Senin, 27 April 2015

Pelayanan Kefarmasian di RSUD Kepanjen

 
1.      Kegiatan di UPF Reguler
UPF Reguler merupakan Unit Pelayanan Farmasi yang melayani pasien, pelayanan pengobatannya didasarkan pada formularium rumah sakit. Unit Pelayanan Farmasi (UPF) Regular merupakan satu-satunya UPF yang buka 24 jam, sehingga UPF Regular melayani pasien Jamkesmas/Jamkesda/Jampersal dan Askes pada waktu malam hari mulai pukul 15.00 - 07.00. Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Unit Palayanan Farmasi (UPF) Reguler, mahasiswa melakukan kegiatan seperti :
a.       Pelayanan resep
Kegiatan pelayanan resep di RSUD Kanjuruhan Kepanjen pada UPF Reguler yaitu : Melakukan pengecekan keabsahan resep, melakukan perhitungan harga resep, menyerahkan resep yang telah dihitung harganya kepada kasir, setelah selesai proses administrasi oleh pasien, dilakukan proses dispensing obat dan perbekalan farmasi yang meliputi penyiapkan barang, pemberian etiket dan pengemasan sesuai permintaan resep, penyerahkan resep yang telah selesai dikerjakan kepada apoteker, pelanjutnya apoteker menyerahkan obat atau perbekalan farmasi dengan memberikan informasi tentang obat serta menulis waktu penyerahan obat pada kolom yang telah disediakan untuk mengetahui respontime resep 
b.        Penerima obat dan perbekalan farmasi dari gudang
Kegiatan penerimaan obat dan perbekalan farmasi dari gudang di RSUD Kenjuruhan Kepanjen pada UPF Reguler yaitu : Melakukan pengecekan barang yang telah diterima meliputi nama barang, jumlah barang, kemasan, tanggal kadaluarsa, dan kondisi fisik barang, melakukan pencocokkan dengan buku permintaan barang, melakukan pencatat di buku penerimaan barang sesuai jumlah barang yang diterima, melakukan pencatatan nama barang ke kartu stok sesuai jumlah barang yang diterima serta memasukkan barang ke dalam kotak obat atau ke dalam gudang di UPF Reguler, penataan barang dilakukan dengan menggunakan sistem LASA (Look Alike Sound Alike), FEFO dan FIFO.
Alur perencanaan rutin setiap pagi di UPF Reguler yaitu jika obat habis atau hampir habis dicatat di buku defekta kemudian langsung dipesan ke gudang, bila dalam keadaan mendadak (cito) dapat dilakukan pemesanan sekaligus  pengiriman saat itu juga

2.      Kegiatan di UPF Askes
Unit Pelayanan Farmasi (UPF) Askes merupakan salah satu unit pelayanan farmasi yang melayani pasien Askes rawat jalan dan rawat inap dengan berdasarkan daftar plafon harga obat (DPHO). Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Unit Palayanan Farmasi (UPF) Askes, mahasiswa melakukan kegiatan seperti :
a.       Pelayanan resep
Kegiatan pelayanan resep di RSUD Kanjuruhan Kepanjen pada UPF Askes yaitu: Melakukan pengecek resep terlebih dahulu mengenai keabsahannya, untuk panduan pelayanan resep Askes menggunakan Daftar Plafon Harga Obat (DPHO) yang diterbitkan oleh PT. Askes Resep-resep yang membutuhkan protocol terapi harus ada persetujuan dari pihak Askes Obat-obat tertentu, terdapat perlakuan khusus dan membutuhkan syarat-syarat tertentu yang telah ditetapkan oleh PT. ASKES seperti : Albumin hanya diberikan 1 minggu 3 kali, Kaltrofen suppositoria hanya diberikan untuk pasien UGD, dan pasien pasca operasi, Alinamin injeksi hanya untuk pasien pasca operasi dsb.
Setelah resep dinyatakan sah maka  pasien diberi nomor antrian, jam penerimaan ditulis di kolom waktu penerimaan, melakukan dispensing resep, menyiapkan barang sesuai permintaan resep, baik bentuk racikan atau non racikan, melakukan pemberian etiket, pengemasan dan tanda tangan di kolom dispensing, penyerahan Obat dan alat kesehatan oleh apoteker kepada pasien disertai pemberi informasi tentang obat serta mengisi waktu penyerahan obat pada kolom yang telah disediakan untuk mengetahui respontime resep.
b.      Penerimaan obat dan perbekalan farmasi dari gudang
Kegiatan penerimaan obat dan perbekalan farmasi dari gudang di RSUD Kenjuruhan Kepanjen pada UPF Askes yaitu : Melakukan pengecekan barang yang telah diterima meliputi nama barang, jumlah barang, kemasan, tanggal kadaluarsa, dan kondisi fisik barang, melakukan pencocokkan dengan buku permintaan barang, melakukan pencatat di buku penerimaan barang sesuai jumlah barang yang diterima, melakukan pencatatan nama barang ke kartu stok sesuai jumlah barang yang diterima serta memasukkan barang ke dalam kotak obat atau ke dalam gudang di UPF Askes , penataan barang dilakukan dengan menggunakan sistem LASA (Look Alike Sound Alike), FEFO dan FIFO.
Alur perencanaan rutin setiap pagi di UPF Askes yaitu jika obat habis atau hampir habis dicatat di buku defekta kemudian langsung dipesan ke gudang, bila dalam keadaan mendadak (cito) dapat dilakukan pemesanan sekaligus  pengiriman saat itu juga.

3.      Kegiatan di UPF Jamkesmas/Jamkesda/Jampersal
Unit Pelayanan Farmasi (UPF) Jamkesmas merupakan unit pelayanan yang melayani pasien kurang mampu dengan persyaratan Kartu Jamkesmas/Jamkesda/Jampersal, Surat Keabsahan Pelayanan (SKP) dan Surat Jaminan Pelayanan (SJP). Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Unit Pelayanan Farmasi (UPF) Jamkesmas, mahasiswa melakukan kegiatan seperti :
a.       Pelayana resep
Kegiatan pelayanan resep di RSUD Kanjuruhan Kepanjen pada UPF Jamkesmas/Jamkesda/Jampersal yaitu : Untuk pelayanan resep pasien rawat inap. Resep diterima, dicek keabsahannya, pasien diberi nomer, kemudian dicatat jam penerimaan resepnya, pelayanan obat berdasarkan sistem One Day Dose Dispensing (ODDD), dimana resep dilayani sesuai dosis perhari, obat dan perbekalan farmasi yang akan diberikan ditulis terlebih dahulu di Catatan Pemberian Obat (CPO) , obat diberi etiket, kemudian  disiapkan, satelah selesai pada kolom dispensing ditandatangani, sebelum diserahkan dicek dahulu oleh orang yang berbeda, penyerahan Obat dan alat kesehatan oleh apoteker kepada pasien disertai pemberi informasi tentang obat serta mengisi waktu penyerahan obat pada kolom yang telah disediakan untuk mengetahui respontime resep. Pada saat penyerahan obat, penerima harus tanda tangan dan menulis nama terang.
Untuk pelayanan resep pasien rawat jalan: Penerimaan resep, dicek keabsahan resep dan kartu pengambilan obat (KPO), diberi nomor resep, pengisian Kartu pengambilan Obat (KPO) sesuai dengan resep, obat disiapkan sesuai permintaan dalam resep, diberi etiket, tanda tangan dikolom dispensing, dicek oleh orang yang berbeda, penyerahan obat dan alat kesehatan oleh apoteker kepada pasien disertai pemberi informasi tentang obat serta mengisi waktu penyerahan obat pada kolom yang telah disediakan untuk mengetahui respontime resep. Pada saat penyerahan obat, penerima harus tanda tangan dan menulis nama terang 
b.      Penerimaan obat dan perbekalan farmasi dari gudang
Kegiatan penerimaan obat dan perbekalan farmasi dari gudang di RSUD Kenjuruhan Kepanjen pada UPF Jamkesmas yaitu: Melakukan pengecekan barang yang telah diterima meliputi nama barang, jumlah barang, kemasan, tanggal kadaluarsa, dan kondisi fisik barang, melakukan pencocokan dengan buku permintaan barang, melakukan pencatat di buku penerimaan barang sesuai jumlah barang yang diterima, melakukan pencatatan nama barang ke kartu stok sesuai jumlah barang yang diterima serta memasukkan barang ke dalam kotak obat atau ke dalam gudang di UPF Jamkesmas, penataan barang dilakukan dengan menggunakan sistem LASA (Look Alike Sound Alike), FEFO dan FIFO.
Alur perencanaan rutin setiap pagi di UPF Jamkesmas/ Jamkesda/ Jampersal yaitu jika obat habis atau hampir habis dicatat di buku defekta kemudian langsung dipesan ke gudang, bila dalam keadaan mendadak (cito) dapat dilakukan pemesanan sekaligus  pengiriman saat itu juga.

4.      Kegiatan di Perbekalan Farmasi (Gudang)
Pengelolaan perbekalan farmasi atau sitem manajemen farmasi merupakan suatu siklus kegiatan yang dimulai dari perencanaan sampai evaluasi yang saling terkait antara satu dengan yang lainnya. Kegiatan tersebut mencakup perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan dan pelaporan, dan monitoring dan evaluasi. Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Perbekalan Farmasi (Gudang), mahasiswa melakukan kegiatan seperti :
a.       Melakukan penyiapan obat dan alat kesehatan berdasarkan permintaan UPF Reguler, UPF Askes dan UPF Jamkesmas/da/sal
b.      Melakukan pendistribusian obat dan alat kesehatan yang dibutuhkan masing-masing UPF
c.       Melakukan pengecekan dan penataan barang datang dari Pedagang Besar Farmasi (PBF)
d.      Melakukan pemeriksaan obat yang mendekati tanggal kadaluarsa
e.       Mencari faktur obat yang mendekati tanggal kadaluarsa untuk memenuhi persyaratan melakukan retur ke pihak PBF obat tersebut.

5.      Kegiatan di Farmasi Klinik (Farklin)
Farmasi klinik merupakan praktek kefarmasian yang berorientasi kepada pasien lebih dari orientasi kepada produk. Tujuan dari Farmasi Klinik adalah memaksimalkan efek terapeutik, meminimalkan resiko dan meminimalkan biaya serta menghormati pilihan pasien. Pelayanan Farmasi Klinik dapat bermanfaat untuk mengidentifikasi masalah penting yang terkait dengan obat, menyempurnakan pendidikan dan kepatuhan pasien, menyempurnakan peresepan, menyempurnakan hasil klinis, menyempurnakan efektifitas klinis, menyempurnakan efektifitas biaya, dan mempersingkat masa tinggal di rumah sakit. Kegiatan Farmasi Klinik diterapkan pada ruang Brawijaya. Ruangan ini telah menggunakan sistem pemberian obat UDD. Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Farmasi Klinik (Farklin), mahasiswa melakukan kegiatan seperti :
a.       Melakukan pengecekan troli emergency (ketersediaan alkes dan obat)
b.      Melakukan pengecekan kotak obat pasien
c.       Memeriksa Catatan Pengambilan Obat (CPO) pasien
d.      Melakukan UDD dengan mengecek rak obat pasien
e.       Melakukan telaah resep
f.       Melakukan pengoplosan obat-obat injeksi
g.      Melakukan visite mandiri ke pasien dan memberikan Komunikasi Informasi Dan  Edukasi (KIE).

6.      Kegiatan di Instalasi Kamar Operasi (IKO)
Instalasi kamar Operasi (IKO) merupakan salah satu fasilitas RSUD Kanjuruhan  Kepanjen yang ada di rumah sakit. Fasilitas ini dipergunakan untuk pasien-pasien yang membutuhkan tindakan operasi. Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Instalasi Kamar Operasi (IKO), mahasiswa melakukan kegiatan seperti :
a.       Melakukan persiapan obat dan alat operasi yang dibutuhkan sesuai permintaan
b.      Melakukan pendistribusian obat dan alat operasi yang telah tersedia ke ruang Instalasi Kamar Operasi (IKO)
c.       Melakukan penyiapan alat operasi dan obat dikeranjang yang telah tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasien pada saat operasi
d.      Melakukan penyetokan alat operasi yang digunakan.

7.      Kegiatan di Administrasi
Administrasi merupakan kegiatan pembukuan dan pengarsipan resep dan berkas-berkas yang penting lainnya serta hal-hal lainnya yang dimaksudkan untuk menyediakan informasi serta mempermudah memperoleh informasi kembali jika dibutuhkan. Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Administrasi, mahasiswa melakukan kegiatan seperti :
a.       Memahami perbedaan antara Jamkesmas/JamkesdaJamper/sal
b.      Memahami persyaratan pasien Jamkesmas/Jamkesda/Jampersal
c.       Memahami bentuk Laporan Jamkesmas/Jamkesda/Jampersal
d.      Melakukan penginputan pemakaian obat dan alat kesehatan perbulan di Jamkesmas/Jamkesda/Jampersal. (Lap PKL/Akfar PIM/2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar