Acute
Coronary Syndrome (ACS) adalah suatu istilah atau
terminologi yangdigunakan untuk menggambarkan spektrum keadaan atau kumpulan
proses penyakitiskemik miokardial yang meliputi angina pektoris tidak stabil (unstable
angina/UA), infark miokardtanpa elevasi segmen ST (non-ST elevation
myocardial infarction/NSTEMI), daninfark miokard dengan elevasi segmen ST
(ST elevation myocardial infarction/STEMI) (Jennifer N. Smith, 2015, 283).
UA yaitu keberadaan dari gejala iskemik tanpa elevasi dalam biomarker dan
perubahan EKG sementara.Istilah infark miokardial digunakan ketika ada bukti
dari nekrosis miokardial. STEMI dibedakan dengan NSTEMI dari keberadaan temuan
sementara EKG dari adanya elevasi segmen ST
Patofisiologi
Sebagian besar SKA adalah manifestasi akut dari plak ateroma
pembuluhdarah koroner yang koyak atau pecah. Hal ini berkaitan dengan
perubahankomposisi plak dan penipisan tudung fibrus yang menutupi plak
tersebut.Kejadian ini akan diikuti oleh proses agregasi trombosit dan aktivasi
jalurkoagulasi. Terbentuklah trombus yang kaya trombosit (white
thrombus).Trombus
ini akan menyumbat liang pembuluh darah koroner, baik secaratotal maupun
parsial; atau menjadi mikroemboli yang menyumbat pembuluhkoroner yang lebih distal.
Selain itu terjadi pelepasan zat vasoaktif yangmenyebabkan vasokonstriksi
sehingga memperberat gangguan alirandarah koroner. Berkurangnya aliran darah
koroner menyebabkan iskemiamiokardium. Pasokan oksigen yang berhenti selama
kurang-lebih 20 menitmenyebabkan miokardium mengalami nekrosis (infark
miokard).Infark miokard tidak selalu disebabkan oleh oklusi total pembuluh
darahkoroner. Obstruksi subtotal yang disertai vasokonstriksi yang dinamisdapat
menyebabkan terjadinya iskemia dan nekrosis jaringan otot jantung(miokard).
Akibat dari iskemia, selain nekrosis, adalah gangguan kontraktilitasmiokardium
karena proses hibernating dan stunning (setelah iskemia hilang),
distritmia dan remodeling ventrikel (perubahan bentuk, ukuran danfungsi
ventrikel). Sebagian pasien SKA tidak mengalami koyak plak sepertiditerangkan
di atas. Mereka mengalami SKA karena obstruksi dinamis akibatspasme lokal dari
arteri koronaria epikardial (Angina Prinzmetal). Penyempitanarteri koronaria,
tanpa spasme maupun trombus, dapat diakibatkan olehprogresi plak atau
restenosis setelah Intervensi Koroner Perkutan (IKP).Beberapa faktor
ekstrinsik, seperti demam, anemia, tirotoksikosis, hipotensi,takikardia, dapat
menjadi pencetus terjadinya SKA pada pasien yang telahmempunyai plak aterosklerosis.
Gejala-gejala
spesifik penyakit.
Nyeri dada, menyebar
ke lengan kiri, pundak kanan atau keduanya. Nyeri pada tangan (dikaitkan dgn
MI) berhub dgn berkeringat. Tidak nyaman dibagian epigastrik atau mandibular. Dyspnea
(sulit bernafas/sesak). Diaforesis (keringat berlebih). Mual. Pusing. Pingsan. NB: Rasa nyeri dan tidak nyaman terjadi
saat beraktivitas maupun saat istirahat dan sering menyebar. Pada populasi
tertentu (wanita, usia lanjut, diabetes atau setelah operasi) tidak muncul
gejala seperti diatas (tidak sejenis) seperti palpitasi, jantung berhenti
secara mendadak. Pada MI ditemukan perikarditis, robekan kecil aneurisma
(pelebaran pembuluh darah abnormal krn melemahnya dinding pembuluh darah) pada
aorta, dan perubahan posisi katup mitral.
Data-data
laboratorium dan tanda-tanda vital (terkait penyakit).
Diagnosis dan
klasifikasi berdasarkan pada data-data klinik, meliputi: Menggunakan penilaian
resiko trombosis dalam infark miokardial (TIMI) untuk UA dan NSTEMI. Pengukuran
peptida natriuretik tipe-B
Temuan EKG. Adanya
perubahan pada segmen PR, komplek QRS, dan segmen ST. Perubahan EKG bisa
membantu dalam mengestimasi waktu kejadian, jumlah miokardium yang beresiko,
prognosis dan strategi terapi. Tidak cukup untuk mendiagnosis maka harus
dikombinasi.
Petanda biokimia
dari nekrosis miokardial. Troponin jantung (I atau T) atau kreatin kinase
fraksi MB. Ada beberapa kondisi klinis yang dapat menyebabkan luka pada
miokardial dan menyebabkan elevasi pada petanda biokimia seperti penyumbatan
akut saluran nafas, gagal jantung, penyakit ginjal tahap akhir, dan
miokarditis. N
Troponin lebih
sensitif dan spesifik ke jaringan miokardial. Troponin I positif 11-14 dan
negatif 0,06-0,15. Troponin harus diukur dalam 6 jam pertama setelah terjadinya
onset rasa sakit, 6-12 jam setelah onset rasa sakit karena adanya peningkatan
yang tertunda. Bahkan peningkatannya masih dapat terlihat sampai 2 minggu
setelah onset nekrosis miokardial. Jika troponin tidak tersedia baru CKMB.
Idealnya keduanya diperiksa selama evaluasi ACS. CKMB positif LR 20 dan negatif
0,22.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar