1.
Sejarah
Pada Tahun 1952-1958 merupakan rumah sakit
pertolongan atau BKIA yang dipimpin oleh dr. Artodibyo dengan jumlah Tempat
tidur sebanyak 41 buah serta karyawan sebanyak 30 orang (1 dokter, 4 paramedis
dan 25 non medis). Pada tahun 1958-1966 berubah status menjadi Balai Kesehatan dengan
dipimpin baru dr. Han Wi Sing dengan penambahan karyawan menjadi 40 orang orang
(1 dokter, 4 paramedis dan 35 non medis).
Pada tahun 1966-1971 berubah menjadi Puskesmas
dengan pimpinan dr. Hartono Wijaya diikuti dengan penambahan karyawan 5 orang
menjadi 45 orang (2 dokter, 6 paramedis dan 38 non medis). Pada tahun 1971-1978 berubah menjadi Puskesmas
Pembina dengan pimpinan dr. Ibnu Fadjar diikuti dengan jumlah karyawan menjadi
69 orang (2 dokter, 7 paramedis dan 60 non medis).
Pada tahun 1978-2001 perubahan status Puskesmas
menjadi Rumah Sakit Kelas C dengan pimpinan dr. Tuti Hariyanto, sedangkan
perubahan karyawan mulai dari 75 --> 80 --> 180 hingga 308 dengan
rincian (21 dokter, 191 paramedis dan 96 non medis) perubahan jumlah tempat
tidur dari 51 -->61 -->130 -->143
Pada tahun 2001-2003 perubahan status menjadi
Badan Rumah Sakit Daerah Kabupaten Malang dengan Direktur dr. Setyo Darmono
jumlah TT tetap penambahan jumlah karyawan dari 308 menjadi 339 orang. Tahun 2003-2004 perubahan pimpinan yaitu dr.
April Mustiko Rachmad, Sp.A. Tahun 2004-2008 perubahan pimpinan yaitu dr. Agus
Wahyu Arifin, MM, jumlah karyawan menjadi 424 orang, perubahan status menjadi
Badan Layanan Umum serta kelas rumah sakit menjadi Type B Non Pendidikan dengan
jumlah tempat tidur sebanyak 201 buah pada tanggal 11 april 2008.
Pada tanggal 7 januari 2011 rumah sakit di bawah
kepemimpinan dr.Lina Julianty ,SpM,MM dan januari 2011- sekarang di bawah
kepemimpinan dr. Harry
Hartanto, MKes
Hartanto, MKes
2.
Direktur RSUD Kanjuruhan
Kepanjen dan Masa
Kepemimpinan
a.
Tahun 1978-2001 dr. Tuti Hariyanto
b.
Tahun 2001-2003 dr. Setyo Darmono
c.
Tahun 2003-2004 dr. April Mustiko Rachmad, Sp.A
d.
Tahun 2004-2008 dr. Agus Wahyu Arifin, MM
e.
Tahun 2008-2011 dr. Lina Julianty, Sp.M, MM
f.
Tahun 2011-sekarang Dr Harry Hartanto, MKes
3.
Luas
Lahan
Luas lahan yang
dimiliki RSUD Kanjuruhan adalah
32.140 m2 dengan bangunan yang didirikan dan digunakan untuk
operasional pelayanan sampai saat ini seluas 11.550 m2 , dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 246
buah.
4.
Visi
Menjadi Rumah Sakit pendidikan yang
berkualitas dan mandiri dengan pelayanan paripurna 2015.
5. Misi
a. Meningkatkan
kualitas sumber daya rumah sakit yang mendukung upaya peningkatan kualitas
pendidikan dan pelayanan kesehatan paripurna kepada masyarakat.
b. Meningkatkan
mutu pelayanan kesehatan kepada semua lapisan masyarakat secara cepat,
tepat, nyaman dan terjangkau dengan
dilandai etika profesi.
c. Mewujudkan
pelayanan yang pro aktif dan perluasan jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
d. Mewujudkan
pengelolaan rumah sakit secara profesional dengan prinsip sosio ekonomi secara
efektif, efisien dan mampu berdaya saing.
6.
Tujuan
a.
Terwujudnya
pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai standard dan terjangkau seluruh lapisan
masyarakat.
b.
Terlaksananya
penerapan dan pengembangan standard pelayanan RS yang bermutu nasional.
c.
Terwujudnya
pengelolaan organisasi yang efektif, produktif, transparan dan syarat
komunikasi yang humanis dengan semua pihak.
d.
Terwujudnya
pendayagunaan dan peningkatan sumber daya manusia rumah sakit,sehingga mampu
bersaing dengan segala hal.
e.
Terlaksananya
nilai-nilai layanan baik pelaksana rumah sakit,seluruh pengguna jasa rumah
sakit
7.
Fasilitas
Rumah Sakit
a.
Instalasi
Rawat Inap: Ruang Perawatan VIP, Ruang Perawatan Kelas I, Ruang Perawatan
Kelas II, Ruang
Perawatan Kelas III, Ruang Perawatan Anak II/III, Ruang
Perawatan Perinatologi, Ruang Perawatan Bersalin, Ruang Perawatan
ICU.
b.
Instalasi Rawat Darurat
( IGD): Pelayanan 24 jam, Radio medic, Ambulance 118 ( ambulance
gawat darurat ) lengkap dengan peralatan dan awak untuk pelayanan gawat darurat
di tempat, Kamar
operasi, Ruang Triage, Ruang tindakan trauma
dan non trauma, Ruang
observasi
c.
Pelayanan Intensive
Care Unit
d.
Instalasi
Rawat jalan: Penyakit
Dalam, Jantung, Anak dan Tumbuh Kembang, Obsgyn, Bedah, Gigi dan Mulut, Psikiatri/Jiwa, Syaraf, Mata, Kulit dan Kelamin, Orthopedi, THT, Rehab medic, Paru, VCT
e.
Instalasi
Kamar Operasi:
Kelompok Dokter Spesialis Bedah: Bedah
Umum, Bedah
Syaraf, Bedah Orthopedi.
Kelompok Dokter Spesialis Non Bedah: Spesialis
Kandungan dan Kebidanan, Spesialis Mata, Spesialis Telinga ,Hidung dan Tenggorok. Spesialis
Bedah Mulut
f.
Pelayanan Penunjang: Radiologi, Laboratorium Klinik, Kedokteran Kehakiman, Farmasi, Pelayanan Gizi, CSSD, Pelayanan Administrasi
Terpadu, Tempat pelayanan
informasi, Penghitungan
biaya rawat inap dengan sistem komputerisasi, Pelayanan
informasi medik:Jasa Raharja, ASKES, Jamkesmas dan lain-lain.
8.
Sarana Dan Prasarana
Sarana dan
prasarana yang dimiliki oleh RSUD Kanjuruhan Kepanjen antara lain sebagai
berikut:
a.
Jumlah tempat tidur
untuk rawat inap pada tahun 2011- sekarang sebanyak 246 buah dari kelas
utama(VIP),kelas I,kelas II.kelas III.
b.
Peralatan kedokteran
yang dimiliki antara lain : USG Colour Dopler,CT scan whole body,Hemodialisa.
c.
Penunjang non medis :
CSSD,laundry, dapur gizi, water treatment,genset, ketel uap, IPAL. (Lap PKL/Akfar PIM/2010)
DAFTAR PUSTAKA
Departemen
Kesehatan, 2004. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1197 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit.
Jakarta: ISFI
Departemen
Kesehatan, 2008. Pedoman Pengelolaan
Perbekalan Farmasi Di Rumah Sakit. Jakarta: Bina Farmasi Komunitas Dan
Klinik.
Anonim.
Tanpa Tahun. Sejarah RSUD Kanjuruhan
Kepanjen . (Online) (http://rsud-kanjuruhan.malangkab.go.id
diakses tanggal 29 Juli 2013)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar