Penyakit iskemia jantung (Ischemic
heart disease, ISD), juga dikenal sebagai penyakit arteri koroner (coronary
artery disease, CAD), didefinisikan sebagai kurangnya oksigen dan penurunan
atau tidak ada aliran darah ke myocardium sebagai akibat dari penyempitan atau
obstruksi arteri koroner (Dipiro,
2009).
Patofisiologi
spesifik penyakit.
Penurunan aliran darah koroner sangat besar jika lumen
menyempit hingga 90%. Angina perktoris terjadi jika suplai O2 ke
otot jantung tidak dapat memenuhi kebutuhan kebutuhan O2 yang
meningkat, misalnya selama aktivitas, dingin, dan setelah makan.
Oklusi trombotik pada lumen
yang menyempit mencetuskan iskemia akut.
Gejala-gejala
spesifik penyakit: Nyeri dada (angina pectoris), sesak nafas, shock (pening,
lemah, berkeringat, muntah-muntah, pucat, pingsan), berdebar-debar (palpitasi)
atau denyut jantung tidak teratur.
Pengobatan Untuk
Pasien Berisiko Tinggi: Istirahat di kasur dengan monitoring EKG yang tetap
berlangsung. Suplemen oksigen untuk mempertahankan kejenuhan O2 > 90%.
Pengobatan
sakit Iskemia
Nitrat.
Tablet
sublingual atau spray (max 3 dosis). Jika
sakit tidak berkurang, lanjutkan dengan pemakaian IV. Nitrogliserin IV lazimnya diganti dengan nitrat oral dalam 24 jam
periode bebas sakit. Regimen dosis
oral seharusnya memiliki interval bebas nitrat untuk mencegah berkembangnya toleransi. Kontraindikasi pada pasien yang
menerima sildenafil dalam 24 jam yang lalu.
Gunakan dengan perhatian pada pasien dengan gagal RV.
β-bloker.
Direkomendasikan
jika tidak ada kontraindikasi. Jika
saki dada berlanjut, gunakan dosis pertama IV yang diikuti dengan tablet oral. Semua β-bloker itu keefektifannya
sama, tetapi β-bloker tanpa aktivitas simpatomimetik. Intrinsik lebih disukai
Morfin
sulfat. Direkomendasikan jika sakit tidak kurang dengan
terapi anti iskemia yang cukup dan jika terdapat kongesti pulmonary atau
agitasi parah. Dapat digunakan
dengan nitrat selama tekanan darah dimonito. 1-5 mg IV setiap 5-30 menit jika
diperlukan. Perlu diberikan juga
obat anti muntah. Penggunaan
disertai perhatian jika terjadi hipotensi pada penggunaan awal nitrat.
Pilihan
Pengobatan Lain Untuk Iskemia:
Antagonis
Kalsium. Dapat digunakan ketika β-bloker kontra indikasi
(verapamil & diltiazem lebih disukai).
Antagonis kalsium dihidropiridin dapat digunakan pada pasien yang sulit
sembuh hanya setelah gagal
menggunakan nitrat dan β-bloker.
Inhibitor
ACE. Diindikasikan pada hipertensi yang tetap (walaupun
sedang menjalani pengobatan dengan nitrat dan β-bloker), disfungsi sistolik
LV,CHF.
Terapi
Antiplatelet dan Antikoagulan. Esensial untuk
memodifikasi proses penyakit & kemungkinan perkembangannya menuju kematian,
MI atau MI berulang.
Aspirin
dan Klopidogrel. Sebaiknya diinisiasi dengan baik. Untuk pasien intoleransi aspirin
& ketika klopidogrel tidak dapat digunakan.
Heparin.
Heparin
bobot molekul rendah (LMWH = low molecular weight heparin) secara subkutan atau
heparin tidak terfraksinasi (UFH = unfractioned heparin) secara IV dapat
ditambahkan sebagai terapi antiplatelet.
Antagonis
GP IIb/IIIa. Penggunaannya direkomendasikan sebagai
tambahan aspirin & UFH pada pasien dengan iskemia berlanjut atau dengan
risiko tinggi lainnya & untuk pasien yang intervensi koroner percutaneous
direncanakan
KIE
spesifik penyakit.
Diet garam dan
air karena pasien terkena udem. Diet makanan tinggi kolesterol
KIE pengunaan obat
(harus paham kapan digunakan, pagi malam sore, setelah, saat atau sebelum
makan). Minum aspirin setelah makan. Amlodipine diminum pada malam
hari.
Efek samping pusing atau sakit kepala karena minum obat ISDN, kepada pasien
diberitahu bahwa sakitnya akan hilang dengan sendirinya dan kalau tidak tahan
dapat menggunakan obat analgetik seperti panadol untuk mengatasinya. Pasien
dinasehatkan agar tidak mengendarai kendaraan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar