Ada orang yang bekerja karena tuntutan
hidup. Ada orang yang bekerja untuk menikmati hidup. Ada pula orang yang
bekerja untuk mengisi waktu luang saat hidup.
Bila menilik pada tangga sukses
finansial kehidupan yang terbagi dalam empat tingkatan. Emlpoyed (karyawan), self
employed (karyawan atau manager untuk bisnisnya sendiri), owner (pemilik suatu bisnis tanpa harus
terlibat dalam bisnis itu sendiri), dan investor
(penanam modal di berbagai instrument investasi).
Maka tingkat employed dan self employed
ialah rata-rata orang yang masih bekerja karena tuntutan hidup, owner rata-rata orang yang bekerja untuk
menikmati hidup, dan investor ialah
orang yang bekerja hanya untuk mengisi waktu luang saat hidup.
Untuk yang masih di posisi employed dan mulai menapaki diri jadi self employed, pelan-pelan naik lagi
jadi owner, lalu jadi investor tetaplah optimis dan semangat.
Untuk yang sudah menjadi owner dan investor, bersyukurlah. Sebab, kerja
keras Anda selama ini sudah mulai berbuah dengan rasa yang begitu manisnya.
Seni menikmati hidup terdapat dalam seni
menikmati perjuangan dalam menapaki langkah demi langkah pada tangga-tangga
kehidupan yang sudah dipilihnya. Apapun bidang profesinya, pada prinsipnya alur
perjuangannya itu sama.
Kerja ikut orang jadi employed (karyawan). Dapat pengalaman
dan modal bikin usaha sendiri (self
employed). Usaha makin berkembang dan sudah autopilot sehingga tidak perlu terlibat lagi dalam bisnis tersebut
(owner). Modal sudah banyak sehingga
bisa menginvestasikan modalnya di berbagai instrument investasi (investor).
Level terakhir ialah saat investasinya
sudah menghasilkan banyak pasif income. Dari
sinilah kebebasan finansial itu bermula. Jadilah ia manusia yang merdeka dari
segi keuangan. Tidak peduli berapa usia Anda, jika sudah pada level ini berarti
Anda sudah dinyatakan layak pension dini.
Pensiun dini dengan kebebasan finansial
yang mencukupi, tentu akan membuat hari-hari kita jadi lebih santai. Ada
kesibukan bersukur tidak ada kesibukan juga baik-baik saja. Kita tetap leluasa
mengisi waktu dengan hal-hal yang kita sukai.
Seperti saat kita kecil dulu. Bermain
seharian tanpa harus panik besok makan apa? Maka nikmat Tuhan mana yang kau
dustakan, ketika kita sudah bisa menjalani hidup bagai orang pensiunan. (Ali
Ridwan, 13/03/20)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar