Minggu, 26 Mei 2019

Purnama Kembar di Malam Limabelas





Remang malam dan kecipak air tepi dermaga..
Kopi panas yang ditiupi angin pantai, tapi tengik aroma rasanya..
Mie kuah yang ditaburi cahaya bulan, namun hambar dikecap lidah..
Masalah tidak pada semua itu. Tapi pada diri lemah tak berdaya ini..

Petang itu rembulan mewujud dalam dua wajah..
Ada wajah purnama di angkasa. Ada pula bayangnya di samudra..
Dua muka sedang tersenyum teduh, tapi dengan raut muka tak sama..

Dan tiba-tiba. Sejumput kerinduan berkecambah.
Selongsong jiwa terpental dari wadaknya. Meraga sukma tak aral rimbanya.
Ia bimbang dengan ketajaman pikirnya. Ia ragu pada keyakinan hatinya..
Hati dan pikiran. Air dan minyak. Siang dan malam. Mentari dan rembulan..

Cerah langit redup saat halimun turun perlahan,…
Segumpal mega hitam lalu menggulung malam, merubah remang jadi gelap..
Dua wajah purnama lenyap disapu kepedihan, dilahap kesedihan..
Apa yang terpancar di langit hati, itu yang terpantul di muka samudra tenang..

Angin darat bertiup, halimun menghilang, mega hitam turut berlalu..
Purnama yang mewujud dalam dua wajah. Muncul kembali menjelang pagi..

Dari kejauhan ada yang terlihat sedang mendekat..
Sepasang lumba-lumba menari riang. Tidak sepasang, melainkan berpasang-pasang..
Bayang wajah rembulan di samudra rusak seketika. Tarian itu musababnya..
Apa yang tercermin di samudra pikiran, tak selalu mencitrakan wujud isi hati..

Manusia dengan pandangannya yang fana, dengan fikirannya yang semu..
Ia terpana pada wajah rembulan yang bopeng-bopeng lagi buruk rupa
Tidakkah cahaya itu pantulan dari bintang terang sumber segala kehidupan
Nurani itu bercahaya lantaran sinar suci yang terpantul di muka rembulan..

Tengok pada hatimu, cari tahulah, darimana cahaya remang itu berasal..
Maka tak perlu lagi merisaukan bayang rembulan di muka samudra fana yang semu..
Apalagi menimati keteduhannya. Ia bisa rusak digulung mega dan dirusak lumba-lumba..
Bila teguh hati menyerap cahaya suci, seperti rembulan menatap wujud mentari..
Malam dan siang. Air dan minyak. Mentari dan rembulan. Tiada lagi nampak bedanya..

(Ali Ridwan, 26 Mei 2019)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar