Cari anak farmasi yang TA penelitiannya
ambil Rubi Farmakologi Mikrobiologi. Bakteri yang tak nampak mata aja
ditelitiin dan diperhatiin. Apalagi kamu yang jelas-jelas ada dan nampak di
depan mata. #Eaa :D :P
Gak percaya?Masih ragu?. Baiklah, nanti aku sterilisasi dulu hati aku di autoklaf pake suhu seratus duapuluh satu derajat celcius selama lima belas menit biar terbebas dari kontaminan kenangan di masa lalu.
Nanti
juga aku pijarkan otak di kepala aku ini dengan api langsung
supaya terbebas dari pantogen kisah usang di masa silam?
Percaya
deh. Rasa sayang aku ke kamu itu sama seperti goresan bakteri di permukaan
media agar dalam cawan, yang dimasukkan inkubator selama tiga kali dua puluh
empat jam lamanya. Iya, cepet banget perkembang biakannya. Pesat banget
pertumbuhannya. Padet banget koloninya.
Tapi
jujur, sebenarnya sekarang ini perasaan aku ke kamu itu sama persis seperti
bakteri yang disempan di lemari pendingin. Dibilang mati juga tidak mati,
dibilang hidup juga tidak hidup. Iya, rasa itu sekarang jadi beku oleh karena
dinginnya sikap kamu ke aku. Perasaan itu sekarang sedang koma dan jangan tanya
kapan ungkapan itu akan sampai ke titik. Ohhh.. so sad. ;(
Namun
aku percaya pada satu hal, kalau suatu hari nanti, begitu cawan hatimu sudah
dilumeri dengan dua puluh satu gram Muller Hinton Broth dan dua puluh delapan
gram Nutrien Agar yang dilarutkan dalam satu liter aquadest sebagai media
pembenihan. Goresan-goresan cinta aku di cawan hati kamu itu tadi, akan tumbuh
dan berkoloni dengan indahnya. ^_^
Hahahaa.. Hehehehe... Huhuhuhuu...
Udah cukup sekian dulu kata-kata
gombalnya. Langsung kita masuk ke dalam serial cerpen “Skripsi Of Story” bagian
satu aja, oke. Judulnya “Sidang Proposal” cekiduuuoooot!!
~ ### ~
Baiklah pemirsa blogger mania diamana
pun Anda sedang berada, serial cerpen kali ini saya akan cerita sedikit lumayan
banyak tentang lika-likunya mahasiswa farmasi tingkat akhir yang sebentar lagi
akan menyusun laporan Tugas Akhir (TA) atau lebih sering disebut dengan
skripsi. Sering diplesetkan jadi skripshit
kalau belum kelar, dan jadi skripsweet
kalau sudah tinggal nunggu yudisium dan wisuda. Jreng.. jreng.. jrenng..
Duh senengnya kalau sudah bergelar
S.Farm, hmmm.. tinggal ngelanjutin Apotekernya. Jadi deh S.Farm., Apt. Terus kerja
ngumpulin modal buat ke KUA baru deh ngajak si do’i naik pelaminan. Cihuuyy. Eh,
emang udah punya pacar? Euu. Kaciian deh lu. :D :D :D
Jadi TA itu terbagi atas tiga tahap
pemirsa blogger mania. TA I dan TA II.
TA I itu
dimulai dari penyusunan proposal yang akan diujikan pada sidang
proposal. TA I SKS nya mulai diambil di semester VII (Tujuh) lewat peminatan.
Di situ biasanya disiapkan tiga opsi. Dulu opsi pertama aku pilih Farmasetika,
opsi kedua pilih Farmakologi, kemudian terakhir opsi ketiga pilih Farmakokimia.
Sampai pada akhirnya aku dapat peminatan Farmakologi. Ada banyak bidang ilmu
selain tiga peminatan yang saya pilih untuk mengisi ketiga opsi diatas seperti
Fitokimia, Kimia Medisinal, dan Farmasi Komunitas.
Setelah peminatan baru ditentukan soal siapa
dosen yang akan jadi pembimbing TA kamu sampai selesai skrispsi nanti. Nah,
pembimbing TA ini kalau kakak-kakak tingkatku dulu sampai tiga pembimbing, satu
pembimbing utama dan dua pembimbing serta. Tapi pas di angkatan aku cuma ada
dua pembimbing. Pembimbing serta dan pembimbing utama. Mungkin konsultasinya
biar gak ribet, kan kasian juga mahasiswanya kalau terlalu banyak masukan. :D
Setelah peminatan, jujur aku kaget.
Prasangka aku, Farmokologi itu yang basiknya ke pengujian in vitro atau in vivo
seperti itu, tapi ternyata Farmakologi Mikrobiologi. Bisa dibayangkan, saya
mengambil peminatan Farmakologi karena nalai saya kebanyakan bagus di mata
kuliah ini setelah Farmasetika. Tepatnya mata kuliah Farmakologi bukan
Mikrobiologi. Terus terang di Mikrobiologi itu saya boleh dikatakan kurang
begitu mudeng dengan materi-materi yang pernah diajarkan. Bayangkan, di
Mikrobiologi saat DIII prakteknya remidi dan teorinya mengulang, dan DIII dulu
KTI aku itu Farmasetik, sekarang skripsi malah dapat Mikrobiologi, tapi ya
sudahlah. Jalani saja.
Sadar diri kalau reputasi aku di Mikrobiologi
baik saat DIII dulu atau setelah sekarang S1 itu buruk. Mau tidak mau saya
harus belajar lebih giat dari biasanya walau harus mempelajari dasar-dasarnya
dari awal. Saya beli buku Dasar-dasar Mikrobiologi Plechar dan Chan, sebagian
saya baca, sebagian saya resume, saya browsing-browsing di mbah google buat
baca-baca artikel. Yah, setidaknya kalau lagi konsul biar enggak kelihatan
bego-bego banget gitu. :D
Konsultasi pertama, sama dosen
pembimbing disurun cari jurnal-jurnal penelitian ilmiah terbaru berbahasa
inggris untuk bahan pembuatan latar belakang penelitian. Pertama pasti prevalesinya
bagaimana, kedua masalahnya apa, ketiga solusinya bagaimana, dan ketiga tema penelitianya
apa? Karena penelitian aku waktu itu adalah tentang aktivitas ekstrak etanol
dan fraksi kubis terhadap bakteri penyebab infeksi nosokomial, ya jelas pertama
tinjauan penyakitnya, prevalensi infeksi nosokomial terkini, bakteri
penyebabnya, kemudian kubis jenis apa dan aktifnya apa. Sebelum akhirnya latar
belakang itu dipertegas dengan identifikasi masalah, batasan masalah, tujuan
penelitian, dan waktu serta tempat penelitian. Dan ini yang perlu dipertegas,
jurnal harus up to date, 2010 ke atas.
Beruntungnya dosen pembimbing aku itu
dosen yang baik hati. Sehingga kami dibentuk semacam tim-tim kecil, jadi saat
penelitian nanti siapa yang konsep penelitiannya sama akan ditempatkan di satu
kelompok. Sehingga bisa saling membantu satu sama lain, biaya penelitian juga
bisa sedikit ditekan.
Sebenarnya waktu semester tujuh itu kami
belum diperkenankan praktek, tapi karena dapat suntikan motivasi tinggi dari
dosen pembimbing, karena terbakar semangat kami pun langsung tancap gas, kami langsung
melakuan determinasi tanaman. Walaupun di akhir semester nanti, saat sidang
proposal nanti, judul dan konsep penelitian saja belum tentu disetujui dan bisa
saja berubah sewaktu-waktu. Tapi tak apalah, biaya determinasi juga tak
seberapa. Darpada nanti-nanti malah antri dan bikin penelitian tambah lama.
Satu semester terus berlalu. Tiap
sebulan sekali kami harus melakukan upload kemajuan secara online, tujuannya
pasti untuk pemantauan. Jadi kemajuan pertama latar belakang, kemajuan kedua
identifikasi masalah dan konco-konconya, kemajuan ketiga baru metodologi
penelitian. Semester VII berlalu, alhamdulillah semua berjalan dengan
semestinya, semua diupload tepat pada waktunya, dan tidak terasa di akhir semester,
setelah UAS, sidang proposal sudah menganga di depan mata. Derita mahasiswa
farmasi di semester akhir, jadwal liburan diganti dengan sidang proposal TA I.
Sebenarnya kalau baru sidang proposal
itu tidak perlu khawatir, karena sifatnya hanya sharing. Asal kamu menguasai
konsep penelitian yang akan kamu lakukan pasti aman. Cuma malesnya pas sidang
itu, harus pakai kameja putih, celana kain, dasi, sepatu pantovel, dan jas
hitam. Aduh, tapi enggak apa-apa juga sih kan jadi kelihatan lebih keren
sedikit. Oke guys, semua siap, aku siap maju sidang dan alhamdulillah, akhirnya
saya dapet nilai A. Nah sekarang bagaimana
dengan TA II, tunggu kisah selanjutnya di tulisan berikutnya ya. Masih
bersambung ini soalnya. Hehe.. (Ali Ridwan, 08/12/15)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar