Tukak lambung atau Peptic Ulcer Disease (PUD) dapat diartikan sebagai luka pada
lambung atau usus duodenum karena ketidakseimbangan antara faktor agresif
seperti sekresi asam lambung, pepsin, dan infeksi bakteri Helicobacter pylori
dengan faktor defensif atau faktor pelindung mukosa seperti produksi
prostaglandin, mukus gastrik, bikarbonat, dan aliran darah mukosa (Misnadiarly,
2009). Ulkus peptikum adalah keadaan
terputusnya kontinuitas mukosa yang meluas di bawah epitel atau kerusakan pada
jaringan mukosa, sub mukosa hingga lapisan otot dari suatu daerah saluran cerna
yang langsung berhubungan dengan cairan lambung asam/pepsin (Sanusi, 2011).
Etiologi
Penyebab yang
umum terjadi: Infeksi
H.
pylori, Obat
NSAID, Penyakit
kritis (stres).
Penyebab yang
jarang terjadi: Hipersekresi asam lambung (misalnya, sindrom Zollinger-Ellison). Infeksi virus (mis,
cytomegalovirus). Insufisiensi vaskular. Radiasi. Kemoterapi (mis, infus arteri
hepatik). Subtipe genetik langka. Idiopatik (Dipiro dkk., 2008).
Patofisiologi
Tukak lambung terjadi karena adanya
ketidakseimbangan antara produksi asam dan pepsin, mekanisme lain yang berpengaruh
pada kerusakan mukosa,
Helicobacter
pylori dan NSAID (Koda
Kimble, et al., 2012).
Asam
lambung dan Pepsin Pada
Gastric ulcer. Bahan iritan akan menimbulkan defek
mukosa barier dan terjadi difusi balik ion H+, Histamin terangsang untuk lebih
banyak mengeluarkan sam lambung, timbul dilatasi dan peningkatan permeabilitas
pembuluh kapiler, kerusakan mukosa lambung, gastritis akut/kronik, dan tukak
gaster. Plasma membran sel epitel epitel lambung terdiri dari lapisanlapisan
lipid bersifat pendukung mukosa barier. Dalam faktor asam lambung termasuk
faktor genetik, yaitu seseorang mempunyai massa sel parietal yang besar. Tukak
gaster yang letaknya dekat pylorus atau dijumpai bersama dengan tukak duodeni
biasanya disertai hipersekresi asam, sedangkan bila lokasinya pada tempat lain
dilambung biasanya disertai hiposekresi asam(Ilmu Panyakit Dalam, 2001).
Asam
lambung dan Pepsin Pada
Deodenum ulcer. Pada tukak duodenum terjadi peningkatan produksi dan
pelepasan gastrin, sensitivitas mukosa lambung terhadap rangsangan gastric
meningkat secara berlebihan,jumlah sel parietal, pepsinogen khususnya
pepsinogen I juga meningkat. Sekresi bikarbonat dalam duodenum(Ilmu Panyakit
Dalam, 2001).
H.
Pylori.
H. pylori menyebabkan
cedera jaringan melalui produksi lipopolisakarida (LPS, endotoksin), protein
toksik lainnya (VacA) (Brasers, 2007).
NSAID. NSAID
dapat menyebabkan ulkus peptikum dengan cara menghambat COX-1 sehingga
menyebabkan penghabatan sistesis prostaglandin yang secara sekunder berpengaruh
pada sekresi mucus. (COX-1 menghasilkan prostaglandin yang merupakan pelindung
fisiologi yang mengatur ketahanan mukosa) (Dipiro, et al., 2008).
H. pylori
dan NSAID merupakan penyebab perubahan dalam pertahanan mukosa dengan mekanisme
yang berbeda dan merupakan faktor penting dalam pembentukan ulkus peptikum
(Koda Kimble, et al., 2012).
Gejala-Gejala
Rasa nyeri terbakar di perut bagian
antara dada dan pusar. Nyeri biasanya memburuk beberapa jam setelah makan atau
di tengah malam ketika perut kosong, Mual, Muntah. Kehilangan nafsu makan. Kehilangan
berat badan. Kelelahan dan kelemahan (gejala dari pendarahan ulkus). Muntah
darah dan terdapat darah pada tinja atau tinja berwarna hitam (gejala
pendarahan ulkus) (Patel dkk., 2012).
Pemeriksaan
Penunjang
Pemeriksaan
Radiologi. Barium Meal Kontras Ganda dapat digunakan untuk
menegakkan diagnosis tukak peptik. Gambaran berupa kawah, batas jelas disertai
lipatan mukosa teratur dari pinggiran tukak. Apabila permukaan pinggir tukak
tidak teratur dicurigai ganas.
Pemeriksaan
Endoskopi. Berupa luka terbuka dengan pinggiran teratur,
mukosa licin dan normal disertai lipatan yang teratur yang keluar dari
pinggiran tukak. Gambaran tukak akibat keganasan adalah : Boorman-I/polipoid,
B-II/ulcerative, B-III/infiltrative, B-IV/linitis plastika (scirrhus)
.Dianjurkan untuk biopsi & endoskopi ulang 8-12 minggu setelah terapi
eradikasi. Keunggulan endoskopi dibanding radiologi adalah : dapat mendeteksi
lesi kecil diameter < 0,5 cm, dapat melihat lesi yang tertutupi darah dengan
penyemprotan air, dapat memastikan suatu tukak ganas atau jinak, dapat
menentukan adanya kuman H.Pylori sebagai penyebab tukak.
Pemeriksaan Barium.
Pemeriksaan barium dengan menggunakan barium sulfat dalam cairan atau suspensi
yang ditelan. Mekanisme menelan dapat secara langsung dilihat dengan
fluoroskopi, atau gambaran sinar-X dapat direkam dengan menggunakan teknik
pengambilan gambar bergerak (sinematografi) (Wilson dan Lindseth, 2005). Ulkus
peptikum biasanya dikenali dengan pemeriksaan barium dengan ketepatan kira-kira
80%. Tukak lambung yang berhubungan dengan NSAID sering kali lebih superficial
dan kurang sering dikenali secara radiografik (McGuigan, 2000).
Terapi
Farmakologi (Golongan dan Mekanisme)
Antagonis
Reseptor H2. Antagonis Reseptor H2
mengurangi sekresi asam lambung dengan cara berkompetisi dengan histamin untuk
berikatan dengan reseptor H2 pada sel pariental lambung. Bila
histamin berikatan dengan H2 maka akan dihasilkan asam. Dengan
diblokirnya tempat ikatan antara histamin dan reseptor digantikan dengan
obat-obat ini, maka asam tidak akan dihasilkan. Efek samping obat golongan ini
yaitu diare, sakit kepala, kantuk, lesu, sakit pada otot dan konstipasi
(Berardy dan Lynda, 2005).
PPI
(Proton Pump Inhibitor). Mekanisme kerja PPI
adalah memblokir kerja enzim KH ATPase yang akan memecah KH ATP akan
menghasilkan energi yang digunakan untuk mengeluarkan asam dari kanalikuli
serta pariental ke dalam lumen lambung. Panjang dapat menimbulkan kenaikan
gastin darah dan dapat menimbulkan tumor karsinoid pada tikus percobaan. Pada
manusia belum terbukti gangguan keamanannya pada pemakaian jangka panjang
(Tarigan, 2001).
Sulkrafat.
Pada kondisi adanya kerusakan yang disebabkan oleh asam, hidrolisis protein
mukosa yang diperantarai oleh pepsin turut berkontribusi terhadap terjadinya
erosi dan ulserasi mukosa. Protein ini dapat dihambat oleh polisakarida
bersulfat. Selain menghambat hidrolisis protein mukosa oleh pepsin, sulkrafat
juga memiliki efek sitoprotektif
tambahan, yakni stimulasi produksi lokal prostagladin dan faktor pertumbuhan
epidermal (Hoogerwef dan Pasricha, 2008). Dosis sulkrafat 1 gram 4x sehari atau
2 gram 2x sehari. (Berardy dan Lynda, 2005).
Koloid
Bismuth. Mekanisme kerja melalui sitoprotektif membentuk
lapisan bersama protein pada dasar tukak
dan melindungi terhadap rangsangan pepsin dan asam. Dosis obat 2 x 2 tablet
sehari. Efek samping, feses
berwarna
kehitaman sehingga timbul keraguan dengan pendarahan (Tarigan, 2001).
Analog
Prostaglandin: Misoprostol. Mekanisme kerja mengurangi
sekresi asam lambung menambah sekresi mukus, sekresi bikarbonat dan
meningkatkan aliran darah mukosa. Biasanya digunakan sebagai penangkal
terjadinya tukak gaster pada pasien yang menggunakan OAINS. Dosis 4 x 200 mg
atau 2 x 400 mg pagi dan malam hari. Efek samping diare, mual, muntah, dan
menimbulkan kontraksi otot uterus sehingga tidak dianjurkan pada wanita yang
bakal hamil (Tarigan, 2001). Misoprostol dapat menyebabkan eksaserbasi klinis
(kondisi penyakit bertambah parah) pada pasien yang menderita penyakit radang
usus, sehingga pemakaiannya harus dihindari pada pasien ini. Misoprostol
dikontaindikasikan selama kehamilan, karena dapat menyebabkan aborsi akibat
terjadinya peningkatan kontaktilitas uterus. Sekarang ini misoprostol telah
disetujui penggunaannya oleh United States Food and Drug Administration
(FDA) untuk pencegahan luka mukosa akibat NSAID (Hoogerwef dan Pasricha, 2008).
Antasida.
Pada saat ini antasida digunakan untuk menghilangkan keluhan nyeri dan obat
dispepsia. Mekanisme kerjanya menetralkan asam lambung secara lokal. Preparat
yang mengandung magnesium akan menyebabkan diare sedangkan aluminium
menyebabkan konstipasi. Kombinasi keduanya saling menghilangkan pengaruh
sehingga tidak terjadi diare dan konstipasi. Dosis: 3 x 1 tablet, 4 x 30 ml (3
kali sehari malam dan sebelum tidur). Efek samping diare, berinteraksi dengan
obat digitalis, barbiturat, salisilat, dan kinidin (Tarigan, 2001).
Terapi
Tukak Peptik yang Disebabkan Helicobacter Pylori
Terapi
Dual. Terapi
dual meliputi kombinasi PPI (Proton pump inhibitor) dengan amoksisilin
atau klaritromisin. Terapi ini memiliki tingkat resistensi tinggi (Dipiro,
2008).
Terapi
Tripel. Regimen terapi tripel menggunakan kombinasi dua
antibiotik dan satu obat antisekretori, yakni sebagai berikut (Dipiro, 2008):
Obat
1
|
Obat 2
|
Obat 3
|
Proton
pump inhibitor, meliputi
(Omeprazol
20 mg 2 x sehari atau
Lansoprazol
30 mg 2 x sehari atau
Pantoprazol
40 mg 2 x sehari atau
Esomeprazol
40 mg 1 x sehari atau
Rabeprazol 20 mg 1 x
sehari).
|
Klaritromisin
500
mg 2 x sehari
500
mg 2 x sehari.
|
Amoksisilin
1 g 2 x sehari atau
Metronidazol
500 mg 2 x sehari
|
Terapi
Kuadrupel. Regimen terapi kuadrupel menggunakan
kombinasi bismut subsalisilat, dua antibiotik dan satu obat antisekretori,
yakni sebagai berikut (Dipiro, 2008):
Obat 1
|
Obat 2
|
Obat 3
|
Obat 4
|
Bismut
subsalisilat
525
mg 4 x
sehari.
|
Proton
pump inhibitor
Omeprazol
40 mg 2 x sehari atau
Lansoprazol
30 mg 2 xsehari atau
Pantoprazol
40 mg2 x sehari atau
Esomeprazol
40mg 1 x sehari atau
Rabeprazol
20 mg 1 x sehari
|
Metronidazol
250-500
mg
4x
sehari.
|
Tetrasiklin
500 mg 4 x sehari atau
Amoksisilin
500 mg 4 x sehari atau
Klaritromisin 250-500
mg 4x sehari
|
Terapi
Tukak Peptik yang Disebabkan NSAID
Pengguna NSAID jangka
panjang memiliki 2% sampai 4% resiko berkembangnya ulcer simtomatik, pendarahan
GI atau bahkan perforasi. Jika NSAID dihentikan maka pengobatan diberikan standar regimen H2
reseptor antagonis, PPI atau sulkrafat. Jika penggunaan NSAID dilanjutkan maka
NSAID dapat diganti dengan inhibitor COX-2 selektif atau dapat diterapi dengan
menggunakan PPI atau misoprostol. PPI merupakan pilihan yang tepat untuk
penggunaan NSAID daripada H2 reseptor antagonis atau sulkrafat, karena selain
dapat menekan produksi asam, PPI juga mempunyai efek dapat mencegah kekambuhan
ulcer (Dipiro, 2008).
Obat
|
Mengobati
tukak
lambung
dan
duodenum (mg/dosis)
|
Terapi
pemeliharaan tukak lambung dan duodenum
(mg/dosis)
|
Penghambat
pompa
proton
Omeprazol
Lansoprazol
Rabeprazol
Pantoprazol
Esomeprazol
|
20-40
15-30
20
40
20-40
|
20-40
15-30
20
40
20-40
|
H2-RA
Simetidin
Famotidin
Nizatidin
Ranitidin
|
300
(4kali sehari)
400
(2kali sehari)
800
20 (2kali sehari)40
150
(2kali sehari)300
150
(2kali sehari) 300
|
400-800
20-40
150-300
150-300
|
Sukralfat
(g/dosis)
|
1
(4kali sehari)
2
(2kali sehari)
|
1-2
(2kali sehari)
1 (4kali sehari)
|
Terapi
Non Farmakologi
Pasien dengan tukak lambung harus
mengurangi stress, merokok dan penggunaan NSAID (termasuk aspirin). Jika NSAID
tidak dapat dihentikan penggunaannya maka harus dipertimbangkan pemberian dosis
yang rendah.
Istirahat. Secara umum pasien tukak
dianjurkan pengobatan rawat jalan, bila kurang berhasil atau ada komplikasi baru
dianjurkan rawat inap. Penyembuhan akan lebih cepat dengan rawat inap walaupun
mekanismenya belum jelas, kemungkinan oleh bertambahnya jumlah istirahat,
berkurangnya refluks empedu, stress, dan penggunaan analgetik. Stress dan
kecemasan memegang peran dalam peningkatan asam lambung dan penyakit tukak
(Tarigan, 2001).
Diet. Makanan lunak apalagi bubur
saring, makanan yang mengandung susu tidak lebih baik dari pada makanan biasa,
karena makanan halus akan merangsang pengeluaran asam. Cabai, makanan yang merangsang,
makanan mengandung asam dapat menimbulkan rasa sakit pada beberapa pasien,
walaupun belum didapat bukti keterkaitannya. Beberapa peneliti menganjurkan
makanan biasa lunak, tidak merangsang dan diet seimbang (Tarigan, 2001).
Pantang merokok. Merokok menghalangi
penyembuhan tukak gaster kronik, menghambat sekresi bikarbonat pankreas,
menambah keasaman bulbus duodenum, menambah refluks duogenogastrik akibat
relaksasi sfingter pilorus sekaligus meningkatkan kekambuhan tukak (Tarigan,
2001).
Tindakan
Pembedahan. Tujuan utama dari terapi pembedahan pada tukak
peptik adalah: Untuk menekan faktor agresif terutama sekresi asam lambung dan
pepsin terhadap patogenesis tukak peptik. Pada tukak lambung terutama untuk
mengeluarkan tempat yang paling resisten di antrium dan mengoreksi statis di
lambung (Akil, 2006). Indikasi operasi tukak peptik: Gagal pengobatan. Adanya
komplikasi perforasi, pendarahan dan stenosis pilori. Tukak peptik dengan
sangkaan keganasan (Tarigan, 2001). Tindakan pembedahan ada dua macam yaitu : Reseksi
bagian distal lambung atau gastrektomi sebagian (partial gastrectomy). Vagotomi
yang bermanfaat untuk mengurangi sekresi asam lambung terutama pada tukak
duodenum (Akil, 2006).
KIE
KIE
Penyakit: Pasien penderita tukak peptik sebaiknya menghindari
makanan dan minuman yang mengandung alkohol, makanan yang berasa pedas dan
asam. Disarankan Untuk mengkonsumsi makanan yang lunak, seperti: beras di bubur
atau ditim, Ikan, daging sapi, ayam, dicincang dan direbus, perbanyak makanan
yang banyak mengandung serat dan tidak menimbulkan gas, misalnya : sayuran,
buah-buahan, dan kacang-kacangan (British Columbia, 2013). Disarankan untuk
istirahat yang cukup, hindari stress berlebih, hindari merokok.
KIE
Penggunaan Obat: Antasida diminum 1 jam setelah makan. Antagonis Reseptor H2
(simetidin, ranitidin, famotidin, dan nizatidin) diminum setelah makan pagi dan
sebelum tidur malam. PPI (omeprazol,
lansoprazol, dkk) diberikan sekitar 1 jam sebelum makan (sarapan atau makan
malam). Sukralfat dosis 1 gram empat
kali sehari pada lambung yang kosong (1 jam sebelum makan). Analog Prostaglandin (Misoprostol) : 3-4 kali sehari setelah
makan.

I was diagnosed with stage 3 breast cancer in August of 2010. A precious friend told me about Dr Itua Herbal Center in West Africa,She gave me his contact number and email address,I contacted him quickly so he give me guaranty that his herbal medicine will cure my cancer and i will be heal forever I said Okay.I ask him about the process for the cure,he ask me to pay for the fees which i did and within 7 working days he sent me the herbal medicine then he instructed me on how to drink it for two weeks to cure.I told Gomez my friend about the herbal medicine so he gave me go ahead to drink it.So after drinking it for two weeks i was cured I'm so grateful and i promise i will recommend anyone with cancer to him and that what i'm doing.Dr Itua Herbal Medicine makes me believes there is a hope for people suffering from,Parkinson's disease,Schizophrenia,Cancer,Scoliosis,Bladder Cancer,Colorectal Cancer,Tach Disease,Ovarian Cancer,Pancreatic Cancer,Breast Cancer,Kidney Cancer,Leukemia,Lung Cancer,Skin Cancer,
BalasHapusGlaucoma.measles, tetanus, whooping cough, tuberculosis, polio and diphtheria, Cataracts,Macular degeneration,Cardiovascular disease,Lung disease.Enlarged prostate,Osteoporosis.Alzheimer's disease,Obsessive Compulsive Disorder,
Dementia.Uterine Cancer,Prostate Cancer,Fibromyalgia,a
Syndrome Fibrodysplasia ,Parkinson's disease,Epilepsy Dupuytren's disease,
Diabetes ,Coeliac disease, Angiopathy, Ataxia,Arthritis,Tach Disease,Amyotrophic Lateral Sclerosis,Alzheimer's disease,Adrenocortical carcinoma.Asthma,Allergic diseases.Hiv_ Aids,Herpes,Inflammatory bowel disease ,Copd,Diabetes.
Here Is His Contact Info......[Email...drituaherbalcenter@gmail.com/ info@drituaherbalcenter.com. Whatsapp...+2348149277967]