Pernah enggak sih, ketika kamu mengalami
suatu kejadian kemudian kamu merasa seolah-olah kamu pernah mengalami kejadian
itu sebelumnya. Atau misal kamu pergi ke suatu tempat yang benar-benar baru dan
belum pernah kamu kunjungi sama sekali, namun saat kamu berada di tempat yang
pertama kali kamu kunjungi itu kamu merasa kalau kamu pernah ke tempat itu
sebelumnya? Kalau saya sih sering. Kata orang ini namanya dejavu.
Kalau mengacu pada dunia medis, dejavu
sering dikaitkan dengan yang namanya aktivitas alam bawah sadar manusia. Tapi,
menurut agama dejavu juga merupakan suatu aktivitas yang melibatkan ruh dalam
diri manusia itu sendiri.
Saya mengalami dejavu seingat saya sudah
dimulai semenjak saya masih SMK. Ketika saya masih sekolah SMK di Bintuni,
Papua Barat. Saat tidur malam sering sekali saya bermimpi berlayar naik kapal
meninggalkan Pulau Papua dan menuju Pulau Jawa. Faktanya, setelah lulus SMK
walau tujuan awal saya merantau untuk mendaftar jadi TNI di Manokwari dan
Jayapura, ujung-ujungnya setelah gagal saat dua kali tes, akhirnya saya ke Jawa
juga. Persis seperti mimpi-mimpi saat masih sekolah. Saya akhirnya kuliah di
Malang.
Saat sedang kuliah DIII Farmasi di
Malang, sering saya kalau malam bermimpi naik kereta api ke Jawa Barat. Dan
yah, setelah sempat menjelajah beberapa kampus di Semarang, Jogja, dan Solo
pada akhirnya setelah lulus dari DIII Farmasi di Malang saya pun lanjut S1
Farmasi di Bandung. Ketika saya sering pulang - pergi dari Malang ke Bandung
naik kereta api, itu persis sama seperti mimpi-mimpi saya saat masih kuliah
DIII di Malang.
Saat kuliah S1 Farmasi di Bandung, saya
sering bermimpi lanjut kuliah apoteker di kampus dua lantai dengan gedung
berwarna putih. Kampus S1 saya di Bandung warnanya orange, mulanya saya
mengincar kampus di Solo yang gedungnya didominasi warna ungu. Tapi pada
akhirnya saya terdampar di Semarang. Saya lanjut profesi apoteker di kampus
yang kriterianya sama persis seperti di mimpi-mimpi saya waktu kuliah S1
Farmasi di Semarang.
Saat kuliah apoteker di Semarang,
rencana saya akan kembali ke Papua dan bekerja di sana. Tapi saya ragu, karena
di mimpi saya seringnya itu saya berada di sebuah kampus berwarna putih dengan
gedung lebih dari lima tingkat. Saya pun sering bermimpi bekerja di sebuah
rumah sakit. Dan, mimpi itu jadi kenyataan lagi. Sekarang saya jadi mahasiswa
S2 Farmasi Klinik di salah satu kampus dengan gedung enam lantai di Surabaya,
dan sayapun sekarang bekerja di sebuah rumah sakit swasta di daerah Wage,
Sidoarjo. Dejavu itu ada dan nyata!
Kalau dikaitkan dengan alam bawah sadar,
mungkin ini kaitannya dengan impian dan cita-cita saya sejak kecil. Waktu kecil
saya sangat ingin sekali lanjut sekolah di Jawa tapi tak pernah kesampaian. Ingin
kuliah di Jawa pun harus meyakinkan orang tua terlebih dulu, karena kedua orang
tua lebih setuju kalau saya masuk TNI. Mungkin karena terlalu yakin impian yang
saya cita-citakan alam bawah sadar saya mengamini, dan terjadilah semua
impian-impian itu.
Kalau dikaitkan dengan aktivitas ruh,
juga bisa ada benarnya. Saya lahir bulan keramat, tanggal keramat, juga di
malam keramat. Saya lahir tepat tengah
malam pada malam 10 Suro. Tepatnya pada 9 Muharram 1412 H, (22 Juli 1991 M).
Ingat, ada banyak kejadian besar di tanggal keramat ini.
Kejadian-kejadian besar seperti ketika Allah
telah menerima taubat Nabi Adam. Ketika Nabi Idris AS dibawa ke langit, sebagai
tanda Allah menaikkan derajat Nabi-Nya. Ketika berlabuhnya perahu Nabi Nuh AS
kerana banjir yang melanda seluruh dunia. Ketika Nabi Ibrahim dilahirkan pada
10 Muharam dan diangkat sebagai Khalilullah (kekasih Allah) dan juga hari di
mana baginda diselamatkan dari api yang dinyalakan oleh Namrud. Ketika Allah
menerima taubat Nabi Daud kerana Nabi Daud merampas isteri orang walaupun Nabi
Daud sendiri sudah mempunyai 99 orang isteri, masih ingin memiliki isteri
orang. Ketika Allah mengangkat Nabi Isa ke langit, dimana Allah telah
menukarkan Nabi Isa dengan Yudas. Ketika Allah telah menyelamatkan Nabi Musa
daripada kekejaman Firaun. Ketika Allah mengeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan
setelah berada selama 40 hari di dalamnya. Dan ketika Allah telah mengembalikan
kerajaan Nabi Sulaiman AS.
Semua kejadian-kejadin besar yang tercatat
di kitab suci itu terjadi tepat pada malam 10 Suro, atau 10 Muharram. Mungkin saja
ada kaitannya, karena lahir di tanggal keramat ini, aktivitas ruh pada diri
saya sehingga saya sering mengalami kejadian-kejadian yang disebut dengan
istilah dejavu. (Ali Ridwan, 22/10/17)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar