Minggu, 07 Desember 2014

Mahabbatillah (Cinta kepada Allah)

Mujadah malam. Faffirru Ilallah. Yaa Sayyidi Yaa Rosulillah. Lawan rasa dingin, lawan rasa kantuk, lawan rasa malas. Demi perjumpaan di satu pertiga malamNya. Jangankan sedikit waktu yang kupunya. Nyawa pun jika kau minta akan aku serahkan.
                              
Suasana tengah malam. Sunyi, sepi. Aku suka. Tidak ada siapa-siapa, kecuali aku dan Dia. Bercinta sama Iblis? Semua orang bisa! Bercinta sama Allah? Tidak semua orang bisa! “Tapi sebenarnya bahagia itu sederhana, sangat sederhana. Bangun tengah malam dan silahkan bercengkrama mesra denganNya. Tapi tak semua orang bisa dengan mudah melakukannya!!”

Gundah? Datanglah di satu pertiga malamNya dan silahkan berkeluh kesah sepuasnya hanya kepada Allah. Nikmatilah senandung kalbu yang seperti melodi, melantun indah di derasnya hujan. Rinainya menumbuhkan rindu yang berkecambah di kedalaman hati.

Ketahuilah! Ada kalanya, dimana aroma dari sajadah malam jauh lebih wangi dari leher perempuan. Lebih lembut dari buah dada gadis perawan. Lebih menggoda dari lumatan bibir wanita muda menawan. Lebih nikmat dari kuluman lidah si jelita tambatan. Sehelai sorban kain kafan, sudah lebih dari cukup dibading ranjang empuk dengan piyama bernyawa.

Belaian cinta dari yang Maha Mencintai. Kecupan kasih dari yang Maha Mengasihi. Ciuman sayang dari yang Maha Menyayangi. Duduk diam, mengosongkan fikiran, Berteman dengan malam. Bersahabat dengan sunyi. Berkawan dengan hening.

"Mari, bercumbu dengan Tuhan di Satu Pertiga Malam Nya..!!" Penuhi langit-langit hati dengan gema dzikir pada Illahi, shalawat pada kanjeng nabi. Jiwa menjadi suci. Diri jadilah sejati. Semangat menyambut hari bersama sejuk tetes embun pagi, bersama segar udara pagi.

Jika boleh kau izinkah aku bertanya dan menjawab.

Apa hakekat dari Isra' Mi'raj? Adalah terbang ke langit mendekat pada Allah!! Bagaimana cara mendekat pada Allah? Ada tiga tingkatan!! Dzikir di dalam hati, dzikir di dalam nyawa, dan dzikir di dalam ruh. Apa pesan dan kesan dari Isra mi'raj? Meneladani Rosulullah secara mutlak!! Bahwa Allah hanya bisa dijumpai dengan hati yang bersih. Hati bersih? Hati yang selalu dibasuh dengan dzikir!!

Pecinta sejati tak butuh pengakuan siapapun! Atas kebesaran cinta yang ia punya!! Cinta sejati? Cinta pada Illahi!! Cinta hakiki ? Cinta pada Allahu Robbi!! Lantas, apa yang paling menyenangkan saat tengah malam menunggu fajar menjelang? Duduk manis di atas sajadah! Sembari melantunkan ayat-ayat Allah!! Kalimat sakral yang tak ada kata bosan. Meski telah dibaca berulang-ulang. Oh indahnya kalimat Allah.

Salam alaika ya Rosull. Yang kesungguhan cintanya pada umatnya tak akan pernah terbantahkan. Wahai kekasih Allah. Dunia boleh diutamakan. Tapi akherat tetap harus jadi satu-satunya tujuan. Agar langkah kaki tak tersesat jalan. Bersyukurlah!! Umurmu masih dipanjangkan, Jalani hidup layaknya esok kau akan meninggal dunia! Jangan lalai dan jangan terlena. Maut itu datangnya tak bisa diterka. “Wahai Allah.. Kurengkuh cinta Mu pada satu pertiga malam. Kujamah kasih dan sayang Mu dengan gema dzikir yang mendalam. Aku hambaMu yang hina dina ini. Tolong, ampunilah segala khilaf dan dosaku.. Faffirru Ilallah. Yaa Sayyidi Yaa Rosulallah. Terjaga saat yang lain terlelap adalah caraku ‘berkencan’ dengan Tuhan di satu pertiga malamMu” (Ali Ridwan, 08/12/14)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar