Senin, 05 Desember 2016

Peptic Ulcer Disease (PUD)

 
Tukak lambung atau Peptic Ulcer Disease (PUD) dapat diartikan sebagai luka pada lambung atau usus duodenum karena ketidakseimbangan antara faktor agresif seperti sekresi asam lambung, pepsin, dan infeksi bakteri Helicobacter pylori dengan faktor defensif atau faktor pelindung mukosa seperti produksi prostaglandin, mukus gastrik, bikarbonat, dan aliran darah mukosa (Misnadiarly, 2009). Ulkus peptikum adalah keadaan terputusnya kontinuitas mukosa yang meluas di bawah epitel atau kerusakan pada jaringan mukosa, sub mukosa hingga lapisan otot dari suatu daerah saluran cerna yang langsung berhubungan dengan cairan lambung asam/pepsin (Sanusi, 2011).

Etiologi
Penyebab yang umum terjadi: Infeksi H. pylori, Obat NSAID, Penyakit kritis (stres).

Penyebab yang jarang terjadi: Hipersekresi asam lambung (misalnya, sindrom Zollinger-Ellison). Infeksi virus (mis, cytomegalovirus). Insufisiensi vaskular. Radiasi. Kemoterapi (mis, infus arteri hepatik). Subtipe genetik langka. Idiopatik (Dipiro dkk., 2008).

Patofisiologi
Tukak lambung terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara produksi asam dan pepsin, mekanisme lain yang berpengaruh pada kerusakan mukosa, Helicobacter pylori dan NSAID (Koda Kimble, et al., 2012).

Asam lambung dan Pepsin Pada Gastric ulcer. Bahan iritan akan menimbulkan defek mukosa barier dan terjadi difusi balik ion H+, Histamin terangsang untuk lebih banyak mengeluarkan sam lambung, timbul dilatasi dan peningkatan permeabilitas pembuluh kapiler, kerusakan mukosa lambung, gastritis akut/kronik, dan tukak gaster. Plasma membran sel epitel epitel lambung terdiri dari lapisanlapisan lipid bersifat pendukung mukosa barier. Dalam faktor asam lambung termasuk faktor genetik, yaitu seseorang mempunyai massa sel parietal yang besar. Tukak gaster yang letaknya dekat pylorus atau dijumpai bersama dengan tukak duodeni biasanya disertai hipersekresi asam, sedangkan bila lokasinya pada tempat lain dilambung biasanya disertai hiposekresi asam(Ilmu Panyakit Dalam, 2001).

Asam lambung dan Pepsin Pada Deodenum ulcer. Pada tukak duodenum terjadi peningkatan produksi dan pelepasan gastrin, sensitivitas mukosa lambung terhadap rangsangan gastric meningkat secara berlebihan,jumlah sel parietal, pepsinogen khususnya pepsinogen I juga meningkat. Sekresi bikarbonat dalam duodenum(Ilmu Panyakit Dalam, 2001).

H. Pylori. H. pylori menyebabkan cedera jaringan melalui produksi lipopolisakarida (LPS, endotoksin), protein toksik lainnya (VacA) (Brasers, 2007).

NSAID. NSAID dapat menyebabkan ulkus peptikum dengan cara menghambat COX-1 sehingga menyebabkan penghabatan sistesis prostaglandin yang secara sekunder berpengaruh pada sekresi mucus. (COX-1 menghasilkan prostaglandin yang merupakan pelindung fisiologi yang mengatur ketahanan mukosa) (Dipiro, et al., 2008).

H. pylori dan NSAID merupakan penyebab perubahan dalam pertahanan mukosa dengan mekanisme yang berbeda dan merupakan faktor penting dalam pembentukan ulkus peptikum (Koda Kimble, et al., 2012).

Gejala-Gejala
Rasa nyeri terbakar di perut bagian antara dada dan pusar. Nyeri biasanya memburuk beberapa jam setelah makan atau di tengah malam ketika perut kosong, Mual, Muntah. Kehilangan nafsu makan. Kehilangan berat badan. Kelelahan dan kelemahan (gejala dari pendarahan ulkus). Muntah darah dan terdapat darah pada tinja atau tinja berwarna hitam (gejala pendarahan ulkus) (Patel dkk., 2012).

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Radiologi. Barium Meal Kontras Ganda dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis tukak peptik. Gambaran berupa kawah, batas jelas disertai lipatan mukosa teratur dari pinggiran tukak. Apabila permukaan pinggir tukak tidak teratur dicurigai ganas.

Pemeriksaan Endoskopi. Berupa luka terbuka dengan pinggiran teratur, mukosa licin dan normal disertai lipatan yang teratur yang keluar dari pinggiran tukak. Gambaran tukak akibat keganasan adalah : Boorman-I/polipoid, B-II/ulcerative, B-III/infiltrative, B-IV/linitis plastika (scirrhus) .Dianjurkan untuk biopsi & endoskopi ulang 8-12 minggu setelah terapi eradikasi. Keunggulan endoskopi dibanding radiologi adalah : dapat mendeteksi lesi kecil diameter < 0,5 cm, dapat melihat lesi yang tertutupi darah dengan penyemprotan air, dapat memastikan suatu tukak ganas atau jinak, dapat menentukan adanya kuman H.Pylori sebagai penyebab tukak.

Pemeriksaan Barium. Pemeriksaan barium dengan menggunakan barium sulfat dalam cairan atau suspensi yang ditelan. Mekanisme menelan dapat secara langsung dilihat dengan fluoroskopi, atau gambaran sinar-X dapat direkam dengan menggunakan teknik pengambilan gambar bergerak (sinematografi) (Wilson dan Lindseth, 2005). Ulkus peptikum biasanya dikenali dengan pemeriksaan barium dengan ketepatan kira-kira 80%. Tukak lambung yang berhubungan dengan NSAID sering kali lebih superficial dan kurang sering dikenali secara radiografik (McGuigan, 2000).

Terapi Farmakologi (Golongan dan Mekanisme)
Antagonis Reseptor H2. Antagonis Reseptor H2 mengurangi sekresi asam lambung dengan cara berkompetisi dengan histamin untuk berikatan dengan reseptor H2 pada sel pariental lambung. Bila histamin berikatan dengan H2 maka akan dihasilkan asam. Dengan diblokirnya tempat ikatan antara histamin dan reseptor digantikan dengan obat-obat ini, maka asam tidak akan dihasilkan. Efek samping obat golongan ini yaitu diare, sakit kepala, kantuk, lesu, sakit pada otot dan konstipasi (Berardy dan Lynda, 2005).

PPI (Proton Pump Inhibitor). Mekanisme kerja PPI adalah memblokir kerja enzim KH ATPase yang akan memecah KH ATP akan menghasilkan energi yang digunakan untuk mengeluarkan asam dari kanalikuli serta pariental ke dalam lumen lambung. Panjang dapat menimbulkan kenaikan gastin darah dan dapat menimbulkan tumor karsinoid pada tikus percobaan. Pada manusia belum terbukti gangguan keamanannya pada pemakaian jangka panjang (Tarigan, 2001).

Sulkrafat. Pada kondisi adanya kerusakan yang disebabkan oleh asam, hidrolisis protein mukosa yang diperantarai oleh pepsin turut berkontribusi terhadap terjadinya erosi dan ulserasi mukosa. Protein ini dapat dihambat oleh polisakarida bersulfat. Selain menghambat hidrolisis protein mukosa oleh pepsin, sulkrafat juga memiliki efek  sitoprotektif tambahan, yakni stimulasi produksi lokal prostagladin dan faktor pertumbuhan epidermal (Hoogerwef dan Pasricha, 2008). Dosis sulkrafat 1 gram 4x sehari atau 2 gram 2x sehari. (Berardy dan Lynda, 2005).

Koloid Bismuth. Mekanisme kerja melalui sitoprotektif membentuk lapisan bersama protein pada  dasar tukak dan melindungi terhadap rangsangan pepsin dan asam. Dosis obat 2 x 2 tablet sehari. Efek samping, feses berwarna kehitaman sehingga timbul keraguan dengan pendarahan (Tarigan, 2001).

Analog Prostaglandin: Misoprostol. Mekanisme kerja mengurangi sekresi asam lambung menambah sekresi mukus, sekresi bikarbonat dan meningkatkan aliran darah mukosa. Biasanya digunakan sebagai penangkal terjadinya tukak gaster pada pasien yang menggunakan OAINS. Dosis 4 x 200 mg atau 2 x 400 mg pagi dan malam hari. Efek samping diare, mual, muntah, dan menimbulkan kontraksi otot uterus sehingga tidak dianjurkan pada wanita yang bakal hamil (Tarigan, 2001). Misoprostol dapat menyebabkan eksaserbasi klinis (kondisi penyakit bertambah parah) pada pasien yang menderita penyakit radang usus, sehingga pemakaiannya harus dihindari pada pasien ini. Misoprostol dikontaindikasikan selama kehamilan, karena dapat menyebabkan aborsi akibat terjadinya peningkatan kontaktilitas uterus. Sekarang ini misoprostol telah disetujui penggunaannya oleh United States Food and Drug Administration (FDA) untuk pencegahan luka mukosa akibat NSAID (Hoogerwef dan Pasricha, 2008).

Antasida. Pada saat ini antasida digunakan untuk menghilangkan keluhan nyeri dan obat dispepsia. Mekanisme kerjanya menetralkan asam lambung secara lokal. Preparat yang mengandung magnesium akan menyebabkan diare sedangkan aluminium menyebabkan konstipasi. Kombinasi keduanya saling menghilangkan pengaruh sehingga tidak terjadi diare dan konstipasi. Dosis: 3 x 1 tablet, 4 x 30 ml (3 kali sehari malam dan sebelum tidur). Efek samping diare, berinteraksi dengan obat digitalis, barbiturat, salisilat, dan kinidin (Tarigan, 2001).

Terapi Tukak Peptik yang Disebabkan Helicobacter Pylori
Terapi Dual. Terapi dual meliputi kombinasi PPI (Proton pump inhibitor) dengan amoksisilin atau klaritromisin. Terapi ini memiliki tingkat resistensi tinggi (Dipiro, 2008).

Terapi Tripel. Regimen terapi tripel menggunakan kombinasi dua antibiotik dan satu obat antisekretori, yakni sebagai berikut (Dipiro, 2008):
Obat 1
Obat 2
Obat 3
Proton pump inhibitor, meliputi

(Omeprazol 20 mg 2 x sehari atau

Lansoprazol 30 mg 2 x sehari atau

Pantoprazol 40 mg 2 x sehari atau

Esomeprazol 40 mg 1 x sehari atau
Rabeprazol 20 mg 1 x sehari).
Klaritromisin
500 mg 2 x sehari
500 mg 2 x sehari.


Amoksisilin 1 g 2 x sehari atau

Metronidazol 500 mg 2 x sehari

Terapi Kuadrupel. Regimen terapi kuadrupel menggunakan kombinasi bismut subsalisilat, dua antibiotik dan satu obat antisekretori, yakni sebagai berikut (Dipiro, 2008):
Obat 1
Obat 2
Obat 3
Obat 4
Bismut
subsalisilat
525 mg 4 x
sehari.
Proton pump inhibitor

Omeprazol 40 mg 2 x sehari atau

Lansoprazol 30 mg 2 xsehari atau

Pantoprazol 40 mg2 x sehari atau

Esomeprazol 40mg 1 x sehari atau

Rabeprazol
20 mg 1 x sehari
Metronidazol
250-500 mg
4x sehari.

Tetrasiklin 500 mg 4 x sehari atau

Amoksisilin 500 mg 4 x sehari atau

Klaritromisin 250-500 mg 4x sehari


Terapi Tukak Peptik yang Disebabkan NSAID
Pengguna NSAID jangka panjang memiliki 2% sampai 4% resiko berkembangnya ulcer simtomatik, pendarahan GI atau bahkan perforasi. Jika NSAID dihentikan maka  pengobatan diberikan standar regimen H2 reseptor antagonis, PPI atau sulkrafat. Jika penggunaan NSAID dilanjutkan maka NSAID dapat diganti dengan inhibitor COX-2 selektif atau dapat diterapi dengan menggunakan PPI atau misoprostol. PPI merupakan pilihan yang tepat untuk penggunaan NSAID daripada H2 reseptor antagonis atau sulkrafat, karena selain dapat menekan produksi asam, PPI juga mempunyai efek dapat mencegah kekambuhan ulcer (Dipiro, 2008).
Obat

Mengobati tukak
lambung dan
duodenum (mg/dosis)
Terapi pemeliharaan tukak lambung dan duodenum
(mg/dosis)
Penghambat pompa
proton
Omeprazol
Lansoprazol
Rabeprazol
Pantoprazol
Esomeprazol 



20-40
15-30
20
40
20-40



20-40
15-30
20
40
20-40

H2-RA
Simetidin


Famotidin
Nizatidin
Ranitidin

300 (4kali sehari)
400 (2kali sehari)
800  
20   (2kali sehari)40 
150 (2kali sehari)300 
150 (2kali sehari) 300 


400-800  


20-40
150-300
150-300
Sukralfat (g/dosis) 

1 (4kali sehari)
2 (2kali sehari)

1-2 (2kali sehari)
1 (4kali sehari)

Terapi Non Farmakologi
Pasien dengan tukak lambung harus mengurangi stress, merokok dan penggunaan NSAID (termasuk aspirin). Jika NSAID tidak dapat dihentikan penggunaannya maka harus dipertimbangkan pemberian dosis yang rendah.

Istirahat. Secara umum pasien tukak dianjurkan pengobatan rawat jalan, bila kurang berhasil atau ada komplikasi baru dianjurkan rawat inap. Penyembuhan akan lebih cepat dengan rawat inap walaupun mekanismenya belum jelas, kemungkinan oleh bertambahnya jumlah istirahat, berkurangnya refluks empedu, stress, dan penggunaan analgetik. Stress dan kecemasan memegang peran dalam peningkatan asam lambung dan penyakit tukak (Tarigan, 2001).

Diet. Makanan lunak apalagi bubur saring, makanan yang mengandung susu tidak lebih baik dari pada makanan biasa, karena makanan halus akan merangsang pengeluaran asam. Cabai, makanan yang merangsang, makanan mengandung asam dapat menimbulkan rasa sakit pada beberapa pasien, walaupun belum didapat bukti keterkaitannya. Beberapa peneliti menganjurkan makanan biasa lunak, tidak merangsang dan diet seimbang (Tarigan, 2001).

Pantang merokok. Merokok menghalangi penyembuhan tukak gaster kronik, menghambat sekresi bikarbonat pankreas, menambah keasaman bulbus duodenum, menambah refluks duogenogastrik akibat relaksasi sfingter pilorus sekaligus meningkatkan kekambuhan tukak (Tarigan, 2001).

Tindakan Pembedahan. Tujuan utama dari terapi pembedahan pada tukak peptik adalah: Untuk menekan faktor agresif terutama sekresi asam lambung dan pepsin terhadap patogenesis tukak peptik. Pada tukak lambung terutama untuk mengeluarkan tempat yang paling resisten di antrium dan mengoreksi statis di lambung (Akil, 2006). Indikasi operasi tukak peptik: Gagal pengobatan. Adanya komplikasi perforasi, pendarahan dan stenosis pilori. Tukak peptik dengan sangkaan keganasan (Tarigan, 2001). Tindakan pembedahan ada dua macam yaitu : Reseksi bagian distal lambung atau gastrektomi sebagian (partial gastrectomy). Vagotomi yang bermanfaat untuk mengurangi sekresi asam lambung terutama pada tukak duodenum (Akil, 2006).

KIE
KIE Penyakit: Pasien penderita tukak peptik sebaiknya menghindari makanan dan minuman yang mengandung alkohol, makanan yang berasa pedas dan asam. Disarankan Untuk mengkonsumsi makanan yang lunak, seperti: beras di bubur atau ditim, Ikan, daging sapi, ayam, dicincang dan direbus, perbanyak makanan yang banyak mengandung serat dan tidak menimbulkan gas, misalnya : sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan (British Columbia, 2013). Disarankan untuk istirahat yang cukup, hindari stress berlebih, hindari merokok.

KIE Penggunaan Obat: Antasida diminum 1 jam setelah makan. Antagonis Reseptor H2 (simetidin, ranitidin, famotidin, dan nizatidin) diminum setelah makan pagi dan sebelum tidur malam. PPI (omeprazol, lansoprazol, dkk) diberikan sekitar 1 jam sebelum makan (sarapan atau makan malam). Sukralfat dosis 1 gram empat kali sehari pada lambung yang kosong (1 jam sebelum makan). Analog Prostaglandin (Misoprostol) : 3-4 kali sehari setelah makan.

1 komentar:

  1. I was diagnosed with stage 3 breast cancer in August of 2010. A precious friend told me about Dr Itua Herbal Center in West Africa,She gave me his contact number and email address,I contacted him quickly so he give me guaranty that his herbal medicine will cure my cancer and i will be heal forever I said Okay.I ask him about the process for the cure,he ask me to pay for the fees which i did and within 7 working days he sent me the herbal medicine then he instructed me on how to drink it for two weeks to cure.I told Gomez my friend about the herbal medicine so he gave me go ahead to drink it.So after drinking it for two weeks i was cured I'm so grateful and i promise i will recommend anyone with cancer to him and that what i'm doing.Dr Itua Herbal Medicine makes me believes there is a hope for people suffering from,Parkinson's disease,Schizophrenia,Cancer,Scoliosis,Bladder Cancer,Colorectal Cancer,Tach Disease,Ovarian Cancer,Pancreatic Cancer,Breast Cancer,Kidney Cancer,Leukemia,Lung Cancer,Skin Cancer,
    Glaucoma.measles, tetanus, whooping cough, tuberculosis, polio and diphtheria, Cataracts,Macular degeneration,Cardiovascular disease,Lung disease.Enlarged prostate,Osteoporosis.Alzheimer's disease,Obsessive Compulsive Disorder,
    Dementia.Uterine Cancer,Prostate Cancer,Fibromyalgia,a
    Syndrome Fibrodysplasia ,Parkinson's disease,Epilepsy Dupuytren's disease,
    Diabetes ,Coeliac disease, Angiopathy, Ataxia,Arthritis,Tach Disease,Amyotrophic Lateral Sclerosis,Alzheimer's disease,Adrenocortical carcinoma.Asthma,Allergic diseases.Hiv_ Aids,Herpes,Inflammatory bowel disease ,Copd,Diabetes.
    Here Is His Contact Info......[Email...drituaherbalcenter@gmail.com/ info@drituaherbalcenter.com. Whatsapp...+2348149277967]

    BalasHapus