Rabu, 05 Oktober 2016

Tentang Bahaya Rokok

Saya tidak merokok, ini cuma pura-pura jadi perokok dan itu enggak enak!
Salam sehat buat semua. Sehat itu murah, sakit itu mahal, sehat itu nikmat yang  paling wajib disyukuri, dan sehat pula yang membuat manusia menjadi produktif dalam usianya. Syukuri nikmat Tuhan ini dengan menjaga kesehatan, biar hidup jadi lebih murah, sehingga kita bisa jadi manusia produktif yang berguna.

Dalam catatan kecil kali ini akan saya kupas sekelumit tentang bahayanya rokok dengan bahasa yang ringan dan mudah dicerna semua kalangan.

Masalah rokok, sebenarnya kita semua baik yang merokok ataupun yang tidak itu sudah tahu akan bahayanya, tapi hanya sedikit yang akhirnya mau insaf dan sadar untuk berhenti merokok. Tapi ya begitulah, rokok itu perkara yang sensitif dan tidak bisa kita menjudge mereka yang merokok dan yang merokok juga wajib tahu diri jangan meracuni mereka yang tidak merokok. Sebab dampak akibat perokok pasif itu lebih bahaya daripada si perokok aktif.

Biacara soal rokok, tak sedikit orang bertanya. Kenapa berhenti merokok itu sulit? Kenapa kalau tidak merokok itu pusing? Kenapa rokok bisa buat menghilangkan stress? Bagaimana rokok itu bisa menyebabkan kanker, gangguan paru, jantung, ginjal, kehamilan, dan janin? Sampai akhirnya timbul pepatah sesat “Ngerokok mati gak ngerokok mati, yaa ngerokok aja sampai mati.” Menurut hemat saya pepatah ini sama dengan “Minum Sianida mati gak minum sianida mati, yaa minum sianida aja biar cepet mati!”

Kenapa berhenti merokok itu sulit? Karena rokok mengandung nikotin, sedangkan nikotin sendiri termasuk narkoba golongan psikotropik yang menyebabkan candu. Kenapa rokok bisa mnghilangkan stress? Karena nikotin kerjanya merelaksasi otak. Jadi pikiran jadi ringan karena otaknya diracuni sama nikotin. Kenapa kalau tidak merokok itu pusing dan seperti orang bingung? Sebetulnyabukan pusing apa bingung, tapi sakhaw ringan.

Tapi betul tidak kalau rokok bisa menghilangkan pusing? Jawabannya bisa, karena zat psikotropik dengan dosis tepat bisa diagunakan sebagai analgesik (antinyeri). Tapi rokok adalah analgetik yang buruk. Kenapa? Karena nikotin itu menyebabkan kecanduan. Sedangkan efek dari zat-zat analgetik itu adalah merusak ginjal. Mau cuci darah tiap bulan minimal dua kali dan sekali hemodialisa biayanya sekitar Rp 500 ribuan?

Sekarang, bagaimana rokok bisa meyebabkan kanker? Selain nikotin, rokok juga mengandung zat-zat kimia berbahaya seperti benzen, arsen (logam), tar, formaldehid (formalin), aseton, karbon monoksida, amonia, kadmium, nitrogen okasida, kromium, naftalena, hidrogen sianida, timbal, dan masih banyak lagi.  Diamana semua racun-racun itu sifatnya memicu radikal bebas.

Jadi, kanker itu karena pertumbuhan sel yang abnormal. Kenapa bisa begitu, karena adanya radikal bebas. Radikal bebas itu seperti sel yang tidak punya pasangan, karena tidak punya pasangan sehingga ia mengikat racun-racun dalam tubuh yang dibawa dari luar  (salah satunya racun yang dibawa masuk oleh asap rokok), namanya racun kalau masuk ke sel yang rusak DNA dan RNA, terjadilah pertumbuhan sel yang diluar kontrol (abnormal). 

Kanker adalah cikal bakal terjadinya tumor, dan kanker itu sulit disembuhkan. Perlu kamu tahu lagi, rata-rata penghasilan kebanyakan rumah sakit itu 90% adalah dari hasil penjualan obat-obat kemoterapi. Bisa dibayangkan, sekali kemo saja kisaran biayanya bisa sampai 50 jutaan lebih. Sekaya apapun kamu, kalau sudah terkena kanker, biasanya guncangan ekonomi juga sulit untuk dihindari. Ingat ya! Sehat itu murah, sakit itu mahal!!

Sekarang tahu sendiri kan, bahayanya rokok buat orang dewasa. Apalagi buat janin dalam kandungan. Kasihan kalau nanti bayinya lahir dengan cacat bawaan akibat ibunya saat mengandung sering meracuni janin di perutnya dengan asap-asap rokok. Racun-racun yang menempel di jantung, paru, dan lambung, menjadi radikal bebas, kemudian terus berkembang sampai jadi kanker.

Menilik pada perkara ini, kalau baru-baru ini ada wacana cukai rokok dinaikkan dan rokok dibuat semahal mungkin apakah saya setuju? Jawaban setuju, tapi dengan catatan anggaran yang terkumpul hasil dari cukai dari rokok itu dialihkan ke BPJS, JAMKESMAS, KIS, dan semacamnya. Kemudian disalurkan khusus untuk pasien-pasien yang terpapar penyakit akibat rokok. Jadi orang yang merokok secara tidak langsung selain menabung penyakit dalam tubuhnya juga sudah menabung biaya berobat untuk dampak penyakitnya. Setuju? (Ali Ridwan, 06/10/16)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar