Sabtu, 21 Oktober 2017

The Power of Dejavu

 
Pernah enggak sih, ketika kamu mengalami suatu kejadian kemudian kamu merasa seolah-olah kamu pernah mengalami kejadian itu sebelumnya. Atau misal kamu pergi ke suatu tempat yang benar-benar baru dan belum pernah kamu kunjungi sama sekali, namun saat kamu berada di tempat yang pertama kali kamu kunjungi itu kamu merasa kalau kamu pernah ke tempat itu sebelumnya? Kalau saya sih sering. Kata orang ini namanya dejavu.

Kalau mengacu pada dunia medis, dejavu sering dikaitkan dengan yang namanya aktivitas alam bawah sadar manusia. Tapi, menurut agama dejavu juga merupakan suatu aktivitas yang melibatkan ruh dalam diri manusia itu sendiri.

Saya mengalami dejavu seingat saya sudah dimulai semenjak saya masih SMK. Ketika saya masih sekolah SMK di Bintuni, Papua Barat. Saat tidur malam sering sekali saya bermimpi berlayar naik kapal meninggalkan Pulau Papua dan menuju Pulau Jawa. Faktanya, setelah lulus SMK walau tujuan awal saya merantau untuk mendaftar jadi TNI di Manokwari dan Jayapura, ujung-ujungnya setelah gagal saat dua kali tes, akhirnya saya ke Jawa juga. Persis seperti mimpi-mimpi saat masih sekolah. Saya akhirnya kuliah di Malang.

Saat sedang kuliah DIII Farmasi di Malang, sering saya kalau malam bermimpi naik kereta api ke Jawa Barat. Dan yah, setelah sempat menjelajah beberapa kampus di Semarang, Jogja, dan Solo pada akhirnya setelah lulus dari DIII Farmasi di Malang saya pun lanjut S1 Farmasi di Bandung. Ketika saya sering pulang - pergi dari Malang ke Bandung naik kereta api, itu persis sama seperti mimpi-mimpi saya saat masih kuliah DIII di Malang.

Saat kuliah S1 Farmasi di Bandung, saya sering bermimpi lanjut kuliah apoteker di kampus dua lantai dengan gedung berwarna putih. Kampus S1 saya di Bandung warnanya orange, mulanya saya mengincar kampus di Solo yang gedungnya didominasi warna ungu. Tapi pada akhirnya saya terdampar di Semarang. Saya lanjut profesi apoteker di kampus yang kriterianya sama persis seperti di mimpi-mimpi saya waktu kuliah S1 Farmasi di Semarang.

Saat kuliah apoteker di Semarang, rencana saya akan kembali ke Papua dan bekerja di sana. Tapi saya ragu, karena di mimpi saya seringnya itu saya berada di sebuah kampus berwarna putih dengan gedung lebih dari lima tingkat. Saya pun sering bermimpi bekerja di sebuah rumah sakit. Dan, mimpi itu jadi kenyataan lagi. Sekarang saya jadi mahasiswa S2 Farmasi Klinik di salah satu kampus dengan gedung enam lantai di Surabaya, dan sayapun sekarang bekerja di sebuah rumah sakit swasta di daerah Wage, Sidoarjo. Dejavu itu ada dan nyata!

Kalau dikaitkan dengan alam bawah sadar, mungkin ini kaitannya dengan impian dan cita-cita saya sejak kecil. Waktu kecil saya sangat ingin sekali lanjut sekolah di Jawa tapi tak pernah kesampaian. Ingin kuliah di Jawa pun harus meyakinkan orang tua terlebih dulu, karena kedua orang tua lebih setuju kalau saya masuk TNI. Mungkin karena terlalu yakin impian yang saya cita-citakan alam bawah sadar saya mengamini, dan terjadilah semua impian-impian itu.

Kalau dikaitkan dengan aktivitas ruh, juga bisa ada benarnya. Saya lahir bulan keramat, tanggal keramat, juga di malam keramat.  Saya lahir tepat tengah malam pada malam 10 Suro. Tepatnya pada 9 Muharram 1412 H, (22 Juli 1991 M). Ingat, ada banyak kejadian besar di tanggal keramat ini.

Kejadian-kejadian besar seperti ketika Allah telah menerima taubat Nabi Adam. Ketika Nabi Idris AS dibawa ke langit, sebagai tanda Allah menaikkan derajat Nabi-Nya. Ketika berlabuhnya perahu Nabi Nuh AS kerana banjir yang melanda seluruh dunia. Ketika Nabi Ibrahim dilahirkan pada 10 Muharam dan diangkat sebagai Khalilullah (kekasih Allah) dan juga hari di mana baginda diselamatkan dari api yang dinyalakan oleh Namrud. Ketika Allah menerima taubat Nabi Daud kerana Nabi Daud merampas isteri orang walaupun Nabi Daud sendiri sudah mempunyai 99 orang isteri, masih ingin memiliki isteri orang. Ketika Allah mengangkat Nabi Isa ke langit, dimana Allah telah menukarkan Nabi Isa dengan Yudas. Ketika Allah telah menyelamatkan Nabi Musa daripada kekejaman Firaun. Ketika Allah mengeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan setelah berada selama 40 hari di dalamnya. Dan ketika Allah telah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman AS.

Semua kejadian-kejadin besar yang tercatat di kitab suci itu terjadi tepat pada malam 10 Suro, atau 10 Muharram. Mungkin saja ada kaitannya, karena lahir di tanggal keramat ini, aktivitas ruh pada diri saya sehingga saya sering mengalami kejadian-kejadian yang disebut dengan istilah dejavu. (Ali Ridwan, 22/10/17)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar