Selamat pagi. Padi menguning. Tomat
memerah. Kutambat hati. Pada gadis bermata bening. Berwajah cerah. Burung jelantik.
Hinggap di punuk unta. Padamu cantik. Aku ingin jatu cinta.. :D
Matahari mulai tumbang.
Kawanan ternak pulang ke kandang. Bunga rinduku makin mengembang. Untuk adinda
seorang. Secantik wajahmu laksana kembang. Kerlip matamu seterang bintang.
Kaulah kasihku yang tersayang. Melati mewangi. Mentari dan embun pagi. Siapkan
senyum menyambut hari. Keramahan diri cerminan kelembutan hati.
Tak perlu ke kutub
utara atau selatan untuk melihat aurora. Dari sinar wajahmu aku sudah
melihatnya. Tak perlu ke Puncak Mahameru untuk menatap sinar rembulan lebih
dekat. Di senyummu aku sudah menyaksikannya. Maaf jika terkesan memberi
harapan. Tapi aku lelaki. Kalau aku cinta sudah pasti akan aku nyatakan duluan.
Selamat malam. Sedang
apa yang di sana? Sedang mati merindu yang di sini!! Siapa? Siapa yang dirindu?
Bukan siapa-siapa. Hanya bayang semu yang sudah jadi masa lalu.
Delapan September.
Rindu rasanya. Belahan
jiwa yang kini entah dimana. Separuh hati yang sekarang tak tahu rimbanya. Ingin
kusemai setangkup rindu dengan sekuntum kembang mekar. Tumbuh lebat di taman
bunga. Tapi. Ah, sudahlah. Haus cintaku. Dahaga kasih sayangku. Tak akan hilang
dengan menghisap madu kembang dari taman bunga itu. Lebih baik aku tetap
menunggu. Sampai sang fajar tiba. Embun pagi yang telah kusesapi kesegarannya.
Sembilan September
Sepi menikam hati.
Sunyi menghujam diri. Cinta sudah mati. Kasih telah pergi. Mimpi menggaung
tanpa henti. Cita-cita menggelora tiada tara. Tinggi obsesi ku. Menjulang angan
muluk ku. Bukan tentang kisah kesatria pengembara temukah belahan jiwa. Bukan
pula tentang pangeran tampan mencari permaisuri idaman. Melainkan tentang
impian tertinggi dan cita-cita mulia. "Meletakkan kembali tulang rusuk yang
hilang di sisi pemiliknya”
Sepuluh September
Utuh sinar rembulan
malam. Separuh hati makin tenggelam. Rapuh di diri makin mendalam. Dingin sepi
Kota Malang. Ingin pergi dan menghilang. Angin sunyi kuat menyerang.
"Kangen kamu sayang..."
Sebelas September
Selamat malam untuk
bintang yang paling terang! Kamu apa
kabar?? Penderitaan bila diasah dengan baik bisa menjadi satu senjata paling
mematikan. Sakit hati dan kecewa kalau dipupuk dengan baik juga bisa jadi lumbung
cinta yang paling subur. “Selamat datang kembali di Kota Kembang, Bandung yang
tiba-tiba cerah taman langitnya berubah jadi mendung!!” (Ali Ridwan, 12/09/14)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar