Golongan
Anestesi Amida. Mekanisme kerja: Blokade reversibel pada
kanal natrium pada akson. Contoh obat: Lidokain,
Bupivikain.
Golongan
Anastetik Ester. Mekanisme kerja: Blokade reversibel
pada kanal natrium pada akson. Contoh obat: Benzokain, Prokain.
Golongan
Antikolisnesterase. Mekanisme kerja: Inhibisi hidrolisis
asetilkolin pada enzim kolinesterase. Contoh obat: Piridostigmin, Neostigmin.
Golongan
Agonis Muskarinik. Mekanisme kerja: memacu reseptor
muskarinik. Contoh obat: Pilokarpin.
Golongan
Agonis Nikotinik. Mekanisme kerja: memacu reseptor
muskarinik. Contoh obat: Nikotin
Golongan
Antagonis Muskarinik. Mekanisme kerja: menghambat reseptor
muskarinik dan mengakibatkan efek excitatory. Contoh obat: Atropin, Hiosin, Ipatropium.
Golongan
Alfa Bloker. Mekanisme kerja: Menghambat reseptor
alfa adrenergik, sehingga terjadi dilatasi vena
Contoh obat: Prazosin.
Golongan
Beta Bloker. Mekanisme kerja: Menghambat reseptor
beta adrenergik. Contoh obat: Beta-1 Selektif yaitu Bisoprolol, Atenolol, Metoprolol. Beta
bloker non selektif yaitu
Propanolol.
Golongan
Agonis Beta-2. Mekanisme kerja: meningkatkan kerja reseptor
beta adrenergik 2, sehingga terjadi relaksasi otot polos bronkus. Contoh obat: Salbutamol, Formeterol, Salmeterol.
Golongan
ACE Inhibitor. Mekanisme kerja: Menghambat perubahan
angiotensin I menjadi angiotensin II.
Contoh obat: Captopril, Lisinopril,
Enelapril.
Golongan
ARB (Angiotensin Reseptor Blocker). Mekanisme kerja:
menghambat pada reseptor angiotensin. Contoh obat: Valsartan, Losartan, Candesartan.
Golongan
CCB (Calcium Channel Blocker). Mekanisme kerja:
menghambat masuk kalsium pada sel otot jantung. Contoh obat: DHP yaitu Amlodipin, Nifedipin. Non DHP yaitu Diltiazem, Verapamil.
Golongan
Diuretik Thiazid. Mekanisme kerja: menghambat reabsorbsi
natrium di tubulus distal, sehingga meningkatkan eksresi air, natrium, dan ion
hidrogen. Contoh obat: Hidroklortiazid.
Golongan
Sulfon. Mekanisme kerja: menghambat reabsorbsi natrium dan
klorida di tubulus proksimal, tubulus distal, dan lengkung Henle, sehingga
meningkatkan eksresi air, natrium, klorida, magnesium, dan kalsium. Contoh obat: Furosemide.
Golongan
Antagonis Aldosteron. Mekanisme kerja: mengikat reseptor
aldosteron di tubulus distal, sehingga meningkatkan sekresi natrium dan
kloridaa dan menahan kalium dan ion hidrogen. Contoh obat: Spironolakton.
Golongan
Kortikosteroid. Mekanisme kerja: Modulasi metabolisme
lipid, karbohidrat, dan protein serta mempertahankan keseimbangan cairan.
Mengontrol sintesis protein, menekan migrasi PMN dan fibroblas, mengubah
kapilaritas membran, dan menstabilkan lisosom. Contoh obat: Metilprednisolon, Hidrokortison.
Golongan
Biguanida. Mekanisme kerja: Menurunkan produksi glukosa
hepatik, menurunkan absorbsi glukosa di saluran cerna, dan meningkatkan
sensitivitas reseptor insulin. Contoh
obat: Metformin.
Golongan
Sulfonilurea. Mekanisme kerja: Meningkatkan sekresi
insulin, menurunkan produksi glukosa hepatik, dan meningkatkan sensitivitas
reseptor insulis. Contoh obat: Glibenklamide,
Glimepiride.
Golongan
HMG-CoA Reductase Inhibitor. Mekanisme kerja: mengubah
enzim pengubah subtrat kolesterol (HMG-CoA Reductase). Contoh obat: Simvastatin, Atorvastatin, Rosuvastatin.
Golongan
Asam Fibrat. Mekanisme kerja: menghambat lipolisis
perifer dan menurunkan pengambilan asam lemak bebas oleh hati. Contoh obat: Gemfibrozil, Fenofibrate, Cipofibrate.
Golongan
Resin Asam Empedu. Mekanisme kerja: Mengikat asam empedu
di saluran cerna. Contoh obat: Kolestipol,
Koleselvam, dan Kolesteramin.
Golongan
Bifosfonat. Mekanisme kerja: mengikat kristal
hidroksiapatit pada tulang dan menghambat osteoklast serta menghambat pelepasan
mineral dan kolagen dari tulang. Contoh
obat: Asam Alendronat, Asam Risendronat.
Golongan
PPI (Proton Pump Inhibitor). Mekanisme kerja: menghambat
pompa proton dalam sekresi ion hidrogen pada lambung. Contoh obat: Omeprazole, Pantoprazole, Lansoprazole.
Golongan
H-2 Receptor Antagonis. Mekanisme kerja: Menghambat
reseptor H-2 pada sel parietal lambung, sehingga menghambat sekresi asam
lambung. Contoh obat: Famotidin, Ranitidin.
Golongan
H-1 Reseptor Antagonis. Mekanisme kerja: menghambat
reseptor H-1, sehingga tidak terjadi aktivasi oleh histamin. Contoh obat: Generasi lama yaitu Klorfeniramin Maleat. Generasi baru yaitu Loratadin, Cetirizin, Fexofenadin.
Golongan
Antibiotika Penisilin. Mekanisme kerja: menghambat
sintesis dinidng bakteri (golongan betalaktam). Contoh obat: Amoksisilin, Ampisilin.
Golongan
Antibiotika Sefalosporin. Mekanisme kerja: menghambat
sintesis dinidng bakteri (golongan betalaktam). Contoh obat: Generasi 1 yaitu Cefadroksil. Generasi 2 yaitu
Cefuroksim. Generasi 3 yaitu
Ceftriakson, Cefotaksim, Ceftazidim.
Golongan
Antibiotika Tetrasiklin. Mekanisme kerja: menghambat sintesi
protein dengan mengikat subunit ribosom 30S dan 50S dan mengikat logam untuk
metabolisme bakteri. Contoh obat: Tetrasiklin,
Oksitetrasiklin, Doksisiklin
Golongan
Antibiotika Quinolon. Mekanisme kerja: Menghambat DNA
girase, sehingga merusak struktur double
helix DNA. Contoh obat: Ciprofloksasin,
Levofloksasin.
Golongan
Antibiotika Makrolida. Mekanisme kerja: menghambat sintesi
protein dengan mengikat subunit ribosom 30S dan 50S. Contoh obat: Azitromisin, Claritomisin,
Eritromisin.
Golongan
Antibiotika Fenikol. Mekanisme kerja: menghambat sintesi
protein dengan mengikat subunit ribosom 50S. Contoh obat: Kloremfenikol, Tiamfenikol.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar