Senin, 28 November 2016

Glaukoma

 
Glaukoma berasal dari kata yunani “glaukos” yang berarti hijau kebiruan, yang memberikan kesan warna tersebut pada pupil penderita glaukoma. Glaukoma adalah gangguan mata yang ditandai dengan perubahan pada saraf optik dan oleh hilangnya sensitivitas visual dan jarak pandang. Glaukoma terjadi karena peningkatan tekanan intra okuler (TIO) yang dapat disebabkan oleh bertambahnya produksi aqueous humor oleh badan silia ataupun berkurangnya pengeluaran aqueous humor didaerah sudut bilik mata atau di celah pupil. Tekanan intra okuler adalah keseimbanagan antara produksi aqueous humor dan hambatan terhadap aliran aqueos serta tekanan vena episklera. Ketidakseimbangan antara ketiga hal tersebut dapat menyebabkan tekanan intra okuler. Peningkatan tekanan intraoculer terjadi karena sumbatan aliran keluar aqueous akibat adanya oklusi anyaman trabekuluar oleh iris perifer.

Berdasarkan mekanisme peningkatan tekanan intraokuli, glaukoma dapat diklasifikasikan menjadi glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup. Glaukoma sudut terbuka merupakan gangguan aliran keluar aqueous humor akibat kelainan sistem drainase sudut bilik mata depan. Sedangkan glaucoma sudut tertutup adalah gangguan akses aqueous humor ke sistem drainase (Salmon,2009). Glaukoma sudut terbuka terdiri dari kelainan pada membran pratrabekular (seperti glaukoma neovaskular dan sindrom Irido Corneal Endothelial), kelainan trabekular (seperti glaukoma sudut terbuka primer, kongenital, pigmentasi dan akibat steroid) dan kelainan pascatrabekular karena peningkatan tekanan episklera. Sedangkan glaukoma sudut tertutup terdiri dari glaukoma sudut tertutup primer, sinekia, intumesensi lensa, oklusi vena retina sentralis, hifiema, dan iris bombé (Salmon, 2009).

Glaukoma mengacu pada sekelompok kondisi mata, yang menyebabkan kerusakan progresif pada saraf optik, kematian ganglion retina sel (RGC), dan kerusakan karakteristik untuk bidang visual, glaukoma terkait dengan peningkatan intraokular (Kolko, 2015). Normal-tension glaucoma atau biasa disebut juga low-tension glaucoma merupakan keadaan di mana terjadi kerusakan optik saraf dan penurunan tajam penglihatan yang merupakan gejala dari glaukoma, namun dengan tekanan intraokular  normal (jacobs, 2015).

Patofisiologi
Glaukoma sudut terbuka. Glaukoma yang sering ditemukan adalah glaukoma sudut terbuka. Glaukoma sudut terbuka terjadi karena pembendungan terhadap aliran keluar aqueous humor, sehingga menyebabkan penimbunan. Hal ini dapat memicu proses degenerasi trabecular meshwork, termasuk pengendapan materi ekstrasel di dalam anyaman dan di bawah lapisan endotel kanalis Schlemm (Salmon, 2009). Mekanisme kerusakan neuron pada glaukoma sudut terbuka dan hubungannya dengan tingginya tekanan intraokular masih belum begitu jelas. Teori utama memperkirakan bahwa adanya perubahan-perubahan elemen penunjang struktural akibat tingginya tekanan intraokular di saraf optikus, setinggi dengan lamina kribrosa atau pembuluh darah di ujung saraf optikus (Friedman dan Kaiser, 2007). Teori lainnya memperkirakan terjadi iskemia pada mikrovaskular diskus optikus (Kanski, 2007). Kelainan kromosom 1q-GLC1A (mengekspresikan myocilin) juga menjadi faktor predisposisi (Kwon et al, 2009).

Glaukoma Sudut Tertutup. Glaukoma sudut tertutup terjadi apabila terbentuk sumbatan sudut kamera anterior oleh iris perifer. Hal ini menyumbat aliran aqueous humor dan tekanan intraokular meningkat dengan cepat, menimbulkan nyeri hebat, kemerahan, dan penglihatan yang kabur. Serangan akut sering dipresipitasi oleh dilatasi pupil, yang terjadi spontan di malam hari, saat pencahayaan kurang (Salmon, 2009). Glaukoma Sudut Tertutup Akut
Pada glaukoma sudut tertutup akut terjadi peningkatan tekanan bola mata dengan tiba-tiba akibat penutupan pengaliran keluar aqueous humor secara mendadak. Ini menyebabkan rasa sakit hebat, mata merah, kornea keruh dan edematus, penglihatan kabur disertai halo (pelangi disekitar lampu). Glaukoma sudut tertutup akut merupakan suatu keadaan darurat (Salmon, 2009). Glaukoma Sudut Tertutup Kronis. Pada glaukoma tertutup kronis, iris berangsur-angsur menutupi jalankeluar tanpa gejala yang nyata, akibat terbentuknya jaringan parut antara iris dan jalur keluar aqueous humor. Glaukoma sudut tertutup biasanya bersifat herediter dan lebih sering pada hipermetropia. Pada pemeriksaan didapatkan bilik mata depan dangkal dan pada gonioskopi terlihat iris menempel pada tepi kornea
(Salmon, 2009).

Glaukoma Kongenital. Glaukoma kongenital adalah bentuk glaukoma yang jarang ditemukan. Glaukoma ini disebabkan oleh kelainan perkembangan struktur anatomi mata yang menghalangi aliran keluar aqueous humor. Kelainan tersebut antara lain anomali perkembangan segmen anterior dan aniridia (iris yang tidak berkembang). Anomali perkembangan segmen anterior dapat berupa sindromRieger/ disgenesis iridotrabekula, anomali Peters/ trabekulodisgenesis iridokornea, dan sindrom Axenfeld (Salmon, 2009).

Glaukoma Sekunder. Glaukoma sekunder merupakan glaukoma yang timbul akibat adanya penyakit mata yang mendahuluinya. Beberapa jenis glaukoma sekunder antara lain glaukoma pigmentasi, pseudoeksfoliasi, dislokasi lensa, intumesensi lensa, fakolitik, uveitis, melanoma traktus uvealis, neovaskular, steroid, trauma dan peningkatan tekanan episklera (Salmon, 2009).

Glaukoma Tekanan-Normal. Beberapa pasien dapat mengalami glaukoma tanpa mengalami peningkatan tekanan intraokuli, atau tetap dibawah 21 mmHg. Patogenesis yang mungkin adalah kepekaan yang abnormal terhadap tekanan intraokular karena kelainan vaskular atau mekanis di kaput nervus optikus, atau bisa juga murni karena penyakit vaskular. Glaukoma jenis ini sering terjadi di Jepang. Secara genetik, keluarga yang memiliki glaukoma tekanan-normal memiliki kelainan pada gen optineurin kromosom 10. Sering pula dijumpai adanya perdarahan diskus, yang menandakan progresivitas penurunan lapangan pandang (Salmon,2009).

Gejala
Sebagian besar kasus glaukoma awal tidak memberikan gejala yang berarti bahkan  asimptomatik, kalaupun ada gejala biasanya hanya berupa rasa tidak enak di mata, pegal-pegal di mata atau sakit kepala separuh yang ringan.  Gejala-gejala tersebut tidak menyebabkan penderita memeriksakan ke dokter atau paramedis, sehingga sulit untuk menemukan pasien dengan glaukoma stadium awal.  Gejala dan tanda yang lebih spesifik tergantung dari jenis glaukoma, seperti berikut :

Glaukoma primer sudut terbuka. Gejala awal : mungkin tanpa gejala, rasa lelah pada mata, rasa pegal pada mata, fluktuasi tajam penglihatan, dan kadang-kadang melihat seperti pelangi sekitar lampu. Gejala lanjut: penyempitan lapang pandang – buta.

Glaukoma primer sudut tertutup. Gejala akut : rasa sakit berat (cekot-cekot) di mata, dapat sampai sakit kepala dan muntah-muntah, mata merah, berair, dan penglihatan kabur. Gejala kronik: gejala hampir sama dengan yang akut tetapi rasa sakit, merah dan kabur dapat hilang dengan sendirinya, dan terjadi serangan berulang beberapa kali. Biasanya rasa sakit kurang berat dibandingkan dengan yang akut.

Low tension glaucoma/Normotension glaucoma. Keadaan ini mempunyai gejala dan tanda seperti glaukoma primer sudut terbuka. Tanda yang spesifik terdapat glaukoma dengan tekanan tidak tinggi, mungkin hanya sekitar 20 mmHg atau di bawahnya, terdapat kerusakan papil saraf optik dan kelainan lapang pandang yang berakibat kerusakan karena tekanan tinggi, dan pada pemeriksaan OCT terdapat penipisan serabut saraf.

Glaukoma sekunder. Gejala tergantung kecepatan kenaikan TIO, jika kenaikan TIO terjadi perlahan-lahan maka tidak menimbulkan gejala yang nyata. Jika TIO naik dengan cepat dan tinggi maka dapat terjadi gejala seperti penglihatan kabur, mata merah, dan rasa sakit di mata dan sakit kepala.

Glaukoma kongenital. Gejala dan tanda dapat terlihat pada saat lahir atau pada tahun awal kehidupan seperti fotofobia/takut sinar dan mata berair.

Diagnosis
Pemeriksaan Tonometri. Pemeriksaan tekanan intraokuli dapat dilakukan dengan menggunakan tonometri. Yang sering dipergunakan adalah tonometri aplanasi Goldmann, yang dilekatkan ke slitlamp dan mengukur gaya yang diperlukan untuk meratakan daerah kornea tertentu. Rentang tekanan intraokuli yang normal adalah 10-21mmHg. Namun, pada usia yang lebih tua tekanan intraokulinya lebih tinggi sehingga batas atasnya adalah 24 mmHg. Pada glaukoma sudut terbuka primer, 32-50% individu yang terkena akan menunjukkan tekanan intraokular yang normal saat pertama kali diperiksa, sehingga diperlukan pula pemeriksaan diskus optikus glaukomatosa ataupun pemeriksaan lapangan pandang (Salmon, 2009).

Pemeriksaan Gonioskopi. Pada pemeriksaan gonioskopi, dapat dilihat struktur sudut bilik mata depan. Lebar sudut bilik mata depan dapat diperkirakan dengan pencahayaan oblik bilik mata depan. Apabila keseluruhan trabecular meshwork, scleral spurdan prosesus siliaris dapat terlihat, sudut dinyatakan terbuka. Apabila hanya Schwalbe’s line atau sebagian kecil dari trabecular meshwork yang dapat terlihat, dinyatakan sudut sempit. Apabila Schwalbe’s line tidak terlihat, sudut dinyatakan tertutup (Salmon, 2009).

Penilaian Diskus Optikus. Diskus optikus normal memiliki cekungan di bagian tengahnya (depresi sentral). Atrofi optikus akibat glaukoma menimbulkan kelainan-kelainan diskus khas yang terutama ditandai oleh pembesaran cawan diskus optikus dan pemucatan diskus di daerah cawan. Selain itu, dapat pula disertai pembesaran konsentrik cawan optik atau pencekungan (cupping) superior dan inferior dan disertai pembentukan takik (notching) fokal di tepi diskus optikus. Kedalaman cawan optik juga meningkat karena lamina kribrosa tergeser ke belakang danterjadi pergeseran pembuluh darah di retina ke arah hidung. Hasil akhirnya adalah cekungan bean-pot, yang tidak memperlihatkan jaringan saraf di bagian tepinya(Salmon, 2009).Pada penilaian glaukoma, rasio cawan-diskus adalah cara yang bergunauntuk mencatat ukuran diskus optikus. Apabila terdapat kehilangan lapanganpandang atau peningkatan tekanan intraokuli, rasio cawan-diskus lebih dari 0,5atau terdapat asimetri yang bermakna antara kedua mata sangat diindikasikanadanya atrofi glaukomatosa (Salmon, 2009).

Pemeriksaan Lapangan Pandang. Gangguan lapangan pandang akibat glaukoma terutama mengenai 30 derajat lapangan pandang bagian sentral. Perubahan paling dini adalah semakinnyatanya bintik buta. Perluasan akan berlanjut ke lapangan pandang Bjerrum (15derajat dari fiksasi) membentuk skotoma Bjerrum, kemudian skotoma arkuata.Daerah-daerah penurunan lapangan pandang yang lebih parah di dalam daerahBjerrum dikenal sebagai skotoma Seidel. Skotoma arkuata ganda di atas dan dibawah meridian horizontal, sering disertai oleh nasal step (Roenne) karenaperbedaan ukuran kedua defek arkuata tersebut. Pengecilan lapangan pandangcenderung berawal di perifer nasal sebagai konstriksi isopter. Selanjutnya,mungkin terdapat hubungan ke defek arkuata, menimbulkan breakthrough perifer.Lapangan pandang perifer temporal dan 5-10 derajat sentral baru terpengaruhpada stadium lanjut penyakit. Pada stadium akhir, ketajaman penglihatan sentralmungkin normal tetapi hanya 5 derajat lapangan pandang (Salmon, 2009).Alat-alat yang dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan lapanganpandang pada glaukoma adalah automated perimeter (misalnya Humphrey)

Terapi Farmakologi

Parasimpatomimetik, Kolinergik agonis
Mekanisme kerja: karbakol bekerja secara langsung sebagai obat parasimpatomimetik yang menyebabkan terjadinya konstriksi pupil, menstimulasi otot siliari, dan meningkatkan aliran aqueous humor sehingga menurunkan tekanan pada intraokular.

Data farmakokinetik Karbakol dan pilokarpin
Miotik
Onset
Puncak
Durasi
Karbakol

·         Intra okular
Detik
2-5 menit
1-2 jam
·         Topikal
10-20 menit
-
4-8 jam
Pilokarpin

·         Topikal
10-30 menit
-
4-8 jam

Karbakol. Karbakol adalah derivat-uretan dari kolin yang penguraiannya oleh enzim tidak secepat Ach, sehingga kerjanya lebih lama. Khasiat muskarinik dan nikotiniknya sama kuatnya, efek samping lebih ringan dan jarang terjadi pada dosis biasa. Digunakan sebagai miotikum pada glaukoma dan pada atonia organ dalam.  Indikasi: Menurunkan tekanan intraokuler. Efek samping: Bradikardia, hipersalivasi, bronko-spasme, berkeringat dan kolik usus setelah penyerapan sistemik. Sediaan beredar: Isotic Litrapres (Pratapa Nirmala)

Pilokarpin. Merupakan suatu alkaloid yang terdapat pada daun tanaman Amerika, Pilocarpus jaborandi. Khasiatnya terutama berkhasiat muskarinik, efek nikotiniknya ringan sekali. SSP permulaan distimulasi kemudian ditekan aktivitasnya. Penggunaan utamanya adalah sebagai miotikum pada glaukoma. Efek miotisnya (dalam tetes mata dimulai sesudah 10-30 menit dan bertahan 4-8 jam).  Toleransi dapat terjadi setelah digunakan untuk waktu yang lama yang dapat ditanggulangi dengan jalan menggunakan kolinergik lain untuk beberapa waktu, misalnya karbakol atau neostigmin. Indikasi: Mengendalikan tekanan intraokuler. Efek samping: Bradikardia, hipersalivasi, bronkospasme, berkeringat  dan  kolik usus setelah penyerapan sistemik. Sediaan yang beredar:     Epikarpin, (Cendo), Cendokarpin (Cendo), Ximex Opticar (Konimek), PV Carpine (Darya Varia).

Dosis agonis kolinergik kerja langsung
Agonis kolinergik kerja langsung
Bentuk sediaan
Dosis
Karbakol
Larutan 0,75; 1,5; 2,25; 3%
2-3 x 1 tetes perhari
Pilokarpin
Larutan 0,25; 0,5; 1; 2; 4; 8; 10
1 tetes 2-3 x

Senyawa penghambat β-adrenergik
Mekanisme kerja antihipertensif okular belum diketahui secara pasti tapi diduga menurunkan produksi cairan mata.

Data farmakokinetika β-bloker untuk penanganan glaukoma
Obat

Selektifitas pada reseptor β
Onset (menit)
Efek maksimum
Durasi (jam)
Betaksolol
Β1
≤ 30 menit
2
12
Levobunolol
Β1 dan  β2
≤ 60 menit
2-6
≤ 24
Metilpranolol
Β1 dan  β2
≤ 30 menit
≈ 2
24
Timolol
Β1 dan  β2
≤ 30 menit
1-2 menit
≤ 24

Levobunolol hidroklorida. Indikasi :  Mengurangi tekanan intraokuler glaukoma simpleks kronik. Kontra Indikasi: Bradikardia, blokade jantung, atau gagal jantung. Peringatan: Penting untuk menghindari asma. Efek samping:              Mata kering sementara dan blefarokonjungtivitis alergis. Sediaan beredar:  Batagan Liquifilm (Darya Varia)

Betaksolol hidroklorida. Indikasi:    Mengurangi tekanan intraokuler glaukoma simpleks kronik. Efek samping   : Mata kering sementara dan blefarokonjungtivitis alergis. Sediaan beredar    : Betoptima Alcon-couvereur Nv-Belgium.

Metil pranolol. Indikasi: Mengurangi tekanan intraokuler glaukoma simpleks kronik, tetapi dalam glaukoma sudut lebar kronis dibatasi pada pasien yang alergi terhadap zat pengawet atau mereka yang memakai lensa kontak (dimana benzalkonium klorida harus dihindari). Kontra Indikasi: Bradikardia, blokade jantung, atau gagal jantung.Peringatan: Tidak dianjurkan pada asma. Efek samping   : Mata kering sementara dan blefarokonjungtivitis alergi, uveitis anterior granulomatosa (hentikan pengobatan). Sediaan beredar:       Beta Opthiole (Combiphar)

Timolol Maleat. Indikasi: Mengurangi tekanan intraokuler glaukoma simpleks kronik. Kontra Indikasi: Bradikardia, blokade jantung, atau gagal jantung. Peringatan:       Penting untuk menghindari asma. Efek samping: Mata kering sementara dan blefarokonjungtivitis alergis. Sediaan beredar: Timolol maleat (Generik), XimexOpticom (Konimek), Tim-Opthal (Sanbe Farma), Timolol maleat (Cendo). Dosis obat pada penanganan glaukoma
Nama obat
Bentuk sediaan
Dosis
Penghambat β-adrenergik

Betaxolol
Larutan 0.5 % suspense 0.25 %
Satu tetes 2xsehari
Levobunolol
Larutan 0.25 % dan 0.5 %
Satu tetes 2xsehari
Metilpranolol
Larutan 0.3 %
Satu tetes 2xsehari
Timolol
Larutan 0.25 % dan 0.5 %
Satu tetes 1-2xsehari

Penghambat Karbonil Anhidrase
Mekanisme kerja penghambatan pada karbonik anhidrase menurunkan kecepatan pembentukan aquaeus humor sehingga menurunkan  tekanan intraokuler.
Data farmakokinetika Penghambat Karbonil Anhidrase
Penghambat Karbonil Anhidrase
Efek penurunan TIO
Potensi penghambatan relatif

Onset (jam)
Puncak Efek (jam)
Durasi (jam)
Asetazolamida


1
       Tablet
1-1,5
1-4
8-12
Kapsul lepas lamat
2
3-6
18-24
       Injeksi (IV)
2 menit
15 menit
4-5

Asetazolamid. Indikasi: Pengobatan prabedah Closed Angle Glaucoma. Peringatan: Hindari pada kerusakan ginjal yang berat, kehamilan tidak dianjurkan untuk penggunaan lama tetapi tetap akan diberikan diperlukan pemeriksaan hitung jenis darah; hindari ekstravasasi pada tempat injeksi (resiko nekrosis). Efek samping : Parastesia, hipokalemia, berkurangnya nafsu makan, rasa mengantuk dan depresi terutama pada pasien usia lanjut, bintik-bintik merah pada kulit dan kelainan darah jarang terjadi, dan dapat terjadi batu ginjal. Sediaan beredar: Acetazolamid (generik), diamox (Phapros)

Agonis Prostaglandin
Mekanisme kerja obat agonis prostaglandin menurunkan tekanan intraokuler dengan meningkatkan aliran aquaeous humor, meskipun mekanisme pasti belum diketahui.

Latanopros. Merupakan suatu prodrug prostaglandin-F2 (PGF2). Obat ini menembus kornea dan menurunkan TIO melalui peningkatan aliran aquaeous uveousklera. Latanopros sangat efektif dan telah mengurangi jumlah pasien yang membutuhkan pembedahan. Latanopros memiliki efek samping sistemik minimal dan telah digunakan secara luas. Tekanan intraokuler pada glaukoma sudut lebar dan hipertensi okular pada pasien yang tidak menunjukan respon terhadap obat lain. Peringatan : Sebelum memulai pengobatan, pasien harus diberitahu kemungkinan perubahan warna mata; monitor perubahan warna mata; asma yang berat atau mudah kumat; tidak boleh digunakan dalam waktu lima menit setelah penggunaan sediaan yang mengandung thiomersal, kehamilan dan masa menyusui. Efek samping: Pigmentasi coklat yang menetap  atau yang reversibel terutama pada mereka yang warna irisnya bercampur (hentikan pengobatan bila mungkin); iritasi okuler; hiperaeremia konjungtiva; erosi epitelial punctata (transient). Dosis: 1 tetes 2x sehari larutan 0,005%. Sediaan yang beredar: Xalatan TM (Upjohn Indonesia). Obat topical pengobatan Open-Angle Glaucoma

Interaksi Obat Dengan Obat
Obat A
Obat B
Efek Yang terjadi
Beta Optalmik
Digitalis
Penggunaan propranolol menyebabkan bradikardia pada pasien aritmia akibat menggunakan digitalis

Kinidin
Betabloker optalmik
Kinidin meningkatkan kadar serum metoprolol dan timolol karena inhibisi Enzim CYP2D6 demikian juga kadar serum propranolol naik dapat terjadi bradikardia

Betabloker
Senyawa Fenotiazin
Pada penggunaan klopromazin thioridazin dengan propranolol terjadi peningkatan kadar serum kedua obat terjadi hipotensi

Karbakhol, Pilokarpin
NSAID
Karbakhol, Pilokarpin menjadi tidak efektif bila digunakan bersama NSAID topical

Latanoprost
Obat tetes mengandung timerasol
Terjadi pengendapan secara invitro , gunakan dengan interval 5 menit
Karbakhol
Flurbiprofen, Surprofen
Karbakhol menjadi tidak efektif bila digunakan dengan flurbiprofen atau surprofen.



Interaksi Obat Dengan Makanan Atau Minuman
Tidak ditemukan interaksi antara timolol dengan makanan atau minuman. Tidak ditemukan interaksi antara levobunolol dengan makanan atau minuman. Tidak ditemukan interaksi antara carteolol dengan makanan atau minuman. Tidak ditemukan interaksi antara metipranolol dengan makanan atau minuman.

Terapi Non Farmakologi
Terapi Bedah dan Laser. Terapi bedah dan laser merupakan terapi yang paling efektif dalam menurunkan tekanan intraokuli. Pada glaukoma sudut tertutup, tindakan iridoplasti, iridektomi, iridotomi perifer merupakan cara yang efektif mengatasi blokade pupil. Sedangkan pada glaukoma sudut terbuka, pengguaan laser (trabekuloplasti) merupakan cara yang efektif untuk memudahkan aliran keluar aqueous humor (Salmon, 2009). Trabekulotomi adalah prosedur yang paling sering digunakan untuk memintas saluran-saluran drainase normal sehingga terbentuk akses langsung aqueous humor dari bilik mata depan ke jaringan subkonjungtiva dan orbita(Salmon, 2009).

Ada beberapa bentuk terapi laser untuk glaucoma. Laser iridotomy (lihat bagian atas pada sudut tertutup glaukoma) melibatkan membuat lubang di bagian berwarna dari mata (iris) untuk memungkinkan cairan mengalir secara normal pada mata dengan sudut sempit atau tertutup. Laser trabeculoplasty adalah prosedur laser yang dilakukan hanya pada mata dengan sudut terbuka. Laser trabeculoplasty tidak menyembuhkan glaukoma tetapi sering dilakukan bukannya meningkatkan jumlah obat tetes mata yang berbeda atau ketika tekanan intraokular pasien dirasakan terlalu tinggi meskipun penggunaan beberapa obat tetes mata (terapi medis maksimal). Dalam beberapa kasus, digunakan sebagai terapi awal atau utama untuk glaukoma sudut terbuka. Prosedur ini adalah metode cepat, tanpa rasa sakit, dan relatif aman menurunkan tekanan intraokular. Dengan mata mati rasa oleh tetes anestesi, perawatan laser diterapkan melalui lensa kontak cermin dengan sudut mata. Mikroskopis Laser luka bakar sudut memungkinkan cairan untuk lebih keluar saluran drainase.

Laser trabeculoplasty sering dilakukan dalam dua sesi, minggu atau bulan. Sayangnya, perbaikan drainase sebagai akibat dari pengobatan bisa berlangsung hanya sekitar dua tahun, saat saluran drainase cenderung menyumbat lagi. Ada dua jenis laser trabeculoplasty: Laser argon trabeculoplasty (ALT) dan selektif Laser trabeculoplasty (SLT). ALT umumnya tidak diulang setelah sesi kedua karena pembentukan jaringan parut di sudut. SLT kurang kemungkinan untuk menghasilkan jaringan parut di sudut, sehingga, secara teoritis, dapat diulang beberapa kali. Namun, kemungkinan keberhasilan dengan perawatan tambahan ketika upaya sebelumnya telah gagal rendah. Dengan demikian, pilihan untuk pasien pada saat itu adalah untuk meningkatkan penggunaan obat tetes mata atau melanjutkan ke operasi.

Laser cyclo-ablasi (juga dikenal kerusakan silia tubuh, cyclophotocoagulation atau cyclocryopexy) adalah bentuk lain dari perawatan laser umumnya dicadangkan untuk pasien dengan bentuk parah dari glaukoma dengan potensi visual yang miskin. Prosedur ini melibatkan menerapkan luka bakar laser atau kedinginan bagian dari mata yang membuat cairan berair (tubuh ciliary). Terapi ini menghancurkan sel-sel yang membuat cairan, sehingga mengurangi tekanan mata. jenis laser biasanya dilakukan setelah terapi yang lebih tradisional lainnya telah gagal (Bhowmik, 2012).

Operasi Glaukoma. Trabeculectomy adalah prosedur bedah mikro halus yang digunakan untuk mengobati glaukoma. Dalam operasi ini, sepotong kecil dari trabecular meshwork tersumbat akan dihapus untuk membuat pembukaan dan jalur drainase baru dibuat untuk cairan untuk keluar mata. Sebagai bagian dari sistem drainase baru ini, tas pengumpulan kecil dibuat dari jaringan konjungtiva (konjungtiva adalah penutup yang jelas atas putih mata.) Tas ini disebut "filtering bleb" dan tampak seperti daerah mengangkat kista yang di bagian atas mata bawah tutup atas. Sistem drainase yang baru memungkinkan cairan untuk meninggalkan mata, masukkan tas / bleb, dan kemudian masuk ke dalam sirkulasi darah kapiler (dengan demikian menurunkan tekanan mata). Trabeculectomy adalah operasi glaukoma yang paling umum dilakukan. Jika berhasil, itu adalah cara yang paling efektif menurunkan tekanan mata.

Perangkat shunt berair (implan glaukoma atau tabung) adalah perangkat drainase buatan yang digunakan untuk menurunkan tekanan mata. Mereka pada dasarnya plastik tabung mikroskopis melekat reservoir plastik. Reservoir (atau piring) ditempatkan di bawah jaringan konjungtiva. Tabung yang sebenarnya (yang memanjang dari reservoir) ditempatkan di dalam mata untuk membuat jalur baru untuk cairan untuk keluar mata. Cairan ini mengumpulkan dalam reservoir di bawah konjungtiva menciptakan filtering bleb. Prosedur ini dapat dilakukan sebagai alternatif untuk trabeculectomy pada pasien dengan jenis tertentu dari glaukoma.

Viscocanalostomy merupakan prosedur bedah alternatif yang digunakan untuk menurunkan tekanan mata. Ini melibatkan mengeluarkan sepotong sclera (dinding mata) untuk meninggalkan hanya selaput tipis dari jaringan melalui mana cairan berair dapat lebih mudah mengalir. Meskipun kurang invasif dibandingkan trabeculectomy dan operasi shunt berair, juga cenderung kurang efektif. Dokter bedah kadang-kadang menciptakan jenis lain dari sistem drainase. Sementara operasi glaukoma seringkali efektif, komplikasi, seperti infeksi atau perdarahan, yang mungkin. Dengan demikian, operasi biasanya dicadangkan untuk kasus-kasus yang tidak dapat dinyatakan dikendalikan (Bhowmik, 2012).

Perbedaan kondisi dan penanganan untuk pasien neonatus, anak dan dewasa dengan masyarakat umum. Tidak ada penanganan khusus pada neonatus, anak dan dewasa hanya perlu penyesuaian dosis.

KIE Penggunaan Obat
Parasimpatomimetik, Kolinergik agonis
Miotik
Cara pemakaian
Karbakol

·         Intra okular
Per hari2-3 x 1 tetes
·         Topikal
Pilokarpin
1 tetes 2-3 kali
·         Topikal


Senyawa penghambat β-adrenergik
Obat
Durasi (jam)
Dosis
Betaksolol
12
Satu tetes 2xsehari
Levobunolol
≤ 24
Satu tetes 2xsehari
Metilpranolol
24
Satu tetes 2xsehari
Timolol
≤ 24
Satu tetes 1-2xsehari




Penghambat Karbonil Anhidrase
Penghambat Karbonil Anhidrase
Waktu penggunaan


Asetazolamida

       Tablet
Bersamaan dengan makan
Kapsul lepas lamat
Bisa sebelum dan sesudah makan,
       Injeksi (IV)
 Secara intra vena

Agonis Prostaglandin
Latanopros : 1tetes 2x sehari

KIE untuk glukaoma yang dapat dilakukan:
Mengontrol tekanan darah, karena tekanan darah tinggi merupakan faktor resiko glukaoma Rutin kesehatan terutama kesehatan mata, seperti pemeriksaan: Pemeriksaan tekanan bola mata, pemeriksaan papil saraf optic, pemeriksaan sedut bilik mata, pemeriksaan lapang pandang. Hindari tembakau. Kontrol gula darah. Gunakan pelindung mata jika bekerja pada tempat seperti temapt las.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar