TELAH TERBIT!!
Sebuah novel yang akan membuat pembaca jadi tahu seluk
beluk dunia militer sambil menjelajah keindahan alam Papua. Harga Rp 41.000,- (belum termasuk ongkir)
Pemesanan,
SMS
ke (085103414877), Formatnya: SERDADU RINDU
# NAMA # ALAMAT LENGKAP # JUMLAH BUKU # NO HP.
Trailler
Book
Editing video by: Endang Indri
Astuti
Sinopsis
Novel
Gadis belia berusia
tujuh tahun itu namanya Nirmala. Suatu
malam yang sunyi dan sepi Nirmala menemukan sebuah buku diary bersampul ungu.
Diary itu adalah benda sepeninggalan ibu. Nirmala membaca lembaran demi
lembaran dalam buku itu tiap menjelang tidur. Satu malam satu mozaik, genap
satu bulan di malam terakhir, Nirmala menutup buku diary itu dengan tanda tanya
besar.
Satu hal yang masih mengganjal dalam
pikiran Nirmala ialah tentang ayahnya. Di akhir catatan dalam diary itu, tidak ada detail catatan ibunya
Qintan soal ayahnya Bintan.
Dua belas tahun kemudian Bintan pulang,
Bintan kaget bukan kepalang. Di rumah, Bintan tidak menemukan keberadaan putri
tunggalnya beserta istrinya. Bintan mencari tahu apa yang telah terjadi. Bintan
kemudian mendapat kabar bahwa istrinya sudah lama meninggal, stress berat setelah
mendengar kepergian suaminya, Bintan yang dikabarkan hilang dalam tugas. Bintan
bergegas menyusul putrinya yang sedang kuliah di luar kota.
Dari pria tak dikenal itu, Nirmala
mendengar kisah yang sama persis seperti cerita yang ditulis ibu dalam buku diary-nya. Nirmala akhirnya bisa
menerima, alasan mengapa ayah tidak bisa
pulang dan menghilang selama enam belas tahun lebih. Untuk menumpahkan rasa
rindunya, Nirmala tersedu sedan dalam pelukan ayahnya yang dulu tegap, cepak,
klimis, gagah, dan tampan. Menjadi seperti sekarang yang kumal, bercambang, berkumis, berkulit lebih
legam, dan kurang terurus.
Testimonial
Pembaca
Alvinda
Heriza Nasution, Tangerang Selatan.
Setelah membaca buku ini, saya banyak
mengetahui arti kehidupan, bagaimana harus belajar ikhlas, sabar, dan tawakkal.
Bukan hanya dalam masalah cinta layaknya Bintan-Qintan tapi dalam kehidupan
yang kita jalani sehari-hari. Bagaimana saling menguatkan ketika seseorang
teman/sahabat/keluarga/kekasih sedang terjatuh, patah hati, tertekan, terpuruk
dan pada dasarnya semua orang yang mencintai kita akan selalu ada dalam
hari-hari kita.
Tulisan-tulisan yang Qintan tulis dalam
diary nya mengisyaratkan banyak hal, banyak emosi yang tercurah di dalamnya,
mulai senang, sedih, emosi, kecewa, semua ia tuliskan dalam bait-bait indah dan
penuh arti.
Novel ini cukup membuat perasaan pembaca
masuk ke dalam situasi yang diceritakan, bagaimana perjuangan Bintan
bertahun-tahun memendam perasaan cinta kepada Qintan, tarik ulur hubungan
mereka, akhirnya menikah dengan Qintan, memiliki anak, tak berlangsung lama
kebahagiaan itu sirna, Bintan harus menerima resiko pekerjaan nya sebagai
tentara, terasingkan, terisolir dari kehidupan yang seharusnya ia jalani, semua
penuh perjuangan. Qintan meninggal dan semua itu tidak pernah diketahui Bintan.
Hingga akhirnya ia kembali, kembali dengan menjadi Bintan yang baru, kembali
menjadi Ayah yang seutuhnya untuk Nirmala. Mengharu biru.
Sebagai seorang yang hobi traveling,
dengan membaca buku ini pasti akan tertarik untuk mengunjungi Papua, bagaimana
keindahan alamnya. Jujur, saya jadi penasaran dengan tempat-tempat yang
disebutkan dalam novel ini, semua digambarkan secara deskriptif dan
membangkitkan imajinasi bagaimana indahnya disana. Teluk Bintuni, Manokwari,
Jayapura, Fak Fak, Sorong, Sentani, Nabire dan lainnya. Papua tidak melulu Raja
Ampat, banyak pula yang harus dikunjungi, semua bagian dari keindahan alam
Indonesia. I wish someday i’ll go to
there.”Amiiinnn...”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar