Mujadah malam. Faffirru
Ilallah. Yaa Sayyidi Yaa Rosulillah. Lawan rasa dingin, lawan rasa kantuk,
lawan rasa malas. Demi perjumpaan di satu pertiga malamNya. Jangankan sedikit
waktu yang kupunya. Nyawa pun jika kau minta akan aku serahkan.
Suasana tengah malam. Sunyi, sepi. Aku suka. Tidak ada
siapa-siapa, kecuali aku dan Dia. Bercinta sama Iblis? Semua orang bisa!
Bercinta sama Allah? Tidak semua orang bisa! “Tapi sebenarnya bahagia itu
sederhana, sangat sederhana. Bangun tengah malam dan silahkan bercengkrama
mesra denganNya. Tapi tak semua orang bisa dengan mudah melakukannya!!”
Gundah? Datanglah di satu pertiga malamNya dan
silahkan berkeluh kesah sepuasnya hanya kepada Allah. Nikmatilah senandung
kalbu yang seperti melodi, melantun indah di derasnya hujan. Rinainya
menumbuhkan rindu yang berkecambah di kedalaman hati.
Ketahuilah! Ada kalanya, dimana aroma dari sajadah malam
jauh lebih wangi dari leher perempuan. Lebih lembut dari buah dada gadis
perawan. Lebih menggoda dari lumatan bibir wanita muda menawan. Lebih nikmat
dari kuluman lidah si jelita tambatan. Sehelai sorban kain kafan, sudah lebih dari cukup
dibading ranjang empuk dengan piyama bernyawa.
Belaian cinta dari yang Maha Mencintai. Kecupan kasih
dari yang Maha Mengasihi. Ciuman sayang dari yang Maha Menyayangi. Duduk diam,
mengosongkan fikiran, Berteman dengan malam. Bersahabat dengan sunyi. Berkawan
dengan hening.
"Mari, bercumbu dengan Tuhan di Satu Pertiga
Malam Nya..!!" Penuhi langit-langit hati dengan gema dzikir pada Illahi,
shalawat pada kanjeng nabi. Jiwa menjadi suci. Diri jadilah sejati. Semangat
menyambut hari bersama sejuk tetes embun pagi, bersama segar udara pagi.
Jika boleh kau izinkah aku bertanya dan menjawab.
Apa hakekat dari Isra' Mi'raj? Adalah terbang ke
langit mendekat pada Allah!! Bagaimana cara mendekat pada Allah? Ada tiga
tingkatan!! Dzikir di dalam hati, dzikir di dalam nyawa, dan dzikir di dalam
ruh. Apa pesan dan kesan dari Isra mi'raj? Meneladani Rosulullah secara mutlak!!
Bahwa Allah hanya bisa dijumpai dengan hati yang bersih. Hati bersih? Hati yang
selalu dibasuh dengan dzikir!!
Pecinta sejati tak butuh pengakuan siapapun! Atas
kebesaran cinta yang ia punya!! Cinta sejati? Cinta pada Illahi!! Cinta hakiki
? Cinta pada Allahu Robbi!! Lantas, apa yang paling menyenangkan saat tengah
malam menunggu fajar menjelang? Duduk manis di atas sajadah! Sembari
melantunkan ayat-ayat Allah!! Kalimat sakral yang tak ada kata bosan. Meski
telah dibaca berulang-ulang. Oh indahnya kalimat Allah.
Salam alaika ya Rosull. Yang kesungguhan cintanya pada
umatnya tak akan pernah terbantahkan. Wahai kekasih Allah. Dunia boleh
diutamakan. Tapi akherat tetap harus jadi satu-satunya tujuan. Agar langkah
kaki tak tersesat jalan. Bersyukurlah!! Umurmu masih dipanjangkan, Jalani hidup
layaknya esok kau akan meninggal dunia! Jangan lalai dan jangan terlena. Maut
itu datangnya tak bisa diterka. “Wahai Allah.. Kurengkuh cinta Mu pada satu
pertiga malam. Kujamah kasih dan sayang Mu dengan gema dzikir yang mendalam.
Aku hambaMu yang hina dina ini. Tolong, ampunilah segala khilaf dan dosaku..
Faffirru Ilallah. Yaa Sayyidi Yaa Rosulallah. Terjaga saat yang lain terlelap
adalah caraku ‘berkencan’ dengan Tuhan di satu pertiga malamMu” (Ali Ridwan,
08/12/14)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar