Sabtu, 22 Agustus 2015

Edelwais dari Lembah Mandalawangi

 

Kepada Bunga Edelwais
Bunga yang tumbuh dan bermekaran..
Di Lembah Mandalwangi, Pangrango..

Sungguh..
Aku tak akan pernah kehabisan kata..
Sekedar untuk melukis keindahanmu...

Pagi itu, saat aku sampai ke puncak..
Kabut putih mulai bergerak ke arahku..
Aku tenggelam diantara samudra awan..

Edelwais, bunga teristimewa..
Hanya untuk melihatmu dari dekat..
Aku harus mendaki dan melawan hawa dingin..
Aku bahagia. Walau pada akhirnya, aku gagal..

~ ### ~

Terinspirasi oleh film “Gie” karya Mira Lesmana yang dibintangi oleh Nicholas Saputra. Setelah aku melakukan pendakian ke Puncak Gede, aku jadi tahu. Darimana inspirasi puisi itu, Soe Hok Gie dengan syair-syair indahnya. Aku jadi punya rencana, suatu saat nanti aku juga akan menulis puisi di sana. Di lembah kasih, Lembah Mandalawangi.

Ya beginilah. Tak perlu heran. Kenapa tiba-tiba suka sekali aku menulis kata-kata indah tentang alam. Sebab, ketika seorang pujangga sudah kehabisan kata-kata untuk merangkai kata tentang cinta, maka biarkan ia berimajinasi dan menulis keindahan tentang alam semesta
.
Kebiasaan baru ini, tema baru ini, tentu aku dapat setelah aku iseng-iseng ikut mendaki ke Gunung Gede tempo hari. Sebenarnya tujuan pendakian itu hanya untuk mencari tahu. “Apa sih yang sebenarnya mereka cari di puncak sana?” Jawaban itu bisa aku temukan setelah aku sampai di puncaknya. Aku tidak akan menjelaskan jawaban itu di sini. Sebab, klimaks dari kenikmatan saat melakukan pendakian itu tidak bisa aku tuliskan sekedar dengan kata-kata biasa seperti ini. Seindah apapun kata-kata itu.

Aku hanya bisa menggambarkannya sedikit-sedikit, sepenganggal-sepenggal, tak bisa utuh, tak bisa menyeluruh. Meski, keindahan semesta itu telah memaksaku untuk menggerakkan jari-jemariku untuk menulis keindahan-kendahannya. Keindahan tentang sunsite, sunrise, samudra awan, kabut putih, hawa dingin, sampai bunga-bunga edelwais yang tumbuh di lereng-lerengnya. Indah, benar-benar indah. Tapi tetap saja, aku tak mampu melukiskannya dengan kata-kata. Bahkan dengan rangkaian paling ciamik sekalipun.

Dari petualangan itu, cintaku pun berlabuh pada keelokan Lembah Kasih, Lembah Mandalawangi, Pangrango. Lembah yang menginspirasi Soe Hoek Gie menulis banyak puisi. Tapi, aku belum bisa menyambagi tempat penuh cinta itu. Aku hanya bisa memandanginya dari kejauhan. Pangrango yang nampak perkasa dari Puncak Gunung Gede. Ah yah, suatu hari nanti aku berharap bisa mendaratkan tapak kakiku di sana. Dan menulis puisi-puisi indah tentang cinta sambil menghirup segar aroma khas bunga-bunga edelwais yang tengah bermekaran di musim semi. Sambil bersennandung bersama kumbang-kumbang berwarna kuning, mereka berdengung sambil pemburu madu. Tak lupa secangkir kopi dan sepotong roti. Oh nikmatnya! (Ali Ridwan, 22/08/15)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar