Dulu waktu masih kuliah apoteker di
Semarang, kalau kita lagi bosan dengan cuaca panas Kota Semarang, langsung saja
kita ngadem sambil ngopi ke Ungaran. Dekat, kalau dari Pucang Gading kurang
lebih satu jam. Sekarang di Surabaya yang panas ini kalau mau ngadem ke Malang,
kejauhan. Paling tidak harus menempuh perjalanan selama tiga jam terlebih dulu.
Ngopi di Pondok Kopi, belum lengkap
rasanya kalau belum mesan yang jadi ikon utamanya yaitu Kopi khas Umbul Sidomukti
Ungaran.
Ngopi di Pondok Kopi sama teman-teman di
sini, paling sering kita sampai lupa waktu. Ngopi di Pondok Kopi sama
temen-temen, seolah kita tidak pernah kehabisan bahan untuk kita omongin. Mulai
dari hal yang sederhana seperti ngobrolin soal materi kuliah, lagu dan artis
yang lagi hits, kasus dan skandal dari para pesohor, film lokal dan mancanegara,
sejarah, agama, mitos, buku atau novel dan penulisnya, dinamika politik,
peluang bisnis, asmara, rencana karier, aib masalalu, sampai soal cewek-cewek
cantik di kampus.
Banyaknya tema obrolan yang kita
omongin. Biasanya tiap ngopi di sini, kita biasanya pesan menu sampai lebih
dari sekali. Awalnya cuma pesen kopi sama snack, makin malam makin dingin,
bikin perut terasa lapar, pesan nasi goreng sama teh anget jadi solusi
terbaiknya.
Suhu dingin ini mungkin juga jadi salah
satu penyebab kenapa kita suka lama-lama menghabiskan waktu malam dengan mengobrol
di sini. Padahal, tidak ada televisi di sini, tidak ada pertunjukan live music,
wifi juga jaringannya tidak stabil alias sering naik turun. Yups, ini salah
satu yang saya suka dari tempat kopian ini. Kita ngopi untuk mempererat
silaturahim dengan mengobrol, bukan main gaget, nikmatin musik, apalagi nobar
pertandingan bola. Ya, khusus hanya untuk mengobrol sambil nikmatin malam
dengan secangkir kopi.
Biasanya, kalau kita berangkat dari
kontrakan itu selepas isya’ antara jam delapan malam. Sampai di di Pondok Kopi
itu antara jam sembilanan malam. Biasanya kita baru akan pulang kalau suasana
di Pondok Kopi sudah mulai sepi. Itu antara jam satu dan jam duan malam. Keasyikan
ngopi kadang memang suka bikin kita lupa sama yang namanya waktu.
Nikmatin secangkir kopi bareng
kawan-kawan sambil detemani sama teduhnya wajah rembulan malam, ah indah dan
nikmat sekali bukan?
Pas mau ngopi ke Pondok Kopi, kita
biasanya menghindari hari-hari libur seperti weekend dan tanggal-tanggal merah.
Selain karena Pondok Kopi pasti ramai pengunjung, kita pasti akan sungkan kalau
duduk lama-lama padahal banyak yang antri. Itu kenapa kita hanya akan ngopi di
sini kalau pas di hari-hari kerja dan kebetulan hanya kelas kampus kita saja
yang sedang tidak ada kuliah.
Yak, tempat kopian ini recomended banget
deh buat kamu-kamu yang lagi suntuk sama rutinitas di pengapnya kota besar
seperti Semarang. :D
Tidak ada yang lebih mewah dari hidup
ini selain daripada indahnya perhiasan yang dibeli dari eratnya tali
silaturahim. Hidup bukan soal perkara sukses atau gagal. Hidup tidak lebih dari
sekedar menikmati hidup dari hidup itu sendiri. Orang konyol bilang. “Jangan
sampai kesibukan kerja/kuliah-mu mengganggu waktu ngopimu. Hahahaha..”. (Ali
Ridwan, 2017).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar