Inovasi pelayanan rumah sakit masuk kampung (Rampung) di tanggal 26-30 Juni tahun 2019 ini akan mengunjungi tiga tempat yaitu Tanah Merah, Tofoi, dan Babo. Karena ketiga tempat itu letaknya di pesisir, maka kita dari RSUD Teluk Bintuni menggunakan RS Kapal Apung Bintuni Sehat yang dikelola oleh Dinas Kesehatan Teluk Bintuni. Oh ya, kegiatan Rampung kali ini terselenggara atas kerjasama RSUD Teluk Bintuni, Dinas Kesehatan Teluk Bintuni, dan panitia hari ulang tahun Bhayangkara.
Berlayar naik kapal Apung Bintuni Sehat dari Pelabuhan Teluk Bintuni jam 08.00 pagi. Berlayar dan berlayar, air muara yang sedikit berombak namun bersahabat, kami tiba di Pelabuhan Tanah Merah jam 13.00 siang. Singgah makan siang, rehat sejenak, langsung mulai pelayanan.
Farmasi adalah ujung tombak, sebaik apa diagnosis dokter kalau tidak ada obat itu sama saja bohong. Saya, sebagai penanggung jawab di farmasi sadar betul akan tugas berat itu. Empat dokter, satu farmasis itu tak berimbang. Beruntung ada bantuan dari para mantra sunat yang ikut rombongan, sedikit meringankan beban. Tapi mangeman pengaturan obat tetap saya yang pusing. Apalagi persediaan obat yang dibawa sangat terbatas sekali. Berbanding terbalik dengan antusias masyarakat yang ingin berobat, terutama dengan dokter spesialis.
Ada dua metoda penyusunan obat, berdasarkan abjat dan berdasarkan kelas terapi. Obat saya susun berdasarkan kelas terapi, baru berdasarkan abjat. Jadi obat antibiotic sendiri, obat analgesic sendiri, obat kolesterol, diabetes, dan vitamin juga sendiri-sendiri. Sedian sirup, injeksi, cairan, salep, dan alkes juga dipisah. Tujuan biar mempermudah saat proses pelayanan.
Pasien kita batasi sampai jam 5 sore, kita rehat dulu, mandi, sholat, makan, malam pelayanan lagi.
Beruntungnya malam tidak terlalu banyak pasien yang datang. Jadi yaa, bisa sedikit bernafas sejenak. Bersantai menyimpan energy, besok lanjut berlayar ke Pelabuhan Tofoi dan pelayanan di sana.
Pagi dengan secangkir kopi, antri mandi, sarapan, setelah air pasang baru lanjut berlayar ke pelabuhan selanjutnya.
Pooomm…. Pooooommmm….. Kapal Apung Bintuni Sehat siap lepas jangkar.
Kapal jalan, waktunya beres-beres ruangan. Lumayan, sekitar 350’an resep. Gempor juga, padahal kalau dinas di RS rata-rata per hari hanya sekitar 150’an resep, itupun dilayani minimal empat orang.
Nih, ruang apotek kalau difoto dari ruang tengah.
Yaak, kita telah sampai di Pelabuhan Tofoi.
Baru mendarat langsung diserbu pasien. Uniknya saat di Tofoi, karena pelabuhan hanya dapat disandari saat air pasang, jadi pelayana di sini hanya dilayani saat air pasang, dan pelayanan berhenti saat air surut, karena kapal harus melepas jangkar ke tengah muara.
Sore setelah pelayanan kita numpang mandi di perumahan perawat yang dinas di Puskesmas Tofoi. Pagi sebelum pelayanan saat air pasang, kita numpang mandinya di sebuah penginapan yang kebetulan pemiliknya juga seorang ibu suster. Hmmm.. diplomasi yang baik. Mengingat air juga susah di sini.
Siang selesai pelayanan, sebelum air surut, lanjut kita ke Pelabuhan Babo.
Liat posisi bagus dikit, cekreekkk !!
Sore kita sampai di Babo.. Langsung cuss ke Puskesmas Babo. Numpang mandi, terus makan malam, tidur? Ohhh tidakk.. persediaan obat racikan kita habis, dibantu dokter anak kita lembur bikin racikan puyer mala mini.
Kali ini pelayanan kita turun ke darat. Yak, farmasi yang paling repot. Harus packing obat, terus dipikul lagi ke lokasi pelayanan. Huaahhh…
Dokter sudah pelayanan, farmasi masih menyusun obat. Tapi karena banyak bantuan personil dari teman-teman di Puskesmas Babo, jadi yaa sedikit banyak sangat membantu sekali. Terimakasih banyak yaaa..
Yak, packing lagi. Selesai pelayanan, mala mini juga kita balik Bintuni. Akhirnya, setelah tiga hari tiga hari tiga malam hidup di kapal. Begini ya rasanya jadi pelaut. Capeknya luar, luar, luar biasa banget pokoknya.
Puulaanggg.. yeyeyeee... Aku senang sekaliii...
Senja, kopi, dan rasa lelah. Semoga menjadi berkah..
Senja, kopi, dan rasa lelah. Semoga menjadi berkah..
Sampai jumpa kembali di perjalanan berikutnya.
Bisa jalan-jalan dan berpetualang sambil melayani masyarakat sesuai disiplin ilmu dan profesi itu menyenangkan sekali (Ali Ridwan, 30/06/19)






















Tidak ada komentar:
Posting Komentar