Senin, 13 Juni 2016

Farmasis Raja Gombal (Terapi TBC)

 
Hai si jelita tambatan hati, kamu tahu enggak? Sulitnya menakhlukkan hati kamu itu sama sulitnya seperti menakhlukkan Bacil Tuberculosis.

Dua bulan pertama per harinya si pasien sudah dikasih tablet Isoniazid 300 mg 1 tablet, Rifampicin 50 mg 1 kaplet, Pirazinamid 500 mg 3 tablet, dan Etambutol 250 mg 1 tablet. Kemudian empat bulan berikutnya per harinya sudah dikasih Isoniazid 300 mg 2 tablet, Rifampicin 50 mg 1 kaplet.

Tapi, hanya karena sekali saja si pasien lupa minum obat, Bacil Tuberculosisnya gagal ditakhlukkan sama si pasien, yang ada bacilnya malah makin kuat. Sama seperti hati kamu yang makin tertutup rapat, hanya karena kesalahan kecil yang tidak sengaja aku perbuat. Kamu jahat!!

Untungnya si pasien tidak menyerah. Si pasien pun tidak merasa lelah. Si pasien terus melanjutkan pengobatan, demi menakhlukkan Bacil Tuberculosis yang makin dominan kuatnya. Pengobatan lini kedua pun harus dilakukan olehnya. Terpaksa, pasien harus mengulangi pengobatan lini pertama yang gagal.

Dua bulan pertama per harinya pasien dikasih lagi tablet Isoniazid 300 mg 1 tablet, Rifampicin 50 mg 1 kaplet, Pirazinamid 500 mg 3 tablet, dan Etambutol 250 mg 1 tablet. Plus vial Streptomicin 1.5 mg sebanyak 0.75 g. Kemudian sebulan berikutnya dilanjutkan dengan pengobatan yang sama tapi tanpa vial Streptomicin. Sedangkan untuk lima bulan berikutnya, pasien dihajar lagi per harinya dengan obat, tapi cukup dengan tablet Isoniazid 300 mg 2 tablet, Rifampicin 50 mg 1 kaplet, dan Etambutol 250 mg 1 tablet, sedangkan Etambutol 500 mg nya 2 tablet.

Sukses? Iya sukses. Bacil Tuberculosis berhasil dijinakan. Layaknya hati kamu yang berhasil aku luluhkan. Tapi entah karena alasan apalagi? Bacil Tuberculosis di tubuh pasien itu tiba-tiba hidup lagi. Sama seperti hati kamu yang tiba-tiba berubah lagi. Kamu jadi tidak peduli lagi. Aku bingung mau berbuat apalagi, aku capek, sama capeknya dengan si pasien tadi, tapi mau bagaimana lagi. Demi menakhlukkan hati kamu itu, terpakasa aku tapaki perjuangan yang ketiga kali, seperti si pasien harus menjalani lini pengobatan yang ketiga ini.

Sekarang, setiap hari selama dua bulan, per hari si pasien harus minum Isoniazid 300 mg 1 tablet, Rifampicin 50 mg 1 kaplet, Pirazinamid 500 mg 3 tablet. Dilanjutkan empat bulan berikutnya dengan Isoniazid 300 mg 2 tablet dan Rifampicin 50 mg 1 kaplet per harinya. Lelah? Jangan tanya! Letih? Pasti iya! Lesu? Haduh, mungkin kadar trombosit dalam darah si pasien ini sudah tinggi!!

Ah entahlah, semoga saja setelah perjuangan lini ketiga ini hatimu jadi luluh. Seperti Bacil Tuberculosis yang semoga juga sudah terbunuh! (Ali Ridwan, 14/06/16)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar