Sepanjang tahun 2019, tidak begitu banyak
momen spesial tercipta. Tidak ada raihan, tidak ada peningkatan, semuanya
terasa datar-datar saja, tetap begitu-begitu saja. Walau ada peningkatan itu
tipis sekali, peningkatan itu seolah tak berarti mengingat waktu yang habis
terbuang, peningkatan itu seperti terdevaluasi dengan besaran waktu yang telah
terlewat, tergunakan, dan berlalu begitu saja tanpa jejak.
Tahun 2019 bagiku adalah tahun-tahun
pemulihan setelah masa-masa terpuruk sepanjang tahun 2018. Itu sebab aku tidak
akan mentoleransi lagi di tahun 2020 ini. Harus banyak momen tercipta, harus
banyak pencapaian yang diraih. Harus!
Kalaupun momen-momen itu belum akan
terwujud, atau pencapaian-pencapaian itu belum akan diraih, setidaknya segala
persiapan yang mendekati final harus terealisasi di tahun dimana aku siap
bertarung habis-habisan, bertarung hancur-hancuran demi terwujudnya misi-misi
yang akan mendekatkan diri pada visi kehidupan, visi hidup yang sudah
dicanangkan jauh-jauh hari setelah tahu apa tujuan daripada hidup itu sendiri.
Manilik pada tujuan hidup yang bervisi meraih
sukses secara intelektual, spiritual, dan finansial. Dimana tiga hal itu berpegang
pada tiga pilar dengan menjajaki diri sebagai etreprenuer, writerprenuer, dan
pharmaprenuer. Praktis hanya pharmaprenuer saja yang wujudnya telah nyata,
yaitu apotik yang sudah satu tahun ini berdiri. Entreprenuer, belum ada satu
jenis usaha yang dibangun dengan sistem yang sudah autopilot. Writerprenuer,
belum ada satu buku yang masuk penerbit. PR masih banyak!!
Bila tangga entrepreneur itu terdiri
dari employed, self employed, owner
kemudian investor. Maka selama ini
zona nyaman itu berada di tangga employed
sebagai pegawai rumah sakit dan self
employed sebagai pengelola apotik milik sendiri. Bila hendak naik tangga
sebagai owner, mau tak mau satu
tangga yang selama ini dipijak harus ditinggalkan dengan cara berhenti menjadi
orang gajian. Lalu melangkah ke satu tangga di atasnya dengan tetap menekuni
diri sebagai self employed, sambil
terus fokus dengan semangat penuh membangun sistem yang autopilot di business owner.
Yah, dengan berakhirnya musim pancaroba
itu sudah selayaknya disyukuri dengan banyak-banyak mengambil hikmah dan pelajaran.
Kini tiba sudah masanya untuk mulai menggarap lahan dengan hati yang senang dan
pikiran yang riang, menanaminya dengan benih varietas unggul kualitas terbaik, kemudian
merawatnya dengan konsistensi tinggi dan reputasi terbaik, hingga sampailah tiba
masanya untuk memetik hasil panen itu dengan keberkahan yang melimpah ruah.
Sekali lagi, kereta sudah berjalan di atas rel nya, pistol tanda start untuk
berlari tinggal ditarik pelatuknya, siapkan pijakan yang kuat dan terus fokus,
dilarang berhenti sebelum sampai di garis finish. (Ali Ridwan, 23/12/19)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar