Minggu, 22 Maret 2015

Sinopsis Novel “Serdadu Rindu”


TELAH TERBIT!!
Sebuah novel yang akan membuat pembaca jadi tahu seluk beluk dunia militer sambil menjelajah keindahan alam Papua. Harga Rp 41.000,- (belum termasuk ongkir)

Pemesanan, SMS ke (085103414877), Formatnya: SERDADU RINDU  # NAMA # ALAMAT LENGKAP # JUMLAH BUKU # NO HP.

Trailler Book
 Editing video by: Endang Indri Astuti

Sinopsis Novel
Gadis belia berusia tujuh tahun  itu namanya Nirmala. Suatu malam yang sunyi dan sepi Nirmala menemukan sebuah buku diary bersampul ungu. Diary itu adalah benda sepeninggalan ibu. Nirmala membaca lembaran demi lembaran dalam buku itu tiap menjelang tidur. Satu malam satu mozaik, genap satu bulan di malam terakhir, Nirmala menutup buku diary itu dengan tanda tanya besar.

Satu hal yang masih mengganjal dalam pikiran Nirmala ialah tentang ayahnya. Di akhir catatan dalam  diary itu, tidak ada detail catatan ibunya Qintan soal ayahnya Bintan.

Dua belas tahun kemudian Bintan pulang, Bintan kaget bukan kepalang. Di rumah, Bintan tidak menemukan keberadaan putri tunggalnya beserta istrinya. Bintan mencari tahu apa yang telah terjadi. Bintan kemudian mendapat kabar bahwa istrinya sudah lama meninggal, stress berat setelah mendengar kepergian suaminya, Bintan yang dikabarkan hilang dalam tugas. Bintan bergegas menyusul putrinya yang sedang kuliah di luar kota.

Dari pria tak dikenal itu, Nirmala mendengar kisah yang sama persis seperti cerita yang ditulis ibu dalam  buku diary-nya. Nirmala akhirnya bisa menerima, alasan  mengapa ayah tidak bisa pulang dan menghilang selama enam belas tahun lebih. Untuk menumpahkan rasa rindunya, Nirmala tersedu sedan dalam  pelukan ayahnya yang dulu tegap, cepak, klimis, gagah, dan tampan. Menjadi seperti sekarang yang  kumal, bercambang, berkumis, berkulit lebih legam, dan kurang terurus.

Testimonial Pembaca

Alvinda Heriza Nasution, Tangerang Selatan.
Setelah membaca buku ini, saya banyak mengetahui arti kehidupan, bagaimana harus belajar ikhlas, sabar, dan tawakkal. Bukan hanya dalam masalah cinta layaknya Bintan-Qintan tapi dalam kehidupan yang kita jalani sehari-hari. Bagaimana saling menguatkan ketika seseorang teman/sahabat/keluarga/kekasih sedang terjatuh, patah hati, tertekan, terpuruk dan pada dasarnya semua orang yang mencintai kita akan selalu ada dalam hari-hari kita.

Tulisan-tulisan yang Qintan tulis dalam diary nya mengisyaratkan banyak hal, banyak emosi yang tercurah di dalamnya, mulai senang, sedih, emosi, kecewa, semua ia tuliskan dalam bait-bait indah dan penuh arti.

Novel ini cukup membuat perasaan pembaca masuk ke dalam situasi yang diceritakan, bagaimana perjuangan Bintan bertahun-tahun memendam perasaan cinta kepada Qintan, tarik ulur hubungan mereka, akhirnya menikah dengan Qintan, memiliki anak, tak berlangsung lama kebahagiaan itu sirna, Bintan harus menerima resiko pekerjaan nya sebagai tentara, terasingkan, terisolir dari kehidupan yang seharusnya ia jalani, semua penuh perjuangan. Qintan meninggal dan semua itu tidak pernah diketahui Bintan. Hingga akhirnya ia kembali, kembali dengan menjadi Bintan yang baru, kembali menjadi Ayah yang seutuhnya untuk Nirmala. Mengharu biru.

Sebagai seorang yang hobi traveling, dengan membaca buku ini pasti akan tertarik untuk mengunjungi Papua, bagaimana keindahan alamnya. Jujur, saya jadi penasaran dengan tempat-tempat yang disebutkan dalam novel ini, semua digambarkan secara deskriptif dan membangkitkan imajinasi bagaimana indahnya disana. Teluk Bintuni, Manokwari, Jayapura, Fak Fak, Sorong, Sentani, Nabire dan lainnya. Papua tidak melulu Raja Ampat, banyak pula yang harus dikunjungi, semua bagian dari keindahan alam Indonesia. I wish someday i’ll go to there.”Amiiinnn...”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar