Kamis, 08 September 2016

Menyemai Setangkup Rindu (Catatan Hati di Bulan September)



Mentari mulai tumbang.

Kawanan ternak pulang ke kandang.
Bunga di rinduku makin mengembang.

Duhai adindaku seorang.
Secantik ayumu laksana kembang.
Kerlip matamu seterang bintang.
Kaulah kasihku yang tersayang.

Tapi, mengapa kau buat dadaku mengerang.
Mengapa kau buat luka di jiwa makin meradang.

Sepi mulai menikam hati. Sunyi kian menghujam diri.
Cinta sudah mati. Kasih telah pergi.
Sementara cinta dan mimpi. Terus meraung tiada henti.

Utuh sinar rembulan malam.
Separuh hati kian tenggelam.
Rapuh di diri makin mendalam.

Langit muram.
Tanda badai mulai menikam. Sinyal kenangan mulai menghujam.
Aku terkapar di ujung temaran nan mencekam

Ingin rasanya..
Kusemai setangkup rindu ini dengan sekuntum kembang mekar.
Tapi, ah sudahlah. Lebih baik aku menunggu.
Embun pagi yang akan kusesapi kesegarannya.
(Ali Ridwan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar