Selasa, 08 November 2016

Sediaan Farmasi (Tablet)

 
Tablet adalah sediaan padat kompak, dibuat secara kempa cetak, dalam bentuk tabung   pipih atau sirkuler, kedua permukaannya rata atau cembung, mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan. (FI Ed III). Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi (FI Ed IV). Tablet adalah sediaan padat ,dibuat secara kempa cetak,berbentuk rata atau cembung rangkap, umumnya bulat, mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan. (IMO)

Bentuk-bentuk Tablet
Macam-macam bentuk tablet ialah: bentuk silinder, bentuk kubus, bentuk cakram, bentuk bundar, entuk batang, bentuk telur/peluru, bentuk pipih/sirkuler, bentuk oval, bentuk cincin, bentuk segitiga,segi empat,segi lima, banyak segi, segiempat panjang, bentuk hati.


Penggolongan Tablet

Berdasarkan metode pembuatan
Tablet Cetak. Dibuat dari bahan obat dan bahan pengisi, umumnya mengandung laktosa dan serbuk sukrosa salam berbagai perbandingan.  Pembuatan dengan cara menekan massa serbuk lembab dengan tekanan rendah pada lubang cetakan. Kemudian dikeluarkan dan dibiarkan kering. Tablet cetak agak rapuh sehingga tablet dapat di potek dan harus hati-hati saat pengemasan dan pendistribusiannya., besar tekanan pada tablet 25-50 bar.Kepadatan tablet tergantung pada pembentukan kristal yang terbentuk selama pengeringan, tidak tergantung pada kekuatan yang diberikan.

Tablet Kempa. Tablet kempa didefinisikan sebagai bentuk sediaan padat yang dibuat dengan cara pengempaan dari sebuah formula dengan memberikan tekanan tinggi (tekanan di bawah beberapa ratus kg/cm2) pada serbuk/granul menggunakan pons/cetakan baja. Umumnya tablet kempa mengandung zat aktif, bahan pengisi, bahan pengikat, desintegran, dan lubrikan, tetapi dapat juga mengandung bahan pewarna, bahan pengaroma, dan bahan pemanis.Tablet biasanya mempunyai ketebalan kurang dari ½ diameternya.Tablet kempa ganda, tablet kempa yang dibuat dengan lebih dari satu kali siklus tekanan.

Berdasarkan distribusi obat dalam tubuh
Untuk pengobatan local: Tablet untuk vagina (ovula), digunakan sebagai anti infeksi, anti fungi, hormon local. Tablet untuk penis (basila), di gunakan sebagai anti infeksi. Tablet hisap (lozenges) untuk mulut dan tenggorokan.

Untuk pengobatan sistemik,  per oral. Tablet yang bekerja sistemik dapat dibedakan menjadi: Short acting/ jangka pendek (dalam satu hari memerlukan beberapa kali menelan obat. Obat bekerja tidak lebih dari 8 jam). Long acting/ jangka panjang (dalam satu hari cukup menelan satu tablet. Obat bekerja tidak lebih dari 8 jam).

Berdasarkan Jenis Bahan Penyalut
Tablet salut biasa / salut gula (dragee), Adalah tablet kempa yang disalut dengan beberapa lapisan gula baik berwarna maupun tidak. Lapisan gula berasal dari suspensi dalam air mengandung serbuk yang tidak larut, seperti pati, kalsium karbonat, talk, atau titanium dioksida yang disuspensikan dengan gom akasia atau gelatin.

Tahapan pembuatan salut gula:
Penyalutan dasar (subcoating): Jika tablet mengandung zat yang higroskopis, digunakan lebih dahulu salut penutup (sealing coat) agar air dari sirop salut-dasar tidak masuk ke dalam tablet. Beberpa contoh bahan penyalut dasar ialah Sirop salut dasar (subcoating syrup): Akasia 2,25%, Gelatin2,25%, Sakarosa57,25%, Aquadest 38,25%. Serbuk salut dasar (subcoating powder): Kalsium karbonat 35%, Kaolin 16%, Talk 25%, Sakarosa 20%, Akasia 4%. Salut penutup (sealing coat): Shellac 40%, Alkohol 60%.

Melicinkan (smoothing): yaitu proses pembasahan berganti-ganti dengan sirop pelicin (bolak-balik) dan pengeringan dari salut dasar tablet menjadi bulat dan licin. Sirop pelican (smoothing syrup): Sakarosa 60%, Aquadest 40%.

Pewarnaan (coloring): dilakukan dengan memberi zat warna yang dicampurkan pada sirp pelican.

Penyelesaian (finishing): proses pengeringan salut sirop yang terakhir denga cara perlahan-lahan serta terkontrol. Panic penyalut diputar perlahan-lahan dengan tangan hingga terbentuk hasil akhir yang licin.

Pengilapan (polishing): merupakan tahap akhir, di sini digunakan lapisan tipis malam yang licin. Sebagai campuran lilin digunakan campuran pengilap (polishing mixture) yang telah dilarutkan dalam petroleum bensin, yang isinya, adalah: Bees wax 90%, Canauba wax 10%.

Tablet salut selaput (film-coated tablet), Tablet kempa yang disalut dengan salut tipis, bewarna atau tidak dari bahan polimer yang larut dalam air yang hancur cepat di dalam saluran cerna. Penyalutan tidak perlu berkali-kali. Disalut dengan hidroksi propil metil selulosa, metil selulosa, hidroksi propil selulosa, Na-CMC, dan campuran selulosa asetat ftalat dengan PEG yang tidak mengandung air atau mengandung air.

Tablet salut kempa adalah tablet yang disalut secara kempa cetak dengan massa granulat yang terdiri atas laktosa, kalsium fosfat, dan zat lain yang cocok. Mula-mula dibuat tablet inti, kemudian dicetak lagi bersama granulat kelompok lain sehingga terbentuk tablet berlapis (multi layer tablet). Tablet ini sering di gunakan untuk pengobatan secara repeat action.

Tablet salut enteric (enteric-coated tablet), atau lepas tunda, Adalah tablet yang dikempa yang disalut dengan suatu zat yang tahan terhadap cairan lambung, reaksi asam, tetapi terlarut dalam usus halus. maka diperlukan penyalut enterik yang bertujuan untuk menunda pelepasan obat sampai tablet melewati lambung. Bahan yang sering digunakan adalah alol, keratin, selulosa acetat phtalat.

Tablet lepas lambat, Tablet yang pelepasan zat aktifnya dimodifikasi sehingga tablet tersebut melepaskan dosis awal yang cukup untuk efek terapi yang kemudian disusul dengan dosis pemeliharaan sehingga jumlah zat aktif atau konsentrasi zat aktif dalam darah cukup untuk beberapa waktu tertentu. (misal tablet lepas lambat 6 jam, 12 jam, dsb).

Tablet berlapis, tablet yang disiapkan dengan pengempaan granuler tablet pada granulasi yang baru dikempa. Proses ini dapat diulangi untuk menghasilkan tablet berlapis banyak dari 2 atau 3 lapisan.

Berdasarkan Cara Pemakaian
Berdasarkan cara pemakaiannya, tablet dapat dibagi menjadi:

Tablet biasa / tablet telan.
Dibuat tanpa penyalut, digunakan per oral dengan cara ditelan, pecah di lambung.

Tablet kunyah (chewable tablet)
Bentuknya seperti tablet biasa, cara pakainya dikunyah dulu dalam mulut kemudian ditelan, umumnya tidak pahit. Dimaksudkan untuk dikunyah sehingga meninggalkan residu yang memberikan rasa enak di mulut.Diformulasikan untuk anak-anak, antasida dan antibiotic tertentu. Dibuat dengan cara dikempa .biasanya digunakan manitol, sorbitol dan sukrosa sebagai pengikat dan pengisi. Tablet kempa yang mengandung zat aktif dan eksipien yang harus dikunyah sebelum ditelan.

Tablet hisap (lozenges, trochisi, pastiles)
Sediaan padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat, umumnya dengan bahan dasar beraroma dan manis, yang membuat tablet melarut atau hancur perlahanlahan dalam mulut. Tablet yang mengandung zat aktif dan zat-zat penawar rasa dan bau, dimaksudkan untuk disolusi lambat dalam mulut untuk tujuan lokal pada selaput lendir mulut. Tablet ini dibuat dengan cara tuang disebut pastilles atau dengan cara kempa tablet menggunakan bahan dasar gula disebut trochisi. Umumnya mengandung antibiotic, antiseptic, adstringensia.

Tablet larut (effervescent tablet)
Dibuat dengan cara dikempa. Selain zat aktif, tablet mengandung campuran zat asam dan natrium bikarbonat yang jika dilarutkan dengan air akan menghasilkan CO2. Diberi wadah yang tertutup rapat dan terlindung dari lembab, di etiket diberi tanda “bukan untuk ditelan”. Tablet ini harus dilarutkan dalam air baru diminum.Contohnya Ca-D-Redoxon, tablet efervesen Supradin.

Tablet Implantasi (Pelet)
Tablet kecil, bulat atau oval putih, steril, dan berisi hormon steroid, dimasukkan ke bawah kulit dengan cara merobek kulit sedikit, kemudian tablet dimasukkan, dan kulit dijahit kembali. Zat khasiat akan dilepas perlahan-lahan. Dibuat berdasarkan teknik aseptik, mesin tablet harus steril. Dimaksudkan untuk implantasi subkutan (Untuk KB, 3-6 bulan, mencegah kehamilan).

Tablet hipodermik (hypodermic tablet)
Tablet cetak/kempa yang dibuat dari bahan mudah larut/melarut sempurna dalam air. Umumnya digunakan untuk membuat sediaan injeksi steril dalam ampul dengan menambahkan pelarut steril (FI IV). Umumnya berbobot 30 mg dan disuntikkan di bawah kulit (subkutan).Dilarutkan lebih dahulu sebelum dijadikan injeksi hipodermik.

Tablet bukal (buccal tablet)
Digunakan dengan cara meletakkan tablet diantara pipi dan gusi, sehingga zat aktif diserap secara langsung melalui mukosa mulut. Tablet biasanya berbentuk oval, keras dan berisi hormon. Bekerja sistemik, tererosi atau terdisolusi di tempat tersebut dalam waktu yang lama (secara perlahan).

Tablet sublingual
Digunakan dengan cara meletakkan tablet di bawah lidah sehingga zat aktif secara langsung melalui mukosa mulut, diberikan secara oral. Tablet kempa berbentuk pipih yang berisi nitrogliserin. Biasanya untuk obat penyempitan pembuluh darah ke jantung (angina pectoris) sehingga harus cepat terlarut agar dapat segera memberi efek terapi. Diabsorbsi oleh selaput lendir di bawah lidah.

Tablet vagina (ovula)
Tablet kempa yang berbentuk telur (ovula) untuk dimasukkan dalam vagina yang di dalamnya terjadi disolusi dan melepaskan zat aktifnya. Biasanya mengandung antiseptik, astringen. Digunakan untuk infeksi lokal dalam vagina dan mungkin juga untuk pemberian steroid dalam pengobatan sistemik. Tablet vagina mudah melemah dan meleleh pada suhu tubuh, dapat melarut dan digunakan sebagai obat luar khusus untuk vagina.

Tablet Rektal
Tablet kempa yang mengandung zat aktif yang digunakan secara rektal (dubur) yang tujuannya untuk kerja lokal atau sistemik.


Komponen Tablet

Bahan pengisi
Bahan pengisi ditambahkan ke dalam suatu formulasi sediaan tablet bertujuan untuk penyesuaian bobot, ukuran tablet sesuai yang dipersyaratkan, untuk membantu kemudahan dalam pembuatan tablet, dan meningkatkan mutu sediaan tablet Berdasarkan kelarutan, bahan pengisi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu: Bahan pengisi larut air, contohnya : laktosa, sukrosa, dekstrosa, sorbitol. Bahan pengisi tidak larut air, contohnya : dikalsium fosfat, amilum, mikrokristalin sellulosa

Bahan pengisi yang dapat digunakan untuk kempa langsung disebut filler-binder. Filler-binder kempa langsung harus memiliki sifat kompresibilitas dan fluiditas (Sheth et.al., 1980 : 152). Spray-dried lactose, sucrose, dextrose, sorbitol, dan maltodekstrin adalah contoh bahan filler-binder yang mudah larut air. Sedangkan bahan filler-binder yang tidak larut air antara lain starch, cellulose.
Nama Bahan
Konsentrasi (%)
Manitol
10-90
Laktosa
10-90
Starch
10-90
Mikrokristalin Sellulosa (Avicel)
20-90

Bahan Pengikat (Binder)
Bahan pengikat ditambahkan ke formulasi tablet untuk meningkatkan kohesivitas serbuk, sehingga memberi ikatan yang diperlukan untuk membentuk granul yang di bawah pengempaan kohesif akan membentuk massa padat yang disebut tablet.

Bahan pengikat terdiri dari 3 golongan yaitu polimer alam, misalnya amilum, tragakan, dan asam alginat. Golongan polimer sintetik misalnya polyvinilpirolidon (PVP), metil sellulosa, hidroksipropil sellulosa (L-HPC), hidroksipropilmetil sellulosa (HPMC). Golongan gula misalnya glukosa, sorbitol dan sukrosa. Pada umumnya polimer sintetik lebih banyak digunakan daripada polimer alam karena polimer alam lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri.

Contoh, bahan kering yang sering digunakan:
Pengikat kering: Acasia 2 – 5 %. Derivat selulosa 1 – 5 %. Sukrosa 2 – 25 %
Pengikat Basah (Adhesive), ditambahkan dalam bentuk larutan atau suspensi, contoh pengikat basah yang sering digunakan: Derivat selulosa 1 – 5 %. Gelatin 1 – 5 %. Pasta amylum 1 – 5 %. Natrium Alginat 2 – 5 %
Nama Bahan
Konsentrasi (%)
Polimer Alam

Starch
3-20
Starch 1500
Direct 5-20, Wet 5-10
Gelatin
5-10
Gom Arab
Up to 10
Sintetis

PVP
0,5-5
Metil Sellulosa
1-5
Ethyl Sellulosa
1-3
CMC-Na
1-6
PEG 6000
10-15 heated at 70-75 C
HPMC
1-3
HPC
2-6
Golongan Gula

Sukrosa / Sorbitol
2-20

Bahan Penghancur (Disintegrant)
Bahan penghancur dibutuhkan untuk menanggulangi kohesi dalam massa akibat pengempaan. Bahan penghancur dapat berfungsi menarik air ke dalam tablet, mengembang dan menyebabkan tablet pecah menjadi bagian-bagian.

Mekanisme kerja dari bahan penghancur adalah: Jika kontak degan air akan mengembang sehingga volume tablet membesar dan akhirnya pecah (contoh: golongan selulosa). Memecah ikatan partikel tablet sehingga akan pecah. Membentuk kapiler (contoh: golongan amilum dan selulosa). Membentuk gas: asam sitrat dan bikarbonat. Membentuk lelehan (contoh: oleum cacao). Penghancur akan melarut (contohnya: PEG). Ditambahkan dengan cara bersama bahan aktif (contohnya: penghancur dalam memecah granul menjadi partikel). Bersama dengan pelincir, penghancur luar untuk memecah tablet menjadi granul.


Bahan Pelicin
Lubrika. Lubrikan adalah bahan yang berfungsi mengurangi friksi antara permukaan dinding atau tepi tablet dengan dinding die selama kompresi. Lubrikan ditambahkan pada pencampuran akhir atau final mixing sebelum proses pengempaan. Contoh lubrikan yang tidak larut air antara lain stearat (magnesium stearat, kalsium stearat, sodium stearat), talk, paraffin liquid. Lubrikan yang larut air antara lain poliethylen glycol (PEG) 4000 dan 6000, sodium oleta, sodium benzoate, asam borat.

Glidan. Glidan ditambahkan dalam formulasi untuk menaikkan atau meningkatkan fluiditas massa yang akan dikempa sehingga massa tersebut dapat mengisi die dalam jumlah yang seragam. Contoh glidan yang baik adalah amilum jagung dan silika koloid.

Antiadheren. Antiadheren adalah bahan yang dapat mencegah melekatnya (sticking) permukaan tablet pada punch atas dan punch bawah. Talk dan amilum jagung merupakan material yang memiliki sifat antiadheren yang baik.
Nama Bahan
Konsentrasi (%)
Magnesium Stearat
0,25-5
Talk
1-10
PEG 4000 dan 6000
0,1-1
Silika Koloid (Aerosil)
0,1-1

Pemberi rasa (Sweetener, flavor)
Flavor digunakan untuk memberi rasa atau meningkatkan rasa pada tablet-tablet yang dikehendaki larut atau hancur di mulut sehingga lebih dapat diterima.


Metode Pembuatan Tablet

Bahan obat dan zat-zat tambahan umumnya berupa serbuk yang tidak dapat langsung dicampur dan dicetak menjadi tablet karena akan langsung hancur dan tablet menjadi mudah pecah. Campuran serbuk itu harus diubah menjadi granul-granul, yaitu kumpulan serbuk dengan volume lebih besar yang saling melekat satu sama lain. Cara mengubah serbuk menjadi granul ini disebut granulasi.

Tujuan granulasi adalah sebagai berikut: Supaya sifat alirnya baik (free-flowing). Granul dengan volume tertentu dapat mengalir teratur dalam jumlah yang sama ke dalam mesin pencetak tablet. Ruang udara dalam bentuk granul jumlahnya lebih kecil jika dibandingkan dengan bentuk serbuk jika diukurdalam volume yang sama. Makin banyak udaranya, tablet makin mudah pecah. Agar pada saat dicetak tidak mudah melekat pada stempel (punch) dan mudah lepas dari matriks (die).

Granul-granul yang dibentuk masih diperbolehkan mengandung butiran-butiran serbuk halus (fines) antara 10%-20% yang bermanfaat untuk memperbaiki sifat alirnya (free-flowing). Cara pembuatan tablet dibagi menjadi tiga cara yaitu granulasi basah, granulasi kering (mesin rol atau mesin slug), dan kempa langsung.

Granulasi basah
Metode ini biasanya digunakan apabila zat aktif tahan terhadap lembab dan panas. Umumnya untuk zat aktif yang sulit dicetak langsung karena sifat aliran dan kompresibilitasnya tidak baik. Metode ini memproses campuran partikel zat aktif dan eksipien menjadi partikel yang lebih besar dengan menambahkan cairan pengikat dalam jumlah yang tepat sehingga terjadi massa lembab yang dapat digranulasi.

Metode granulasi basah 1: jika bahan mempunyai sifat granul yang baik, jika bahan sukar dicampur menjadi granul yang baik, jika bahan tahan panas, jika bahan tahan cairan

Tahap granulasi basah basah 1: Penimbangan, zat aktif dan zat tambahan. Penghalusan, haluskan zat aktif dan zat tambahan masing-masing. Pencampuran padat. Pembuatan larutan pengikat. Pembuatan masa granul dengan penambahan massa padat kedalam larutan pengikat. Massa lembab tadi dihaluskan melalui pengayak mesh 6 – 12. Granul basah dikeringkan dalam lemari pengering pada suhu 40 – 60. Granul yang telah dikeringkan digranulasi lagi dengan melalui pengayak mesh 14 – 20 dalam mesin granulation uji inproces control. Menyiapkan massa kempa dengan mencampir granul dengan mencampur granul dengan fasa luar / Lubrikasi. Pengempaan.

Metode granulasi basah 2:
Jika granul mempunyai sifat alir yang tidak baik , jika bahan sukar dicampur menjadi granul yang baik, jika bahan tidak tahan panas dan tidak tahan cairan.

Tahap granulasi basah 2: Penimbangan zat aktif dan zat tambahan . Haluskan zat aktif dan zat tambahan masing-masing (miling). Pencampuran zat padat. Penambahan cairan pengikat. Granulasi dengan mesh 6 - 12. Pengeringan tidak mnggunakan lemari penjang. Granulasi dengan menggunakan mesh 14 - 20. Menyiapkan massa kempa dengan mencampur granul dengan fasa luar | Lubrikasi. Pengempaan.

Keuntungan granulasi basah: Memeperoleh aliran yang baik, meningkatkan kompresibilitas, ntuk mendapatkan berat jenis yang sesuai, mengontrol pelepasan, mencegah pemisahan komponen campuran selama proses, distribusi keseragaman kandungan, dan meningkatkan kecepatan disolusi.

Kerugian granulasi basah: Banyak tahap dalam proses produksi yang harus divalidasi, biaya cukup tinggi, zat aktif yang sensitive terhadap lembab dan panas tidak dapat dikerjakan dengan cara ini. Untuk zat termolabil dilakukan dengan pelarut non air

Granulasi kering
Granulasi kering/slugging/precompression, dilakukan dengan mencampurkan zat khasiat, zat pengisi, dan zat penghancur, serta jika perlu ditambahkan zat pengikat dan zat pelicin hingga menjadi massa serbuk yang homogen, lalu dikempa cetak pad tekanan tinggi, sehingga menjadi tablet besar (slug) yang tidak berbentuk baik, kemudian digiling dan diayak hingga diperoleh granul dengan ukuran partikel yang diinginkan. Akhirnya dikempa cetak lagi sesuai ukuran tablet yang diinginkan.

Metoda granulasi kering : Jika bahan tidak tahan panas, jika bahan tidak tahan cairan, jika bahan mempunyai sifat granul yang tidak baik

Tahapan granulasi kering: Penimbangan zat aktif dan zat tambahan . Haluskan zat aktif dan zat tambahan. Campur semua zat aktif dan zat tambahan (Pencampuran 1). Kempa. Granulasi mesh 14 – 20. Siapkan massa kempa dengan mencampur dengan fasa luar (pencampuran 2). Pengempaan.

Keuntungan granulasi kering: Peralatan lebih sedikit karena tidak mengguanakan larutan pengikat, mesin pengaduk berat dan pengeringan yang memakan waktu lama. Baik untuk zat aktif yang sensitif terhadap panas dan lembab. Mempercepat waktu hancur karena tidak terikat oleh tidak terikat oleh pengikat.

Kerugian granulasi kering: Memerlukan mesin tablet khusus untuk membuat slug. Tidak dapat mendistribusikan zat warna seragam. Proses banyak menghasilkan debu sehingga memungkinkan terjadinya kontaminasi silang.

Kempa langsung
Metode dengan mengempa langsung campuran zat aktif dan eksipien kering, tanpa melalui perlakuan awal terlebih dahulu. Metode ini merupakan metode yang paling mudah, praktis, dan cepat pengerjaannya. Tetapi hanya dapat digunakan pada kondisi dimana zat aktif maupun untuk eksipiennya memiliki aliran yang bagus, zat aktif yang kecil dosisnya, serta zat aktif tersebut tidak tahan terhadap panas dan lembab.

Metoda cetak langsung: Penimbangan zat aktif dan zat tambahan (mixing). Haluskan zat aktuif dan zat tambahan . Campurkan zat aktif dan zat tambahan . Pengempaan.

Cetak atau kempa langsung dilakukan jika: Jumlah zat berkhasiat per tabletnya cukup untuk dicetak. Zat khasiatnya mempunyai sifat alir yang baik (free-flowing). Zat khasiat berbentuk kristal yang bersifat free-flowing. Mempunyai kompresibilitas yang baik. Mampu menciptakan adhesifitas dan kohesifitas dalam massa tablet.

Keuntungan kempa langsung: Prosesnya lebih singkat, metode ini lebih singkat prosesnya karena tenaga dan mesin yang digunakan lebih sedikit. Dapat digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan tidak tahan lembab. Waktu hancur dan disolusinya lebih baik karena tidak melalui proses granulasi terlebih dahulu tetapi langsung menjadi partikel. Tablet kempa langsung berisi partikel halus, sehingga tidak perlu melalui proses dari granul ke partikel halus terlebih dahulu

Kerugian kempa langsung: Perbedaan ukuran partikel dan kerapatan bulk antara zat aktif dengan pengisi menyebabkan kurang seragamnya kandungan zat aktif di dalam tablet. Zat aktif dengan dosis yang besar tidak mudah untuk dikempa langsung, karena itu biasanya digunakan 30% dari formula agar memudahkan proses pengempaan sehingga pengisi yang dibutuhkan pun semakin banyak dan mahal. Sulit dalam pemilihan eksipien karena eksipien ynag digunakan harus bersifat mudah mengalir; kompresibilitas yang baik; kohesifitas dan adhesifitas yang baik.


Masalah dalam Pembuatan Tablet

Capping dan lamination yaitu tablet terpisah sebagian atau seluruhya atas dan bawah. Penyebabnya adalah terlalu banyak tekanan saat pencetakan, udara yang terperangkap saat granulasi, granulasi terlalu kering, terlalu banyak fines dan pemasangan punch dan die yang tidak pas.

Sticking, picking dan filming yaitu tablet lengket di permukaan punch dan dinding die sehingga menyebabkan tablet gumpil dan bersisi kasar. Penyebabnya pengeringan kurang/terlalu lembab, lubrikan kurang, terdapat komponen bertitik leleh rendah seperti asam stearat dan PEG, permukaan punch dan die kotor dan kasar.

Chipping dan Cracking yaitu pecahnya tablet disebabkan karena alat dan tablet retak di bagian atas karena tekanan yang besar.

Binding yaitu kesulitan mengeluarkan tablet karena lubrikan yang tidak cukup.

Mottling yaitu distribusi zat warna yang tidak homogen. Penyebabnya adalah migrasi zat warna yang tidak seragam.


Evaluasi Sediaan Tablet

Daya Alir
Pengukuran secara langsung yaitu dengan menggunakan metode corong. Metode corong merupakan metode yang sangat sederhana dan langsung dapat diketahui sifat atau waktu yang dibutuhkan campuran serbuk untuk mengalir. Campuran serbuk dikatakan mempunyai daya alir yang baik jika 100 gram campuran serbuk yang diuji mempunyai waktu alir ≤ 10 detik atau mempunyai kecepatan alir 10g/detik.

Pengukuran secara tidak langsung menggunakan sudut diam. Sudut diam merupakan sudut yang dapat dibentuk oleh sejumlah serbuk setelah diberi perlakuan. Sudut diam campuran serbuk dapat dihitung dengan rumus :
α = Arc tan (h/r)............(1)
dimana, α: sudut diam, h: tinggi serbuk, dan r: jari-jari serbuk.

Tabel 1. Indeks sudut diam yang berhubungan dengan sifat alir
Sudut Diam
Sifat Alir
< 25
Sangat baik
25-30
Baik
30-40
Sedang
>40
Sangat jelek
           
Kandungan lembab
Kandungan lembab diukur dengan alat moisture tester. Campuran serbuk yang sangat kering dan hanya mengandung sedikit sekali persentase kelembaban, sering menghasilkan tablet yang renyah. Persyaratan kandungan lembab campuran serbuk adalah kurang dari 3%.

Keseragaman Bobot
Timbang 20 tablet, dihitung bobot rata ­ rata tiap tablet. Jika ditimbang satu ­ persatu, tidak boleh lebih dari 2 tablet yang menyimpang dari bobot rata ­ rata lebih besar dari harga yang ditetapkan kolom A dan tidak boleh 1 tablet pun yang bobotnya menyimpang dari bobot rata ­ rata lebih dari harga dalam kolom B. Jika perlu dapat digunakan 10 tablet dan tidak ada 1 tablet yang bobotnya menyimpang dari bobot rata ­ rata yang ditetapkan dalam kolom A dan B.
Bobot rata ­ rata
Penyimpangan Bobot rata ­ rata (%)
A
B
25 mg atau kurang
26 mg ­ 150 mg
151 mg ­ 300 mg
Lebih dari 300 mg
15
10
7,5
5
30
20
15
10

Kekerasan
Ambil 20 tablet ukur kekerasan menggunakan alat ukur kekerasan. Kekerasan tablet diuji dengan cara tablet diletakkan di ujung alat dengan posisi vertikal, kemudian sekrup diputar hingga tablet hancur. Skala yang ditunjuk hardness tester dicatat Hitung rata ­ rata dan SD nya. Persyaratan ukuran yang didapat per tablet minimal 4-8 kg. Persyaratan untuk tablet kunyah cenderung lebih rendah yakni 3 kg, sementara untuk tablet hisap kekerasannya sekitar 7-14 kg.

Keseragaman Ukuran
Menggunakan 20 tablet, ukur diameter dan ketebalanya menggunakan jangka sorong. Hitung rata – rata dan SD nya. Persyaratan kecuali dinyatakan lain, diameter tidak lebih dari 3 kali dan tidak kurang dari 4/3 kali tebal tablet. Tebal tablet pada umumnya tidak lebih besar dari 50% diameter.

Kerapuhan
Kerapuhan merupakan parameter yang menggambarkan kekuatan permukaan tablet dalam melawan berbagai perlakuan yang menyebabkan abrasi pada permukaan tablet. Kerapuhan dapat dievaluasi dengan menggunakan friabilator. Tablet dianggap baik bila kerapuhan kurang dari 1%. Sejumlah 20 tablet dibersihkan dari partikel halus, ditimbang (W gram) dalam neraca analitik, kemudian dimasukkan dalam alat Friability tester selama  4 menit atau 100 putaran. Tablet dikeluarkan, dibersihkan kemudian ditimbang  (Wo gram). Persentase kehilangan berat tablet dihitung dari keseluruhan tablet semula (Lachman et.al., 1994 : 187) .
Kerapuhan Tablet (%) = (W-Wo)/W x 100%

Waktu Hancur Tablet
Tablet yang akan diuji (sebanyak 6 tablet) dimasukkan dalam tiap tube, ditutup dengan penutup dan dinaik-turunkan keranjang tersebut dalam medium aquadest dengan suhu 37ºC. Waktu hancur dihitung berdasarkan tablet yang paling terakhir hancur.
Persyaratan pengujian :
Tablet biasa
Media: air (36-380 C) sebanyak 1 liter.
syarat: Tablet tidak bersalut : tidak lebih dari 15 menit. Tablet salut gula dan salut selaput: tidak lebih dari 60 menit.

Tablet salut enterik

Pelarut HCl 0,06 N sebanyak ±250 mL (3jam pertama)

Larutan dapar pH 6,8 (36-380 C) (1 jam selanjutnya)

 

Tablet bukal

Syarat : tidak lebih dari 4 jam.


*Note: Sekedar untuk dibaca, bukan untuk dikutip.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar