Jumat, 27 Desember 2019

Berhenti jadi Orang Gajian (Resolusi Awal Tahun 2020)


Sepanjang tahun 2019, tidak begitu banyak momen spesial tercipta. Tidak ada raihan, tidak ada peningkatan, semuanya terasa datar-datar saja, tetap begitu-begitu saja. Walau ada peningkatan itu tipis sekali, peningkatan itu seolah tak berarti mengingat waktu yang habis terbuang, peningkatan itu seperti terdevaluasi dengan besaran waktu yang telah terlewat, tergunakan, dan berlalu begitu saja tanpa jejak.

Tahun 2019 bagiku adalah tahun-tahun pemulihan setelah masa-masa terpuruk sepanjang tahun 2018. Itu sebab aku tidak akan mentoleransi lagi di tahun 2020 ini. Harus banyak momen tercipta, harus banyak pencapaian yang diraih. Harus!

Kalaupun momen-momen itu belum akan terwujud, atau pencapaian-pencapaian itu belum akan diraih, setidaknya segala persiapan yang mendekati final harus terealisasi di tahun dimana aku siap bertarung habis-habisan, bertarung hancur-hancuran demi terwujudnya misi-misi yang akan mendekatkan diri pada visi kehidupan, visi hidup yang sudah dicanangkan jauh-jauh hari setelah tahu apa tujuan daripada hidup itu sendiri.

Manilik pada tujuan hidup yang bervisi meraih sukses secara intelektual, spiritual, dan finansial. Dimana tiga hal itu berpegang pada tiga pilar dengan menjajaki diri sebagai etreprenuer, writerprenuer, dan pharmaprenuer. Praktis hanya pharmaprenuer saja yang wujudnya telah nyata, yaitu apotik yang sudah satu tahun ini berdiri. Entreprenuer, belum ada satu jenis usaha yang dibangun dengan sistem yang sudah autopilot. Writerprenuer, belum ada satu buku yang masuk penerbit. PR masih banyak!!

Bila tangga entrepreneur itu terdiri dari employed, self employed, owner kemudian investor. Maka selama ini zona nyaman itu berada di tangga employed sebagai pegawai rumah sakit dan self employed sebagai pengelola apotik milik sendiri. Bila hendak naik tangga sebagai owner, mau tak mau satu tangga yang selama ini dipijak harus ditinggalkan dengan cara berhenti menjadi orang gajian. Lalu melangkah ke satu tangga di atasnya dengan tetap menekuni diri sebagai self employed, sambil terus fokus dengan semangat penuh membangun sistem yang autopilot di business owner.

Yah, dengan berakhirnya musim pancaroba itu sudah selayaknya disyukuri dengan banyak-banyak mengambil hikmah dan pelajaran. Kini tiba sudah masanya untuk mulai menggarap lahan dengan hati yang senang dan pikiran yang riang, menanaminya dengan benih varietas unggul kualitas terbaik, kemudian merawatnya dengan konsistensi tinggi dan reputasi terbaik, hingga sampailah tiba masanya untuk memetik hasil panen itu dengan keberkahan yang melimpah ruah. Sekali lagi, kereta sudah berjalan di atas rel nya, pistol tanda start untuk berlari tinggal ditarik pelatuknya, siapkan pijakan yang kuat dan terus fokus, dilarang berhenti sebelum sampai di garis finish. (Ali Ridwan, 23/12/19)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar