Kamis, 24 November 2016

Iskemia Jantung (Ischemic heart disease, ISD)

 
Penyakit iskemia jantung (Ischemic heart disease, ISD), juga dikenal sebagai penyakit arteri koroner (coronary artery disease, CAD), didefinisikan sebagai kurangnya oksigen dan penurunan atau tidak ada aliran darah ke myocardium sebagai akibat dari penyempitan atau obstruksi arteri koroner (Dipiro, 2009).

Patofisiologi spesifik penyakit.
Penurunan aliran darah koroner sangat besar jika lumen menyempit hingga 90%. Angina perktoris terjadi jika suplai O2 ke otot jantung tidak dapat memenuhi kebutuhan kebutuhan O2 yang meningkat, misalnya selama aktivitas, dingin, dan setelah makan. Oklusi trombotik pada lumen yang menyempit mencetuskan iskemia akut.

Gejala-gejala spesifik penyakit: Nyeri dada (angina pectoris), sesak nafas, shock (pening, lemah, berkeringat, muntah-muntah, pucat, pingsan), berdebar-debar (palpitasi) atau denyut jantung tidak teratur.

Pengobatan Untuk Pasien Berisiko Tinggi: Istirahat di kasur dengan monitoring EKG yang tetap berlangsung. Suplemen oksigen untuk mempertahankan kejenuhan O2 > 90%.

Pengobatan sakit Iskemia
Nitrat. Tablet sublingual atau spray (max 3 dosis). Jika sakit tidak berkurang, lanjutkan dengan pemakaian IV. Nitrogliserin IV lazimnya diganti dengan nitrat oral dalam 24 jam periode bebas sakit. Regimen dosis oral seharusnya memiliki interval bebas nitrat untuk mencegah berkembangnya toleransi. Kontraindikasi pada pasien yang menerima sildenafil dalam 24 jam yang lalu. Gunakan dengan perhatian pada pasien dengan gagal RV.

β-bloker. Direkomendasikan jika tidak ada kontraindikasi. Jika saki dada berlanjut, gunakan dosis pertama IV yang diikuti dengan tablet oral. Semua β-bloker itu keefektifannya sama, tetapi β-bloker tanpa aktivitas simpatomimetik. Intrinsik lebih disukai

Morfin sulfat. Direkomendasikan jika sakit tidak kurang dengan terapi anti iskemia yang cukup dan jika terdapat kongesti pulmonary atau agitasi parah. Dapat digunakan dengan nitrat selama tekanan darah dimonito. 1-5 mg IV setiap 5-30 menit jika diperlukan. Perlu diberikan juga obat anti muntah. Penggunaan disertai perhatian jika terjadi hipotensi pada penggunaan awal nitrat.

Pilihan Pengobatan Lain Untuk Iskemia:
Antagonis Kalsium. Dapat digunakan ketika β-bloker kontra indikasi (verapamil & diltiazem lebih disukai). Antagonis kalsium dihidropiridin dapat digunakan pada pasien yang sulit sembuh hanya setelah gagal menggunakan nitrat dan β-bloker.

Inhibitor ACE. Diindikasikan pada hipertensi yang tetap (walaupun sedang menjalani pengobatan dengan nitrat dan β-bloker), disfungsi sistolik LV,CHF.

Terapi Antiplatelet dan Antikoagulan. Esensial untuk memodifikasi proses penyakit & kemungkinan perkembangannya menuju kematian, MI atau MI berulang.

Aspirin dan Klopidogrel. Sebaiknya diinisiasi dengan baik. Untuk pasien intoleransi aspirin & ketika klopidogrel tidak dapat digunakan.

Heparin. Heparin bobot molekul rendah (LMWH = low molecular weight heparin) secara subkutan atau heparin tidak terfraksinasi (UFH = unfractioned heparin) secara IV dapat ditambahkan sebagai terapi antiplatelet.

Antagonis GP IIb/IIIa. Penggunaannya direkomendasikan sebagai tambahan aspirin & UFH pada pasien dengan iskemia berlanjut atau dengan risiko tinggi lainnya & untuk pasien yang intervensi koroner percutaneous direncanakan

KIE spesifik penyakit.
Diet garam dan air karena pasien terkena udem. Diet makanan tinggi kolesterol

KIE pengunaan obat (harus paham kapan digunakan, pagi malam sore, setelah, saat atau sebelum makan). Minum aspirin setelah makan. Amlodipine  diminum pada malam hari. Efek samping pusing atau sakit kepala karena minum obat ISDN, kepada pasien diberitahu bahwa sakitnya akan hilang dengan sendirinya dan kalau tidak tahan dapat menggunakan obat analgetik seperti panadol untuk mengatasinya. Pasien dinasehatkan agar tidak mengendarai kendaraan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar