Jumat, 06 Oktober 2017

Farmakologi Obat, Mekanisme Aksi, dan Contoh Obatnya

Golongan Anestesi Amida. Mekanisme kerja: Blokade reversibel pada kanal natrium pada akson. Contoh obat: Lidokain, Bupivikain.

Golongan Anastetik Ester. Mekanisme kerja: Blokade reversibel pada kanal natrium pada akson. Contoh obat: Benzokain, Prokain.

Golongan Antikolisnesterase. Mekanisme kerja: Inhibisi hidrolisis asetilkolin pada enzim kolinesterase. Contoh obat: Piridostigmin, Neostigmin.

Golongan Agonis Muskarinik. Mekanisme kerja: memacu reseptor muskarinik. Contoh obat: Pilokarpin.

Golongan Agonis Nikotinik. Mekanisme kerja: memacu reseptor muskarinik. Contoh obat: Nikotin

Golongan Antagonis Muskarinik. Mekanisme kerja: menghambat reseptor muskarinik dan mengakibatkan efek excitatory.  Contoh obat: Atropin, Hiosin, Ipatropium.

Golongan Alfa Bloker. Mekanisme kerja: Menghambat reseptor alfa adrenergik, sehingga terjadi dilatasi vena  Contoh obat: Prazosin.

Golongan Beta Bloker. Mekanisme kerja: Menghambat reseptor beta adrenergik.  Contoh obat: Beta-1 Selektif yaitu Bisoprolol, Atenolol, Metoprolol. Beta bloker non selektif yaitu Propanolol.

Golongan Agonis Beta-2. Mekanisme kerja: meningkatkan kerja reseptor beta adrenergik 2, sehingga terjadi relaksasi otot polos bronkus. Contoh obat: Salbutamol, Formeterol, Salmeterol.

Golongan ACE Inhibitor. Mekanisme kerja: Menghambat perubahan angiotensin I menjadi angiotensin II.  Contoh obat: Captopril, Lisinopril, Enelapril.

Golongan ARB (Angiotensin Reseptor Blocker). Mekanisme kerja: menghambat pada reseptor angiotensin. Contoh obat: Valsartan, Losartan, Candesartan.

Golongan CCB (Calcium Channel Blocker). Mekanisme kerja: menghambat masuk kalsium pada sel otot jantung. Contoh obat: DHP yaitu Amlodipin, Nifedipin. Non DHP yaitu Diltiazem, Verapamil.

Golongan Diuretik Thiazid. Mekanisme kerja: menghambat reabsorbsi natrium di tubulus distal, sehingga meningkatkan eksresi air, natrium, dan ion hidrogen.  Contoh obat: Hidroklortiazid.

Golongan Sulfon. Mekanisme kerja: menghambat reabsorbsi natrium dan klorida di tubulus proksimal, tubulus distal, dan lengkung Henle, sehingga meningkatkan eksresi air, natrium, klorida, magnesium, dan kalsium.  Contoh obat: Furosemide.

Golongan Antagonis Aldosteron. Mekanisme kerja: mengikat reseptor aldosteron di tubulus distal, sehingga meningkatkan sekresi natrium dan kloridaa dan menahan kalium dan ion hidrogen. Contoh obat: Spironolakton.

Golongan Kortikosteroid. Mekanisme kerja: Modulasi metabolisme lipid, karbohidrat, dan protein serta mempertahankan keseimbangan cairan. Mengontrol sintesis protein, menekan migrasi PMN dan fibroblas, mengubah kapilaritas membran, dan menstabilkan lisosom. Contoh obat: Metilprednisolon, Hidrokortison.

Golongan Biguanida. Mekanisme kerja: Menurunkan produksi glukosa hepatik, menurunkan absorbsi glukosa di saluran cerna, dan meningkatkan sensitivitas reseptor insulin.  Contoh obat: Metformin.

Golongan Sulfonilurea. Mekanisme kerja: Meningkatkan sekresi insulin, menurunkan produksi glukosa hepatik, dan meningkatkan sensitivitas reseptor insulis. Contoh obat: Glibenklamide, Glimepiride.

Golongan HMG-CoA Reductase Inhibitor. Mekanisme kerja: mengubah enzim pengubah subtrat kolesterol (HMG-CoA Reductase). Contoh obat: Simvastatin, Atorvastatin, Rosuvastatin.

Golongan Asam Fibrat. Mekanisme kerja: menghambat lipolisis perifer dan menurunkan pengambilan asam lemak bebas oleh hati. Contoh obat: Gemfibrozil, Fenofibrate, Cipofibrate.

Golongan Resin Asam Empedu. Mekanisme kerja: Mengikat asam empedu di saluran cerna. Contoh obat: Kolestipol, Koleselvam, dan Kolesteramin.

Golongan Bifosfonat. Mekanisme kerja: mengikat kristal hidroksiapatit pada tulang dan menghambat osteoklast serta menghambat pelepasan mineral dan kolagen dari tulang.  Contoh obat: Asam Alendronat, Asam Risendronat.

Golongan PPI (Proton Pump Inhibitor). Mekanisme kerja: menghambat pompa proton dalam sekresi ion hidrogen pada lambung. Contoh obat: Omeprazole, Pantoprazole, Lansoprazole.

Golongan H-2 Receptor Antagonis. Mekanisme kerja: Menghambat reseptor H-2 pada sel parietal lambung, sehingga menghambat sekresi asam lambung.  Contoh obat: Famotidin, Ranitidin.

Golongan H-1 Reseptor Antagonis. Mekanisme kerja: menghambat reseptor H-1, sehingga tidak terjadi aktivasi oleh histamin. Contoh obat: Generasi lama yaitu Klorfeniramin Maleat. Generasi baru yaitu Loratadin, Cetirizin, Fexofenadin.

Golongan Antibiotika Penisilin. Mekanisme kerja: menghambat sintesis dinidng bakteri (golongan betalaktam). Contoh obat: Amoksisilin, Ampisilin.

Golongan Antibiotika Sefalosporin. Mekanisme kerja: menghambat sintesis dinidng bakteri (golongan betalaktam). Contoh obat: Generasi 1 yaitu Cefadroksil. Generasi 2 yaitu Cefuroksim. Generasi 3 yaitu Ceftriakson, Cefotaksim, Ceftazidim.

Golongan Antibiotika Tetrasiklin. Mekanisme kerja: menghambat sintesi protein dengan mengikat subunit ribosom 30S dan 50S dan mengikat logam untuk metabolisme bakteri. Contoh obat: Tetrasiklin, Oksitetrasiklin, Doksisiklin

Golongan Antibiotika Quinolon. Mekanisme kerja: Menghambat DNA girase, sehingga merusak struktur double helix DNA. Contoh obat: Ciprofloksasin, Levofloksasin.

Golongan Antibiotika Makrolida. Mekanisme kerja: menghambat sintesi protein dengan mengikat subunit ribosom 30S dan 50S. Contoh obat: Azitromisin, Claritomisin, Eritromisin. 

Golongan Antibiotika Fenikol. Mekanisme kerja: menghambat sintesi protein dengan mengikat subunit ribosom 50S. Contoh obat: Kloremfenikol, Tiamfenikol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar