Tablet adalah sediaan padat kompak, dibuat secara kempa cetak, dalam
bentuk tabung pipih atau sirkuler, kedua permukaannya rata atau cembung, mengandung
satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan. (FI Ed III). Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan
pengisi (FI Ed IV). Tablet adalah sediaan padat ,dibuat secara kempa
cetak,berbentuk rata atau cembung rangkap, umumnya bulat, mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau
tanpa bahan tambahan. (IMO)
Bentuk-bentuk Tablet
Macam-macam bentuk tablet ialah: bentuk silinder, bentuk kubus, bentuk cakram, bentuk bundar, entuk batang, bentuk telur/peluru, bentuk pipih/sirkuler, bentuk oval, bentuk
cincin, bentuk segitiga,segi empat,segi lima,
banyak segi, segiempat panjang, bentuk hati.
Penggolongan Tablet
Berdasarkan metode pembuatan
Tablet Cetak. Dibuat dari bahan obat dan bahan
pengisi, umumnya mengandung laktosa dan serbuk sukrosa salam berbagai
perbandingan. Pembuatan dengan cara menekan massa serbuk lembab dengan
tekanan rendah pada lubang cetakan. Kemudian dikeluarkan dan dibiarkan kering.
Tablet cetak agak rapuh sehingga tablet dapat di potek dan harus hati-hati saat
pengemasan dan pendistribusiannya., besar tekanan pada tablet 25-50
bar.Kepadatan tablet tergantung pada pembentukan kristal yang terbentuk selama
pengeringan, tidak tergantung pada kekuatan yang diberikan.
Tablet Kempa. Tablet kempa didefinisikan sebagai
bentuk sediaan padat yang dibuat dengan cara pengempaan dari sebuah formula
dengan memberikan tekanan tinggi (tekanan di bawah beberapa ratus kg/cm2)
pada serbuk/granul menggunakan pons/cetakan baja. Umumnya tablet kempa
mengandung zat aktif, bahan pengisi, bahan pengikat, desintegran, dan lubrikan,
tetapi dapat juga mengandung bahan pewarna, bahan pengaroma, dan bahan
pemanis.Tablet biasanya mempunyai ketebalan kurang dari ½ diameternya.Tablet
kempa ganda, tablet kempa yang dibuat dengan lebih dari satu kali siklus
tekanan.
Berdasarkan distribusi obat dalam tubuh
Untuk pengobatan local: Tablet untuk vagina (ovula), digunakan sebagai anti infeksi,
anti fungi, hormon local. Tablet untuk penis (basila), di
gunakan sebagai anti infeksi. Tablet hisap (lozenges) untuk mulut dan tenggorokan.
Untuk pengobatan sistemik, per oral. Tablet yang
bekerja sistemik dapat dibedakan menjadi: Short acting/ jangka pendek (dalam satu hari memerlukan beberapa
kali menelan obat. Obat bekerja tidak lebih dari 8 jam). Long acting/ jangka panjang (dalam satu hari cukup menelan satu
tablet. Obat bekerja tidak lebih dari 8 jam).
Berdasarkan Jenis Bahan Penyalut
Tablet salut biasa / salut gula (dragee), Adalah tablet kempa yang disalut
dengan beberapa lapisan gula baik berwarna maupun tidak. Lapisan gula berasal
dari suspensi dalam air mengandung serbuk yang tidak larut, seperti pati,
kalsium karbonat, talk, atau titanium dioksida yang disuspensikan dengan gom
akasia atau gelatin.
Tahapan
pembuatan salut gula:
Penyalutan dasar (subcoating): Jika tablet mengandung zat yang
higroskopis, digunakan lebih dahulu salut penutup (sealing coat) agar air dari sirop salut-dasar tidak masuk ke dalam
tablet. Beberpa contoh bahan penyalut dasar ialah Sirop salut dasar (subcoating
syrup): Akasia
2,25%, Gelatin2,25%, Sakarosa57,25%, Aquadest 38,25%. Serbuk salut dasar (subcoating
powder): Kalsium karbonat 35%, Kaolin 16%, Talk 25%, Sakarosa 20%, Akasia 4%. Salut
penutup (sealing coat): Shellac 40%, Alkohol 60%.
Melicinkan (smoothing): yaitu proses pembasahan berganti-ganti dengan sirop pelicin
(bolak-balik) dan pengeringan dari salut dasar tablet menjadi bulat dan licin. Sirop pelican (smoothing
syrup): Sakarosa 60%, Aquadest 40%.
Pewarnaan (coloring): dilakukan dengan memberi zat warna yang dicampurkan pada
sirp pelican.
Penyelesaian (finishing): proses pengeringan salut sirop yang terakhir denga cara perlahan-lahan
serta terkontrol. Panic penyalut diputar perlahan-lahan dengan tangan hingga
terbentuk hasil akhir yang licin.
Pengilapan (polishing): merupakan tahap akhir, di sini digunakan lapisan tipis
malam yang licin. Sebagai campuran lilin digunakan campuran pengilap (polishing mixture) yang telah dilarutkan
dalam petroleum bensin, yang isinya, adalah: Bees wax 90%, Canauba wax 10%.
Tablet salut selaput (film-coated
tablet),
Tablet kempa yang disalut dengan salut tipis, bewarna atau tidak dari bahan
polimer yang larut dalam air yang hancur cepat di dalam saluran cerna.
Penyalutan tidak perlu berkali-kali. Disalut dengan hidroksi propil metil
selulosa, metil selulosa, hidroksi propil selulosa, Na-CMC, dan campuran
selulosa asetat ftalat dengan PEG yang tidak mengandung air atau mengandung
air.
Tablet salut kempa adalah tablet yang disalut secara
kempa cetak dengan massa granulat yang terdiri atas laktosa, kalsium fosfat,
dan zat lain yang cocok. Mula-mula dibuat tablet inti, kemudian dicetak lagi
bersama granulat kelompok lain sehingga terbentuk tablet berlapis (multi
layer tablet). Tablet ini sering di gunakan untuk pengobatan secara repeat
action.
Tablet salut enteric (enteric-coated
tablet),
atau lepas tunda, Adalah tablet yang dikempa yang disalut dengan suatu zat yang
tahan terhadap cairan lambung, reaksi asam, tetapi terlarut dalam usus halus.
maka diperlukan penyalut enterik yang bertujuan untuk menunda pelepasan obat
sampai tablet melewati lambung. Bahan yang sering digunakan adalah alol,
keratin, selulosa acetat phtalat.
Tablet lepas lambat, Tablet yang pelepasan zat aktifnya
dimodifikasi sehingga tablet tersebut melepaskan dosis awal yang cukup untuk
efek terapi yang kemudian disusul dengan dosis pemeliharaan sehingga jumlah zat
aktif atau konsentrasi zat aktif dalam darah cukup untuk beberapa waktu
tertentu. (misal tablet lepas lambat 6 jam, 12 jam, dsb).
Tablet berlapis, tablet yang disiapkan dengan
pengempaan granuler tablet pada granulasi yang baru dikempa. Proses ini dapat
diulangi untuk menghasilkan tablet berlapis banyak dari 2 atau 3 lapisan.
Berdasarkan Cara Pemakaian
Berdasarkan
cara pemakaiannya, tablet dapat dibagi menjadi:
Tablet biasa / tablet telan.
Dibuat
tanpa penyalut, digunakan per oral dengan cara ditelan, pecah di lambung.
Tablet
kunyah (chewable tablet)
Bentuknya
seperti tablet biasa, cara pakainya dikunyah dulu dalam mulut kemudian ditelan,
umumnya tidak pahit. Dimaksudkan untuk dikunyah sehingga meninggalkan residu
yang memberikan rasa enak di mulut.Diformulasikan untuk anak-anak, antasida dan
antibiotic tertentu. Dibuat dengan cara dikempa .biasanya digunakan manitol,
sorbitol dan sukrosa sebagai pengikat dan pengisi. Tablet kempa yang mengandung
zat aktif dan eksipien yang harus dikunyah sebelum ditelan.
Tablet
hisap (lozenges, trochisi, pastiles)
Sediaan
padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat, umumnya dengan bahan dasar
beraroma dan manis, yang membuat tablet melarut atau hancur perlahanlahan dalam
mulut. Tablet yang mengandung zat aktif dan zat-zat penawar rasa dan bau,
dimaksudkan untuk disolusi lambat dalam mulut untuk tujuan lokal pada selaput
lendir mulut. Tablet ini dibuat dengan cara tuang disebut pastilles atau
dengan cara kempa tablet menggunakan bahan dasar gula disebut trochisi.
Umumnya mengandung antibiotic, antiseptic, adstringensia.
Tablet
larut (effervescent tablet)
Dibuat
dengan cara dikempa. Selain zat aktif, tablet mengandung campuran zat asam dan
natrium bikarbonat yang jika dilarutkan dengan air akan menghasilkan CO2.
Diberi wadah yang tertutup rapat dan terlindung dari lembab, di etiket diberi
tanda “bukan untuk ditelan”. Tablet ini harus dilarutkan dalam air baru
diminum.Contohnya Ca-D-Redoxon, tablet efervesen Supradin.
Tablet Implantasi (Pelet)
Tablet
kecil, bulat atau oval putih, steril, dan berisi hormon steroid, dimasukkan ke
bawah kulit dengan cara merobek kulit sedikit, kemudian tablet dimasukkan, dan
kulit dijahit kembali. Zat khasiat akan dilepas perlahan-lahan. Dibuat
berdasarkan teknik aseptik, mesin tablet harus steril. Dimaksudkan untuk
implantasi subkutan (Untuk KB, 3-6 bulan, mencegah kehamilan).
Tablet hipodermik (hypodermic
tablet)
Tablet
cetak/kempa yang dibuat dari bahan mudah larut/melarut sempurna dalam air.
Umumnya digunakan untuk membuat sediaan injeksi steril dalam ampul dengan
menambahkan pelarut steril (FI IV). Umumnya berbobot 30 mg dan disuntikkan di
bawah kulit (subkutan).Dilarutkan lebih dahulu sebelum dijadikan injeksi
hipodermik.
Tablet
bukal (buccal tablet)
Digunakan
dengan cara meletakkan tablet diantara pipi dan gusi, sehingga zat aktif
diserap secara langsung melalui mukosa mulut. Tablet biasanya berbentuk oval,
keras dan berisi hormon. Bekerja sistemik, tererosi atau terdisolusi di tempat
tersebut dalam waktu yang lama (secara perlahan).
Tablet sublingual
Digunakan
dengan cara meletakkan tablet di bawah lidah sehingga zat aktif secara langsung
melalui mukosa mulut, diberikan secara oral. Tablet kempa berbentuk pipih yang
berisi nitrogliserin. Biasanya untuk obat penyempitan pembuluh darah ke
jantung (angina pectoris) sehingga harus cepat terlarut agar dapat
segera memberi efek terapi. Diabsorbsi oleh selaput lendir di bawah lidah.
Tablet vagina (ovula)
Tablet
kempa yang berbentuk telur (ovula) untuk dimasukkan dalam vagina yang di
dalamnya terjadi disolusi dan melepaskan zat aktifnya. Biasanya mengandung
antiseptik, astringen. Digunakan untuk infeksi lokal dalam vagina dan mungkin
juga untuk pemberian steroid dalam pengobatan sistemik. Tablet vagina mudah
melemah dan meleleh pada suhu tubuh, dapat melarut dan digunakan sebagai obat
luar khusus untuk vagina.
Tablet Rektal
Tablet
kempa yang mengandung zat aktif yang digunakan secara rektal (dubur) yang
tujuannya untuk kerja lokal atau sistemik.
Komponen Tablet
Bahan
pengisi
Bahan
pengisi ditambahkan ke dalam suatu formulasi sediaan tablet bertujuan untuk penyesuaian
bobot, ukuran tablet sesuai yang dipersyaratkan, untuk membantu kemudahan dalam
pembuatan tablet, dan meningkatkan mutu sediaan tablet Berdasarkan kelarutan,
bahan pengisi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu: Bahan
pengisi larut air, contohnya : laktosa,
sukrosa, dekstrosa, sorbitol. Bahan pengisi tidak
larut air, contohnya : dikalsium fosfat, amilum,
mikrokristalin sellulosa
Bahan
pengisi yang dapat digunakan untuk kempa langsung disebut filler-binder.
Filler-binder kempa langsung harus memiliki sifat kompresibilitas dan
fluiditas (Sheth et.al., 1980 : 152). Spray-dried lactose, sucrose,
dextrose, sorbitol, dan maltodekstrin adalah contoh bahan filler-binder
yang mudah larut air. Sedangkan bahan filler-binder yang tidak larut air
antara lain starch, cellulose.
Nama Bahan
|
Konsentrasi (%)
|
Manitol
|
10-90
|
Laktosa
|
10-90
|
Starch
|
10-90
|
Mikrokristalin
Sellulosa (Avicel)
|
20-90
|
Bahan Pengikat (Binder)
Bahan
pengikat ditambahkan ke formulasi tablet untuk meningkatkan kohesivitas serbuk,
sehingga memberi ikatan yang diperlukan untuk membentuk granul yang di bawah
pengempaan kohesif akan membentuk massa padat yang disebut tablet.
Bahan
pengikat terdiri dari 3 golongan yaitu polimer alam, misalnya amilum, tragakan,
dan asam alginat. Golongan polimer sintetik misalnya polyvinilpirolidon
(PVP), metil sellulosa, hidroksipropil sellulosa (L-HPC), hidroksipropilmetil
sellulosa (HPMC). Golongan gula misalnya glukosa, sorbitol dan sukrosa.
Pada umumnya polimer sintetik lebih banyak digunakan daripada polimer alam
karena polimer alam lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri.
Contoh, bahan kering yang sering digunakan:
Pengikat kering: Acasia 2 – 5 %. Derivat selulosa 1 – 5 %. Sukrosa
2 – 25 %
Pengikat Basah (Adhesive), ditambahkan dalam bentuk larutan atau suspensi, contoh
pengikat basah yang sering digunakan: Derivat selulosa 1 – 5 %. Gelatin
1 – 5 %. Pasta amylum 1 – 5 %. Natrium
Alginat 2 – 5 %
Nama
Bahan
|
Konsentrasi
(%)
|
Polimer
Alam
|
|
Starch
|
3-20
|
Starch 1500
|
Direct 5-20, Wet 5-10
|
Gelatin
|
5-10
|
Gom Arab
|
Up to 10
|
Sintetis
|
|
PVP
|
0,5-5
|
Metil Sellulosa
|
1-5
|
Ethyl Sellulosa
|
1-3
|
CMC-Na
|
1-6
|
PEG 6000
|
10-15 heated at 70-75
C
|
HPMC
|
1-3
|
HPC
|
2-6
|
Golongan
Gula
|
|
Sukrosa / Sorbitol
|
2-20
|
Bahan
Penghancur (Disintegrant)
Bahan penghancur dibutuhkan untuk
menanggulangi kohesi dalam massa akibat pengempaan. Bahan penghancur dapat
berfungsi menarik air ke dalam tablet, mengembang dan menyebabkan tablet pecah
menjadi bagian-bagian.
Mekanisme kerja dari
bahan penghancur adalah: Jika kontak degan air akan mengembang sehingga volume tablet
membesar dan akhirnya pecah (contoh: golongan
selulosa). Memecah ikatan partikel
tablet sehingga akan pecah. Membentuk
kapiler (contoh: golongan amilum dan selulosa). Membentuk gas: asam sitrat dan bikarbonat. Membentuk lelehan (contoh:
oleum cacao). Penghancur akan melarut (contohnya:
PEG). Ditambahkan dengan cara bersama bahan aktif (contohnya: penghancur dalam memecah granul menjadi partikel). Bersama dengan pelincir, penghancur luar untuk memecah tablet
menjadi granul.
Bahan
Pelicin
Lubrika. Lubrikan
adalah bahan yang berfungsi mengurangi friksi antara permukaan dinding atau
tepi tablet dengan dinding die selama kompresi. Lubrikan ditambahkan
pada pencampuran akhir atau final mixing sebelum proses pengempaan.
Contoh lubrikan yang tidak larut air antara lain stearat (magnesium stearat,
kalsium stearat, sodium stearat), talk, paraffin liquid. Lubrikan yang larut
air antara lain poliethylen glycol (PEG) 4000 dan 6000, sodium
oleta, sodium benzoate, asam borat.
Glidan. Glidan
ditambahkan dalam formulasi untuk menaikkan atau meningkatkan fluiditas massa
yang akan dikempa sehingga massa tersebut dapat mengisi die dalam jumlah yang
seragam. Contoh glidan yang baik adalah amilum jagung dan silika koloid.
Antiadheren. Antiadheren adalah
bahan yang dapat mencegah melekatnya (sticking) permukaan tablet pada punch
atas dan punch bawah. Talk dan amilum jagung merupakan material yang
memiliki sifat antiadheren yang baik.
Nama Bahan
|
Konsentrasi (%)
|
Magnesium
Stearat
|
0,25-5
|
Talk
|
1-10
|
PEG
4000 dan 6000
|
0,1-1
|
Silika
Koloid (Aerosil)
|
0,1-1
|
Pemberi
rasa (Sweetener, flavor)
Flavor digunakan untuk memberi rasa
atau meningkatkan rasa pada tablet-tablet yang dikehendaki larut atau hancur di
mulut sehingga lebih dapat diterima.
Metode Pembuatan Tablet
Bahan
obat dan zat-zat tambahan umumnya berupa serbuk yang tidak dapat langsung
dicampur dan dicetak menjadi tablet karena akan langsung hancur dan tablet
menjadi mudah pecah. Campuran serbuk itu harus diubah menjadi granul-granul,
yaitu kumpulan serbuk dengan volume lebih besar yang saling melekat satu sama
lain. Cara mengubah serbuk menjadi granul ini
disebut granulasi.
Tujuan
granulasi adalah sebagai berikut: Supaya sifat alirnya baik (free-flowing). Granul dengan volume
tertentu dapat mengalir teratur dalam jumlah yang sama ke dalam mesin pencetak
tablet. Ruang udara dalam bentuk granul jumlahnya lebih kecil jika
dibandingkan dengan bentuk serbuk jika diukurdalam volume yang sama. Makin
banyak udaranya, tablet makin mudah pecah. Agar pada saat dicetak tidak mudah
melekat pada stempel (punch) dan
mudah lepas dari matriks (die).
Granul-granul
yang dibentuk masih diperbolehkan mengandung butiran-butiran serbuk halus (fines) antara 10%-20% yang bermanfaat
untuk memperbaiki sifat alirnya (free-flowing).
Cara pembuatan tablet dibagi menjadi tiga cara yaitu granulasi basah, granulasi kering (mesin rol atau mesin slug), dan kempa langsung.
Granulasi basah
Metode
ini biasanya digunakan apabila zat aktif tahan terhadap lembab dan panas.
Umumnya untuk zat aktif yang sulit dicetak langsung karena sifat aliran dan
kompresibilitasnya tidak baik. Metode ini memproses campuran partikel zat aktif
dan eksipien menjadi partikel yang lebih besar dengan menambahkan cairan
pengikat dalam jumlah yang tepat sehingga terjadi massa lembab yang dapat
digranulasi.
Metode granulasi basah 1: jika bahan mempunyai
sifat granul yang baik, jika bahan sukar dicampur menjadi granul yang baik, jika bahan tahan panas, jika
bahan tahan cairan
Tahap granulasi basah basah 1: Penimbangan, zat aktif dan zat tambahan. Penghalusan, haluskan zat aktif dan zat tambahan masing-masing. Pencampuran padat. Pembuatan
larutan pengikat. Pembuatan masa granul
dengan penambahan massa padat kedalam larutan pengikat. Massa lembab tadi dihaluskan melalui pengayak mesh 6 –
12. Granul basah dikeringkan dalam lemari pengering pada suhu 40 – 60. Granul yang telah dikeringkan digranulasi lagi dengan melalui
pengayak mesh 14 – 20 dalam mesin granulation uji inproces control. Menyiapkan massa kempa dengan mencampir granul dengan
mencampur granul dengan fasa luar / Lubrikasi. Pengempaan.
Metode granulasi basah 2: Jika granul mempunyai sifat alir yang tidak baik , jika bahan sukar dicampur menjadi granul yang baik, jika bahan tidak tahan panas dan tidak tahan cairan.
Metode granulasi basah 2: Jika granul mempunyai sifat alir yang tidak baik , jika bahan sukar dicampur menjadi granul yang baik, jika bahan tidak tahan panas dan tidak tahan cairan.
Tahap granulasi basah 2: Penimbangan zat aktif
dan zat tambahan . Haluskan zat aktif dan zat tambahan masing-masing (miling). Pencampuran
zat padat. Penambahan cairan pengikat. Granulasi
dengan mesh 6 -
12. Pengeringan
tidak mnggunakan lemari penjang. Granulasi dengan
menggunakan mesh 14 - 20. Menyiapkan massa kempa dengan mencampur granul dengan fasa
luar | Lubrikasi. Pengempaan.
Keuntungan granulasi
basah: Memeperoleh aliran yang
baik, meningkatkan
kompresibilitas, ntuk mendapatkan berat jenis yang sesuai, mengontrol pelepasan, mencegah pemisahan
komponen campuran selama proses, distribusi keseragaman kandungan,
dan meningkatkan kecepatan disolusi.
Kerugian granulasi basah: Banyak tahap dalam
proses produksi yang harus divalidasi, biaya cukup tinggi, zat aktif yang sensitive
terhadap lembab dan panas tidak dapat dikerjakan dengan
cara ini. Untuk zat termolabil dilakukan dengan pelarut non air
Granulasi
kering
Granulasi
kering/slugging/precompression,
dilakukan dengan mencampurkan zat khasiat, zat pengisi, dan zat penghancur,
serta jika perlu ditambahkan zat pengikat dan zat pelicin hingga menjadi massa
serbuk yang homogen, lalu dikempa cetak pad tekanan tinggi, sehingga menjadi
tablet besar (slug) yang tidak
berbentuk baik, kemudian digiling dan diayak hingga diperoleh granul dengan
ukuran partikel yang diinginkan. Akhirnya dikempa cetak lagi sesuai ukuran
tablet yang diinginkan.
Metoda granulasi kering : Jika bahan tidak tahan
panas, jika bahan tidak tahan cairan, jika
bahan mempunyai sifat granul yang tidak baik
Tahapan granulasi kering: Penimbangan
zat aktif dan zat tambahan . Haluskan
zat aktif dan zat tambahan. Campur semua zat aktif
dan zat tambahan (Pencampuran 1). Kempa. Granulasi mesh 14 – 20. Siapkan
massa kempa dengan mencampur dengan fasa luar (pencampuran 2). Pengempaan.
Keuntungan granulasi
kering: Peralatan lebih sedikit
karena tidak mengguanakan larutan pengikat, mesin pengaduk berat dan pengeringan
yang memakan waktu lama. Baik untuk zat aktif yang sensitif terhadap
panas dan lembab. Mempercepat waktu hancur karena tidak terikat
oleh tidak terikat oleh pengikat.
Kerugian granulasi kering: Memerlukan mesin tablet
khusus untuk membuat slug. Tidak dapat mendistribusikan
zat warna seragam. Proses banyak menghasilkan debu sehingga
memungkinkan terjadinya kontaminasi silang.
Kempa langsung
Metode dengan mengempa langsung campuran zat
aktif dan eksipien kering, tanpa melalui perlakuan awal terlebih dahulu. Metode
ini merupakan metode yang paling mudah, praktis, dan cepat pengerjaannya.
Tetapi hanya dapat digunakan pada kondisi dimana zat aktif maupun untuk
eksipiennya memiliki aliran yang bagus, zat aktif yang kecil dosisnya, serta
zat aktif tersebut tidak tahan terhadap panas dan lembab.
Metoda cetak langsung: Penimbangan zat aktif dan zat tambahan (mixing). Haluskan zat aktuif dan zat tambahan . Campurkan zat aktif dan zat tambahan . Pengempaan.
Cetak atau
kempa langsung dilakukan jika: Jumlah zat berkhasiat per tabletnya cukup untuk dicetak. Zat khasiatnya mempunyai sifat alir
yang baik (free-flowing). Zat khasiat berbentuk kristal yang
bersifat free-flowing. Mempunyai kompresibilitas yang baik. Mampu menciptakan adhesifitas dan
kohesifitas dalam massa tablet.
Keuntungan kempa langsung: Prosesnya lebih singkat, metode ini
lebih singkat prosesnya karena tenaga dan mesin yang digunakan lebih sedikit. Dapat digunakan untuk zat aktif yang
tidak tahan panas dan tidak tahan lembab. Waktu hancur dan disolusinya lebih
baik karena tidak melalui proses granulasi terlebih dahulu tetapi langsung
menjadi partikel. Tablet kempa langsung berisi partikel halus, sehingga tidak
perlu melalui proses dari granul ke partikel halus terlebih dahulu
Kerugian kempa langsung: Perbedaan ukuran partikel dan
kerapatan bulk antara zat aktif dengan pengisi menyebabkan kurang seragamnya
kandungan zat aktif di dalam tablet. Zat aktif dengan dosis yang besar
tidak mudah untuk dikempa langsung, karena itu biasanya digunakan 30% dari formula
agar memudahkan proses pengempaan sehingga pengisi yang dibutuhkan pun semakin
banyak dan mahal. Sulit dalam pemilihan eksipien karena eksipien ynag
digunakan harus bersifat mudah mengalir; kompresibilitas yang baik; kohesifitas
dan adhesifitas yang baik.
Masalah dalam
Pembuatan Tablet
Capping dan lamination yaitu tablet terpisah sebagian atau seluruhya atas dan
bawah. Penyebabnya adalah terlalu banyak tekanan saat pencetakan, udara yang
terperangkap saat granulasi, granulasi terlalu kering, terlalu banyak fines dan
pemasangan punch dan die yang tidak pas.
Sticking, picking dan filming yaitu tablet lengket di permukaan punch dan dinding die
sehingga menyebabkan tablet gumpil dan bersisi kasar. Penyebabnya pengeringan
kurang/terlalu lembab, lubrikan kurang, terdapat komponen bertitik leleh rendah
seperti asam stearat dan PEG, permukaan punch dan die kotor dan kasar.
Chipping dan Cracking yaitu pecahnya tablet disebabkan karena alat dan tablet
retak di bagian atas karena tekanan yang besar.
Binding yaitu
kesulitan mengeluarkan tablet karena lubrikan yang tidak cukup.
Mottling yaitu
distribusi zat warna yang tidak homogen. Penyebabnya adalah migrasi zat warna
yang tidak seragam.
Evaluasi
Sediaan Tablet
Daya Alir
Pengukuran
secara langsung yaitu dengan menggunakan metode corong. Metode corong merupakan
metode yang sangat sederhana dan langsung dapat diketahui sifat atau waktu yang
dibutuhkan campuran serbuk untuk mengalir. Campuran serbuk dikatakan mempunyai
daya alir yang baik jika 100 gram campuran serbuk yang diuji mempunyai waktu
alir ≤ 10 detik atau mempunyai kecepatan alir 10g/detik.
Pengukuran
secara tidak langsung menggunakan sudut diam. Sudut diam merupakan sudut yang
dapat dibentuk oleh sejumlah serbuk setelah diberi perlakuan. Sudut diam
campuran serbuk dapat dihitung dengan rumus :
α = Arc tan (h/r)............(1)
dimana, α: sudut diam, h: tinggi serbuk, dan r: jari-jari serbuk.
Tabel 1. Indeks sudut diam yang berhubungan dengan sifat alir
Sudut Diam
|
Sifat Alir
|
< 25
|
Sangat baik
|
25-30
|
Baik
|
30-40
|
Sedang
|
>40
|
Sangat jelek
|
Kandungan lembab
Kandungan
lembab diukur dengan alat moisture tester. Campuran serbuk yang sangat
kering dan hanya mengandung sedikit sekali persentase kelembaban, sering
menghasilkan tablet yang renyah. Persyaratan kandungan lembab campuran serbuk
adalah kurang dari 3%.
Keseragaman
Bobot
Timbang 20 tablet, dihitung bobot rata rata tiap tablet. Jika ditimbang
satu persatu, tidak boleh lebih dari 2 tablet yang menyimpang dari bobot rata
rata lebih besar dari harga yang ditetapkan kolom A dan tidak boleh 1 tablet
pun yang bobotnya menyimpang dari bobot rata rata lebih dari harga dalam
kolom B. Jika perlu dapat digunakan 10 tablet dan tidak ada 1 tablet yang
bobotnya menyimpang dari bobot rata rata yang ditetapkan dalam kolom A dan B.
Bobot
rata rata
|
Penyimpangan
Bobot rata rata (%)
|
|
A
|
B
|
|
25 mg
atau kurang
26 mg 150 mg
151 mg 300 mg
Lebih dari 300 mg
|
15
10
7,5
5
|
30
20
15
10
|
Kekerasan
Ambil 20 tablet ukur kekerasan menggunakan alat ukur kekerasan. Kekerasan
tablet diuji dengan cara tablet diletakkan di ujung alat dengan posisi
vertikal, kemudian sekrup diputar hingga tablet hancur. Skala yang ditunjuk hardness
tester dicatat Hitung rata rata dan SD
nya. Persyaratan ukuran yang didapat per tablet minimal 4-8 kg. Persyaratan
untuk tablet kunyah cenderung lebih rendah yakni 3 kg, sementara untuk tablet
hisap kekerasannya sekitar 7-14 kg.
Keseragaman
Ukuran
Menggunakan 20 tablet, ukur diameter dan ketebalanya menggunakan jangka
sorong. Hitung rata – rata dan SD nya. Persyaratan kecuali dinyatakan lain,
diameter tidak lebih dari 3 kali dan tidak kurang dari 4/3 kali tebal tablet.
Tebal tablet pada umumnya tidak lebih besar dari 50% diameter.
Kerapuhan
Kerapuhan
merupakan parameter yang menggambarkan kekuatan permukaan tablet dalam melawan
berbagai perlakuan yang menyebabkan abrasi pada permukaan tablet. Kerapuhan
dapat dievaluasi dengan menggunakan friabilator. Tablet dianggap baik
bila kerapuhan kurang dari 1%. Sejumlah 20 tablet dibersihkan dari partikel
halus, ditimbang (W gram) dalam neraca analitik, kemudian dimasukkan
dalam alat Friability tester selama
4 menit atau 100 putaran. Tablet dikeluarkan, dibersihkan kemudian
ditimbang (Wo gram). Persentase
kehilangan berat tablet dihitung dari keseluruhan tablet semula (Lachman et.al.,
1994 : 187) .
Kerapuhan
Tablet (%) = (W-Wo)/W x 100%
Waktu Hancur Tablet
Tablet yang akan diuji
(sebanyak 6 tablet) dimasukkan dalam tiap tube, ditutup dengan penutup dan
dinaik-turunkan keranjang tersebut dalam medium aquadest dengan suhu 37ºC.
Waktu hancur dihitung berdasarkan tablet yang paling terakhir hancur.
Persyaratan pengujian :
Tablet biasa
Media: air (36-380
C) sebanyak 1 liter.
syarat: Tablet
tidak bersalut : tidak lebih dari 15 menit. Tablet salut
gula dan salut selaput: tidak lebih dari 60 menit.
Tablet salut enterik
Pelarut HCl 0,06 N sebanyak ±250 mL (3jam pertama)
Larutan dapar pH 6,8 (36-380 C) (1 jam selanjutnya)
Tablet bukal
Syarat : tidak lebih dari 4 jam.
*Note: Sekedar
untuk dibaca, bukan untuk dikutip.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar