Pantai, satu lagi tempat dimana kita
bisa melepaskan segenap penat di kepala karena rutinitas harian yang kadang
terasa monoton dan melelahkan. Selain menjelajah tempat-tempat di ketinggian,
kita juga patut mencoba tempat-tempat pelepas penat di dataran-dataran rendah
seperti pantai dan wisata bahari lainnya. Biar enggak bosan main-main di
gunung, coba deh sesekali main ke laut, atau kalau takut ke laut ya di
pantainya saja.
Pantai Bandengan, Jepara, Jawa Tengah.
Aku enggak tau lebarnya berapa, kedalamannya berapa, jumlah pasirnya
berapa, apa rute menuju ke sananya lewat
mana? Kalau soal itu tanya ke mbah google aja! Haha. Di sini aku mau cerita
gimana serunya liburan ke sebuah pantai yang namanya seperti nama ikan ini
kemudian diberi imbuhan an. Yak, Bandeng itu kan nama ikan ya? Ikan Bandeng,
kemudian diadaptasi jadi nana pantai, jadilan Pantai Bandengan. :D
Jadi waktunya hari minggu, masih di
bulan Maret 2016, minggu kedua. Kita berangkat dari kontrakan pakai mobil jam
10 pagi, sampai ke tempat teman kami yang lain jam 10.30, artinya kita
berangkat dari Semarang sekitar jam 10.45 an lah yaah. Mobil melaju lewat jalan
Pantura langsung menuju Jepara. Sekitar jam 14.00 kami sampai ke lokasi, jadi
totalnya ya sekitar tiga jam perjalanan yah.
Jepara, itu sudah terkenal banget dengan
seni ukir-ukirannya yang terdapat di produk-produk furniture. Jadi begitu masuk
Jepara, sepanjang jalan, hhmmm.. Ruko-ruko yang menjual berbagai produk furniture
seperti bangku, kursi, lemari, tempat tidur, berhamburan jumlahnya. Entah
bagaimana ceritanya kok masyarakat Jepara bisa sekreatif itu ya kalau soal
pahat memahat kayu?
Apa kesan pertama waktu pertama sampai
di Pantai. Gerah dan panas itu pasti, namanya laut, siang-siang pula. Tapi pas
kami gelar tikar di bibir pantai di bawah pohon-pohon yang rindang. Aduhai,
segar semilirnya angin laut rasanya seperti nyanyian pengantar tidur di siang
bolong, ini mah lebih nyaman dari udara dingin di ac dalam mobil tadi, I love
beach. Aku suka angin pantai.
Ah yah, ini kita di pantai, tidak
mungkin akan cuma menghabiskan waktu dengan berleha-leha di atas tikar sambil
menikmati anginnya. Ada banyak menu refreshing dari alam yang harus kita
nikmati di sini. Air asinnya tentu saja, tapi ada juga pulau-pulau kecil nya,
yaa bener sekali, tak jauh dari situ ada taman pulau kecul, namanya Pulau Panjang.
Yuuk, kita main-main ke sana.
Untuk menyebrang ke Pulau Panjang ini,
kita hanya perlu membayar tiket buat naik perahu, yaahh sekitar dua puluh menit
perjalanan. Tiketnya murah kok, cuma Rp 15,000,- aja. Murah kan. Yuuk, kita
berlayar ke Pulau Panjang. Ada apa aja kah di sana? Mari simak ulasan
berikutnya.
Setelah berjibaku dengan deru mesin dan
riak gemericik air laut dibelah oleh laju perahu, sampai juga kita di Pulau
Panjang. Mainkan kamera SLR nya, kita cekrak-cekrek dulu. Oh yah, di Pulau
Panjang ini juga ada loh penyewaan sepeda. Jadi kalau enggak mau capek dan
pengen keliling-keliling pulau, bolehdeh, silahkan di sewa sepedanya. Kita mah
cukup foto-foto di ikon-ikon pentingnya aja. Pastinya dengan spot menarik yang
khas dan identik.
Okeh, cekrak-cekrek di Pulau Panjang
cukup dulu. Kembali ke Pantai Bandengan, naik perahu lagi, nikmati ombak laut
lagi, dua puluh menitan lagi. Oh indahnya liburan. Hahaii. Sampai di Pantai
Bandengan, sebelum nyebur ke pantai, kita sarapan dulu. Banyak kuliner juga kok
di sini. Gak perlu takut kelaparan, tapi kalau mau hemat silahkan bawa bekal
dari rumah, tapi kalau bujang kayak kita-kita ini mana sempet, mending beli.
Selesai makan, jam di tangan sudah
menunjukkan pukul 16.00 kurang dikit, matahari sudah mulai menyingsing. Pantai Bandengan
sudah tidak sepnas tiga jam lalu. Yuk, kita ganti baju dan cusss, berenang di
pantai. Hahaii, gak perlu takut item lah. Mataharinya kan juga udah enggak
sepanas tadi siang.
Sumpah, seru abis pokonya. Apalagi pas
kita main lompat-lompat dari atas dermaga perahu yang sudah pada kosong, karena
udah sore dan perahu-perahu itu sudah dibawa pulang pemilik-pemiliknya. Hmm, paling
senang itu pas lihat anak-anak kecil tertawa lepas bersama, moment itu sukses
melambungkan ingatan masa kecil kita semua. Betapa indah masa-masa itu,
masa-masa dimana beban terberat dalam hidup hanya PR matematika dan tugas
Bahasa Inggris.
Puas mandi-mandi sambil cekrak-cekrek,
yuk kita berbilas, setelah itu berkemas. Hampir maghrib kami baru pulang dari
Pantai Bandengan. Tapi, sebelum kita balik ke Semarang. Jalur pulang kita mutar
lewat Kudus, kita mampir ke Simpang Tujuh, makan soto khas Kudus di sana. Habis
itu lanjut ke ikon Kota Kudus yang bertliskan Kudus Kota Kretek, tak lupa
mampir sebentar ke makam Kanjeng Sunan Kudus, meski gak ziaroh tapi cuma cekrak-cekrek
bentar, hihii.. Alfatehah buat kanjeng sunan. Senang bisa mampir ke makam beliau.
Okeh, cukup sekian dulu dan tunggu
catatan-catatan trip lainnya. Hidup ini indah dengan menikmati mahakarya agung
ciptaan-cipataan Tuhan. Jangan terlalu sibuk dengan rutinitas harian yang
monoton dan membosankan. Sekali-kali pakai uangmu untuk berekreasi suapaya
endapan-endapan di kepalamu itu bisa homogen kembali. Setelah direfresh, semoga
semangat untuk memulai rutinitas yang membosankan itu terasa lebih nikmat dari
biasanya. Selamt liburan dan jangan lupa bahagia. Eh, jangan lupa bersyukur
juga. (Ali Ridwan, 20/03/16)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar