Remang malam dan kecipak air tepi
dermaga..
Kopi panas yang ditiupi angin pantai,
tapi tengik aroma rasanya..
Mie kuah yang ditaburi cahaya bulan,
namun hambar dikecap lidah..
Masalah tidak pada semua itu. Tapi pada
diri lemah tak berdaya ini..
Petang itu rembulan mewujud dalam dua
wajah..
Ada wajah purnama di angkasa. Ada pula
bayangnya di samudra..
Dua muka sedang tersenyum teduh, tapi
dengan raut muka tak sama..
Dan tiba-tiba. Sejumput kerinduan
berkecambah.
Selongsong jiwa terpental dari wadaknya.
Meraga sukma tak aral rimbanya.
Ia bimbang dengan ketajaman pikirnya. Ia
ragu pada keyakinan hatinya..
Hati dan pikiran. Air dan minyak. Siang
dan malam. Mentari dan rembulan..
Cerah langit redup saat halimun turun
perlahan,…
Segumpal mega hitam lalu menggulung
malam, merubah remang jadi gelap..
Dua wajah purnama lenyap disapu kepedihan,
dilahap kesedihan..
Apa yang terpancar di langit hati, itu
yang terpantul di muka samudra tenang..
Angin darat bertiup, halimun menghilang,
mega hitam turut berlalu..
Purnama yang mewujud dalam dua wajah. Muncul
kembali menjelang pagi..
Dari kejauhan ada yang terlihat sedang
mendekat..
Sepasang lumba-lumba menari riang. Tidak
sepasang, melainkan berpasang-pasang..
Bayang wajah rembulan di samudra rusak
seketika. Tarian itu musababnya..
Apa yang tercermin di samudra pikiran,
tak selalu mencitrakan wujud isi hati..
Manusia dengan pandangannya yang fana,
dengan fikirannya yang semu..
Ia terpana pada wajah rembulan yang
bopeng-bopeng lagi buruk rupa
Tidakkah cahaya itu pantulan dari
bintang terang sumber segala kehidupan
Nurani itu bercahaya lantaran sinar suci
yang terpantul di muka rembulan..
Tengok pada hatimu, cari tahulah,
darimana cahaya remang itu berasal..
Maka tak perlu lagi merisaukan bayang
rembulan di muka samudra fana yang semu..
Apalagi menimati keteduhannya. Ia bisa
rusak digulung mega dan dirusak lumba-lumba..
Bila teguh hati menyerap cahaya suci,
seperti rembulan menatap wujud mentari..
Malam dan siang. Air dan minyak. Mentari
dan rembulan. Tiada lagi nampak bedanya..
(Ali Ridwan, 26 Mei 2019)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar