Sebentar lagi kamu akan dilepas di kandang
macan. Tiga singa meraung kelaparan. Siapkah kamu jadi santapan seminar
kolokium??
Kawan.. Jangan senang dulu kalau kamu
akhirnya bisa lepas dari terkaman tiga singa itu. Setelah ini kamu akan
diceburkan ke dalam kolam penangkaran buaya liar..
Hmm.. Kamu harus ingat kawan. Di rawa berair
kamu tidak bisa main-main dengan senjata api, apalagi kalau cuma golok dan
celurit. Sidang kompre itu tak sejinak kandang macan kawan..
Tapi kawan, kamu tidak perlu berkecil hati.
Pelaut yang hebat tidak dilahirkan dari laut yang tenang. Peternak macan dan
buaya yang berdedikasi tidak dilatih di kandang sapi atau kandang ayam..
Kamu mengertikan maksud aku?! Ya udah..
Semangat skripsi yaa!! Sesungguhnya gelar sarjana itu sudah berada di depan
mata!!
~ ### ~
Halo pemirsa blogger mania dimanapun
anda sedang berada dan kapanpun anda sedang membaca, aku lanjutkan cerita yang
kemarin, sampai dimana kemarin? Ya, TA II. Jadi TA II itu SKS nya baru diambil
setelah semester delapan. Nanti dalamprosesnya juga para mahasiswa harus
melakukan upload kemajuan secara on line setiap sebulan sekali. Tujuannya sama
pasti, untuk pemantauan. Selain TA II sebetulanya masih ada SKS mata kuliah
lain, jadi totalnya masih sekitar dua puluhan SKS, cuma khusus TA II itu
porsinya sampai empat SKS, jadi kalau nilainya bagus cukup mendongkrak IPK,
kalau jelek ya sebaliknya. Tapi kalau dikerjakan dengan baik dan tuntas
biasanya sih pasti A.
Selama prosesnya dalam melakukan
penelitian secara garis besar aku lakukan dengan dua tim partner akau. Partner
pertama dengan dua orang yang zat ujinya sama, yaitu ekstrak kubis. Jadi selama
proses ekstraksi sampai fraksinasi kami selalu kompak bekerja bersama, saling
membantu, saling mengingatkan, saling melengkapi, intinya kekompakan dan kerja
sama itu penting.
Well, penelitian dimulai dengan mencari
kubis segar langsung dari habitatnya di Pangalengan, Bandung. Setelah itu kita
rajang dan langsung kita maserasi dengan etanol 90% selama 1x24 jam. Setelah
filtrat kita dapatkan langsung kita evaporasi di lab kampus sampai menjadi
ekstrak kental. Ini keuntungan dari curi start, evaporator di lab belum banyak
yang makai, jadi tidak perlu antri. Sssttt.. Diam-diam aja ya, jangan bilang
siapa-siapa, ini konspirasi gelap kita. Hahaa.. Setelah jadi ekstrak kental,
tahap selanjutnya ya difraksinasi. Soalnya pengujiannya nanti bukan cuma sampai
di ekstrak saja, tapi sampai ke fraksi, yaitu fraksi Air, fraksi Etil Asetat,
dan fraksi N-Heksan.
Oke. Ekstrak jadi, ketiga fraksi juga
jadi, sekarang tahap selanjutnya. Pengujian anti bakterinya, ini yang paling
menentukan. Prosesnya juga tidak mudah. Pertama tiga bakteri yang aku pakai
tidak semua laboratorium kesehatan menyediakan, sudah tanya ke lab
kampus-kampus besar juga tidak ada. Tapi alhamdulillah, karena kerja sama tim
yang baik dengan para partner kedua aku, partner untuk tahap pengujian,
semuanya bisa teratasi. Satu bakteri, Acinetobacter Baumannii aku dapat dapat dari UI, dan dua bakteri lainnya ada
seperti Baccilus Cereous dan Salmonella Thypi ada di Mikro Unpad
Bakteri dapat, masalah berikutnya adalah
tempat pengujian. Masalahnya di kampus aku itu sudah penuh, penggunaan labnya
sudah antri, masalahnya juga pengujian aku itu pakai metode mikrodilusi,
namanya mikro kalau pipetasinya kurang pas dan kalau ruangannya kurang steril
kemungkinan gagalnya lebih besar daripada bershasilnya. Sayang buuaanget kalau
penelitian mahal-mahal harus gagal hanya karena faktor non teknis.
Oh ya, penelitian aku itu termasuk mahal
loh. Ekstraksi aja habis 500 ribu. Satu bakteri dari UI 500 rb dan dua bakteri
dari UnPad 300 rb, belum lagi nanti biaya penelitiannya, karena akhirnya kami
melakukan penelitian di luar, di Balai Laboratorium Kesehatan, Jawa Barat. Itu
belum termasuk uji SEM (Scanning Elektrone Microscopi) yang per samplenya 450
rb, sedangkan kami rata-rata ada empat sampai lima sample. Hitung sendiri totalnya
berapa, itu belum termasuk transport dll. Coba dikira-kira ambil bakteri di UI
Jakarta dan uji SEM nya harus ke UGM Jogjakarta, hmm. Lumayan. :D
Memang, untuk menyelesaikan TA II itu
membutuhkan semangat yang harus terus konstan. Faktor biaya adalah farltor
keduanya, semangat ada tapi kalau biaya penelitian kurang juga jadi
males-malesan biasanya, akibatnya penelitian rawan kedodoran dan akibatnya bisa
gagal deh ikut sidang TA II, gagal pula yudisium, jadi gagal wisuda,
naudzubillah. Jangan sampai ya Allah. Harus lulus tahun ini dong. Jujur, selama
TA II semangat aku memang naik turun. Boleh di bilang mahasiswa paling bandel
di antara teman-teman sebimbingan. Soalnya paling telat upload kemajuan, paling
jarang ikut bimibingan, baru mau konsul kalau sudah kepepat. Nah, yang ini jangan
ditiru ya pemirsa blogger mania.
Tapi biar begitu, aku selalu tetap
berusaha untuk selalu intens terus berkomunikasi dengan sang dosen pembimbing.
Intinya itu sebagai mahasiswa harus jaga etitude itu aja. Atitude sama dosen,
sama orang tua, dan tentunya dam Tuhan yang Maha Kuasa. Pasti, nanti akan
dimudahkan sama Allah dan sama dospemnya pasti. Hehe.. Oke, setelah sebulan
ekstraksi, sebulan penelitian, dan sebulan uji SEM, kemudian sisa dua bulan
untuk merekap hasil dan menyusun pembahasan. Sampailah kembali pada saat yang
mendebarkan itu. Pakai kameja putih, celana kain, dasi, sepatu pantovel, dan
jas hitam. Kita akan dimintai pertanggung jawaban atas penelitian kami di depan
para dosen penguji.
Mau tahu apa hasilnya pemirsa blogger
mania. Untuk nilai praktikum TA II nya yang empat SKS allhamdulillah dapet A.
Hasil yang menurut aku begitu gilang gemilang. Soalnya pas aku sidang, yang
nguji itu empat dosen dengan satu dosen pendamping padahal aturannya hanya dua
penguji dengan satu dosen pendamping. Itupun tanpa pendampingan dari pembimbing
utama yang bergelar doktor. Pembimbing kedua aku baru bergelar S.Farm., Apt.
Sedangkan keempat dosen penguji, tiga orang bergelar Dr dan hanya satu orang bergelar
M.,Msi Apt. Hmm, maha benar dosen dengan sagala kesemau-mauannya. Hahaha. Tapi
alhamdulillah semua udah terlewati dengan hati yang ceria. Tinggal sidang
komprehensif ini yang konon paling serem. Di situ ada enam penguji. Hihii.. Mau
tahu bagaimana nanti aku di sidang komprehensif nanti, ya tunggu aja kelanjutan
dari cerita Skripsi of Story ini yah. :D (Ali Ridwan, 09/12/15)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar