhan tumor.
Setelah diketahui kandungan zat-zat
aktifnya kemudian dilakukan pengujian toksisitas untuk jenis Myrmecodia Pendans
secara in vitro (Uji Laboratorium) hasilnya meski dosis ditingkatkan 400 kali
lebih tinggi dari yang dianjurkan ternyata relative masih aman,. Jadi angka
LD50 sarang semut sangat tinggi sehingga keamanan konsumen terlindungi.
Dan satu penelitian terbaru kolaborasi para peneliti dari universitas
kebangsaan Malaysia dan universitas Szeged, Hungaria, menunjukkan ekstrak
sarang semut mengandung senyawa yang memiliki aktivitas pembalikan resistensi
multiobat dengan nilai rasio aktivitas fluoresens 39,72. Hal itu sangat penting
karena kebanyakan sel kanker memiliki kemampuan menjadi resisten terhadap
obat-obat yang berbeda (Subroto, Simanjuntak, 2010).
6. Khasiat
dan Penggunaan
Analisis kimia dari sarang semut
menunjukkan bahwa tumbuhan ini terutama mengandung senyawa-senyawa kimia dari
golongan flavonoid dan tanin. Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan alam
dari senyawa fenolik yang banyak merupakan pigmen tumbuhan.
Saat ini lebih dari 6000 senyawa
yang berbeda masuk ke dalam golongan flavonoid. Flavonoid merupakan bagian
penting dari diet karena banyak manfaatnya bagi kesehatan. Fungsi kebanyakan
flavonoid dalam tubuh adalah sebagai antioksidan.
Manfaat flavonoid antara lain adalah
untuk melindungi struktur sel, memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C
(meningkatkan efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang
dan sebagai antibiotik. Dalam banyak kasus flavonoid dapat berperan secara
langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme
seperti bakteri atau virus. Fungsi flavonoid sebagai antivirus telah banyak
dipublikasikan, termasuk untuk virus HIV ( AIDS) dan virus herpes.
Selain itu, flavonoid juga
dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain
seperti asma, kataraks, diabetes, encok/ rematik, migren, wasir, dan
periodontitis (radang jaringan ikat penyangga akar gigi) . Kemampuan sarang
semut untuk pengobatan berbagai jenis kanker/ tumor, TBC, dan encok/ rematik
berkaitan erat dengan kandungan flavonoidnya.
Tanin merupakan astringen, polifenol
tanaman rasa pahit yang dapat mengikat dan mengendapkan protein. Umumnya tanin
dikenal digunakan untuk penyamakan kulit, namun tanin juga banyak aplikasinya
di bidang pengobatan, misalnya untuk pengobatan diare, hemostatik (menghentikan
perdarahan) , dan wasir. Kemampuan sarang semut untuk pengobatan wasir dan
mimisan berkaitan erat dengan kandungan taninnya.
Selain itu, sarang
semut kaya akan antioksidan tokoferol (vitamin E) dan beberapa mineral
penting untuk tubuh seperti kalsium, natrium, kalium, seng, besi, fosfor dan
magnesium. (Akfar, PIM/2010)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar