Selasa, 23 Juni 2020

Tetaplah Sederhana dan Bersahaja

Sudah bukan rahasia umum. Ketika penghasilan seseorang meningkat,  saat pendapatanya bertambah, biasa akan dibarengi dengan gaya hidup yang ikut naik pula. Jika ia melek finansial, paham ilmu keuangan, tentu ini bukan kebiasaan bagus. 

Catat ya! Pemasukan bertambah gaya hidup bertambah saja sudah tidak baik apalagi pemasukan tetap tapi gaya hidup malah makin tinggi. Besar pasak daripada tiang. Minus jadinya. Hutang sana-sini jadinya. Alih-alih menambah asset dengan uang penghasilan malah jualan aset buat lunasi hutang. Ingat “Barang siapa suka menghabiskan uang untuk membeli barang yang diinginkan, maka ia akan menjual barang yang dibutuhkan”

Arus keuangan pribadi yang bagus itu, ketika penghasilan bertambah, usahakan gaya hidup tetap, kalau bisa malah diturunkan. Lebih bagus lagi gaya hidup tidak usah dituruti dan yang terpenting adalah kebutuhan hidup. Ini prinsip yang harus dipegang dengan teguh, bedakan antara kebutuhan hidup dan gaya hidup. Kuncinya, belilah apa yang dibutuhkan, bukan apa yang diinginkan.  

Lalu, disaat margin antara pemasukan dan pengeluaran makin lebar, selisihnya juga makin tinggi. Kelebihan pendapatan itu dapat diinvestasikan sesuai dengan model investasi yang cocok. Missal seorang pedagang dapat dibelanjakan stok produk tambahan yang beragam. Punya bakat terpendam, bisa buat mengasal skill bakat itu sampai bakatnya bisa menghasilakan. 

Bicara soal investasi, ada banyak macam jenisnya. Tapi investasi yang paling penting ialah investasi leher ke atas. Ilmu, skill, pengalaman, dan pengetahuan. Gunakan kelebihan uang untuk membeli semua itu dengan sendirinya pemasukan akan bertambah saat investasinya mulai menghasilkan. 

Nah, ketika investasi leher ke atas tadi sudah menghasilkan. Gunakan hasil itu untuk investasi pada berbagai instrument investasi seperti membeli emas batangan, reksadana, property, sampai pasar saham. Setelah investasi di berbagai instrument tadi mulai banyak menghasilkan banyak return, uang itu baru boleh digunakan sebagian buat self reward membeli barang impian yang diinginkan dan sebagian lagi untuk menambah jumlah portofolio di instrument investasi yang dipilih tadi.  

Okeh, sekali lagi ingat. Menjadi kaya dan terlihat kaya itu gengsinya tinggi yang mana? Maka, tidak perlu malu hidup dengan kesederhanaan tapi banyak asset daripada hidup banyak gaya tapi hutangnya dimana-mana. Tanamkan prinsip ini lekat-lekat dalam diri kalau mau hidup aman damai, tentram sentosa. (Ali Ridwan, 23/06/2020)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar