![]() |
| Saya tidak merokok, ini cuma pura-pura jadi perokok dan itu enggak enak! |
Salam sehat buat semua.
Sehat itu murah, sakit itu mahal, sehat itu nikmat yang paling wajib disyukuri, dan sehat pula yang
membuat manusia menjadi produktif dalam usianya. Syukuri nikmat Tuhan ini
dengan menjaga kesehatan, biar hidup jadi lebih murah, sehingga kita bisa jadi
manusia produktif yang berguna.
Dalam catatan kecil
kali ini akan saya kupas sekelumit tentang bahayanya rokok dengan bahasa yang
ringan dan mudah dicerna semua kalangan.
Masalah rokok, sebenarnya kita semua
baik yang merokok ataupun yang tidak itu sudah tahu akan bahayanya, tapi hanya
sedikit yang akhirnya mau insaf dan sadar untuk berhenti merokok. Tapi ya
begitulah, rokok itu perkara yang sensitif dan tidak bisa kita menjudge mereka
yang merokok dan yang merokok juga wajib tahu diri jangan meracuni mereka yang
tidak merokok. Sebab dampak akibat perokok pasif itu lebih bahaya daripada si
perokok aktif.
Biacara soal rokok, tak sedikit orang
bertanya. Kenapa berhenti merokok itu sulit? Kenapa kalau tidak merokok itu
pusing? Kenapa rokok bisa buat menghilangkan stress? Bagaimana rokok itu bisa
menyebabkan kanker, gangguan paru, jantung, ginjal, kehamilan, dan janin?
Sampai akhirnya timbul pepatah sesat “Ngerokok mati gak ngerokok mati, yaa
ngerokok aja sampai mati.” Menurut hemat saya pepatah ini sama dengan “Minum
Sianida mati gak minum sianida mati, yaa minum sianida aja biar cepet mati!”
Kenapa berhenti merokok itu sulit?
Karena rokok mengandung nikotin, sedangkan nikotin sendiri termasuk narkoba
golongan psikotropik yang menyebabkan candu. Kenapa rokok bisa mnghilangkan
stress? Karena nikotin kerjanya merelaksasi otak. Jadi pikiran jadi ringan
karena otaknya diracuni sama nikotin. Kenapa kalau tidak merokok itu pusing dan
seperti orang bingung? Sebetulnyabukan pusing apa bingung, tapi sakhaw ringan.
Tapi betul tidak kalau rokok bisa
menghilangkan pusing? Jawabannya bisa, karena zat psikotropik dengan dosis
tepat bisa diagunakan sebagai analgesik (antinyeri). Tapi rokok adalah
analgetik yang buruk. Kenapa? Karena nikotin itu menyebabkan kecanduan.
Sedangkan efek dari zat-zat analgetik itu adalah merusak ginjal. Mau cuci darah
tiap bulan minimal dua kali dan sekali hemodialisa biayanya sekitar Rp 500
ribuan?
Sekarang, bagaimana rokok bisa
meyebabkan kanker? Selain nikotin, rokok juga mengandung zat-zat kimia
berbahaya seperti benzen, arsen (logam), tar, formaldehid (formalin), aseton,
karbon monoksida, amonia, kadmium, nitrogen okasida, kromium, naftalena,
hidrogen sianida, timbal, dan masih banyak lagi. Diamana semua racun-racun itu sifatnya memicu
radikal bebas.
Jadi, kanker itu karena pertumbuhan sel
yang abnormal. Kenapa bisa begitu, karena adanya radikal bebas. Radikal bebas
itu seperti sel yang tidak punya pasangan, karena tidak punya pasangan sehingga
ia mengikat racun-racun dalam tubuh yang dibawa dari luar (salah satunya racun yang dibawa masuk oleh
asap rokok), namanya racun kalau masuk ke sel yang rusak DNA dan RNA,
terjadilah pertumbuhan sel yang diluar kontrol (abnormal).
Kanker adalah cikal bakal terjadinya
tumor, dan kanker itu sulit disembuhkan. Perlu kamu tahu lagi, rata-rata
penghasilan kebanyakan rumah sakit itu 90% adalah dari hasil penjualan
obat-obat kemoterapi. Bisa dibayangkan, sekali kemo saja kisaran biayanya bisa
sampai 50 jutaan lebih. Sekaya apapun kamu, kalau sudah terkena kanker,
biasanya guncangan ekonomi juga sulit untuk dihindari. Ingat ya! Sehat itu
murah, sakit itu mahal!!
Sekarang tahu sendiri kan, bahayanya
rokok buat orang dewasa. Apalagi buat janin dalam kandungan. Kasihan kalau
nanti bayinya lahir dengan cacat bawaan akibat ibunya saat mengandung sering
meracuni janin di perutnya dengan asap-asap rokok. Racun-racun yang menempel di
jantung, paru, dan lambung, menjadi radikal bebas, kemudian terus berkembang
sampai jadi kanker.
Menilik pada perkara ini, kalau baru-baru
ini ada wacana cukai rokok dinaikkan dan rokok dibuat semahal mungkin apakah
saya setuju? Jawaban setuju, tapi dengan catatan anggaran yang terkumpul hasil
dari cukai dari rokok itu dialihkan ke BPJS, JAMKESMAS, KIS, dan semacamnya. Kemudian
disalurkan khusus untuk pasien-pasien yang terpapar penyakit akibat rokok. Jadi
orang yang merokok secara tidak langsung selain menabung penyakit dalam
tubuhnya juga sudah menabung biaya berobat untuk dampak penyakitnya. Setuju?
(Ali Ridwan, 06/10/16)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar