Salah satu kunci memenangkan suatu
peperangan ialah kecerdikan strategi yang dapat dipahami dan bisa diaplikasikan
dengan kekompakan dan disiplin tinggi oleh para prajurit perang dari setiap
lini. Strategi perang yang jitu hanya bisa disusun dengan baik bila kita dapat
mengukur kemampuan diri dan menakar kekuatan lawan. Paham kelemahan diri dan
tau kelemahan lawan.
Balatentara Covid-19 ialah pasukan yang
tak terlihat. Kasat mata bukan karena ia berasal bangsa lelembut, tapi karena
ukurannya yang terlampau kecil, sehingga indera mata manusia tak dapat
menangkap objek gambar daripada bentuk rupa dari virus tersebut. Misi balatentara
Covid-19 menyerang masuk ke dalam tubuh manusia ialah masuk ke dalam paru-paru
dan berkembang biak di situ. Sialnya, paru-paru yang digerogoti balatentara
covid-19 itu bisa rusak dan mengancam nyawa. Terlebih paru-paru yang sering
terpapar asap rokok, punya riwayat asma, sampai penderita TBC.
Analogikan saja kalau paru-paru itu
singgasana tempat sang raja bertahta. Jika tahta raja takhluk pada serangan
pasukan covid-19, kerajaan runtuh, manusia terancam mati terbunuh. Tapi, bila
lapisan pasukan kerajaan di tiap ring punya kemampuan dan daya juang yang kuat.
Tahta kerajaan akan terjamin keamanannya.
Pasukan khusus pada ring 1 berada di
wilayah singgasana raja pada paru-paru, dijaga oleh pasukan curcumin. Tugasnya
menangkal badai sitokin yang merusak paru-paru, efek kekejaman serangan pasukan
Covid-19. Curcumin banyak terkandung di tanaman rimpang seperti jahe merah dan
sejenisnya. Sering-seringlah minum jamu dari jahe merah untuk melatih kekuatan
pasukan ring 1 kerajaan.
Pasukan khusus pada ring 2 bertugas
menjaga lorong masuk menuju singgasana raja, letaknya di tenggorokan. Salah
satu cara membinasakan pasukan covid-19 yang berhasil menerobos ke tenggorokan ialah
dengan mengonsumsi permen dengan kandungan antiseptic untuk pelega tenggorokan,
bisa juga dengan banyak-banyak minum air hangat. Aliran air hangat akan
mendorong pasukan Covid-19 masuk ke lambung. Keasaman lambung akan melumerkan
baju perang pasukan Covid-19, barier
yang tersusun dari unsur lemak itu seumpama lumeran minyak di wajan yang
disiram air jeruk nipis.
Pasukan khusus pada ring 3 bertugas
menjaga pintu gerbang kerajaan, jalan masuk menuju singgasana raja. Ada 3 pintu
gerbang yang letaknya di mulut, hidung, dan mata. Mulut dan hidung dilindungi
oleh dua jenis pintu gerbang yang aman yaitu masker medis dan masker N95.
Masker kain, tisu, dan sejenisnya itu ibarat gerbang teralis besi yang jaraknya
30 cm sedangkan rata-rata lingkar badan pasukan covid-19 itu 20 cm, sia-sia
saja. Satu gerbang lagi di mata, bisa pakai kaca mata, lebih bagus lagi kaca
yang menutup muka. Intinya, jangan sekali-kali mengucek mata sebelum cuci
tangan pakai sabun di air megalir selama minimal 20 detik.
Tak kalah penting pasukan infanteri yang
bertugas di ring 4, medan perangnya berada di seluruh permukaan wajah. Boleh
kita anggap ini teras depan istana raja. Pasukan Covid-19 bisa menyelinap ke
wajah dan menerobos masuk melalui tiga pintu gerbang tadi, kalau pasukan raider
di ring 5 lalai dalam menjalankan tugasnya.
Itu sebabnya pasukan raider di ring 5
harus senantiasa dibekali dengan logistik berupa cairan antiseptic yang cukup, sehingga dapat
digunakan secara berkala dan terukur. Rajin cuci tangan, bila jauh dari
washtafel boleh basuh tangan dengan cairan antiseptic berstandar. Ingat, barier
Covid-19 yang terbuat dari lemak itu mudah hancur bila disiram dengan cairan sifat
berbasa, ibarat lemak di permukaan wajan yang dioles krim B29.
Kebijakan raja untuk menjaga jarak
dengan kerajaan tetangga yang sudah mendapat serangan dari pasukan Covid-19
juga perlu. Physical Distancing, jaga
jarak aman dengan siapapun minimal 2 meter. Jika jaga jarak aman wajib, apalagi
salaman dan cipika-cipiki, jelas itu masuk jenis larangan yang sangat keras.
Selain lima jenis pasukan yang bertugas
di 5 ring tadi, peran pasukan hantu dan intelejen juga tak kalah penting.
Pasukan hantu ialah asupan multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sedangkan
intelejen itu misalnya menghirup udara segar untuk menjaga kebersihan dan
kesehatan paru-paru, olahraga cukup untuk kebugaran fisik, meditasi rutin untuk
kesehatan psikis, dan sinar matahari pagi untuk kecukupan vit D, berfungsi untuk membantu penyerapan multivitamin
pada tubuh. Berguna untuk meningkatkan daya daya tahan tubuh dan mempertebal
sistem imun tubuh.
Seperti filosofi dalam sepak bola bahwa
pertahanan terbaik adalah menyerang. Maka ada baiknya bila tentara kerajaan
menyiagakan pasukan tempur dari satuan kavaleri untuk langsung menyerang ke
camp-camp pertahan musuh. Lakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan
sekitar, mengepel lantai rumah dengan cairan antikuman dan menggunakan dua kain pel yang berbeda, langsung mandi
setelah bepergian, tidak lupa langsung mencuci baju yang barusan dipakai, atau
kalau tidak sempat dapat gantung dulu di jemuran yang terpapar matahari.
Demikian, selamat berperang bangsa manusia! Semoga wabah Novel Corona Virus cepat
berlalu. Amin. (Ali Ridwan, 30/03/20)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar