Kawanan
ternak pulang ke kandang.
Bunga
di rinduku makin mengembang.
Duhai
adindaku seorang.
Secantik
ayumu laksana kembang.
Kerlip
matamu seterang bintang.
Kaulah
kasihku yang tersayang.
Tapi,
mengapa kau buat dadaku mengerang.
Mengapa
kau buat luka di jiwa makin meradang.
Sepi
mulai menikam hati. Sunyi kian menghujam diri.
Cinta
sudah mati. Kasih telah pergi.
Sementara
cinta dan mimpi. Terus meraung tiada henti.
Utuh
sinar rembulan malam.
Separuh
hati kian tenggelam.
Rapuh
di diri makin mendalam.
Langit
muram.
Tanda
badai mulai menikam. Sinyal kenangan mulai menghujam.
Aku
terkapar di ujung temaran nan mencekam
Ingin
rasanya..
Kusemai
setangkup rindu ini dengan sekuntum kembang mekar.
Tapi,
ah sudahlah. Lebih baik aku menunggu.
Embun
pagi yang akan kusesapi kesegarannya.
(Ali Ridwan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar