Hai
si jelita tambatan hati, kamu tahu enggak? Sulitnya menakhlukkan hati kamu itu
sama sulitnya seperti menakhlukkan Bacil Tuberculosis.
Dua
bulan pertama per harinya si pasien sudah dikasih tablet Isoniazid 300 mg 1 tablet,
Rifampicin 50 mg 1 kaplet, Pirazinamid 500 mg 3 tablet, dan Etambutol 250 mg 1
tablet. Kemudian empat bulan berikutnya per harinya sudah dikasih Isoniazid 300
mg 2 tablet, Rifampicin 50 mg 1 kaplet.
Tapi,
hanya karena sekali saja si pasien lupa minum obat, Bacil Tuberculosisnya gagal
ditakhlukkan sama si pasien, yang ada bacilnya malah makin kuat. Sama seperti
hati kamu yang makin tertutup rapat, hanya karena kesalahan kecil yang tidak
sengaja aku perbuat. Kamu jahat!!
Untungnya
si pasien tidak menyerah. Si pasien pun tidak merasa lelah. Si pasien terus
melanjutkan pengobatan, demi menakhlukkan Bacil Tuberculosis yang makin dominan
kuatnya. Pengobatan lini kedua pun harus dilakukan olehnya. Terpaksa, pasien
harus mengulangi pengobatan lini pertama yang gagal.
Dua
bulan pertama per harinya pasien dikasih lagi tablet Isoniazid 300 mg 1 tablet,
Rifampicin 50 mg 1 kaplet, Pirazinamid 500 mg 3 tablet, dan Etambutol 250 mg 1
tablet. Plus vial Streptomicin 1.5 mg sebanyak 0.75 g. Kemudian sebulan
berikutnya dilanjutkan dengan pengobatan yang sama tapi tanpa vial
Streptomicin. Sedangkan untuk lima bulan berikutnya, pasien dihajar lagi per
harinya dengan obat, tapi cukup dengan tablet Isoniazid 300 mg 2 tablet,
Rifampicin 50 mg 1 kaplet, dan Etambutol 250 mg 1 tablet, sedangkan Etambutol 500
mg nya 2 tablet.
Sukses?
Iya sukses. Bacil Tuberculosis berhasil dijinakan. Layaknya hati kamu yang
berhasil aku luluhkan. Tapi entah karena alasan apalagi? Bacil Tuberculosis di
tubuh pasien itu tiba-tiba hidup lagi. Sama seperti hati kamu yang tiba-tiba berubah
lagi. Kamu jadi tidak peduli lagi. Aku bingung mau berbuat apalagi, aku capek,
sama capeknya dengan si pasien tadi, tapi mau bagaimana lagi. Demi menakhlukkan
hati kamu itu, terpakasa aku tapaki perjuangan yang ketiga kali, seperti si
pasien harus menjalani lini pengobatan yang ketiga ini.
Sekarang,
setiap hari selama dua bulan, per hari si pasien harus minum Isoniazid 300 mg 1
tablet, Rifampicin 50 mg 1 kaplet, Pirazinamid 500 mg 3 tablet. Dilanjutkan
empat bulan berikutnya dengan Isoniazid 300 mg 2 tablet dan Rifampicin 50 mg 1
kaplet per harinya. Lelah? Jangan tanya! Letih? Pasti iya! Lesu? Haduh, mungkin
kadar trombosit dalam darah si pasien ini sudah tinggi!!
Ah
entahlah, semoga saja setelah perjuangan lini ketiga ini hatimu jadi luluh.
Seperti Bacil Tuberculosis yang semoga juga sudah terbunuh! (Ali Ridwan,
14/06/16)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar