Sabtu, 26 Maret 2016

Wisata Pantai Bandengan dan Pulau Panjang, Jepara

 
Pantai, satu lagi tempat dimana kita bisa melepaskan segenap penat di kepala karena rutinitas harian yang kadang terasa monoton dan melelahkan. Selain menjelajah tempat-tempat di ketinggian, kita juga patut mencoba tempat-tempat pelepas penat di dataran-dataran rendah seperti pantai dan wisata bahari lainnya. Biar enggak bosan main-main di gunung, coba deh sesekali main ke laut, atau kalau takut ke laut ya di pantainya saja.

Pantai Bandengan, Jepara, Jawa Tengah. Aku enggak tau lebarnya berapa, kedalamannya berapa, jumlah pasirnya berapa,  apa rute menuju ke sananya lewat mana? Kalau soal itu tanya ke mbah google aja! Haha. Di sini aku mau cerita gimana serunya liburan ke sebuah pantai yang namanya seperti nama ikan ini kemudian diberi imbuhan an. Yak, Bandeng itu kan nama ikan ya? Ikan Bandeng, kemudian diadaptasi jadi nana pantai, jadilan Pantai Bandengan. :D
 
Jadi waktunya hari minggu, masih di bulan Maret 2016, minggu kedua. Kita berangkat dari kontrakan pakai mobil jam 10 pagi, sampai ke tempat teman kami yang lain jam 10.30, artinya kita berangkat dari Semarang sekitar jam 10.45 an lah yaah. Mobil melaju lewat jalan Pantura langsung menuju Jepara. Sekitar jam 14.00 kami sampai ke lokasi, jadi totalnya ya sekitar tiga jam perjalanan yah.
Jepara, itu sudah terkenal banget dengan seni ukir-ukirannya yang terdapat di produk-produk furniture. Jadi begitu masuk Jepara, sepanjang jalan, hhmmm.. Ruko-ruko yang menjual berbagai produk furniture seperti bangku, kursi, lemari, tempat tidur, berhamburan jumlahnya. Entah bagaimana ceritanya kok masyarakat Jepara bisa sekreatif itu ya kalau soal pahat memahat kayu?
 
Apa kesan pertama waktu pertama sampai di Pantai. Gerah dan panas itu pasti, namanya laut, siang-siang pula. Tapi pas kami gelar tikar di bibir pantai di bawah pohon-pohon yang rindang. Aduhai, segar semilirnya angin laut rasanya seperti nyanyian pengantar tidur di siang bolong, ini mah lebih nyaman dari udara dingin di ac dalam mobil tadi, I love beach. Aku suka angin pantai.
 
Ah yah, ini kita di pantai, tidak mungkin akan cuma menghabiskan waktu dengan berleha-leha di atas tikar sambil menikmati anginnya. Ada banyak menu refreshing dari alam yang harus kita nikmati di sini. Air asinnya tentu saja, tapi ada juga pulau-pulau kecil nya, yaa bener sekali, tak jauh dari situ ada taman pulau kecul, namanya Pulau Panjang. Yuuk, kita main-main ke sana.
 
Untuk menyebrang ke Pulau Panjang ini, kita hanya perlu membayar tiket buat naik perahu, yaahh sekitar dua puluh menit perjalanan. Tiketnya murah kok, cuma Rp 15,000,- aja. Murah kan. Yuuk, kita berlayar ke Pulau Panjang. Ada apa aja kah di sana? Mari simak ulasan berikutnya.
 
Setelah berjibaku dengan deru mesin dan riak gemericik air laut dibelah oleh laju perahu, sampai juga kita di Pulau Panjang. Mainkan kamera SLR nya, kita cekrak-cekrek dulu. Oh yah, di Pulau Panjang ini juga ada loh penyewaan sepeda. Jadi kalau enggak mau capek dan pengen keliling-keliling pulau, bolehdeh, silahkan di sewa sepedanya. Kita mah cukup foto-foto di ikon-ikon pentingnya aja. Pastinya dengan spot menarik yang khas dan identik.
 
Okeh, cekrak-cekrek di Pulau Panjang cukup dulu. Kembali ke Pantai Bandengan, naik perahu lagi, nikmati ombak laut lagi, dua puluh menitan lagi. Oh indahnya liburan. Hahaii. Sampai di Pantai Bandengan, sebelum nyebur ke pantai, kita sarapan dulu. Banyak kuliner juga kok di sini. Gak perlu takut kelaparan, tapi kalau mau hemat silahkan bawa bekal dari rumah, tapi kalau bujang kayak kita-kita ini mana sempet, mending beli.
 
Selesai makan, jam di tangan sudah menunjukkan pukul 16.00 kurang dikit, matahari sudah mulai menyingsing. Pantai Bandengan sudah tidak sepnas tiga jam lalu. Yuk, kita ganti baju dan cusss, berenang di pantai. Hahaii, gak perlu takut item lah. Mataharinya kan juga udah enggak sepanas tadi siang.
 
Sumpah, seru abis pokonya. Apalagi pas kita main lompat-lompat dari atas dermaga perahu yang sudah pada kosong, karena udah sore dan perahu-perahu itu sudah dibawa pulang pemilik-pemiliknya. Hmm, paling senang itu pas lihat anak-anak kecil tertawa lepas bersama, moment itu sukses melambungkan ingatan masa kecil kita semua. Betapa indah masa-masa itu, masa-masa dimana beban terberat dalam hidup hanya PR matematika dan tugas Bahasa Inggris.
 
Puas mandi-mandi sambil cekrak-cekrek, yuk kita berbilas, setelah itu berkemas. Hampir maghrib kami baru pulang dari Pantai Bandengan. Tapi, sebelum kita balik ke Semarang. Jalur pulang kita mutar lewat Kudus, kita mampir ke Simpang Tujuh, makan soto khas Kudus di sana. Habis itu lanjut ke ikon Kota Kudus yang bertliskan Kudus Kota Kretek, tak lupa mampir sebentar ke makam Kanjeng Sunan Kudus, meski gak ziaroh tapi cuma cekrak-cekrek bentar, hihii.. Alfatehah buat kanjeng sunan. Senang bisa mampir ke makam beliau.

Okeh, cukup sekian dulu dan tunggu catatan-catatan trip lainnya. Hidup ini indah dengan menikmati mahakarya agung ciptaan-cipataan Tuhan. Jangan terlalu sibuk dengan rutinitas harian yang monoton dan membosankan. Sekali-kali pakai uangmu untuk berekreasi suapaya endapan-endapan di kepalamu itu bisa homogen kembali. Setelah direfresh, semoga semangat untuk memulai rutinitas yang membosankan itu terasa lebih nikmat dari biasanya. Selamt liburan dan jangan lupa bahagia. Eh, jangan lupa bersyukur juga. (Ali Ridwan, 20/03/16)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar