Selasa, 08 Desember 2015

Sidang Proposal (Skripsi of Story Part 1)

 
Calon pendamping hidup idaman itu..

Cari anak farmasi yang TA penelitiannya ambil Rubi Farmakologi Mikrobiologi. Bakteri yang tak nampak mata aja ditelitiin dan diperhatiin. Apalagi kamu yang jelas-jelas ada dan nampak di depan mata. #Eaa :D :P

Gak percaya?Masih ragu?. Baiklah, nanti aku sterilisasi dulu hati aku di autoklaf pake suhu seratus duapuluh satu derajat celcius selama lima belas menit biar terbebas dari kontaminan kenangan di masa lalu.

Nanti juga aku pijarkan otak di kepala aku ini dengan api langsung supaya terbebas dari pantogen kisah usang di masa silam?

Percaya deh. Rasa sayang aku ke kamu itu sama seperti goresan bakteri di permukaan media agar dalam cawan, yang dimasukkan inkubator selama tiga kali dua puluh empat jam lamanya. Iya, cepet banget perkembang biakannya. Pesat banget pertumbuhannya. Padet banget koloninya.

Tapi jujur, sebenarnya sekarang ini perasaan aku ke kamu itu sama persis seperti bakteri yang disempan di lemari pendingin. Dibilang mati juga tidak mati, dibilang hidup juga tidak hidup. Iya, rasa itu sekarang jadi beku oleh karena dinginnya sikap kamu ke aku. Perasaan itu sekarang sedang koma dan jangan tanya kapan ungkapan itu akan sampai ke titik. Ohhh.. so sad.  ;(

Namun aku percaya pada satu hal, kalau suatu hari nanti, begitu cawan hatimu sudah dilumeri dengan dua puluh satu gram Muller Hinton Broth dan dua puluh delapan gram Nutrien Agar yang dilarutkan dalam satu liter aquadest sebagai media pembenihan. Goresan-goresan cinta aku di cawan hati kamu itu tadi, akan tumbuh dan berkoloni dengan indahnya. ^_^

Hahahaa.. Hehehehe... Huhuhuhuu...

Udah cukup sekian dulu kata-kata gombalnya. Langsung kita masuk ke dalam serial cerpen “Skripsi Of Story” bagian satu aja, oke. Judulnya “Sidang Proposal” cekiduuuoooot!!
~ ### ~

Baiklah pemirsa blogger mania diamana pun Anda sedang berada, serial cerpen kali ini saya akan cerita sedikit lumayan banyak tentang lika-likunya mahasiswa farmasi tingkat akhir yang sebentar lagi akan menyusun laporan Tugas Akhir (TA) atau lebih sering disebut dengan skripsi. Sering diplesetkan jadi skripshit kalau belum kelar, dan jadi skripsweet kalau sudah tinggal nunggu yudisium dan wisuda. Jreng.. jreng.. jrenng..

Duh senengnya kalau sudah bergelar S.Farm, hmmm.. tinggal ngelanjutin Apotekernya. Jadi deh S.Farm., Apt. Terus kerja ngumpulin modal buat ke KUA baru deh ngajak si do’i naik pelaminan. Cihuuyy. Eh, emang udah punya pacar? Euu. Kaciian deh lu. :D :D :D

Jadi TA itu terbagi atas tiga tahap pemirsa blogger mania. TA I dan TA II.

TA I itu  dimulai dari penyusunan proposal yang akan diujikan pada sidang proposal. TA I SKS nya mulai diambil di semester VII (Tujuh) lewat peminatan. Di situ biasanya disiapkan tiga opsi. Dulu opsi pertama aku pilih Farmasetika, opsi kedua pilih Farmakologi, kemudian terakhir opsi ketiga pilih Farmakokimia. Sampai pada akhirnya aku dapat peminatan Farmakologi. Ada banyak bidang ilmu selain tiga peminatan yang saya pilih untuk mengisi ketiga opsi diatas seperti Fitokimia, Kimia Medisinal, dan Farmasi Komunitas.

Setelah peminatan baru ditentukan soal siapa dosen yang akan jadi pembimbing TA kamu sampai selesai skrispsi nanti. Nah, pembimbing TA ini kalau kakak-kakak tingkatku dulu sampai tiga pembimbing, satu pembimbing utama dan dua pembimbing serta. Tapi pas di angkatan aku cuma ada dua pembimbing. Pembimbing serta dan pembimbing utama. Mungkin konsultasinya biar gak ribet, kan kasian juga mahasiswanya kalau terlalu banyak masukan. :D

Setelah peminatan, jujur aku kaget. Prasangka aku, Farmokologi itu yang basiknya ke pengujian in vitro atau in vivo seperti itu, tapi ternyata Farmakologi Mikrobiologi. Bisa dibayangkan, saya mengambil peminatan Farmakologi karena nalai saya kebanyakan bagus di mata kuliah ini setelah Farmasetika. Tepatnya mata kuliah Farmakologi bukan Mikrobiologi. Terus terang di Mikrobiologi itu saya boleh dikatakan kurang begitu mudeng dengan materi-materi yang pernah diajarkan. Bayangkan, di Mikrobiologi saat DIII prakteknya remidi dan teorinya mengulang, dan DIII dulu KTI aku itu Farmasetik, sekarang skripsi malah dapat Mikrobiologi, tapi ya sudahlah. Jalani saja.

Sadar diri kalau reputasi aku di Mikrobiologi baik saat DIII dulu atau setelah sekarang S1 itu buruk. Mau tidak mau saya harus belajar lebih giat dari biasanya walau harus mempelajari dasar-dasarnya dari awal. Saya beli buku Dasar-dasar Mikrobiologi Plechar dan Chan, sebagian saya baca, sebagian saya resume, saya browsing-browsing di mbah google buat baca-baca artikel. Yah, setidaknya kalau lagi konsul biar enggak kelihatan bego-bego banget gitu. :D

Konsultasi pertama, sama dosen pembimbing disurun cari jurnal-jurnal penelitian ilmiah terbaru berbahasa inggris untuk bahan pembuatan latar belakang penelitian. Pertama pasti prevalesinya bagaimana, kedua masalahnya apa, ketiga solusinya bagaimana, dan ketiga tema penelitianya apa? Karena penelitian aku waktu itu adalah tentang aktivitas ekstrak etanol dan fraksi kubis terhadap bakteri penyebab infeksi nosokomial, ya jelas pertama tinjauan penyakitnya, prevalensi infeksi nosokomial terkini, bakteri penyebabnya, kemudian kubis jenis apa dan aktifnya apa. Sebelum akhirnya latar belakang itu dipertegas dengan identifikasi masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, dan waktu serta tempat penelitian. Dan ini yang perlu dipertegas, jurnal harus up to date, 2010 ke atas.

Beruntungnya dosen pembimbing aku itu dosen yang baik hati. Sehingga kami dibentuk semacam tim-tim kecil, jadi saat penelitian nanti siapa yang konsep penelitiannya sama akan ditempatkan di satu kelompok. Sehingga bisa saling membantu satu sama lain, biaya penelitian juga bisa sedikit ditekan.

Sebenarnya waktu semester tujuh itu kami belum diperkenankan praktek, tapi karena dapat suntikan motivasi tinggi dari dosen pembimbing, karena terbakar semangat kami pun langsung tancap gas, kami langsung melakuan determinasi tanaman. Walaupun di akhir semester nanti, saat sidang proposal nanti, judul dan konsep penelitian saja belum tentu disetujui dan bisa saja berubah sewaktu-waktu. Tapi tak apalah, biaya determinasi juga tak seberapa. Darpada nanti-nanti malah antri dan bikin penelitian tambah lama.

Satu semester terus berlalu. Tiap sebulan sekali kami harus melakukan upload kemajuan secara online, tujuannya pasti untuk pemantauan. Jadi kemajuan pertama latar belakang, kemajuan kedua identifikasi masalah dan konco-konconya, kemajuan ketiga baru metodologi penelitian. Semester VII berlalu, alhamdulillah semua berjalan dengan semestinya, semua diupload tepat pada waktunya, dan tidak terasa di akhir semester, setelah UAS, sidang proposal sudah menganga di depan mata. Derita mahasiswa farmasi di semester akhir, jadwal liburan diganti dengan sidang proposal TA I.

Sebenarnya kalau baru sidang proposal itu tidak perlu khawatir, karena sifatnya hanya sharing. Asal kamu menguasai konsep penelitian yang akan kamu lakukan pasti aman. Cuma malesnya pas sidang itu, harus pakai kameja putih, celana kain, dasi, sepatu pantovel, dan jas hitam. Aduh, tapi enggak apa-apa juga sih kan jadi kelihatan lebih keren sedikit. Oke guys, semua siap, aku siap maju sidang dan alhamdulillah, akhirnya saya dapet nilai A. Nah sekarang  bagaimana dengan TA II, tunggu kisah selanjutnya di tulisan berikutnya ya. Masih bersambung ini soalnya. Hehe.. (Ali Ridwan, 08/12/15)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar