Jumat, 25 September 2020

Rasa itu Belum Pergi



Kau pikir rasa itu telah pergi?

Tidak, ia belum pergi. Ia sembunyi, di kedalaman hati.

Tertimbun, terkubur, dan terpendam.

 

Jika itu bebijian. Sekali kau siram, ia berkecambah.

Kalau itu bara api. Sekali kau tiup, ia memerah.

Bila itu ranjau mesiu. Sekali kau tekan, ia meledak.

 

Tak habis pikir logikaku. Mati nalarku.

Begitu membekas jejakmu. Lekat sekali kenangan itu..

Aku berupaya melupakan kisah itu. Tapi tak kunjung bisa.

Hatiku yang lemah. Apa pesonamu yang terlampau indah.

Aaahhh..

 

Gadis jelitaku yang hadir dari masa lampau.

Jikalau kau tega padaku, terus saja kau gantung perasaan itu.

Jikalau kau punya belas kasih, patahkan saja sekalian pengharapanku itu

Jika memang sudah tiada kesempatan buatku.

 

Cantikku, manisku, tapi gemar mempermainkan perasaan di hatiku.

Andai langit malam di atas rumahmu bisa aku mintai tolong.

Wujudkan inginku untuk bisa berjumpa denganmu

(Ali Ridwan, 20/07/20)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar