Senin, 27 April 2015

Rumah Sakit Umum Daerah, Kanjuruhan

 
1.      Sejarah
Pada Tahun 1952-1958 merupakan rumah sakit pertolongan atau BKIA yang dipimpin oleh dr. Artodibyo dengan jumlah Tempat tidur sebanyak 41 buah serta karyawan sebanyak 30 orang (1 dokter, 4 paramedis dan 25 non medis). Pada tahun 1958-1966 berubah status menjadi Balai Kesehatan dengan dipimpin baru dr. Han Wi Sing dengan penambahan karyawan menjadi 40 orang orang (1 dokter, 4 paramedis dan 35 non medis).
Pada tahun 1966-1971 berubah menjadi Puskesmas dengan pimpinan dr. Hartono Wijaya diikuti dengan penambahan karyawan 5 orang menjadi 45 orang (2 dokter, 6 paramedis dan 38 non medis). Pada tahun 1971-1978 berubah menjadi Puskesmas Pembina dengan pimpinan dr. Ibnu Fadjar diikuti dengan jumlah karyawan menjadi 69 orang (2 dokter, 7 paramedis dan 60 non medis).
Pada tahun 1978-2001 perubahan status Puskesmas menjadi Rumah Sakit Kelas C dengan pimpinan dr. Tuti Hariyanto, sedangkan  perubahan karyawan mulai dari 75 --> 80 --> 180 hingga 308 dengan rincian (21 dokter, 191 paramedis dan 96 non medis) perubahan jumlah tempat tidur dari 51 -->61 -->130 -->143
Pada tahun 2001-2003 perubahan status menjadi Badan Rumah Sakit Daerah Kabupaten Malang dengan Direktur dr. Setyo Darmono jumlah TT tetap penambahan jumlah karyawan dari 308 menjadi 339 orang. Tahun 2003-2004 perubahan pimpinan yaitu dr. April Mustiko Rachmad, Sp.A. Tahun 2004-2008 perubahan pimpinan yaitu dr. Agus Wahyu Arifin, MM, jumlah karyawan menjadi 424 orang, perubahan status menjadi Badan Layanan Umum serta kelas rumah sakit menjadi Type B Non Pendidikan dengan jumlah tempat tidur sebanyak 201 buah pada tanggal 11 april 2008.
Pada tanggal 7 januari 2011 rumah sakit di bawah kepemimpinan dr.Lina Julianty ,SpM,MM dan januari 2011- sekarang di bawah kepemimpinan dr. Harry
Hartanto, MKes

2.      Direktur RSUD Kanjuruhan Kepanjen dan Masa Kepemimpinan
a.        Tahun 1978-2001 dr. Tuti Hariyanto
b.      Tahun 2001-2003 dr. Setyo Darmono
c.       Tahun 2003-2004 dr. April Mustiko Rachmad, Sp.A
d.      Tahun 2004-2008 dr. Agus Wahyu Arifin, MM
e.       Tahun 2008-2011 dr. Lina Julianty, Sp.M, MM
f.       Tahun 2011-sekarang Dr Harry Hartanto, MKes

3.      Luas Lahan
Luas lahan yang dimiliki RSUD Kanjuruhan adalah 32.140 m2 dengan bangunan yang didirikan dan digunakan untuk operasional pelayanan sampai saat ini seluas 11.550 m2 , dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 246 buah.

4.      Visi
Menjadi Rumah Sakit pendidikan yang berkualitas dan mandiri dengan pelayanan paripurna 2015.

5.      Misi
a.       Meningkatkan kualitas sumber daya rumah sakit yang mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan paripurna kepada masyarakat.
b.      Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada semua lapisan masyarakat secara cepat, tepat,  nyaman dan terjangkau dengan dilandai etika profesi.
c.       Mewujudkan pelayanan yang pro aktif dan perluasan jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
d.      Mewujudkan pengelolaan rumah sakit secara profesional dengan prinsip sosio ekonomi secara efektif, efisien dan mampu berdaya saing.

6.      Tujuan
a.       Terwujudnya pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai standard dan terjangkau seluruh lapisan masyarakat.
b.      Terlaksananya penerapan dan pengembangan standard pelayanan RS yang bermutu nasional.
c.       Terwujudnya pengelolaan organisasi yang efektif, produktif, transparan dan syarat komunikasi yang humanis dengan semua pihak.
d.      Terwujudnya pendayagunaan dan peningkatan sumber daya manusia rumah sakit,sehingga mampu bersaing dengan segala hal.
e.       Terlaksananya nilai-nilai layanan baik pelaksana rumah sakit,seluruh pengguna jasa rumah sakit

7.      Fasilitas Rumah Sakit
a.       Instalasi Rawat Inap: Ruang Perawatan VIP, Ruang Perawatan Kelas I, Ruang Perawatan Kelas II, Ruang Perawatan Kelas III, Ruang Perawatan Anak II/III, Ruang Perawatan Perinatologi, Ruang Perawatan Bersalin, Ruang Perawatan ICU.
b.      Instalasi Rawat Darurat ( IGD): Pelayanan 24 jam, Radio medic, Ambulance 118 ( ambulance gawat darurat ) lengkap dengan peralatan dan awak untuk pelayanan gawat darurat di tempat, Kamar operasi, Ruang Triage, Ruang tindakan trauma dan non trauma, Ruang observasi
c.       Pelayanan Intensive Care Unit
d.      Instalasi Rawat jalan: Penyakit Dalam, Jantung, Anak dan Tumbuh Kembang, Obsgyn, Bedah, Gigi dan Mulut, Psikiatri/Jiwa, Syaraf, Mata, Kulit dan Kelamin, Orthopedi, THT, Rehab medic, Paru, VCT
e.       Instalasi Kamar Operasi:
Kelompok Dokter Spesialis Bedah: Bedah Umum, Bedah Syaraf, Bedah Orthopedi.
Kelompok Dokter Spesialis Non Bedah: Spesialis Kandungan dan Kebidanan, Spesialis Mata, Spesialis Telinga ,Hidung dan Tenggorok. Spesialis Bedah Mulut
f.       Pelayanan Penunjang: Radiologi, Laboratorium Klinik, Kedokteran Kehakiman, Farmasi, Pelayanan Gizi, CSSD, Pelayanan Administrasi Terpadu, Tempat pelayanan informasi, Penghitungan biaya rawat inap dengan sistem komputerisasi, Pelayanan informasi medik:Jasa Raharja, ASKES, Jamkesmas dan lain-lain.

8.      Sarana Dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh RSUD Kanjuruhan Kepanjen antara lain sebagai berikut:
a.       Jumlah tempat tidur untuk rawat inap pada tahun 2011- sekarang sebanyak 246 buah dari kelas utama(VIP),kelas I,kelas II.kelas III.
b.      Peralatan kedokteran yang dimiliki antara lain : USG Colour Dopler,CT scan whole body,Hemodialisa.
c.       Penunjang non medis : CSSD,laundry, dapur gizi, water treatment,genset, ketel uap, IPAL. (Lap PKL/Akfar PIM/2010)

DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan, 2004. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1197 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit. Jakarta: ISFI
Departemen Kesehatan, 2008. Pedoman Pengelolaan Perbekalan Farmasi Di Rumah Sakit. Jakarta: Bina Farmasi Komunitas Dan Klinik.
Anonim. Tanpa Tahun. Sejarah RSUD Kanjuruhan Kepanjen . (Online) (http://rsud-kanjuruhan.malangkab.go.id diakses tanggal 29 Juli 2013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar