Sabtu, 14 Oktober 2017

Sensasi Ngopi di Pondok Kopi, Ungaran

 
Dulu waktu masih kuliah apoteker di Semarang, kalau kita lagi bosan dengan cuaca panas Kota Semarang, langsung saja kita ngadem sambil ngopi ke Ungaran. Dekat, kalau dari Pucang Gading kurang lebih satu jam. Sekarang di Surabaya yang panas ini kalau mau ngadem ke Malang, kejauhan. Paling tidak harus menempuh perjalanan selama tiga jam terlebih dulu.
Ngopi di Pondok Kopi, belum lengkap rasanya kalau belum mesan yang jadi ikon utamanya yaitu Kopi khas Umbul Sidomukti Ungaran.
 
Ngopi di Pondok Kopi sama teman-teman di sini, paling sering kita sampai lupa waktu. Ngopi di Pondok Kopi sama temen-temen, seolah kita tidak pernah kehabisan bahan untuk kita omongin. Mulai dari hal yang sederhana seperti ngobrolin soal materi kuliah, lagu dan artis yang lagi hits, kasus dan skandal dari para pesohor, film lokal dan mancanegara, sejarah, agama, mitos, buku atau novel dan penulisnya, dinamika politik, peluang bisnis, asmara, rencana karier, aib masalalu, sampai soal cewek-cewek cantik di kampus.
 
Banyaknya tema obrolan yang kita omongin. Biasanya tiap ngopi di sini, kita biasanya pesan menu sampai lebih dari sekali. Awalnya cuma pesen kopi sama snack, makin malam makin dingin, bikin perut terasa lapar, pesan nasi goreng sama teh anget jadi solusi terbaiknya.
 
Suhu dingin ini mungkin juga jadi salah satu penyebab kenapa kita suka lama-lama menghabiskan waktu malam dengan mengobrol di sini. Padahal, tidak ada televisi di sini, tidak ada pertunjukan live music, wifi juga jaringannya tidak stabil alias sering naik turun. Yups, ini salah satu yang saya suka dari tempat kopian ini. Kita ngopi untuk mempererat silaturahim dengan mengobrol, bukan main gaget, nikmatin musik, apalagi nobar pertandingan bola. Ya, khusus hanya untuk mengobrol sambil nikmatin malam dengan secangkir kopi.
 
Biasanya, kalau kita berangkat dari kontrakan itu selepas isya’ antara jam delapan malam. Sampai di di Pondok Kopi itu antara jam sembilanan malam. Biasanya kita baru akan pulang kalau suasana di Pondok Kopi sudah mulai sepi. Itu antara jam satu dan jam duan malam. Keasyikan ngopi kadang memang suka bikin kita lupa sama yang namanya waktu.
 
Nikmatin secangkir kopi bareng kawan-kawan sambil detemani sama teduhnya wajah rembulan malam, ah indah dan nikmat sekali bukan?
 
Pas mau ngopi ke Pondok Kopi, kita biasanya menghindari hari-hari libur seperti weekend dan tanggal-tanggal merah. Selain karena Pondok Kopi pasti ramai pengunjung, kita pasti akan sungkan kalau duduk lama-lama padahal banyak yang antri. Itu kenapa kita hanya akan ngopi di sini kalau pas di hari-hari kerja dan kebetulan hanya kelas kampus kita saja yang sedang tidak ada kuliah.
 
Yak, tempat kopian ini recomended banget deh buat kamu-kamu yang lagi suntuk sama rutinitas di pengapnya kota besar seperti Semarang. :D
 
Tidak ada yang lebih mewah dari hidup ini selain daripada indahnya perhiasan yang dibeli dari eratnya tali silaturahim. Hidup bukan soal perkara sukses atau gagal. Hidup tidak lebih dari sekedar menikmati hidup dari hidup itu sendiri. Orang konyol bilang. “Jangan sampai kesibukan kerja/kuliah-mu mengganggu waktu ngopimu. Hahahaha..”. (Ali Ridwan, 2017).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar