Selasa, 25 Februari 2014

Determinasi dan Tinjauan Tanaman Sarang Semut Papua (Myrmecodia Pandans)

Determinasi yaitu membandingkan suatu tumbuhan dengan satu tumbuhan lain yang sudah dikenal sebelumnya (dicocokkan atau disamakan). Karena di dunia ini tidak ada dua benda yang identik atau sama persis, maka istilah determinasi (Inggris to determine = menentukan, memastikan) dianggap lebih tepat daripada istilah identifikasi.



Cara Mendeterminasi Tumbuhan
Hal pertama yang dilakukan untuk mendeterminasi tumbuhan adalah memepelajari sifat marfologi tumbuhan tersebut (seperti posisi, bentuk, ukuran, dan jumlah bagian- bagian daun, bunga, buah, dan lain- lainnya). Langkah berikutnya adalah membandingkan atau menyamakan ciri – ciri tumbuhan tadi dengan tumbuhan lainnya yang sudah dikenal identitasnya dengan menggunakan salah satu cara berikut ini.
1.      Ingatan
Pendeterminasian ini dilakukan berdasarkan pengalaman atau ingatan. Kita mengenal suatu tumbuhan secara langsung karena identitas jenis tumbuhan yang sama sudah kita ketahui sebelumnya, misalnya didapatkan di kelas, atau pernah memepelajarinya, pernah diberitahukan orang lain dan lain – lain.
2.      Bantuan Orang.
Pendeterminasian dilakukan dengan meminta bantuan ahli – ahli botani  sistematika yang bekerja di pusat – pusat penelitian botani sistematika, atau siapa saja yang bisa meemeberikan pertolongan. Seorang ahli umumnya dapat cepat melakukan pendeterminasian karena pengalaman.
3.      Spesimen  Acuan
Pendeterminasian tumbuhan dapat juga dilakukan dengan membandingkan secara langsung dengan specimen acuan yang biasanya diberi label nama. Spesimen tersebut bisa berupa tumbuhan hidup, misalnya koleksi hidup di kebun raya, akan tetapi specimen acuan yang umum dipakai adalah koleksi kering atau herbarium.
4.      Pustaka
Cara lain untuk mendeterminasi tumbuhan adalah dengan membandingakn atau mencocokkan ciri – ciri tumbuhan yang akan dideterminasi dengan pertelaan – pertelaan serta gambar – gambar yang ada dalam pustaka. Pertelaan – pertelaan tersebut dapat dijumpai dalam hasil penelitian botani sistematika yang disajikan dalam bentuk monografi, revisi, flora, buku-buku pegangan ataupun bentuk lainnya.
5.      Komputer
Berkat pesatnya kemajuan teknologi dan biometrika akan ada mesin elektronika modern yang diprogramkan untuk menyimpan, mengolah dan memberikan kemballi keterangan – keterangan tentang tumbuh – tumbuhan.

Tinjauan Tanaman Sarang Semut Papua (Myrmecodia Pandans)
1.      Klasifikasi
Devisi Kelas                     : Tracheophyta: Magnoliopsida
Sub Kelas                         : Lamiidae
Ordo                                 : Rubiales
Family                              : Rubiaceae      
Genus                               : Myrmecodiae
Spesies                             : Myrmecodia pendens Merr. &Perry
Tumbuhan sarang semut yang tergolong dalam kelas Myrmecodia Jack ini memiliki 26 spesies yang berasal dari Irian atau Papua termasuk di Papua Nugini.  Berikut nama masing-masing spesies tersebut:
No.
Nama spesies
No.
Nama spesies
1
M. tuberose Jack
14
M. angustifolia Valeton
2
M. kutubuensis Huxley & Jebb
15
M. sterrophylla Merr.& Perry
3
M. jobiensis Becc.
16
M. oksapminensis Huxley & Jebb
4
M. erinacea Becc.
17
M. paradoxa Huxley & Jebb
5
M. alata Becc.
18
M. aureospina Huxley & Jebb
6
M. beccarii J.D.Hooker
19
M. brassii Merr.& Perry
7
M. platytyrea Becc.
20
M. lamii Merr.& Perry
8
M. pendens Merr.&Perry
21
M. archboldiana Merr.&Perry
9
M. longissima Valeton
22
M. pteroaspida Huxley&Jebb
10
M. oblongata Valeton
23
M. melanachanta Huxley&Jebb
11
M. longivolia Valeton
24
M. horrida Huxley&Jebb
12
M. schlechteri Valeton
25
M. ferox Huxley&Jebb
13
M. albertisii Becc.
26
M. gracilispina Huxley&Jebb

Khusus untuk M. tuberose, ada sekitar 16 subspesies atau varietas yang diberi nama informal, yaitu Armata, Siberutensis, Bracteata, Apoensis, Sibuyanensis, Menadensis, Rumphii, Bullosa, Lanceolata, Muelleri, versteegii, Pulvinata, Papuana, Dahlii, Salomonensis, dan Manusensis.
2.      Deskripsi Tanaman
Sarang semut dengan nama imiah myrmecodia pendans merupakan tanaman yang didalamnya digunakan sebagai sarang semut. Didalamnya terdiri dari labirun yang digunakan semut sebagai liang untuk melakukan aktifitasnya. Meski sebagai tanaman yang tidak biasa namun khasiat pengobatan yang dimiliki sangat luar biasa.
Sarang semut diperkenalkan pertama kali di pedalaman Papua yang biasa digunakan sebagai obat oleh warga setempat. Tanaman ini diolah sebagai campuran bubur dan juga sebagi minuman dengan tujuan untuk meningkatkan imunitas tubuh. Selain itu banyak juga yang menggunakan sebagi obat untuk berbagai penyakit dalam. Khasiat herbal yang dimiliki ditandai dengan kandungan zat-zat aktif seperti antioksidan, polifenol, dan glikosida yang terkandung dalamnya. Ketiga zat ini sangat membantu tubuh manusia untuk mengontrol beragam penyakit maut. Salah satunya sebagai imuno stimulan untuk menambah kekebalan tubuh.
Secara teknis zat imuno stimulan akan membantu dan melindungi sel-sel tubuh agar dapat menjalankan pekerjaan dengan baik. Bila sel berfungsi baik maka penyakit gangguan sel bisa di cegah dan diobat. Penyakit ganguan sel yang paling sering diterima tubuh adalah kanker.
Kandungan zat yang dimiliki memang didukung oleh aktifitas semut di dalamnya dimana banyak zat yang menguntungkan tertinggal dalam bagian tanaman. Pada semut sendiri antioksidan berperan sebagai zat penting untuk proses pembentukan koloni. Selain itu juga sebagai benteng bagi tempat penyimpanan telur dari panyakit.
Bila di lihat kondisi ini hampir mirip dengan madu yang dikeluarkan lebah untuk melindungi telurnya. Pada semut khasiat yang muncul kemungkinan besar berasal dari kelenjar liur semut yang berinteraksi dengan tanaman dan beberapa mikroba lainnya.
Selain mencegah dan mengobati kanker sarang semut juga efektif membantu penyembuhan berbagai macam penyakit gangguan jantung, ambien (wasir), rematik, stroke, maag, gangguan fungsi ginjal dan prostat. Bahkan pegal linu, melancarkan ASI, migren, melancarkan pembuluh darah, lever, bahkan memulihkan gairah seksual juga bisa diambil dari khasiat tanaman ini. Ditambah lagi kandungan herbal yang dimiliki bisa menghambat enzim xantin oksidan yang bisa memicu asam urat dan radikal bebas. Bagi penderita diabetes tanaman ini juga menjadi satu alternatif yang wajib dicoba. Pasalnya kandungan zat yang dihasilkan semut akan menetralisir kadar gula dalam darah.
Untuk mendapatkan khasiat sarang semut caranya ialah potong kecil-kecil tanaman sarang semut yang sudah cukup dewasa. Ukurannya dewasa cukup mudah, setidaknya lebih besar atau sama dengan botol air mineral ukuran 1,5 liter. Sebab semakin besar akan semakin banyak koloni semut didalamnya dan makin banyak juga zat menguntungkan yang dimiliki.
Setelah dipotong tipis dan kecil, jemur hingga kering atau bisa dimasukkan kedalam oven. Dari potongan kering ini direbus sekitar 15-20 menit untuk mengekstrak kandungan didalamnya. Setelah itu air rebusan bisa diminum langsung atau diberikan bahan tambahan untuk mengurangi rasa pahit.
Ekstrak sarang semut bisa diminum setiap hari baik sebagai obat maupun pencegahan. Selain dalam bentuk potongan rumah semut juga bisa di kemas dalam bentuk serbuk dengan cara menumbuk potongan yang sudah kering. Dosisnya untuk satu sendok makan direbus dengan dua gelas air (400cc) sampai didapatkan satu gelas air rebusan. Buang ampasnya dan minum hanya air rebusan saja.
3.      Nama Daerah
Nama lokal : rumah  semut (Sumatra);  ulek ulek polo (Jawa); lokon, suhendep, nongon (Papua); Nama lain: periok hantu, peruntak, sembuku (Malaysia); by ki nan, ki nam gai, ki nam kin (Vietnam)
4.      Marfologi Tanaman
Umbi. Saat muda umbinya berbentuk bulat, kemudian menjadi lonjong memendek dan memanjang saat tua. Umbinya berduri dan memiliki sistem jaringan lubang-lubang, dimana bentuk dan interkoneksi dari lubang-lubang tersebut sangat khas sehingga sering digunakan sebagai parameter dalam klasifikasi genus ini.
Batang. Batangnya jarang ada yang bercabang, jika ada hanya satu atau beberapa cabang saja. Bahkan ada beberapa species yang tidak memiliki cabang sama sekali. Batangnya tebal dan internodalnya sangat dekat, kecuali pada pangkal sarang semut dari beberapa spesies.
Daun. Daunnya tebal seperti kulit. Pada beberapa spesies memiliki daun  yang sempit dan panjang. Stipula (penumpu) besar, persisten, terbelah dan berlawanan dengan tangkai daun (petiol), serta membentuk seperti “telinga” pada klipeoli. Terkadang terus berkembang menjadi sayap di sekitar bagian atas klipeolus.
Bunga. Pembungaan dimulai sejak adanya beberapa ruas (intermodal) pada tiap-tiap nodus (buku). Dua bagian pada setiap bunga berkembang pada suatu kantong udara (alveolus) yang berbeda. Alveoli tersebut mungkin ukurannya tidak sama dan terletak pada tempat yang berbeda di batang. Kuntum bunga muncul pada dasar alveoli. Setiap bunga berlawanan oleh suatu brakteola. Bunga jarang kleistogamus (menyerbuk tidak terbuka) dan terkadang heterostilus. Kelopak biasanya terpotong. Polennya 1-, 2-, atau 3- porat (kolporat) dan sering 1,2,atau 3 visikel sitoplasma yang besar. Buah berkembang dalam alveolus dan memanjat pada dasarnya menjadi menonjol keluar hanya setelah masak.
5.      Kandungan Tanaman
Dari hasil penelitian diketahui kandungan zat aktif didalam sarang semut melalui hasil uji secara in vitro  menggunakan kultur sel ekstrak sarang semut terbukti memiliki aktivitas anti kanker. Mekanisme yang telah berhasil diungkap adalah sitotoksik dan induksi apoptosis. Senyawa aktif yang sudah berhasil diidentifikasi antara lain:
Alfa-tokoferol yang merupakan antioksidan kuat dengan nilai IC50 diperoleh angka 5,1ppm. Ini artinya konsentrasi dari antioksidan dapat menghambat radikal bebas hingga 50%.
Tanin, adalah astringent yang mengikat dan mengendapkan protein berlebih didalam tubuh
Flavonoid glikosida, adalah salah satu senyawa metabolit sekunder yang berguna untuk menghambat perkembangan sel kanker dan anti virus. Polifenol , adalah sebagai anti mikroba dan menurunkan kadar gula darah. Senyawa aktif  lain seperti kalsium, natriun, kalium, seng, besi, fosfor, magnesium Mineral, yang berfungsi meningkatkan impulse jantung hingga menerobos sumbatan pada saluran darah ke jantung Stigmasterol, berperan dalam mekanisme sitotoksik Inhibitor histone deacetylase (HDAC), terbukti dapat menghambat pertumbuhan sel tumor, menginduksi difeensiasi, dan menyebabkan kematian sel apoptotic dari sel kanker, dan inhibitor HDAC menyebabkan aktivasi transkripsional dari beberapa gen yang ekspresinya menyebabkan penghambatan pertumbuhan tumor.
Setelah diketahui kandungan zat-zat aktifnya kemudian dilakukan pengujian toksisitas untuk jenis Myrmecodia Pendans secara in vitro (Uji Laboratorium) hasilnya meski dosis ditingkatkan 400 kali lebih tinggi dari yang dianjurkan ternyata relative masih aman,. Jadi angka LD50  sarang semut sangat tinggi sehingga keamanan konsumen terlindungi. Dan satu penelitian terbaru kolaborasi para peneliti dari universitas kebangsaan Malaysia dan universitas Szeged, Hungaria, menunjukkan ekstrak sarang semut mengandung senyawa yang memiliki aktivitas pembalikan resistensi multiobat dengan nilai rasio aktivitas fluoresens 39,72. Hal itu sangat penting karena kebanyakan sel kanker memiliki kemampuan menjadi resisten terhadap obat-obat yang berbeda (Subroto, Simanjuntak, 2010).
6.      Khasiat dan Penggunaan
Analisis kimia dari sarang semut menunjukkan bahwa tumbuhan ini terutama mengandung senyawa-senyawa kimia dari golongan flavonoid dan tanin. Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik yang banyak merupakan pigmen tumbuhan. 
Saat ini lebih dari 6000 senyawa yang berbeda masuk ke dalam golongan flavonoid. Flavonoid merupakan bagian penting dari diet karena banyak manfaatnya bagi kesehatan. Fungsi kebanyakan flavonoid dalam tubuh adalah sebagai antioksidan. 
Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C (meningkatkan efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang dan sebagai antibiotik. Dalam banyak kasus flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Fungsi flavonoid sebagai antivirus telah banyak dipublikasikan, termasuk untuk virus HIV ( AIDS) dan virus herpes. 
Selain itu, flavonoid juga dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain seperti asma, kataraks, diabetes, encok/ rematik, migren, wasir, dan periodontitis (radang jaringan ikat penyangga akar gigi) . Kemampuan sarang semut untuk pengobatan berbagai jenis kanker/ tumor, TBC, dan encok/ rematik berkaitan erat dengan kandungan flavonoidnya.
Tanin merupakan astringen, polifenol tanaman rasa pahit yang dapat mengikat dan mengendapkan protein. Umumnya tanin dikenal digunakan untuk penyamakan kulit, namun tanin juga banyak aplikasinya di bidang pengobatan, misalnya untuk pengobatan diare, hemostatik (menghentikan perdarahan) , dan wasir. Kemampuan sarang semut untuk pengobatan wasir dan mimisan berkaitan erat dengan kandungan taninnya.
Selain itu, sarang semut kaya akan antioksidan tokoferol (vitamin E) dan beberapa mineral penting untuk tubuh seperti kalsium, natrium, kalium, seng, besi, fosfor dan magnesium. (Akfar, PIM/2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar