Senin, 30 Maret 2020

Lapis Pertahanan Anti Serangan Covid-19

Salah satu kunci memenangkan suatu peperangan ialah kecerdikan strategi yang dapat dipahami dan bisa diaplikasikan dengan kekompakan dan disiplin tinggi oleh para prajurit perang dari setiap lini. Strategi perang yang jitu hanya bisa disusun dengan baik bila kita dapat mengukur kemampuan diri dan menakar kekuatan lawan. Paham kelemahan diri dan tau kelemahan lawan.

Balatentara Covid-19 ialah pasukan yang tak terlihat. Kasat mata bukan karena ia berasal bangsa lelembut, tapi karena ukurannya yang terlampau kecil, sehingga indera mata manusia tak dapat menangkap objek gambar daripada bentuk rupa dari virus tersebut. Misi balatentara Covid-19 menyerang masuk ke dalam tubuh manusia ialah masuk ke dalam paru-paru dan berkembang biak di situ. Sialnya, paru-paru yang digerogoti balatentara covid-19 itu bisa rusak dan mengancam nyawa. Terlebih paru-paru yang sering terpapar asap rokok, punya riwayat asma, sampai penderita TBC.

Analogikan saja kalau paru-paru itu singgasana tempat sang raja bertahta. Jika tahta raja takhluk pada serangan pasukan covid-19, kerajaan runtuh, manusia terancam mati terbunuh. Tapi, bila lapisan pasukan kerajaan di tiap ring punya kemampuan dan daya juang yang kuat. Tahta kerajaan akan terjamin keamanannya.

Pasukan khusus pada ring 1 berada di wilayah singgasana raja pada paru-paru, dijaga oleh pasukan curcumin. Tugasnya menangkal badai sitokin yang merusak paru-paru, efek kekejaman serangan pasukan Covid-19. Curcumin banyak terkandung di tanaman rimpang seperti jahe merah dan sejenisnya. Sering-seringlah minum jamu dari jahe merah untuk melatih kekuatan pasukan ring 1 kerajaan.

Pasukan khusus pada ring 2 bertugas menjaga lorong masuk menuju singgasana raja, letaknya di tenggorokan. Salah satu cara membinasakan pasukan covid-19 yang berhasil menerobos ke tenggorokan ialah dengan mengonsumsi permen dengan kandungan antiseptic untuk pelega tenggorokan, bisa juga dengan banyak-banyak minum air hangat. Aliran air hangat akan mendorong pasukan Covid-19 masuk ke lambung. Keasaman lambung akan melumerkan baju perang pasukan Covid-19, barier yang tersusun dari unsur lemak itu seumpama lumeran minyak di wajan yang disiram air jeruk nipis.

Pasukan khusus pada ring 3 bertugas menjaga pintu gerbang kerajaan, jalan masuk menuju singgasana raja. Ada 3 pintu gerbang yang letaknya di mulut, hidung, dan mata. Mulut dan hidung dilindungi oleh dua jenis pintu gerbang yang aman yaitu masker medis dan masker N95. Masker kain, tisu, dan sejenisnya itu ibarat gerbang teralis besi yang jaraknya 30 cm sedangkan rata-rata lingkar badan pasukan covid-19 itu 20 cm, sia-sia saja. Satu gerbang lagi di mata, bisa pakai kaca mata, lebih bagus lagi kaca yang menutup muka. Intinya, jangan sekali-kali mengucek mata sebelum cuci tangan pakai sabun di air megalir selama minimal 20 detik.

Tak kalah penting pasukan infanteri yang bertugas di ring 4, medan perangnya berada di seluruh permukaan wajah. Boleh kita anggap ini teras depan istana raja. Pasukan Covid-19 bisa menyelinap ke wajah dan menerobos masuk melalui tiga pintu gerbang tadi, kalau pasukan raider di ring 5 lalai dalam menjalankan tugasnya.

Itu sebabnya pasukan raider di ring 5 harus senantiasa dibekali dengan logistik berupa cairan  antiseptic yang cukup, sehingga dapat digunakan secara berkala dan terukur. Rajin cuci tangan, bila jauh dari washtafel boleh basuh tangan dengan cairan antiseptic berstandar. Ingat, barier Covid-19 yang terbuat dari lemak itu mudah hancur bila disiram dengan cairan sifat berbasa, ibarat lemak di permukaan wajan yang dioles krim B29.

Kebijakan raja untuk menjaga jarak dengan kerajaan tetangga yang sudah mendapat serangan dari pasukan Covid-19 juga perlu. Physical Distancing, jaga jarak aman dengan siapapun minimal 2 meter. Jika jaga jarak aman wajib, apalagi salaman dan cipika-cipiki, jelas itu masuk jenis larangan yang sangat keras.

Selain lima jenis pasukan yang bertugas di 5 ring tadi, peran pasukan hantu dan intelejen juga tak kalah penting. Pasukan hantu ialah asupan multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sedangkan intelejen itu misalnya menghirup udara segar untuk menjaga kebersihan dan kesehatan paru-paru, olahraga cukup untuk kebugaran fisik, meditasi rutin untuk kesehatan psikis, dan sinar matahari pagi untuk kecukupan vit D,  berfungsi untuk membantu penyerapan multivitamin pada tubuh. Berguna untuk meningkatkan daya daya tahan tubuh dan mempertebal sistem imun tubuh.

Seperti filosofi dalam sepak bola bahwa pertahanan terbaik adalah menyerang. Maka ada baiknya bila tentara kerajaan menyiagakan pasukan tempur dari satuan kavaleri untuk langsung menyerang ke camp-camp pertahan musuh. Lakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan sekitar, mengepel lantai rumah dengan cairan antikuman dan menggunakan  dua kain pel yang berbeda, langsung mandi setelah bepergian, tidak lupa langsung mencuci baju yang barusan dipakai, atau kalau tidak sempat dapat gantung dulu di jemuran yang terpapar matahari. Demikian, selamat berperang bangsa manusia! Semoga wabah Novel Corona Virus cepat berlalu. Amin. (Ali Ridwan, 30/03/20)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar