Tidak,
ia belum pergi. Ia sembunyi, di kedalaman hati.
Tertimbun,
terkubur, dan terpendam.
Jika
itu bebijian. Sekali kau siram, ia berkecambah.
Kalau
itu bara api. Sekali kau tiup, ia memerah.
Bila
itu ranjau mesiu. Sekali kau tekan, ia meledak.
Tak
habis pikir logikaku. Mati nalarku.
Begitu
membekas jejakmu. Lekat sekali kenangan itu..
Aku
berupaya melupakan kisah itu. Tapi tak kunjung bisa.
Hatiku
yang lemah. Apa pesonamu yang terlampau indah.
Aaahhh..
Gadis
jelitaku yang hadir dari masa lampau.
Jikalau
kau tega padaku, terus saja kau gantung perasaan itu.
Jikalau
kau punya belas kasih, patahkan saja sekalian pengharapanku itu
Jika
memang sudah tiada kesempatan buatku.
Cantikku,
manisku, tapi gemar mempermainkan perasaan di hatiku.
Andai
langit malam di atas rumahmu bisa aku mintai tolong.
Wujudkan
inginku untuk bisa berjumpa denganmu
(Ali
Ridwan, 20/07/20)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar