Kapsul adalah bentuk sediaan obat
terbungkus cangkang kapsul keras atau lunak. Cangkang kapsul dibuat dari Gelatin
dengan atau tanpa zat bahan lain. Cangkang dapat pula dibuat dari Metilselulosa
atau bahan lain yang cocok.
Penggolongan
Kapsul
Berdasarkan jenis cangkang kapsul, dibagi menjadi :
Capsul Gelatinosae Operculatae (Kapsul Keras). Kapsul keras terdiri dari wadah dan tutup. Cangkang kapsul keras
dibuat dari campuran gelatin, gula dan air dan merupakan cangkang kapsul yang
bening tak berwarna dan tak berasa. Kapsul harus disimpan pada tempat yang
tidak lembab dan sebaliknya disimpan di wadah yang diberi zat pengering. Kapsul
dapat diberi warna macam macam agar menarik dan dapat dibedakan dengan kapsul
yang mengandung obat yang lain. Ukuran kapsul keras menurut besarnya dapat
diberi nomor urut dari besar ke yang kecil sebagai berikut: no. 000; 00; 0; 1;
2; 3. Kapsul keras sering diganakan di Apotek dalam pelayanan campuran obat
yang ditulis dokter.
Soft capsule (Kapsul Lunak). Merupakan kapsul
yang tertutup dan berisi obat yang pembuatan dan pengisian obatnya dilakukan
dengan alat khusus. Cangkang kapsul lunak dibuat dari gekatun ditambah gliserin
atau alkohol polihidris seperti Sorbitol untuk melunakan gelatin.
Kapsul lunak diperlukan untuk wadah obat cair atau cairan obat seperti minyak levertan.
Kapsul lunak dapat pula diberi warna macam – macam. Kapsul cangkang lunak tidak
dipakai di apotik, tetapi diproduksi secara besar – besaran didalam pabrik dan
biasanya diisi dengan cairan. Kapsul lunak yang bekerjanya long acting umumnya
berisi granula dan disebut Spansule.
Berdasarkan ukuran cangkang kapsul, dibagi menjadi :
Ukuran
kapsul menunjukkan ukuran volume dari kapsul dan dikenal 8 macam ukuran yang
dinyatakan dalam nomor kode. 000 ialah ukuran terbesar dan 5 ukuran terkecil.
Ukuran
kapsul: 000,
00, 0, 1, 2, 3, 4, 5,
Untuk hewan : 10 11 12
Umumnya
nomor 00 adalah ukuran terbesar yang dapat diberikan kepada pasien. Adapula
kapsul gelatin keras ukuran 0 dengan bentuk memanjang (dikenal sebagai ukuran
OE ) yang memberikan kapasitas isi lebih besar tanpa peningkatan diameter.
Berkaitan dengan hal tersebut, perlu bagi kita untuk mampu memilih ukuran
kapsul yang tepat atau memilih ukuran kapsul yang terkecil yang masih dapat
menampung bahan obat yang akan dimasukkan. Hal ini penting dalam rangka
mempersiapkan resep dokter di apotik.
Ketepatan
dan kecepatan memilih ukuran kapsul tergantung dari pengalaman. Biasanya
dikerjakan secara eksperimental dan sebagai gambaran hubungan jumlah obat
dengan ukuran kapsul dapat dilihat dalam tabel dibawah ini.
No. ukuran
|
Asetosal
(alam gram)
|
Natrium Bikarbonat (dalam gram)
|
NBB
(dalam gram)
|
000
00
0
1
2
3
4
5
|
1
0,6
0,5
0,3
0,25
0,2
0,15
0,1
|
1,4
0,9
0,7
0,5
0,4
0,3
0,25
0,12
|
1,7
1,2
0,9
0,6
0,5
0,4
0,25
0,12
|
Keuntungan dan
Kerugian Kapsul
Keuntungan bentuk sediaan kapsul: Bentuk menarik
dan praktis. Tidak berasa sehingga
bisa menutup rasa dan bau dari obat yang kurang enak. Mudah ditelan dan cepat hancur /larut didalam perut, sehingga
bahan cepat segera diabsorbsi (diserap) usus. Dokter dapat memberikan resep dengan kombinasi dari
bermacam-macam bahan obat dan dengan dosis yang berbeda-beda menurut kebutuhan
seorang pasien. Kapsul dapat diisi
dengan cepat tidak memerlukan bahan penolong seperti pada pembuatan pil atau
tablet yang mungkin mempengaruhi absorbsi bahan obatnya.
Kerugian bentuk sediaan kapsul: Tidak bisa
untuk zat-zat mudah menguap sebab pori-pori cangkang tidak menahan
penguapan. Tidak untuk zat-zat yang
higroskopis. Tidak untuk zat-zat
yang bereaksi dengan cangkang kapsul. Tidak
untuk Balita. Tidak bisa dibagi (
misal ½ kapsul).
Cara Pengisian Kapsul
Yang dimaksud
kapsul disini adalah kapsul keras. Kapsul gelatin keras terdiri dari
dua bagian yaitu bagian dalam / induk yaitu bagian yang lebih panjang
(biasa disebut badan kapsul) dan bagian luar /tutup. Kapsul demikian juga
disebut Capsulae Operculatae dan kapsul bentuk ini diproduksi
besar-besaran di pabrik dengan mesin otomatis. Umumnya ada lekuk khas pada
bagian tutup dan induk untuk memberikan penutupan yang baik bila
bagian induk dan tutup cangkangnya dilekatkan, untuk mencegah terbukanya
cangkang kapsul yang telah diisi, selama transportasi dan penanganan.
Ada 3 macam
cara pengisian kapsul yaitu dengan tangan, dengan alat bukan mesin dan dengan
alat mesin.
Dengan tangan
Merupakan cara
yang paling sederhana yakni dengan tangan, tanpa bantuan alat lain. Cara ini
sering dikerjakan di apotik untuk melayani resep dokter. Pada pengisian dengan
cara ini sebaiknya digunakan sarung tangan untuk mencegah alergi yang mungkin
timbul karena petugas tidak tahan terhadap obat tersebut. Untuk memasukkan obat
dapat dilakukan dengan cara serbuk dibagi sesuai dengan jumlah kapsul yang
diminta lalu tiap bagian serbuk dimasukkan kedalam badan kapsul dan ditutup.
Dengan alat bukan mesin
Alat yang
dimaksud disini adalah alat yang menggunakan tangan manusia. Dengan menggunakan
alat ini akan didapatkan kapsul yang lebih seragam dan pengerjaannya dapat
lebih cepat sebab sekali cetak dapat dihasilkan berpuluh-puluh kapsul. Alat ini
terdiri dari dua bagian yaitu bagian yang tetap dan bagian yang bergerak.
Caranya: Kapsul
dibuka dan badan kapsul dimasukkan kedalam lubang dari bagian alat yang tidak
bergerak. Serbuk yang akan dimasukkan kedalam kapsul dimasukkan /ditaburkan
pada permukaan kemudian diratakan dengan kertas film. Kapsul ditutup dengan
cara merapatkan/menggerakkan bagian yang bergerak. Dengan cara demikian semua
kapsul akan tertutup.
Dengan alat mesin.
Untuk menghemat tenaga dalam rangka
memproduksi kapsul secara besar-besaran dan untuk menjaga keseragaman dari
kapsul tersebut , perlu dipergunakan alat yang serba otomatis mulai dari
membuka, mengisi sampai dengan menutup kapsul. Dengan cara ini dapat diproduksi
kapsul dengan jumlah besar dan memerlukan tenaga sedikit serta keseragamannya
lebih terjamin.
Cara Penutupan Kapsul
Penutupan kapsul yang berisi serbuk
dapat dilakukan dengan cara yang biasa yakni menutupkan bagian tutup
kedalam badan kapsul tanpa penambahan bahan perekat. Penutupan cangkang
kapsul dapat juga dilakukan dengan pemanasan langsung, menggunakan energi
ultrasonik atau pelekatan menggunakan cairan campuran air – alkohol.
Untuk menutup kapsul yang berisi cairan
perlu dilakukan cara khusus seperti diatas. Cara paling sederhana ialah
menambahkan bahan perekat agar isinya tidak keluar atau bocor. Caranya oleskan
sedikit campuran air-alkohol pada tepi luar bagian badan kapsul, kemudian
ditutup sambil diputar.
Untuk melihat adanya kebocoran kapsul
tersebut kapsul diletakkan diatas kertas saring kemudian gerakkan ke depan dan
ke belakang hingga menggelinding beberapa kali. Apabila kapsul tersebut
bocor akan meninggalkan noda pada kertas.
Didalam pabrik yang besar
penutupan kapsul dilakukan secara otomatis . Sebagai cairan penutup pada
umumnya larutan gelatin yang diberi tambahan zat warna, sehingga kapsul yang
telah ditutup akan kelihatan semacam pita yang berwarna. Warna ini dapat
dipergunakan sebagai tanda pengenal dari suatu pabrik.
Cara Membersihkan Kapsul.
Salah satu
tujuan dari pemberian obat berbentuk kapsul adalah untuk menutup rasa dan
bau yang tidak enak dari bahan obatnya. Sesuai dengan tujuan tersebut
maka bagian luar dari kapsul harus bebas dari sisa bahan obat yang mungkin
menempel pada dinding kapsul. Untuk itu kapsul perlu dibersihkan dahulu. Kapsul
harus dalam keadaan bersih sebelum diserahkan pada pasien, terutama untuk kapsul
yang dibuat dengan tangan. Caranya letakkan kapsul diatas sepotong kain
(linnen,wol ) kemudian digosok-gosokkan sampai bersih.
Pengisian
Cairan ke dalam Kapsul Keras.
Zat-zat setengah cair/cairan kental. Misalnya
ekstrak-ekstrak kental dalam jumlah kecil dapat dikapsul sebagai serbuk sesudah
dikeringkan dengan bahan-bahan inert, tetapi kalau jumlahnya banyak yang jika
dikeringkan membutuhkan terlalu banyak bahan inert, maka dapat dibuat seperti
masa pil dan dipotong-potong sebanyak yang diperlukan, baru dimasukkan kedalam
cangkang kapsul keras dan direkat.
Cairan-cairan. Untuk
cairan-cairan seperti minyak-minyak lemak dan cairan lain yang tidak melarutkan
gelatinnya (bahan pembuat cangkang kapsul) dapat langsung dimasukkan dengan
pipet yang telah ditara.Sesudah itu tutup kapsul harus ditutup (di seal)
supaya cairan yang ada didalamnya tidak bocor atau keluar.
Untuk cairan-cairan seperti minyak
menguap , kreosot atau alkohol yang akan bereaksi dengan gelatinnya hingga
rusak/meleleh , harus diencerkan terlebih dahulu dengan minyak lemak sampai
kadarnya dibawah 40 %.Sebelum dimasukkan kedalam kapsul. Kapsul diletakkan
dalam posisi berdiri pada sebuah kotak, kemudian cairan kita teteskan dengan
pipet yang sudah ditara dengan tegak lurus, setetah itu tutup.
Faktor-Faktor yang Merusak Cangkang Kapsul
Mengandung zat-zat yang mudah
mencair ( higroskopis). Zat ini tidak hanya menghisap lembab
udara tetapi juga akan menyerap air dari kapsulnya sendiri hingga menjadi rapuh
dan mudah pecah. Penambahan lactosa atau amylum (bahan inert netral) akan
menghambat proses ini. Contohnya kapsul yang mengandung KI, NaI, NaNO2
dan sebagainya.
Mengandung campuran eutecticum. Zat yang dicampur akan memiliki titik lebur lebih rendah
daripada titik lebur semula, sehingga menyebabkan kapsul rusak/lembek.
Contohnya kapsul yang mengandung Asetosal dengan Hexamin atau Camphor dengan
menthol. Hal ini dapat dihambat dengan mencampur masing-masing dengan bahan
inert baru keduanya dicampur.
Mengandung minyak menguap, kreosot dan alcohol
Penyimpanan yang salah. Di tempat lembab, cangkang menjadi lunak dan lengket
serta sukar dibuka karena kapsul tersebut menghisap air dari udara yang lembab
tersebut. Di tempat terlalu kering, kapsul akan kehilangan air sehingga
menjadi rapuh dan mudah pecah.
Mengingat sifat kapsul tersebut maka
sebaiknya kapsul disimpan: Dalam ruang yang tidak terlalu
lembab atau dingin kering. Dalam botol gelas tertutup rapat dan diberi silika
(pengering). Dalam
wadah plastik yang diberi pengering
Evaluasi Kapsul
Keseragaman Bobot
Kapsul berisi
obat kering: Timbang 20 kapsul, timbang lagi satu persatu, keluarkan
isi semua kapsul, timbang seluruh bagian cangkang kapsul. Hitung bobot isi
kapsul dan bobot rata-rata tiap isi kapsul. Perbedaan dalam persen bobot isi
tiap kapsul terhadap bobot rata-rata tiap isi kapsul tidak boleh lebih dari dua
kapsul yang penyimpangannya lebih besar dari harga yang ditetapkan oleh kolom A
dan tidak satu kapsulpun yang penyimpangannya melebihi yang ditetapkan oleh
kolom B.
Bobot
rata-rata kapsul
|
Perbedaan
bobot isi kapsul dalam %
|
|
A
|
B
|
|
120 mg atau
lebih
lebih dari
120 mg
|
10%
7,5%
|
20%
15%
|
Kapsul berisi obat cair atau pasta: Timbang 10
kapsul, timbang lagi satu persatu. Keluarkan isi semua kapsul, cuci cangkang
kapsul dengan eter. Buang cairan cucian, biarkan hingga tidak berbau eter,
timbang seluruh bagian cangkang kapsul. Hitung bobot isi kapsul dan bobot
rata-rata tiap isi kapsul. Perbedaan dalam persen bobot isi tiap kapsul
terhadap bobot rata-rata tiap isi kapsul tidak lebih dari 7,5%.
Waktu Hancur
Uji waktu hancur digunakan untuk
menguji kapsul keras maupun kapsul lunak. Waktu hancur ditentukan untuk
mengetahui waktu yang diperlukan oleh kapsul yang bersangkutan untuk hancur
menjadi butiran-butiran bebas yang tidak terikat oleh satu bentuk. Menurut FI
IV., untuk melakukan uji waktu hancur digunakan alat yang dikenal dengan nama Desintegration
Tester.
Alat terdiri dari : Rangkaian keranjang
yang terdiri dari 6 tabung transparan yang panjang masing – masingnya 77,5 mm +
2,5 mm dengan diameter dalam 21,5 mm dan tebal dinding lebih kurang 2 mm, kedua
ujungnya terbuka. Ujung bawah tabung dilengkapi dengan suatu kasa baja tahan
karat dengan diameter lubang 0,025 inchi (ukuran 10 mesh nomor 23). Gelas piala
berukuran 1000 ml yang berisi media cair. Volume cairan dalam wadah sedemikian
sehingga pada titik tertinggi gerakan ke atas, kawat kasa berada paling sedikit
2,5 cm di bawah permukaan cairan dan pada gerakan ke bawah berjarak tidak
kurang 2,5 cm dari dasar wadah. Thermostat yang berguna untuk memanaskan dan
menjaga suhu media cair antara 35o – 39o C. Alat untuk
menaikturunkan keranjang dalam media cair dengan frekuensi 29 kali hingga 32
kali per menit.
Caranya: Masukkan 1 kapsul pada
masing-masing tabung di keranjang. Masukkan kasa berukuran 10 mesh seperti yang
diuraikan pada rangkaian keranjang, gunakan air bersuhu
37 o + 2 o sebagai media kecuali dinyatakan lain
menggunakan cairan lain dalam masing – masing monografi. Naik turunkan
keranjang didalam media cair lebih kurang 29 – 32 kali per menit. Amati kapsul
dalam batas waktu yang dinyatakan dalam masing-masing monografi, semua kapsul
harus hancur, kecuali bagian dari cangkang kapsul. Bila 1 kapsul atau 2 kapsul
tidak hancur sempurna, ulangi pengujian dengan 12 kapsul lainnya, tidak kurang
16 dari 18 kapsul yang diuji harus hancur sempurna.
Dalam FI IV
waktu hancur kapsul tidak dinyatakan dengan jelas, namun menurut FI.
III, kecuali dinyatakan lain waktu hancur kapsul adalah tidak lebih dari
15 menit.
Keseragaman Sediaan
Terdiri dari keragaman bobot untuk
kapsul keras dan keseragaman kandungan untuk kapsul lunak.
Uji Disolusi
Uji ini
digunakan untuk menentukan kesesuaian dengan persyaratan disolusi yang tertera
dalam masing – masing monografi. Persyaratan disolusi tidak berlaku untuk
kapsul gelatin lunak kecuali bila dinyatakan dalam masing – masing monografi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar