Selasa, 14 Januari 2014

Imunologi (Sistem Pertahanan Tubuh)

Imunitas adalah reaksi tubuh terhadap masuknya substansi asing. Respon imun adalah kumpulan respon terhadap substansi asing yang terkoordinasi. Sistem imun  adalah Sistem yang melibatkan sel dan molekul yang bertanggung jawab dalam imunitas. Imunologi Ilmu yang mempelajari antigen, antiobodi dan fungsi pertahanan tubuh host yang diperantarai oleh sel, terutama yang berhubungan dengan imunitas terhadap penyakit, reaksi biologis hipersensitifitas, alergi dan penolakan benda asing.
Sistem Imun yaitu semua mekanisme yang digunakan tubuh untuk mempertahankan keutuhan tubuh sebagai perlindungan terhadap bahaya yang ditimbulkan berbagai bahan di lingkungan. Fungsi sistem imun yaitu : Melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit; menghancurkan dan menghilangkan mikroorganisme atau substansi asing (bakteri, parasit, jamur, dan virus, serta tumor) yang masuk ke dalam tubuh. Menghilangkan jaringan atau sel yang mati atau rusak untuk perbaikan jaringan. Mengenali dan menghilangkan sel yang abnormal. Sasaran utama yaitu bakteri patogen dan virus. Leukosit merupakan sel imun utama (disamping sel plasma, makrofag, dan sel mast)
Sistem imun yang sehat adalah sistem imun yang seimbang yang bisa meningkatkan kemampuan tubuh dalam melawan penyakit. Tahapan respon imun yaitu : Deteksi dan mengenali benda asing, komunikasi dengan sel lain untuk berespons, rekruitmen bantuan dan koordinasi respons, destruksi atau supresi penginvasi.
Sistem imun non spesifik. Tersebar diseluruh tubuh. Dalam sumsum tulang, timus, darah, KGB, limpa, sal nafas, saluran cerna, sal kemih dan jaringan. Berasal dari sel prekursor multipoten dalam sumsum tulang. Kulit : Barier fisik, barier kimiawi, dan flora bacterial. Membran mukosa : barier fisis dan barier kimiawi. Saluran pernafasan : membran mukosa dan epitel bersilia. Saluran cerna : Membran mukosa, asam dan basa, serta flora bacterial.
Respon imun spesifik. Kemampuan mengenal benda asing/antigen (spesifik menghancurkan antigen yang sudah dikenal sebelumnya). Cara sistem ini didapat : 1. Aktif,  2. Pasif. Dasar (ingatan atau memeori). Fagositosit (fagosit memakan pathigen, Chemotaxis bergerak, Menyerangan, Membunuh, dan Mencerna).
Sistem Pertahanan Tubuh. Sistem imun adalah mekanisme yang digunakan tubuh untuk keutuhan tubuh sebagai perlindungan terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan berbagai bahan di lingkungan. Perbedaan sistem imun nonspesifik dan spesifik yaitu apabila Imunitas non spesifik. Positif : Selalu siap, respon cepat, tidak perlu ada pajanan sebelumnnya. Negatif : Dapat berlebihan, kekurangan memory. Sedangkan Imunitas spesifik. Negatif : Tidak siap sampai terpajan alergen, respon lambat. Positif : Respons intens, perlindungan lebih baik pada pajanan berikutnya. Perbedaan sifat-sifat sistem imun nonspesifik dan spesifik yaitu :

Non spesifik
Spesifik
Resistensi
Tidak berubah oleh infeksi
Membaik oleh infeksi berulang (memori)
Spesifitas
Umumnya efektif terhadap semua mikroba
Spesifik untuk mikroba yang sudah mensensitasi sebelumnya
Sel yang penting
Fagosit, Sel Nk, Sel mast, Eosinofil.
Th, Tdth, Tc. Ts, Sel B
Molekul yang penting
Lisozim, komplemen, APP, Interferon, CRP, Kolektin, Molekul adhesi.
Antibodi, Sitokin, mediator, molekul adhesi

Biokimia. Lisozim (keringat, ludah, air mata, ASI) berfungsi menghancurkan dinding sel kuman gram positif. Laktoferin & asam neuraminik (ASI) sebagai anti bakterial E. coli dan staphylococcus. HCl, enzim proteolitik, empedu untuk mencegah infeksi bakteri. Laktoferin & transferin (dari makrofag) untuk mengikat zat besi. Lisozim (dari makrofag) untuk menghancurkan kuman gram negatif .
Floranorma. 102-104 mikroba/cm2 kulit (Staphylococcus aureus, S. epidermidis, Streptococcus, Candida, dll) dari berbagai jenis bakteri di rongga mulut dan hidung. Lactobacilli dalam lambung dan intestinum. 1.011 mikroba/g usus besar  (95-99% anaerob) dari berbagai jenis bakteri dan diphteroid hidup di saluran urogenital. Lactobacillus aerophilus hidup di vagina berfungsi memfermentasi glikogen untuk memelihara pH asam.
Komplemen adalah kelompok protease di dalam serum yang melengkapi (komplementer) aktivitas serum dalam melisiskan sel atau bakteria umumnya adalah zymogen (perlu aktivasi).  Sistem Komplemen. Sistem ini diaktifkan oleh paparan rantai karbohidrat yang ada pada permukaan mikroorganisme yang tidak ada pada sel manusia. Paparan antibodi yang diproduksi spesifik untuk zat asing tertentu oleh sistem imun adaptif. Bekerja sebagai ‘komplemen’ dari kerja antibody.
Komplemen yang teraktivasi akan : Berikatan dengan basofil dan sel mast dan menginduksi penglepasan histamin (reaksi inflamasi). Berperan sebagai faktor kemotaksis yang meningkatkan fagositosis. Berikatan dengan permukaan bakteri dan bekerja sebagai opsonin (opsonisasi) pada fagositosis. Menempel pada membran dan membentuk struktur berbentuk tabung yang melubangi membran sel dan menyebabkan lisis sel.
Interferon. Sel yang terinfeksi virus akan mengeluarkan interferon. Interferon mengganggu replikasi virus (antivirus); ‘interfere’. Interferon juga memperlambat pembelahan dan pertumbuhan sel tumor dengan meningkatkan potensi sel NK dan sel T sitotoksik (antikanker). Peran interferon yang lain antara lain meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag dan merangsang produksi antibody.
C-Reactive Protein (CRP). Merupakan protein fase akut (acute phase protein) yaitu kelompok protein yang kadarnya dalam darah meningkat pada infeksi akut. Dapat terikat pada molekul permukaan bakteri, jamur dan terikat komplemen. Memudahkan fagositosis.
Sitokin. Merupakan kelompok peptida yang dihasilkan oleh sel-sel imunokompeten dan berperan dalam menurunkan atau meningkatkan sistem imun. Pada tahun 1996 lebih dari 100 jenis sitokin teridentifikasi. Dapat bekerja secara langsung maupun tak langsung. Fagosit adalah sel yang menarik (dengan kemotaksis), menempel pada, menelan, dan mencerna bahan asing. Fagositosis (makrofag/monosit, segmen eosinofil), netrofil (memakan, mamasukan, menghancurkan). Dibantu oleh :  C3a, C5a, C567 (kemotaksis dan  C3b) Pengenalan Ag sasaran oleh sel fagosit dan opsonin.
Proses fagositosis  terdiri dari : Kemotaksis (gerakan sel fagosit ke tempat infeksi). Menelan (memakan fagositosis) dengan pembentukan fagosom. Membunuh lisozom, H2O2, mieloperoksida  ( membentuk fagolisosom). Lalu Mencerna.
Makrofag ditemukan di: Pulmo, Hepar (sel Kupffer), Nodus limfatikus dan limpa  (sel dendritik), Sistem saraf pusat (mikroglia), Ren (sel mesangial), Sendi (sel A), Kulit /permukaan mukosa (sel dendritik: sel Langerhans), Jaringan tulang (osteoklas).
Molekul/antigen MHC pada manusia disebut juga sebagai HLA (human leucocyte antigens). Antigen MHC klas I (HLA-A, HLA-B, HLA-C) dimana semua sel berinti. Kepadatan rendah: fibroblas, sel otot  dan neuron. Kepadatan tinggi : sel-sel imunokompeten. Antigen MHC klas II (HLA-D, HLA-DR, HLA-DP, HLA-DQ) sel-sel imunokompeten.
Sel fagosit. Non-fixed macrophag berada di aliran darah dan dapat  ke luar dari pembuluh darah menuju ke tempat infeksi dengan tujuan mengeliminasi pathogen. Natural Killer Cells beredar di darah dan limfe untuk melisiskan sel-sel kanker dan sel-sel terinfeksi virus. Merupakan limfosit bergranula yang dapat mengenali glikoprotein permukaan sel yang terinfeksi dan membunuh sel – sel tersebut.
Sel Natural Killer (NK). Merusak sel yang terinfeksi virus & sel kanker dengan melisiskan membran sel pd paparan I. Kerjanya = sel T sitotoksik, tetap lebih cepat, non-spesifik, & bekerja sebelum sel T sitotoksik menjadi lebih banyak & berfungsi. Respon imun spesifik terdiri dari : Sistem humoral yang diperankan oleh limfosit B. Rangsangan antigen sel B proliferasi & diferensiasi sel plasma membentuk antibody. Pertahanan terhadap bakteri ekstra seluler, netralisir toksin. Sistem seluler (Cell Mediated Immunity/ CMI ). Diperankan oleh limfosit T : Th, Ts, Tdh, Tc pertahanan terhadap bakteri intraseluler, virus, jamur, parasit, keganasan. Antibody dependent cellular immune respons dari sel null ke sel K.
Sel T. Dibentuk di sumsum tulang, pematangan di timus. Mempunyai petanda permukaan yang membedakan dengan sel B sebagai pemeriksaan rosette (+). Mempunyai petanda CD (cluster differentiation) sel T dalam berbagai fase pertumbuhan. Mempunyai petanda fungsional (concanavalin A dan phytohemaglutinin ). Fungsi : membantu sel B dalam memproduksi antibody, mengenal & menghancurkan sel yang terinfeksi virus, mengaktifkan makrofag dalam fagositosis,dan mengontrol ambang & kualitas sistem imun. Jenis : sel Th (helper), Ts (supresor), Td (delayed hypersensitivity), Tc (cytotoxic).
Sel B. Dibentuk & dimatangkan di sumsum tulang. Imunitas yang diperantarai antibody. Tinggal di limfe dan kelenjar limfe, beredar di darah dan   limfe. Rangsangan antigen I (terbentuk IgM). Selanjutnya akan terjadi  switching  diantaranya Ig A, Ig E. Ig D, Ig G. (Sekolah Tinggi Farmasi Bandung, Kelas Ekstensi 2013)

1 komentar: