Jumat, 13 Maret 2020

Nikmat Hidup Bagai Orang Pensiun


Ada orang yang bekerja karena tuntutan hidup. Ada orang yang bekerja untuk menikmati hidup. Ada pula orang yang bekerja untuk mengisi waktu luang saat hidup.

Bila menilik pada tangga sukses finansial kehidupan yang terbagi dalam empat tingkatan. Emlpoyed (karyawan), self employed (karyawan atau manager untuk bisnisnya sendiri), owner (pemilik suatu bisnis tanpa harus terlibat dalam bisnis itu sendiri), dan investor (penanam modal di berbagai instrument investasi).

Maka tingkat employed dan self employed ialah rata-rata orang yang masih bekerja karena tuntutan hidup, owner rata-rata orang yang bekerja untuk menikmati hidup, dan investor ialah orang yang bekerja hanya untuk mengisi waktu luang saat hidup.

Untuk yang masih di posisi employed dan mulai menapaki diri jadi self employed, pelan-pelan naik lagi jadi owner, lalu jadi investor tetaplah optimis dan semangat. Untuk yang sudah menjadi owner dan investor, bersyukurlah. Sebab, kerja keras Anda selama ini sudah mulai berbuah dengan rasa yang begitu manisnya.

Seni menikmati hidup terdapat dalam seni menikmati perjuangan dalam menapaki langkah demi langkah pada tangga-tangga kehidupan yang sudah dipilihnya. Apapun bidang profesinya, pada prinsipnya alur perjuangannya itu sama.

Kerja ikut orang jadi employed (karyawan). Dapat pengalaman dan modal bikin usaha sendiri (self employed). Usaha makin berkembang dan sudah autopilot sehingga tidak perlu terlibat lagi dalam bisnis tersebut (owner). Modal sudah banyak sehingga bisa menginvestasikan modalnya di berbagai instrument investasi (investor).

Level terakhir ialah saat investasinya sudah menghasilkan banyak pasif income. Dari sinilah kebebasan finansial itu bermula. Jadilah ia manusia yang merdeka dari segi keuangan. Tidak peduli berapa usia Anda, jika sudah pada level ini berarti Anda sudah dinyatakan layak pension dini.

Pensiun dini dengan kebebasan finansial yang mencukupi, tentu akan membuat hari-hari kita jadi lebih santai. Ada kesibukan bersukur tidak ada kesibukan juga baik-baik saja. Kita tetap leluasa mengisi waktu dengan hal-hal yang kita sukai.

Seperti saat kita kecil dulu. Bermain seharian tanpa harus panik besok makan apa? Maka nikmat Tuhan mana yang kau dustakan, ketika kita sudah bisa menjalani hidup bagai orang pensiunan. (Ali Ridwan, 13/03/20)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar