Pil berasal dari bahasa latin yaitu “Pila” yang berarti
bola. Dalam Farmakope edisi III : Pil adalah suatu sedian berupa
massa bulat mengandung satu atau lebih bahan obat. Dalam buku ilmu meracik obat: Pil
adalah suatu sedian yang berbentuk bulat seperti kelereng mengandung satu atau
lebih bahan obat. Menurut Leerboek der Receptuur : Pil adalah salah satu
bentuk sedian padat yang berbentuk bola kecil dengan berat 100 – 500 mg. Pil kecil yang beratnya kira-kira 30
mg disebut granula dan pil besar yang beratnya lebih dari 500 mg disebut boli.
Sayarat Sediaan
Pil
Homogen ukuran, bentuk, warna dan
dosisnya. Mempunyai kekenyalan, daya rekat,
dan kekerasan tertentu. Mempunyai waktu hancur tertentu
Dalam
FI ed. III, pil harus memenuhi beberapa syarat: Keseragaman bobot. Waktu hancur pil = Waktu hancur
tablet, meliputi: Tidak lebih dari 15 menit untuk pil
tak bersalut. Tidak
lebih dari 60 menit untuk pil bersalut gula dan bersalut selaput.
Pil
bersalut enterik : 3 jam dalam larutan 0,06 N HCl dan tidak lebih dari 60 menit
dalam larutan pendapar pH 6,8
Macam-macam
Sediaan Pil
Bolus (beratnya lebih dari 300 mg), Pil (beratnya sekitar 60 – 300 mg, Granul (beratnya 1/3 – 1 grain, 1 grain = 64,8 mg). Parvul: beratnya kurang dari 1/3
grain.
Keuntungan dan
Kerugian Pil
Keuntungan: Mudah digunakan / ditelan. Rasa obat yang tak enak dapat tertutupi. Relatif lebih stabil dibandingkan serbuk dan solution. Sangat baik untuk sediaan yang
penyerapannya dikehendaki secara lambat, misal: Kathartika.
Kerugian: Obat yang dikehendaki memberikan
aksi yang cepat. Obat yang dalam keadaan larutan
pekat dapat mengiritasi lambung. Bahan Obat padat/serbuk yang
voluminous dan Bahan Obat cair dalam jumlah besar. Penyimpanan lama sering menjadi
keras dan tidak memenuhi waktu hancur. Ada kemungkinan ditumbuhi jamur
(dapat diatasi dengan bahan pengawet.
Komponen Pil
Bahan Obat / Medikamen
Wujud:
Padat, ½ padat, dan cair
Bahan tambahan
Bahan
Pengisi. Fungsi: memperbesar massa pil (bila
bahan obat terlalu kecil untuk dibuat pil). Jenis: Radix liquiritiae, Saccharum album, Bolus alba. Jumlah pemakaian : jumlah Kecil: Radix 2x bobot Succus, sangat besar : Pakai pulvis pro pilulis (Radix dan Succus
aa), gol. Oksidator: Balus alba 100
mg/pil (garam Pb).
Bahan
Pengikat. B.O non kohesif perlu bahan pengikat. Jenisnya: Succus Liquiritiae (2g untuk 60 pil), PGS (500 mg / 60 pil), utk yg voluminous : 1-1,5 g/60 pil, Succus dan saccharum album aa (75 g/1000 pil), Gliserin cum tragacanth (10%) q.s, Adeps lanae/vaselin album q.s. utk
Bahan Obat yg bersifat: Saling bereaksi dengan adanya air, terurai dengan air, oksidator, garam-garam timbal
Bahan
Pembasah: Air, Aqua gliserinata, Sirupus simpleks, Madu, Adeps lanae / vaselin album.
Bahan Pemecah: Pil dengan bahan pengikat adeps lanae / vaselin album
bersifat hidrofob, yang menyebabkan sukar larut / pecah di lambung, maka dari
itu perlu ditambah bahan pemecah NaHCO3.
Bahan
Penabur. Fungsi : agar pil tidak lengket pada
alat dan satu sama lain. Jenis: Likopodium, Talk, Amylum Oryzae, MgCO3, Liquiritiae Radix.
Bahan Penyalut. Fungsi: Menjaga stabilitas bahan obat, menutupi rasa dan bau bahan obat yang
tidak enak, memperbaiki
penampilan pil, mencegah
pil pecah di lambung. Jenis: Penyalut gula (Saccharum album), Penyalut selaput (CMC-Na, Balsamum tolatanum, Carbowax 6000, Perak . Penyalut enterik (Salol, Schellak, C.A.P)
Pembuatan
Sediaan Pil
Pembuatan
Massa Pil
Hitung bobot b.o per mil. Tentukan macam & jumlah bahan tambahan. Lakukan pencampuran b.o. dengan bahan pengisi, pengikat, dan
pemecah. Tambahkan bahan pembasah sedikit
demi sedikit sambil digilas kuat.
Cara
mengetahui massa pil yang baik: Massa pil dipindahkan ke kertas
perkamen. Digulung dengan tangan membentuk
silinder. Bila silinder masih pecah/retak,
ditambah pembasah. Bila silinder terlalu lembek/lengket, ditambah bahan pengisi
lagi.
Pemotongan
Pil
Massa pil yang sudah jadi
dipindahkan ke kertas perkamen, kemudian dibentuk silinder dengan tangan (ujung
silinder harus pipih). Pindahkan ke papan pemotong pil yang
sudah diberi penabur, lalu buat silinder panjang (sesuai jumlah pil yang
diminta). Dipotong dengan pemotong pil.
Pembulatan
Pil
Potongan massa pil pindahkan ke alat
pembulat pil yang sudah diberi penabur. Pil
dibulatkan dengan gerakan memutar ditambah sedikit penekanan. Setelah bulat, masukkan wadah sambil
dihitung.
Penyalutan
Pil
Bila pil perlu disalut, lakukan
penyalutan sesuai jenis bahan penyalut yang dipakai. Tujuan:
Untuk menghindari oksidasi zat aktifnya.
Penyalutan dilakukan dengan larutan Balsamum Tolutanum 1 bagian dalam 9 bagian
Chlorofornum. Dilakukan dalam botol mulut lebar, pil-pil disiram dengan sedikit
larutan Tolubalsem tersebut dan digojog keras-keras lalu dipindahkan pada
piring dan digerak-gerakkan agar tidak melengket sampai kering.
Untuk menghindari agar pil tidakpecah
dalam lambung karena: Zat aktifnya tidak dikehendaki
bekerja dalam lambung tetapi dalam usus. Zat aktifnya mengiritasi lambung. Zat aktifnya rusak karena adanya
asam lambung.
Cara
penyalutan sediaan pil:
Gula. Pil diguling-gulingkan dalam sedikit
Sirupus simpleks, kemudian digulingkan dalam campuran saccharum pulv. + Amylum
tritici + Gom Arab (1:2:1,5) ad kering.
Gelatin. Pil ditusuk jarum, celupkan dalam larutan gelatinpanas (20%
gelatin dalam air, biarkan dingin). Bekas tusukan jarum ditutup dengan
menotolkan batang pengaduk pada lubang tersebut.
Tolubalsem. Pil dimasukkan dalam cawan berisi larutan tolubalsem dalam
CHCl3 (10%), lalu digoyang-goyang sampai CHCl3 menguap. Pindahkan pil ke wadah
lain, dan biarkan kering.
Perak. Pil dibasahi dengan sirupus simpleks
atau mucilage gom arab, kemudian dikocok dengan Ag foliatum (2 lbr/30 pil)
sampai tersalut merata. Jika bahan obat beraksi dengan Ag, disalut dulu dengan
Collodium.
Salol. Pil dimasukkan dalam cawan berisi
lelehan salol (20 g/60 pil) sampai terbasahi merata. Pindahkan ke wadah lain
dan biarkan sampai salol memadat.
Schellak. Pil disalut dengan larutan 10% schellak dalam spiritus.
Setelah kering disalut lagi dengan campuran schellak ditambah asam stearate
ditambah aether cum spiritus (5:2,5:50)
Prinsip
Pembuatan Sediaan Pil
Padat
Tanpa sifat khusus, langsung diracik
sesuai tahap pembuatan pil.
½ Padat
Jumlah kecil: B.O. ditambah pelarut yang sesuai
agar tepat larut. B.O. ditambah pengisi yang warnanya kontras. Ditambah zat pengikat. Ditambah zat pembasah. Contoh: Ekstrak Belladon, Ekstrak
Hyosciami, dan Ekstrak Cannabis.
Jumlah besar: B.O. ditambah Radix q.s. ad massa
pil. Contoh: Ekstrak Secale cornuti dan
Ekstrak Visci albi
Cair
Ekstrak-ekstrak cair. Jumlah kecil (< 0,5 g / 30 pil). Dengan Succus dan Radix (1:0,5 g). Tanpa aqua glycerinate. Jumlah besar (>0,5 g / 30 pil). Diuapkan sampai kental (+ 1/3
bobot). Ditambah radix ad massa pil. Diganti dengan sisa keringnya. Ditambah Radix, Succus, Aq.
Glycerinata. Misal:
Ekstrak. Rhamni purshianae liquidum. Diganti Ekstrak Rhamni p. Siccum 25
%
Larutan berair. Jumlah kecil: Langsung dibuat pil tanpa bahan
pembasah. Jumlah besar: Diuapkan ad kental (+ 1/3
bobot). Ditambah radix ad massa pil.
Sediaan Pil Khusus
Pil-pil
yang mengandung senyawa Hydrargyrum: Dibuat
dengan menggerus hydrargyrum, dengan sama berat Liquiritiae Radix dan air,
setelah tidak terlihat butir hydrargyum maka masa ditambah Liquiritiae Radix
dan Succus Liquiritiae secukupnya sampai mendapat masa pil yang cocok. Bila
jumlah Hydrargyrum kecil maka dapat ditambahkan Succus dan Liquiritiae Radix
dalam perbandingan 1 : 2.
Pil yang
mengandung Ferrosi Carbonas dan Ferrosi Iodium: Formula
dapat dilihat di Farmakope Belanda edisi V, untuk pil Ferrosi Carbonas setiap
pil mengandung 50 mg dan formula untuk pembuatan 300 pil jadi seluruh formula
mengandung 15 g Ferrosi Carbonas. Dibuat dengan mereaksikan Ferrosis Sulfas
dengan Natrii Bicarbonas di atas tangas air. Sebagai pereduksi adalah Mel dan
sebagai zat pembasah gliserin dan air sampai berat tertentu. Hal ini
dimaksudkan agar reaksi pembentukan Ferrosis Carbonas berjalan sempurna yaitu
gas CO2 yang terjadi hilang.
Pil-pil
yang mengandung garam-garam yang dapat menyerap air: Seperti Natrii Iodium sering terjadi
penggumpalan hingga sulit dibuat masa pil yang baik. Untuk mencegahnya maka
perlu diberi air secukupnya biar larutan setelah itu baru dibuat masa pil.
Pil-pil
dengan zat-zat higroskopik: Seperti Kalii Bromidum, Kalii
Iodidum dan Natrii Salicylas supaya digerus halus dan didalam mortar yang panas
. Untuk pil yang mengandung zat yang higroskopis sebagai zat pembasah jangan
menggunakan Aqua Glycerinata.
Pil-pil
yang mengandung senyawa yang sangat Higroskopis: Digunakan sebagai larutan seperti
Calcii Bromidum, Calcii Chloridum, Kalii Acetas. Jika didalam resep tertulis
garamnya maka yang diambil sebagai larutannya yang sebanding: Solutio Kalii Acetatis mengandung 331
/ 3% Kalii Acetas. Solutio Calcii Bromidi mengandung 25% Calcii Bromidum. Solutio Calcii Chloridi mengandung
25% Calcii Chloridum. Solutio Ferri Chloridi mengandung 75% Ferri Chloridum.
Larutan
tersebut setelah ditimbang diuapkan sampai sisa airnya kira-kira tinggal kurang
dari 1 g untuk 30 pil. Harus diingat jangan menguapkan Larutan Ferri Chloridum
karena garam Ferrinya akan terurai.
Pil-pil
yang mengandung senyawa Codeinum base dengan garam Ammonium atau Ichtammolum: Karena Codeinum base terhitung mudah
larut dalam air dan merupakan base lebih kuat dari garam Ammonium, maka akan
bereaksi dan timbul gas NH3 yang bebas serta membuat pil jadi pecah.
Pil-pil
yang dapat pecah Karena zat-zat yang terkandung dapat bereaksi hingga
memimbulkan gas yang memecah pil. Supaya tidak terjadi jangan
menggunakan zat pembasah air yaitu dengan menggunakan zat pengikat yang lain: Pil yang mengandung Ferrosi Carbonas
dengan Acidum Citricum akan menimbulkan gas CO2. Pil yang mengandung Meditrenum akan
timbul gas CO2 karena terjadi reaksi antara Iodochloroxychinolin Sulfonas
dengan Natrii Bicarbonas. Pil yang mengandung Ferrum Reductum atau pulveratum dengan
asam seperti Acidum Cutricum akan bereaksi dan timbul gas H2 yang akan memecah
pil.
Pil-pil
yang mengandung Hydrargyri Cloridum: Akan menghilangkan selaput lendir
dari lambung dan usus maka perlu Hydrargyri Chloridum dalam keadaan yang halus.
Untuk itu perlu penambahan Natrii Chloridum untuk memudahkan Hydrargryi
Chloridum larut dalam air. Penambahan Natrii Chloridum adalah setengah berat
Sublimat dan dilarutkan dulu dengan air sama berat.
Pil-pil
yang mengandung Diphantoinum Natrium: Jangan menggunakan Liquiritiae Radix
tetapi menggunakan Succus Liquiritiae 1 bagian dan Amyilum 3 bagian dan sebagai
zat pembasah digunakan Sirupus Simplex. Hal ini untuk menjaga agar pil lekas
hancur dalam lambung.
Pil-pil
yang mengandung Quinini Sulfas: Ada dua macam yaitu yang berwarna
coklat dan berwarna putih.
Pil-pil
yang mengandung zat pengikat yang bereaksi dengan asam: Seperti Gentianae Extractum, Succus
Liquiritiae dan Liquiritiae Extractum. Bahan tersebut akan bereaksi dengan
Ferrum reductum, Ferrum pulveratum yang menimbulkan gas H2 serta menyebabkan
pil menjadi menggelembung dan pecah. Bahan tersebut akan bereaksi pula dengan
Natrii Bicarbonas, Ferrosi Carbonas yang menimbulkan gas CO2 serta menyebabkan
pil menjadi menggelembung dan pecah. Maka itu Succus Liquiritiae, Liquiritiae
Extractum dan Gentianae Extractum harus dinetralkan dulu dengan MgO 50 mg tiap
gram Ekstrak dan Succus.
Pil-pil
yang mengandung Ekstrak kering: Aloe Extractum Aquosum siccum,
Rhamni Frangulae Extractum Aquosum siccum, Rhamni Phursianae Extractum siccum,
Rhei Extractum dapat dibuat pil cukup dangan Liquiritiae Radix dan zat pembasah
Aqua Glyserinata.
Chinchonae Extractum siccum dan
Colae Extractum siccum memerlukan Succus Liquiritiae sebagai zat pengikat untuk
dapat dibuat masa pil. Pil dengan ekstrak kering supaya
dibuat keras jangan lembek agar tidak berubah bentuk.
Evaaluasi Sediaan Pil
Bobot pil
ideal antara
100, 150 mg, rata-rata 120 mg: Oleh karena sesuatu hal syarat ini
seringkali tidak dapat dipenuhi.
Syarat
dari farmakope
yang diberikan pada semua pil yang dipaparkan dalam farmakope dan yang dapat
dianggap berlaku untuk semua pil-pil, yakni pil-pil setelah dimasukkan ke dalam
asamklorida 0,04 N pada 37o dan dikocok-kocok keras-keras sampai
hancur.
Pada waktu
penyimpanan
bentuknya tidak boleh berubah, tidak begitu keras sehingga dapat hancur dalam
saluran pecernaan, dan pil salut enteric tidak hancur dalam lambung tetapi
hancur dalam usus halus.
Memenuhi
keseragaman bobot. Timbang 20 pil satu-persatu, hitung bobot rata-rata,
penyimpangan terbesar terhadap bobot rata-rata
|
Untuk bobot rata-rata pil
|
Penyimpangan terbesar
|
||
|
18 pil
|
2 pil
|
||
|
100 mg sampai 250 mg
250 mg sampai 500 mg
|
10 %
7,5 %
|
20 %
15 %
|
|
Memenuhi waktu hancur seperti tertera pada compresi yaitu
dalam air 36o – 38o pil selama 15 menit untuk pil tidak
bersalut dan 60 menit untuk pil yang bersalut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar